Komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berbasis teknologi terus diwujudkan melalui berbagai inovasi. Pada Senin (8/6), rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut melalui Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Program Resistensi Antimikroba (PRA), dan Farmasi Terapi (FT) menyelenggarakan sosialisasi aplikasi surveilans yang akan digunakan untuk mendukung sistem pemantauan, pelaporan, serta pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran aplikasi surveilans diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengumpulan data, mempercepat proses pelaporan, serta menghasilkan informasi yang lebih akurat dan real time guna mendukung pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyambut baik hadirnya aplikasi surveilans tersebut. Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan yang semakin efektif dan efisien.
“Transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam pelayanan kesehatan modern. Melalui aplikasi surveilans ini, kita dapat memperoleh data yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih mudah dianalisis. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar yang kuat dalam menentukan berbagai kebijakan dan langkah perbaikan mutu pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.
Ia menambahkan sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien. “Harapan kami, aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh unit kerja. Dengan sistem yang terintegrasi dan real time, berbagai potensi risiko dapat terdeteksi lebih awal sehingga tindakan pencegahan maupun perbaikan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat,” kata Dr. Dovy.
Hal senada disampaikan Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL. Ia menilai digitalisasi sistem surveilans menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya keselamatan pasien dan pelayanan berbasis data.
“Kecepatan memperoleh informasi menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan kesehatan. Dengan adanya aplikasi surveilans ini, proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif karena data tersedia secara terintegrasi dan dapat diakses dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini tentu akan membantu tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mendukung keselamatan pasien,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan implementasi aplikasi tersebut memerlukan dukungan dan komitmen seluruh pihak yang terlibat. “Oleh sebab itu, proses sosialisasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar pengguna dapat memahami mekanisme penggunaan aplikasi secara optimal,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Komite PPI, PRA, dan FT, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, menjelaskan pengembangan aplikasi surveilans dilatarbelakangi oleh kebutuhan rumah sakit terhadap sistem pemantauan yang lebih cepat, terintegrasi, dan mampu menyajikan data secara real time.
“Selama ini proses pengumpulan data surveilans masih dilakukan melalui beberapa tahapan yang memerlukan waktu. Dengan aplikasi ini, data dapat dihimpun dan dianalisis secara lebih cepat sehingga memudahkan proses pemantauan serta tindak lanjut terhadap berbagai temuan yang muncul di lapangan,” jelasnya.
Menurut Dr. Andani, aplikasi surveilans tersebut dirancang untuk bekerja secara real time selama 24 jam sehingga memungkinkan tim melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap berbagai indikator yang telah ditetapkan. “Keunggulan utama aplikasi ini adalah kemampuannya menyajikan data secara langsung dan berkesinambungan. Dengan demikian, berbagai potensi permasalahan dapat teridentifikasi lebih dini sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan dalam dua minggu ke depan aplikasi tersebut akan memasuki tahap uji coba sebagai bagian dari proses penyempurnaan sebelum diterapkan secara penuh di seluruh unit pelayanan. “Pada tahap awal ini kami akan melakukan uji coba selama dua minggu. Seluruh masukan dari pengguna akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem. Setelah proses uji coba selesai, kami menargetkan aplikasi ini dapat terimplementasi dengan baik dan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung sistem surveilans di RSUP Dr. M. Djamil,” tukas Dr. Andani.(*)