RSUP Dr. M. Djamil Rajut Silaturahmi Lintas Generasi melalui Halalbihalal

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mempererat hubungan kekeluargaan lintas generasi, termasuk dengan para purnabakti yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan institusi. Dalam suasana hangat pasca-Idulfitri, Sabtu (11/4), Silaturahmi dan Halalbihalal Keluarga Besar Forum Komunikasi Persahabatan Pensiunan (FKPP) RSUP Dr. M. Djamil digelar di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Acara tersebut dihadiri Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua yang sekaligus memberikan sambutan di hadapan para pensiunan dan keluarga besar rumah sakit. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada seluruh purnabakti yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan rumah sakit hingga saat ini. Kontribusi para pensiunan tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

“Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa RSUP Dr. M. Djamil dibangun oleh dedikasi panjang para pendahulu. Kami yang saat ini melanjutkan estafet kepemimpinan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengembangkan amanah tersebut,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut hadir pengurus FKPP dan pensiunan RSUP Dr. M. Djamil.

Ia juga menegaskan keberhasilan rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan tidak terlepas dari nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pensiunan. “Nilai integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian yang ditanamkan sejak dulu menjadi fondasi utama dalam setiap langkah transformasi yang kami lakukan saat ini,” tambahnya.

Direktur Utama menyampaikan harapannya agar para pensiunan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan RSUP Dr. M. Djamil ke depan. “Kami membuka ruang kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan, karena pengalaman dan kebijaksanaan para senior adalah aset berharga dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama juga memaparkan rencana pengembangan masterplan RSUP Dr. M. Djamil sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan. Pengembangan ini mencakup penataan infrastruktur, peningkatan fasilitas pelayanan, serta penguatan peran rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional dan pendidikan.

Kegiatan silaturahmi dan halalbihalal ini juga menghadirkan tausiah dari Dr. Syofyan Hadi, SS, M.Ag, MA.Hum yang memberikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya menjaga ukhuwah, mempererat tali persaudaraan, serta menjadikan momen Idulfitri sebagai titik awal untuk memperbaiki hubungan antarsesama. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara, mencerminkan eratnya ikatan antara para pensiunan dengan manajemen aktif RSUP Dr. M. Djamil.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Pengembangan Layanan Vaskular dan Endovaskular

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan layanan kesehatan unggulan, khususnya di bidang vaskular dan endovaskular. Komitmen tersebut ditegaskan dalam gelaran 1st Andalas Vascular Summit dengan menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional yang berlangsung pada Sabtu (11/4).

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menyampaikan rumah sakit yang dipimpinnya akan terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan vaskular yang unggul dan berstandar tinggi. Selain itu, juga fokus memperkuat kompetensi sumber daya manusia serta membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai pusat layanan kesehatan dan organisasi profesi, termasuk Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI).

“Kolaborasi menjadi elemen yang sangat penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Sekaligus akan mempercepat peningkatan kualitas layanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap penanganan vaskular yang modern dan komprehensif,” ucapnya.

Dr. Dovy Djanas menyampaikan penguatan layanan vaskular tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada sistem pelayanan yang terintegrasi. “Keberhasilan layanan medis sangat ditentukan oleh koordinasi yang baik antarunit, mulai dari diagnosis, tindakan, hingga rehabilitasi pasien,” sebut Dirut.

Ia juga menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Tenaga kesehatan harus terus diberikan akses terhadap pelatihan, pendidikan lanjutan, serta forum ilmiah agar mampu mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang begitu dinamis. ”Selain itu, rumah sakit harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Hal ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi sistem, serta pendekatan yang lebih berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien,” ungkapnya.

Perkembangan teknik endovascular, sebutnya, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik kedokteran modern. Pendekatan yang lebih minimal invasif tidak hanya meningkatkan keberhasilan klinis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pasien, terutama dalam hal waktu pemulihan yang lebih cepat serta peningkatan kualitas hidup pasca tindakan medis.

