RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan budaya kerja unggul di era disrupsi. Komitmen tersebut tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepada Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua sebagai narasumber dalam Webinar Pelayanan Prima 2.0: Revolusi BerAKHLAK di Era Disrupsi yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta pada Kamis (30/4).
Dalam forum nasional tersebut, Dovy Djanas memaparkan materi bertajuk Revolusi Mindset BerAKHLAK di Era Disrupsi yang menekankan pentingnya perubahan pola pikir aparatur sipil negara dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan yang semakin kompleks. Transformasi tidak cukup hanya dilakukan pada aspek sistem dan teknologi, namun harus dimulai dari perubahan mindset dan budaya kerja seluruh sumber daya manusia di rumah sakit.
“Budaya BerAKHLAK bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi napas dalam setiap aktivitas pelayanan. Di tengah era disrupsi, kecepatan, ketepatan, dan empati menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Dovy Djanas.
Webinar ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yakni Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Dr. Siti Badriah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom dan dimoderatori Widyaiswara Ahli Madya BBPK Jakarta Dr. Yana Irawati, SE, S.KM, M.KM.
Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil juga terus mendorong penguatan sistem dan tata kelola yang selaras dengan nilai-nilai BerAKHLAK. Berbagai rencana aksi yang telah dan terus dikembangkan di RSUP Dr. M. Djamil dalam rangka memperkuat implementasi nilai-nilai BerAKHLAK. “Langkah tersebut mencakup penguatan branding dan image rumah sakit, optimalisasi publikasi dan media, internalisasi nilai secara aktif kepada seluruh civitas hospitalia, integrasi sistem pelayanan, hingga pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan serta pemberian penghargaan bagi unit dan individu berprestasi,” sebutnya.
Menurutnya, implementasi nilai BerAKHLAK di RSUP Dr. M. Djamil telah berjalan secara nyata dan terstruktur. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui sosialisasi budaya ASN BerAKHLAK yang digencarkan secara rutin kepada seluruh pegawai, termasuk melalui apel pagi. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap insan rumah sakit memiliki pemahaman yang sama serta mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam praktik pelayanan sehari-hari.
“Kami memastikan internalisasi nilai BerAKHLAK tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam perilaku kerja sehari-hari. Dengan demikian, kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien akan semakin meningkat,” tambahnya.
Selain itu, Dovy Djanas juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif dalam mendorong keberhasilan transformasi budaya di rumah sakit. “Transformasi tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menggerakkan, memberi teladan, serta membangun kolaborasi lintas profesi agar pelayanan yang kita berikan benar-benar terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.
Ia juga menambahkan di tengah dinamika perubahan yang cepat, rumah sakit dituntut untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pelayanan publik. RSUP Dr. M. Djamil, kata dia, terus mendorong inovasi berbasis kebutuhan pasien dengan tetap mengedepankan integritas dan profesionalisme.
“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai dasar ASN. Inovasi yang kita lakukan harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan dan kepuasan masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Dovy Djanas menegaskan keberlanjutan implementasi budaya BerAKHLAK memerlukan sistem yang kuat dan dukungan seluruh elemen organisasi. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan hasil yang terukur.
“Keberhasilan implementasi budaya kerja harus dapat diukur dan dievaluasi secara berkala. Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki dan apa yang harus terus ditingkatkan agar pelayanan kita semakin berkualitas,” tukas Dirut.(*)