RSUP Dr. M. Djamil Terus Perkuat Komitmen Cetak Dokter Berintegritas Bersama FK Unand

RSUP Dr. M. Djamil terus menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya generasi dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang digelar di Aula Student Center Prof. dr. M. Sjaaf, Selasa (6/5).

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dalam sambutannya menegaskan profesi dokter bukan sekadar gelar akademik ataupun pekerjaan yang memiliki prestise tinggi, melainkan sebuah panggilan jiwa yang sarat tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual. “Menjadi dokter bukan sekadar memiliki gelar atau pekerjaan yang terhormat, tetapi adalah sebuah panggilan jiwa, sebuah amanah, dan tanggung jawab yang sangat berat di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat,” ujar dr. Maliana di hadapan para peserta yudisium, keluarga, sivitas akademika, dan tamu undangan.

Ia mengingatkan ketika seorang dokter berdiri di hadapan pasien, yang dihadapi bukan hanya sebuah diagnosis atau penyakit, melainkan manusia dengan segala emosi, harapan, dan ketakutannya. “Kelak, ketika kalian berdiri di depan pasien, ingatlah bahwa kalian tidak hanya menangani penyakit, tetapi juga menangani manusia dengan segala perasaannya, harapannya, dan ketakutannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi medis akan terus berkembang, namun kasih sayang, kesabaran, dan kejujuran adalah nilai-nilai abadi yang harus selalu kalian pegang teguh,” tuturnya.

dr. Maliana juga berpesan agar para dokter muda tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kepekaan emosional dan kemampuan komunikasi yang baik dengan pasien maupun keluarga pasien. “Jadilah dokter yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhati lembut, yang mampu mendengarkan keluh kesah pasien, dan memberikan harapan di saat yang sulit,” katanya.

Dalam pesannya, ia juga menyinggung berbagai tantangan nyata yang akan dihadapi para dokter di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, tingginya beban kerja, hingga kompleksitas kasus medis yang terus berkembang. Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan semangat belajar sepanjang hayat, profesionalisme, dan kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin.

“Kalian akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari keterbatasan fasilitas, beban kerja yang berat, hingga kasus-kasus medis yang rumit. Namun, jangan pernah menyerah. Gunakan ilmu yang telah kalian pelajari, teruslah belajar sepanjang masa, dan bekerjasamalah dengan rekan sejawat serta tenaga kesehatan lainnya dalam satu tim yang solid. Ingatlah bahwa kesembuhan pasien adalah tujuan utama kita semua, dan hal itu hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang baik,” ungkapnya.

dr. Maliana juga menegaskan bahwa RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya akan terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan, termasuk dalam mendukung pengembangan kompetensi dokter muda dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan sekitarnya, selalu terbuka untuk menjalin kerja sama, mendukung pengembangan kompetensi dokter muda, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami berharap banyak dari lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk bergabung, berkarya, dan berkontribusi bersama kami dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima, adil, dan merata,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. OnK(K), FACS, FFSTEd, menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan yang diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil dalam proses pendidikan dokter di lingkungan Universitas Andalas.

“Kolaborasi yang telah terjalin antara Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan RSUP Dr. M. Djamil selama ini merupakan kekuatan besar dalam mencetak dokter-dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan jiwa kemanusiaan. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat demi melahirkan tenaga medis yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan masyarakat,” ujar Dekan FK Unand.(*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45