Meski demikian, kemajuan teknologi harus selalu diiringi dengan peningkatan kompetensi tenaga medis, penguatan standar pelayanan, serta komitmen terhadap keselamatan pasien. “Teknologi hanyalah alat, sementara kualitas pelayanan tetap sangat ditentukan oleh integritas dan profesionalisme tenaga kesehatan,” tegas Dirut.

Kegiatan ilmiah ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PESBEVI periode 2025–2028, Dr. dr. Patrianef, Sp.B, Subsp.BVE(K), jajaran pengurus PESBEVI Padang, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd. Forum ini juga menghadirkan pembicara internasional, yakni Dr. Sriram Narayanan, IBBS, MS, FRCS, seorang Senior Consultant Vascular & Endovascular Surgeon asal Singapura, yang berbagi pengalaman dan perkembangan terbaru di bidang vaskular dan endovaskular.

Kehadiran para narasumber serta peserta dari berbagai daerah menjadikan kegiatan ini sebagai wadah strategis untuk bertukar ilmu, memperkuat jejaring profesional, serta mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan vaskular di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd menyampaikan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan layanan vaskular melalui pendidikan dan penelitian. Sinergi ini menjadi kunci dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi kurikulum pendidikan kedokteran dengan perkembangan teknologi medis terkini, termasuk teknik endovaskular. “Dengan demikian, lulusan kedokteran tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan modern,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, kegiatan ilmiah seperti ini menjadi wadah penting dalam memperluas wawasan akademik dan klinis bagi mahasiswa maupun tenaga medis. “Forum tersebut membuka ruang diskusi, pertukaran pengalaman, serta penguatan jejaring profesional di tingkat nasional dan internasional,” harap Dr. dr. Sukri. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Edukasi Kesehatan tentang Kanker Mulut Rahim

RSUP Dr. M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan kembali melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi pengunjung rumah sakit pada Jumat (10/4). Edukasi kali ini mengangkat tema kanker mulut rahim dan menghadirkan narasumber dr. Ferry Iskandar Kharisma Sinaga, Sp.OG, Subsp.Onk, yang memberikan penyuluhan langsung di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan lantai II Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Dalam pemaparannya, dr. Ferry menjelaskan secara rinci tentang kanker mulut rahim serta faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. “Kanker mulut rahim adalah salah satu kanker yang penyebabnya jelas dan sebenarnya sangat bisa dicegah. Kuncinya ada pada pengetahuan dan kemauan untuk melakukan pencegahan sejak usia muda,” kata dr. Ferry.

dr. Ferry menekankan kebiasaan hidup sehat juga berperan penting dalam mencegah perkembangan kanker mulut rahim. “Selain vaksinasi dan skrining, gaya hidup pun sangat berpengaruh. Hindari merokok, jaga pola makan, dan tetap aktif bergerak. Semua itu turut melindungi tubuh dari risiko kanker,” katanya.

Ia juga mengingatkan banyak kasus kanker mulut rahim ditemukan dalam kondisi sudah lanjut karena kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan berkala. “Sering kali pasien datang ketika sudah stadium dua atau tiga. Padahal, jika ditemukan pada tahap awal, penanganannya jauh lebih sederhana dan tingkat keberhasilan pengobatannya sangat tinggi,” tegasnya.

Dalam sesi edukasi tersebut, dr. Ferry memastikan layanan pencegahan dan deteksi dini telah tersedia di RSUP Dr. M. Djamil. “Di rumah sakit ini, semua metode skrining tersedia, mulai dari IVA Test, Pap smear, hingga HPV DNA Test. Jadi tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan. Semakin cepat ditemukan, semakin baik hasilnya,” ungkapnya.

Ia kemudian memaparkan tiga pendekatan pencegahan kanker mulut rahim, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pada pencegahan primer, vaksinasi HPV merupakan langkah utama. “Saat ini tersedia vaksin bivalen untuk tipe 16 dan 18, quadrivalen untuk tipe 16, 18, 6 dan 11, serta vaksin nanovalen yang mencakup tipe 16, 18, 6, 11, 31, 33, 45, 52, dan 58. Vaksin paling ideal diberikan pada usia 9–14 tahun sebanyak dua dosis, dan pada usia 15 tahun ke atas dapat diberikan satu atau dua dosis,” jelasnya.

