Wamenkes RI Dorong Percepatan Eliminasi TB di Sumbar

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR dalam Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi TBC Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Sesditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dr. Sunarto, M.Kes, pejabat Kemenkes, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, jajaran pemerintah daerah, kepala dinas kesehatan kabupaten dan kota, pimpinan rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR menegaskan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap upaya pemberantasan TBC di Indonesia. Angka kematian akibat TBC masih sangat tinggi meskipun penyakit tersebut sebenarnya dapat disembuhkan apabila ditangani secara cepat dan tepat.

“Dalam satu tahun ada 126 ribu orang meninggal karena TBC. Padahal TBC bisa diobati dan tidak harus berujung kematian. Presiden minta ini ke depan bisa kita tekan,” kata dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR.

Ia menyebutkan, percepatan eliminasi TBC kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, termasuk meningkatkan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Ini provinsi ke-24 yang kami datangi. Kami ingin memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak bersama untuk mengatasi hal ini,” ujarnya.

Menurut dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, penanganan TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor hingga tingkat pemerintahan paling bawah. Pemerintah pusat juga tengah menyiapkan program renovasi 8.000 rumah masyarakat, termasuk bagi pasien TBC yang membutuhkan lingkungan hunian sehat untuk mendukung proses penyembuhan.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat skrining TBC melalui pendistribusian teknologi portable X-ray ke daerah-daerah dengan angka kasus tinggi. “Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi dini sehingga pasien segera mendapatkan pengobatan,” ucapnya.

Dalam paparannya, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR mengungkapkan estimasi kasus TBC di Sumatera Barat mencapai sekitar 25 ribu kasus. Namun, baru sekitar 15 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. “Artinya masih ada sekitar 10 ribu orang di Sumatera Barat yang belum mendapat penanganan intensif, inilah tantangan kita ke depan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mendukung penuh percepatan eliminasi TBC melalui penguatan kolaborasi hingga tingkat nagari dan desa. “Kami beserta seluruh jajaran, mulai dari provinsi, kabupaten/kota hingga nagari dan desa, siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penanganan berbagai isu kesehatan,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, percepatan penanganan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga kader kesehatan, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini. “Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah. Itu yang perlu kita edukasi bersama,” ujarnya.

Mahyeldi juga menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan RI sebagai langkah memperkuat deteksi dini berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Usai rapat koordinasi, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan bahwa RSUP Dr. M. Djamil siap mendukung penuh program percepatan eliminasi TBC di Sumatera Barat melalui penguatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan siap mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam percepatan eliminasi TBC. Penanganan TBC membutuhkan sinergi seluruh pihak agar angka kasus maupun kematian dapat ditekan,” ujar Dirut.

Ia menambahkan, RSUP Dr. M. Djamil terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung deteksi dini dan penanganan pasien TBC secara optimal.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya eliminasi TBC. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri lebih awal, maka penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dan penularan dapat diminimalkan.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Semakin cepat ditemukan, maka semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan mencegah penularan kepada orang lain,” tukasnya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45