RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang paripurna, tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien beserta keluarga. Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSUP Dr. M. Djamil secara konsisten menghadirkan berbagai program pelayanan humanis yang berorientasi pada pendampingan menyeluruh.
Pada Selasa (5/5), melalui Unit Intensive Care Unit (ICU), rumah sakit ini menggelar kegiatan edukasi rohani bagi keluarga pasien yang berlangsung di ruang tunggu ICU. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan penguatan mental dan spiritual kepada keluarga pasien yang tengah mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan intensif.
Dalam kegiatan tersebut, rohaniawan Nevi Warman, S.Ag menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan di tengah ujian kesehatan yang sedang dihadapi. Kondisi sakit bukan hanya ujian bagi pasien, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi keluarga untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat ikhtiar lahir dan batin.
“Ketika seseorang diuji dengan sakit, sejatinya bukan hanya tubuh yang sedang berjuang, tetapi hati dan pikiran keluarga juga ikut diuji. Karena itu, yang perlu terus dijaga adalah kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap ujian selalu disertai hikmah dan pertolongan dari Allah,” ujar Nevi Warman.
Ia juga mengajak keluarga pasien untuk tetap menjaga energi positif selama mendampingi proses pengobatan, memperbanyak doa, serta memberikan dukungan emosional terbaik kepada pasien agar semangat untuk sembuh tetap terjaga.
“Pasien yang sedang dirawat sangat membutuhkan kekuatan dari orang-orang terdekatnya. Ketenangan keluarga, doa yang tulus, serta ucapan yang menenangkan dapat menjadi bagian penting dari proses penyembuhan,” tambahnya.
Melalui kegiatan edukasi rohani ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap keluarga pasien tidak hanya mendapatkan informasi dan pendampingan selama proses perawatan, tetapi juga memperoleh ketenangan batin, harapan, dan kekuatan spiritual dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang holistik, humanis, dan berpusat pada pasien serta keluarga.(*)