Pencegahan sekunder dilakukan melalui skrining berkala. “Skrining dianjurkan mulai usia 30 tahun, atau usia 25 tahun pada perempuan dengan HIV. Pemeriksaan dilakukan sampai usia 65 tahun, dan dapat dihentikan apabila dua kali co-testing hasilnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, pencegahan tersier mencakup penanganan lesi pra-kanker maupun kanker yang sudah terdeteksi. Penanganan dapat berupa krioterapi, thermal ablasi, penggunaan asam trikloroasetat (TCA) 85 persen, hingga pembedahan, tergantung stadium penyakit. “Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari stadium 1 hingga stadium 4,” jelasnya.

dr. Ferry kembali mengingatkan edukasi kesehatan memiliki peran besar dalam menurunkan kasus kanker pada perempuan. “Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati. Kita punya banyak cara untuk melindungi diri dari kanker mulut rahim yang dibutuhkan hanya kesadaran dan tindakan,” tukas dr. Ferry. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap Jadi Pelopor Implementasi Rekam Medis Elektronik

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan kerja dari Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes bersama Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji, S.T., M.Si, Kamis (9/4). Kunjungan tersebut dalam rangka transformasi digital dan integrasi klaim layanan kesehatan nasional.

Kedatangan Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan dan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FSIQua bersama jajaran direksi, manajemen rumah sakit, serta jajaran BPJS Kesehatan.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Dovy Djanas menegaskan  transformasi digital dalam pelayanan kesehatan saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Kualitas layanan kesehatan di era modern tidak hanya diukur dari aspek klinis semata, tetapi juga dari kecepatan, ketepatan, transparansi, serta kemudahan akses yang dirasakan oleh pasien. “Integrasi sistem, termasuk dalam proses klaim layanan kesehatan nasional, menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan yang efisien, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan integrasi klaim tidak sekadar proses administratif, melainkan bagian dari upaya besar untuk memastikan alur pelayanan berjalan tanpa hambatan. Dengan sistem yang terintegrasi, data dapat tersaji secara real-time sehingga mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. “Pada akhirnya, hal tersebut bermuara pada peningkatan kualitas pengalaman layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” sebutnya.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Terpilih sebagai instrumen strategis. “Indikator kinerja itu tidak boleh berhenti pada angka semata, tetapi harus mencerminkan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” sebut Dirut.

Dalam kesempatan tersebut, implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) juga menjadi perhatian utama. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting dalam mewujudkan keadilan layanan kesehatan, dengan memastikan setiap pasien mendapatkan layanan yang layak, bermutu, dan bermartabat tanpa kesenjangan signifikan. “Dalam konteks ini, rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai representasi kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Direktur Informasi Teknologi BPJS Kesehatan, Setiaji, S.T., M.Si menekankan pentingnya kelengkapan data dalam implementasi rekam medis elektronik (RME) di rumah sakit. Data yang terintegrasi harus mencakup seluruh aspek pelayanan, mulai dari data kunjungan pasien, penggunaan obat, hingga hasil pemeriksaan radiologi.

“Kelengkapan dan kualitas data tersebut menjadi fondasi utama dalam melakukan pengukuran serta evaluasi layanan kesehatan secara komprehensif. Dengan data yang akurat dan tersaji secara sistematis, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran,” ucapnya.

Setiaji berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi pelopor atau leader dalam implementasi rekam medis elektronik. “Kami juga mendorong agar praktik baik yang dikembangkan dapat menjadi rujukan dan direplikasi oleh rumah sakit lain di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes menjelaskan kunjungan ini tidak hanya untuk meninjau pelaksanaan rekam medis elektronik dalam rangka transformasi digital. “Tetapi juga untuk melihat implementasi KRIS serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi indikator kinerja terpilih,” ucapnya.

