RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Kualitas Uji Klinis melalui Kunjungan INA-CRC

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pengembangan riset klinis di Indonesia. Pada Kamis (30/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menerima kunjungan tim INA Clinical Research Unit di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat pelaksanaan uji klinis serta pengembangan Clinical Research Unit (CRU).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melakukan koordinasi lintas sektor, pemetaan kesiapan, serta penguatan sistem dalam pelaksanaan uji klinis yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi komprehensif untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang dibutuhkan dalam pengembangan CRU, mulai dari kesiapan fasilitas penelitian hingga mekanisme tata kelola yang terintegrasi.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes menyampaikan kunjungan ini memiliki nilai strategis dalam mendorong kesiapan rumah sakit dalam mengembangkan riset klinis yang berkualitas. “Momentum ini sangat penting bagi kita untuk melakukan koordinasi, pemetaan kesiapan, serta penguatan sistem pelaksanaan uji klinis dan pengembangan CRU. Kami berharap melalui kegiatan ini, kita dapat memperoleh masukan yang konstruktif terkait berbagai aspek penting, seperti kesiapan fasilitas penelitian, mekanisme koordinasi antarunit, tata kelola etik dan regulatori, aspek hukum dan keuangan, perencanaan sumber daya manusia, infrastruktur, akses pasien, serta kebutuhan pendampingan teknis dalam penerapan standar pelaksanaan uji klinis,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Manajer CRC BB Binomika dr. Dona Arlinda, M.Sc, Tim CRC BB Binomika Hanifah Chaerunnisa, Ssi, mewakili Direktorat Registrasi Obat BPOM Dewi Isnabarika A, S.Farm, Apt, mewakili Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan (PPKR) dr. Nadia Adeline, Ketua CRU dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp. H.L.E (K), FIAC, IFCAP dan tim, tim peneliti serta manajemen RSUP Dr. M. Djamil. 

Selain diskusi yang membahas aspek hukum dan keuangan, perencanaan sumber daya manusia, infrastruktur, serta akses pasien dan proses persetujuan etik penelitian kesehatan, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pendukung. Seperti Laboratorium Sentral, Instalasi Farmasi, dan kantor CRU. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan uji klinis yang terstandar.

Pengembangan CRU dan pelaksanaan uji klinis tidak dapat dilakukan secara parsial, tegasnya, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas unit dan lintas profesi. “Sinergi antara manajemen rumah sakit, peneliti, Komite Etik Penelitian Kesehatan, instalasi pelayanan, laboratorium, farmasi, rekam medis, sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), hingga unit hukum dan keuangan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan kesiapan rumah sakit sebagai site penelitian klinis yang kredibel dan berdaya saing,” tuturnya.

dr. Maliana, M.Kes berharap kehadiran tim INA-CRC, BPOM, serta PPKR dapat memberikan arahan, pendampingan, dan rekomendasi yang aplikatif dalam memperkuat pengembangan CRU ke depan. “Setiap masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menyusun langkah tindak lanjut, memperbaiki sistem yang ada, serta meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam mendukung pelaksanaan uji klinis yang aman, bermutu, dan berintegritas,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif dalam pengembangan riset klinis dan inovasi kesehatan. “Dengan komitmen dan kolaborasi yang solid, Clinical Research Unit diharapkan mampu berkembang menjadi unit yang semakin matang, profesional, serta menjadi motor penggerak dalam peningkatan kualitas penelitian klinis di lingkungan rumah sakit,” ucap dr. Maliana.

Sementara itu, Manajer CRC BB Binomika dr. Dona Arlinda, M.Sc menegaskan pentingnya kesiapan sistem yang terintegrasi dalam mendukung pelaksanaan uji klinis di rumah sakit. Pengembangan CRU bukan hanya tentang ketersediaan fasilitas, tetapi juga menyangkut kesiapan tata kelola dan kolaborasi lintas unit. “Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi yang sangat baik untuk berkembang sebagai site uji klinis. Yang perlu terus diperkuat adalah integrasi sistem, konsistensi dalam penerapan standar, serta koordinasi antarunit agar pelaksanaan penelitian dapat berjalan efektif, efisien, dan memenuhi prinsip Good Clinical Practice,” ungkapnya.(*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45