RSUP Dr. M. Djamil Edukasi Ibu Hamil tentang Pencegahan Stunting Sejak Dalam Kandungan

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif. Pada Senin (8/6), rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bekerja sama dengan Departemen Ibu dan Anak menggelar edukasi kesehatan bagi pasien dan keluarga di Poliklinik Kandungan Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu poliklinik tersebut mengangkat tema “Cegah Stunting sejak Dalam Kandungan: Nutrisi Tepat untuk Melahirkan Generasi Hebat”. Edukasi disampaikan oleh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi, dr. Wendy, yang memberikan pemahaman tentang pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Dalam pemaparannya, dr. Wendy menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi ini tidak hanya ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibanding teman seusianya, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak di masa depan.

“Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan perkembangan otak, lebih mudah sakit, dan memiliki kemampuan belajar yang tidak optimal. Saat ini, sekitar satu dari lima anak di Indonesia masih mengalami stunting, sehingga pencegahannya harus menjadi perhatian bersama,” jelas dr. Wendy.

Ia menegaskan upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan, bahkan sejak awal pembentukan janin. Organ-organ vital tubuh mulai terbentuk sejak bulan pertama kehamilan dan sekitar 80 persen pertumbuhan otak anak terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu hamil. Apa yang dikonsumsi ibu akan menjadi sumber nutrisi bagi janin. Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, kondisi tubuh yang lemah, dan lebih rentan mengalami gangguan pertumbuhan,” ujarnya.

dr. Wendy menyampaikan masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode emas yang sangat menentukan masa depan anak. Masa tersebut dimulai sejak terjadinya kehamilan hingga anak berusia dua tahun dan merupakan waktu yang tidak dapat diulang kembali.

“Seribu hari pertama kehidupan adalah masa emas yang menjadi fondasi kesehatan dan kecerdasan anak. Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi pada periode ini, dampaknya bisa berlangsung hingga dewasa. Karena itu, mencegah sejak dini jauh lebih mudah dibanding memperbaiki kondisi setelah bayi lahir,” katanya.

Menurutnya, salah satu kunci utama pencegahan stunting adalah pemenuhan nutrisi ibu hamil yang optimal serta pemberian Air Susu Ibu (ASI) setelah bayi lahir. Ia juga mengingatkan para ibu untuk mengenali tanda-tanda kekurangan gizi selama kehamilan. Seperti kenaikan berat badan yang tidak sesuai anjuran tenaga kesehatan, tubuh yang sering terasa lemas, letih dan lesu, wajah, bibir serta telapak tangan yang tampak pucat, hingga sering mengalami pusing atau berkunang-kunang.

“Selain itu, ibu hamil juga perlu memperhatikan ukuran lingkar lengan atas. Jika ukurannya kurang dari 23,5 sentimeter, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi salah satu indikator risiko kekurangan energi kronis,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Wendy juga menjelaskan berbagai zat gizi yang sangat dibutuhkan selama kehamilan. Nutrisi penting tersebut meliputi protein hewani, zat besi, asam folat, yodium, dan kalsium. Selain itu, vitamin B, C, dan D juga diperlukan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ibu selama menjalani kehamilan.

Ia menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi berbagai sumber makanan bergizi seperti ikan, telur, daging, ayam, tempe, tahu, serta susu. Konsumsi protein hewani setiap hari dinilai memberikan hasil yang lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

“Protein hewani memiliki kandungan asam amino yang lengkap dan sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan organ dan jaringan tubuh janin. Karena itu, usahakan untuk mengonsumsi sumber protein hewani setiap hari sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Selain memperhatikan pola makan, dr. Wendy juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin selama kehamilan. Tablet tambah darah membantu mencegah anemia sekaligus mendukung pertumbuhan janin secara optimal.

“Minumlah satu tablet tambah darah setiap hari. Waktu yang paling baik adalah pada malam hari sebelum tidur. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu mencegah anemia dan mengoptimalkan pertumbuhan janin selama masa kehamilan,” katanya.

Pada sesi edukasi tersebut, peserta juga diberikan pemahaman tentang konsep ‘Isi Piringku’ bagi ibu hamil sebagai panduan mengatur pola makan seimbang. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi harian, ibu hamil juga diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan, dengan setidaknya dua kali pemeriksaan dilakukan oleh dokter.

“Pemeriksaan kehamilan secara berkala sangat penting untuk memantau kenaikan berat badan ibu, memastikan pertumbuhan janin berlangsung baik, serta mendeteksi ukuran dan denyut jantung janin secara akurat,” ucapnya.

dr. Wendy membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan ibu hamil agar bayi tumbuh optimal, antara lain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, disiplin menjalani pemeriksaan kehamilan, rutin minum tablet tambah darah, mencukupi waktu istirahat, menjaga kondisi psikologis tetap bahagia, serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

“Nutrisi ibu yang baik dan cukup akan membantu menjaga kesehatan kehamilan. Dengan kehamilan yang sehat, peluang melahirkan bayi yang sehat, cerdas, dan kuat akan semakin besar. Bersama-sama kita dapat mencegah stunting dan mewujudkan generasi masa depan yang lebih berkualitas,” tukasnya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45