Ia menegaskan integrasi rekam medis elektronik dalam platform Satu Sehat menjadi salah satu komponen penting dalam Key Performance Indicators (KPI) Direktur Utama rumah sakit. Bahkan, terdapat konsekuensi tegas apabila dalam waktu tiga bulan sistem tersebut belum terintegrasi, yaitu penurunan akreditasi rumah sakit.

“Ini merupakan bentuk keseriusan Kementerian Kesehatan dalam mendorong implementasi rekam medis elektronik secara nasional. Semakin banyak pengguna, maka akan semakin besar manfaat yang dirasakan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan rekam medis elektronik menjadi salah satu indikator dalam Strategi Nasional Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Ini sebagai bagian dari upaya nyata untuk mengurangi potensi kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program JKN,” tutur dr. Ockti.

Kunjungan ini disebut sebagai yang pertama dalam rangka evaluasi langsung implementasi RME di RSUP Dr. M. Djamil. “Kami berharap rumah sakit ini dapat menjadi pelopor sekaligus contoh bagi rumah sakit lain dalam penerapan sistem digital yang terintegrasi,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes bersama Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji, S.T., M.Si didampingi Direktur Utama dan jajaran direksi meninjau poliklinik jantung, rawat inap kelas rawat inap standar serta Instalasi SIMRS. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Kerja Sama Strategis dengan Johnson And Johnson Indonesia Two

RSUP Dr. M. Djamil terus memperluas jaringan kerja sama strategis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan. Pada Selasa (7/4), rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut resmi menandatangani kerja sama dengan PT Johnson And Johnson Indonesia Two.

Penandatanganan kerja sama ini difokuskan pada penyelenggaraan pelatihan serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam pengembangan keterampilan medis berbasis teknologi terkini. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga medis di tengah perkembangan ilmu kedokteran yang semakin pesat.

Direktur Utama diwakili oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes bersama Commercial Director Indonesia Surgery PT Johnson And Johnson Indonesia Two, Marcel K. Aditiawarman menandatangani kerja sama tersebut di Ruang Kerja Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil. Kedua pihak menyampaikan komitmen untuk menjadikan kerja sama ini sebagai fondasi penguatan kualitas layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. “Kerja sama dengan PT Johnson & Johnson Indonesia Two ini menjadi peluang strategis bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk menghadirkan standar pelatihan berbasis praktik terbaik internasional. Dengan dukungan mitra industri yang memiliki pengalaman global, diharapkan tenaga medis mampu menguasai teknik-teknik terbaru, khususnya dalam bidang bedah minimal invasif,” harapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kesehatan yang unggul. Sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. “RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya mengembangkan diri sebagai pusat unggulan dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan,” ucap dr. Maliana.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan RSUP Dr. M. Djamil telah ditunjuk oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai Pusat Pengampuan Nasional Endolaparoskopi, sebuah penugasan strategis yang menempatkan rumah sakit ini sebagai rujukan nasional dalam pengembangan teknik bedah minimal invasif. “Berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan dampak internal bagi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Commercial Director Indonesia Surgery PT Johnson And Johnson Indonesia Two Marcel K. Aditiawarman menyampaikan kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pelatihan rutin, tetapi juga akan diperluas melalui berbagai program berskala internasional. “Salah satu agenda penting yang direncanakan adalah pelaksanaan ASEAN Center of Excellence (COE) Program & Symposium: Minimally Invasive Colorectal Surgery yang akan digelar di RSUP Dr. M. Djamil pada bulan Juni mendatang. Kegiatan tersebut direncanakan diikuti oleh 30 dokter spesialis bedah dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan pengalaman di tingkat regional,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar kegiatan ilmiah, sebutnya, program ini diarahkan untuk mendorong pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai ASEAN Center of Excellence dalam bidang Minimally Invasive Colorectal Surgery. “Melalui kolaborasi yang terbangun, rumah sakit ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat rujukan dan pelatihan regional di kawasan ASEAN dalam teknik bedah kolorektal minimal invasif, sekaligus menjadi hub pertukaran ilmu dan teknologi antara Indonesia dan negara-negara ASEAN,” harap Marcel.

