RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi kesehatan yang rutin digelar untuk pasien dan keluarga pasien di lingkungan rumah sakit.
Pada Rabu (29/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan menggelar edukasi kesehatan tentang imunisasi di Poliklinik Anak Lantai II Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Sedunia, sekaligus sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sejak dini.
Edukasi kesehatan tersebut menghadirkan narasumber dokter spesialis anak, dr. Imil Irsal Imran, Sp.A, yang memaparkan materi secara komprehensif namun mudah dipahami oleh para orang tua yang hadir. Dalam pemaparannya, dr. Imil menjelaskan imunisasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit melalui pemberian vaksin.
“Imunisasi adalah cara melindungi tubuh dari penyakit dengan pemberian vaksin. Vaksin ini membantu tubuh membentuk kekebalan sehingga ketika terpapar penyakit, tubuh sudah siap melawannya,” ujar dr. Imil.
Ia menegaskan imunisasi memiliki peran penting dalam mencegah penyakit berbahaya, mengurangi angka kematian anak, serta melindungi masyarakat secara luas melalui terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity. “Manfaat vaksin tidak hanya dirasakan oleh individu yang menerima, tetapi juga oleh lingkungan sekitar,” tuturnya.
dr. Imil menjelaskan tujuan pemberian vaksin adalah memberikan perlindungan yang menyerupai infeksi alamiah tanpa menimbulkan sakit berat maupun komplikasi. Selain itu, vaksin juga dirancang untuk membentuk imunitas jangka panjang serta membantu menghentikan penyebaran infeksi di masyarakat. “Antigen dalam vaksin saat ini semakin mirip dengan penyebab infeksi aslinya, sehingga respon imun yang dihasilkan menjadi lebih baik dan protektif,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan imunisasi diberikan sejak bayi baru lahir hingga usia anak, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. “Kepatuhan terhadap jadwal imunisasi menjadi kunci penting agar perlindungan yang diberikan dapat optimal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Imil turut menjelaskan berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta menegaskan vaksin yang digunakan aman karena telah melalui serangkaian uji keamanan yang ketat. Efek samping yang mungkin timbul umumnya bersifat ringan, seperti demam atau nyeri di lokasi suntikan, dan akan hilang dalam waktu singkat. “Orang tua tidak perlu khawatir, karena vaksin sudah melalui uji keamanan. Efek samping biasanya ringan dan sementara,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam keberhasilan program imunisasi. Orang tua diharapkan membawa anak untuk imunisasi tepat waktu, menyimpan dan memantau buku KIA. “Termasuk aktif bertanya kepada tenaga kesehatan apabila terdapat hal yang belum dipahami,” tukasnya.(*)