Ia menegaskan penguatan kapasitas tersebut turut diarahkan untuk menjadikan RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi pendidikan berstandar internasional yang mampu menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan bagi dokter spesialis. “Di sisi lain, rumah sakit ini juga ditargetkan menjadi benchmark center dalam penerapan praktik terbaik dan inovasi di bidang bedah kolorektal, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun regional,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Pengembangan Masterplan dengan Dukungan Pemko Padang

Direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil terus mendorong langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat melalui rencana besar modernisasi rumah sakit. Upaya tersebut mendapat angin segar setelah adanya dukungan dari Pemerintah Kota Padang dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Padang, pada Senin (6/4) sore.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran manajemen rumah sakit bertemu langsung dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk membahas pengembangan masterplan RSUP Dr. M. Djamil yang dirancang sebagai pusat layanan kesehatan rujukan yang lebih modern dan terintegrasi. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi layanan kesehatan milik pemerintah pusat tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam paparannya menjelaskan  pengembangan masterplan rumah sakit dirancang secara bertahap dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas layanan medis. “Kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang modern dan komprehensif di Sumatera Barat terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah,” ucapnya.

Pada tahap awal, sebut Dirut, pengembangan akan difokuskan pada pembangunan Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai yang akan menjadi pusat layanan utama rumah sakit. Fasilitas ini dirancang untuk menghadirkan sistem pelayanan terpadu dengan berbagai unit penting di dalamnya, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) terpadu yang mampu menangani kasus-kasus kritis secara cepat dan efisien. “Selain itu, CMU juga akan dilengkapi dengan 30 kamar operasi modern yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tindakan medis secara signifikan,” paparnya.

Tidak hanya itu, fasilitas perawatan intensif seperti ICU, NICU, dan PICU juga menjadi bagian penting dari pengembangan ini, guna memastikan penanganan optimal bagi pasien dengan kondisi kritis, termasuk bayi dan anak-anak. “Dengan adanya fasilitas tersebut, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berstandar tinggi,” harapnya.

Proyek tahap pertama ini direncanakan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027. Pendanaannya akan menggunakan skema pinjaman luar negeri yang saat ini tengah diusulkan dalam Green Book periode 2025–2029 sebagai bagian dari program prioritas nasional di sektor kesehatan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur layanan kesehatan di daerah.

“Melalui pembangunan fasilitas modern seperti CMU, peningkatan teknologi medis, serta penguatan kompetensi tenaga kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen menghadirkan layanan yang setara dengan rumah sakit internasional. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi perlu mencari pengobatan ke luar negeri karena layanan yang dibutuhkan telah tersedia secara optimal di dalam negeri,” harapnya

Ia menambahkan peningkatan kualitas layanan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada penguatan sistem kesehatan nasional. “Dengan menahan arus pasien ke luar negeri, diharapkan devisa negara dapat tetap terjaga sekaligus mendorong kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan dalam negeri, khususnya di Sumatera Barat,” tegas Dr. dr. Dovy.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan Pemko Padang melihat pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai langkah strategis yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam sektor kesehatan. “Ppeningkatan fasilitas dan layanan rumah sakit rujukan ini akan memberikan dampak luas bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan akses terhadap layanan medis berkualitas tanpa harus keluar daerah, apalagi ke luar negeri,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pemerintah kota akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna mendukung kelancaran proyek tersebut, baik dari sisi infrastruktur pendukung, aksesibilitas, maupun koordinasi kebijakan. “Keberhasilan modernisasi RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucap Fadly Amran.

Selain itu, Fadly Amran menambahkan dengan hadirnya fasilitas kesehatan berstandar tinggi di Kota Padang, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan dalam negeri. “Kami optimistis, jika kualitas layanan terus ditingkatkan secara konsisten, maka tren masyarakat yang berobat ke luar negeri akan berangsur menurun, sekaligus menjadikan Padang sebagai salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah barat Indonesia,” tuturnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan BPJS Kesehatan Lakukan Monev Transformasi Digital

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis digital. Pada Senin (6/4), rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat tersebut menggelar pertemuan bersama BPJS Kesehatan Cabang Padang yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan setempat.Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memonitoring dan mengevaluasi implementasi transformasi digital yang telah dijalankan RSUP Dr. M. Djamil, khususnya dalam integrasi sistem layanan dengan platform Jaminan Kesehatan Nasional.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah proses bridging antara aplikasi Mobile JKN milik BPJS Kesehatan dengan Djamil Apps sebagai sistem layanan digital rumah sakit. Melalui integrasi ini, diharapkan pelayanan kepada peserta JKN dapat menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien, mulai dari proses pendaftaran, antrean, hingga akses informasi layanan kesehatan. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek teknis sistem, tetapi juga pengalaman pengguna serta dampaknya terhadap peningkatan mutu layanan di rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyambut baik terselenggaranya pertemuan tersebut. Kolaborasi antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih terintegrasi.

“Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap inovasi digital yang kami lakukan benar-benar terintegrasi dengan sistem nasional, sehingga memberikan kemudahan bagi pasien,” ujar Dirut.

Ia menambahkan bridging antara Mobile JKN dan Djamil Apps merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan transparan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit semakin meningkat,” katanya.

Ia berharap implementasi integrasi sistem ini dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya di Indonesia. “Kami berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi role model dalam penerapan transformasi digital di sektor kesehatan, khususnya dalam kolaborasi dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Dalam proses monitoring dan evaluasi tersebut masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, khususnya terkait sistem bridging. Perbaikan tersebut mencakup peningkatan capaian indikator mutu layanan rawat jalan, baik melalui Mobile JKN maupun Djamil Apps, peningkatan kepatuhan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), serta penertiban administrasi surat kontrol pasien.

“Ke depan, kami berharap seluruh perbaikan ini dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pencapaian predikat Bintang 5 dari BPJS Kesehatan,” tegasnya didampingi oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Apt. Meri Lestari, S.Farm. M.Kes.AAK menyampaikan pihaknya mendukung penuh upaya digitalisasi layanan yang dilakukan RSUP Dr. M. Djamil. Integrasi sistem ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN.

“Integrasi antara Mobile JKN dan Djamil Apps merupakan langkah maju dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN, khususnya dalam hal pendaftaran dan pengelolaan antrean,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihak BPJS Kesehatan terus mendorong seluruh fasilitas kesehatan untuk mengembangkan layanan berbasis digital yang terhubung dengan sistem JKN. “Kami ingin memastikan bahwa peserta mendapatkan pengalaman layanan yang lebih sederhana, cepat, dan terstandar di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam setiap implementasi sistem digital. “Melalui pertemuan seperti ini, kita dapat mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus mencari solusi bersama agar integrasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tukas Meri.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Targetkan Sistem Pengendalian Infeksi Jadi Percontohan

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit. Pada Senin (6/4), rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut melalui Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)/Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA) serta Farmasi dan Terapi menggelar pertemuan untuk mengevaluasi sekaligus penguatan sinergi lintas bidang dalam upaya mencegah dan mengendalikan infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Pengendalian infeksi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan rumah sakit. Berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini menunjukkan perkembangan positif, namun tetap memerlukan konsistensi dan inovasi berkelanjutan,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam sambutannya di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Menurutnya, sistem pengendalian infeksi di RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya harus berjalan sesuai standar, tetapi juga hendaknya mampu menjadi rujukan bagi rumah sakit lain di lingkungan Kementerian Kesehatan. “Oleh karena itu, pentingnya kolaborasi antara tim PPI/PRA serta Farmasi dan Terapi dalam memastikan penggunaan obat yang rasional serta pencegahan resistensi antimikroba, yang menjadi salah satu tantangan global dalam dunia kesehatan,” harap Dirut didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Ia menyampaikan keberhasilan pengendalian infeksi tidak terlepas dari kedisiplinan seluruh elemen rumah sakit, mulai dari tenaga medis hingga petugas pendukung. “Penerapan protokol yang ketat, pemantauan berkelanjutan, serta edukasi kepada seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menekan angka infeksi nosokomial,” tuturnya.

Pertemuan ini juga membahas berbagai strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem pelaporan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung program pengendalian infeksi. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap implementasi kebijakan yang telah berjalan, guna memastikan efektivitas dan kesesuaiannya dengan standar nasional maupun internasional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kata Dirut, berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang unggul, tidak hanya di Sumatera Barat tetapi juga di tingkat nasional. “Komitmen untuk menjadikan pengendalian infeksi sebagai prioritas utama diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mutu layanan kesehatan secara keseluruhan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Komite PPI/PRA Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc turut memaparkan laporan bulanan terkait pelaksanaan program pengendalian infeksi di rumah sakit tersebut. Selain itu, juga disampaikan hasil pemantauan penggunaan antibiotik yang rasional sebagai bagian dari upaya menekan resistensi antimikroba. (*)

RSUP Dr. M. Djamil, Departemen THT-KL, dan Perhati-KL Sumbar Kampanyekan Tidur Sehat

RSUP Dr. M. Djamil terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui upaya edukasi tentang pentingnya tidur yang berkualitas. Hari ini, Minggu (5/4), rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut bersama Departemen THT-KL RSUP Dr. M. Djamil dan Perhati-KL Sumbar memperingati World Sleep Day 2026 yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Peringatan tahun ini mengusung tema “Sleep Well, Live Better”, yang menekankan kualitas tidur merupakan fondasi penting bagi kesehatan dan kualitas hidup.

Kegiatan dimulai dengan pelepasan peserta fun walk oleh Ketua TP-PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi bersama Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi Ketua BKOW Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko, Ketua DWP Sumbar Ny. Arymbi Arry serta Ketua Perhati-KL Sumbar, dr. Novialdi, Sp.THT-KL(K).

Rute fun walk dimulai dari halaman Kantor Gubernur Sumbar menuju Jalan Sudirman—SMPN 1 Padang—dan kembali finish di Kantor Gubernur Sumbar. Antusiasme peserta tampak sejak pagi, seiring momentum Car Free Day yang membuat suasana semakin meriah dan edukatif. Selain fun walk, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya tidur berkualitas kepada para peserta dan pengunjung CFD.

Tim Departemen THT-KL memberikan penjelasan langsung tentang berbagai gangguan tidur serta dampaknya terhadap kesehatan. Edukasi ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa tidur bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan kebutuhan biologis yang berperan besar dalam menjaga kualitas hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan tidur merupakan kondisi alami yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat, mengurangi kelelahan, memperbaiki dan memulihkan sel-sel tubuh, menghemat energi, serta mengatur sekresi hormon. Gangguan tidur sering kali tidak disadari oleh penderitanya, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan.

“Kondisi seperti insomnia, sleep apnea, dan narkolepsi tidak hanya memengaruhi kualitas istirahat, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik, mental, serta produktivitas seseorang. Kekurangan tidur dapat menyebabkan penurunan imun, perubahan suasana hati, hingga munculnya depresi dan kecemasan,” ujar Dirut saat memberikan sambutan.

Sebagai bentuk komitmen untuk terus mengembangkan pelayanan kesehatan, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil saat ini tengah memperkuat layanan Sleep Center. Pada tahun 2025, rumah sakit menargetkan penguatan fasilitas diagnostik seperti polisomnografi, serta layanan multidisiplin yang melibatkan 12 departemen. Di antaranya THT-BKL, Anak, Penyakit Dalam, Rehabilitasi Medik, Gizi, Gigi dan Mulut, Jantung, Paru, Psikiatri, Neurologi, Bedah Saraf, dan Anestesi.

“Pengembangan ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan komprehensif terhadap berbagai gangguan tidur, sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat secara optimal,” ucapnya.

Ia juga berharap kegiatan peringatan World Sleep Day ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin memahami pentingnya tidur yang baik. “Dan kepada masyarakat diimbau untuk tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gangguan tidur,” imbau Dirut.

Smeentara itu, Ketua TP PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, menyampaikan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tidur yang cukup masih harus terus ditingkatkan. Pola tidur yang baik berpengaruh langsung terhadap kesehatan keluarga secara keseluruhan. “Kebiasaan tidur yang teratur dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis dan menjaga keseimbangan mental. Dua aspek yang sangat menentukan kualitas keluarga di masa kini,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan peran edukasi tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan terdekat. Para orang tua memiliki peran besar dalam memastikan anak-anak mendapatkan tidur yang cukup, terutama di era digital saat paparan gawai kerap mengganggu waktu istirahat. “Kita harus mulai membangun budaya tidur sehat sejak dini, agar generasi muda tumbuh lebih sehat, lebih fokus, dan lebih produktif,” ujarnya.

Ny. Harneli Mahyeldi mengapresiasi RSUP Dr. M. Djamil yang secara konsisten menghadirkan kegiatan yang dekat dengan masyarakat, seperti peringatan World Sleep Day ini. “Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan organisasi masyarakat dapat terus diperkuat sehingga edukasi tentang pola hidup sehat, termasuk pentingnya tidur, dapat menjangkau lebih banyak warga,” harap istri Gubernur Sumbar ini.

Untuk diketahui, peringatan World Sleep Day ini dilakukan di empat kota di Indonesia. Yakni Jakarta (29 Maret), Manado (29 Maret), Padang (5 April) dan Semarang (5 April). Bahkan peserta dari tenaga kesehatan yang mengikuti fun walk juga memperoleh sertifikat pengabdian yang diunggah dalam platform Satu Sehat. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Resepsi Anak dr. Yose Wizano, Sampaikan Pesan Makna Pernikahan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara pesta pernikahan dr. Ihsiani Nadia dengan M. Fikhriadi Rehan, SE, MM, yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (4/4). Pernikahan ini merupakan momen istimewa bagi kedua keluarga besar, khususnya orang tua mempelai wanita, dr. Yose Wizano, Sp.An.TI, Subsp. AKV (K), dan dr. Indria Velutina, MARS.

Suasana kebahagiaan begitu terasa sejak awal acara, dengan nuansa adat Minangkabau yang kental mewarnai prosesi pernikahan.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan pesan tentang makna pernikahan, khususnya dalam perspektif adat dan budaya Minangkabau. “Hari ini bukan hanya hari bahagia, tetapi juga hari yang sarat makna. Dalam adat dan budaya Minangkabau, pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, melainkan menyatukan dua keluarga besar dalam satu ikatan yang kokoh, sebagaimana filosofi: ‘Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,’” ujarnya.

Ia menjelaskan filosofi tersebut mengandung makna mendalam bahwa setiap sendi kehidupan, termasuk dalam membangun rumah tangga, harus berpijak pada nilai adat yang bersumber dari ajaran Islam. Dengan demikian, pernikahan menjadi bagian dari ibadah sekaligus pengabdian dalam kehidupan.

“Pernikahan adalah awal dari perjalanan panjang—bukan sekadar perjalanan cinta, tetapi perjalanan pengabdian, pengorbanan, dan pembelajaran tanpa henti. Dalam perjalanan itu akan ada suka dan duka, lapang dan sempit, namun di situlah letak keindahan dan kedewasaan sebuah rumah tangga,” tuturnya.

Kepada kedua mempelai, dr. Ihsiani Nadia dan M. Fikhriadi Rehan, ia berpesan pentingnya menjadikan Al Quran dan sunnah sebagai pedoman hidup, serta menjaga komunikasi dan saling pengertian dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.

“Salinglah menjadi penenang di saat gelisah, penguat di saat lemah, dan pengingat di saat lalai. Karena sejatinya, pernikahan adalah tentang dua insan yang saling menyempurnakan dalam kebaikan,” pesannya.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Sekretaris Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, SKM, MKM, serta Direktur Keuangan dan Perencanaan, Luhur Joko Prasetyo dan undangan lainnya. Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan kedua mempelai dapat memulai kehidupan baru yang harmonis, penuh keberkahan, serta mampu menjaga nilai-nilai luhur adat dan agama dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45