RS M. Djamil Gelar Forum Konsultasi Publik AMDAL untuk Dukung Pengembangan Rumah Sakit

RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari proses tersebut, pada Rabu (17/6), rumah sakit Kementerian Kesehatan itu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana pengembangan rumah sakit yang berlangsung di Palanta Kota Padang.

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan dokumen AMDAL guna memastikan bahwa rencana pengembangan rumah sakit tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar. Forum Konsultasi Publik tersebut bertujuan untuk menjaring aspirasi, masukan, tanggapan, serta saran dari masyarakat terkait rencana pengembangan RS M. Djamil, baik dari aspek teknis, sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan hidup.

“Rencana pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi layanan RS M. Djamil yang dinilai semakin mendesak untuk direalisasikan. Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera bagian tengah, RS M. Djamil menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus meningkat, sementara sebagian besar infrastruktur yang dimiliki saat ini telah berusia puluhan tahun,” kata Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan rumah sakit saat ini memiliki sumber daya manusia yang lengkap dan kompeten, namun membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang lebih modern agar mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

“Dari sisi sumber daya manusia, kita sudah memiliki tenaga yang cukup lengkap dan kompeten. Namun dari sisi sarana dan bangunan, kondisi kita sudah tertinggal jauh dibanding rumah sakit-rumah sakit Kementerian Kesehatan lainnya. Hampir 70 persen bangunan rumah sakit saat ini telah berusia sekitar 30 hingga 40 tahun. Padahal RS M. Djamil memiliki tanggung jawab melayani masyarakat Sumatera bagian tengah,” ujar Dovy.

Menurut Dovy, rencana pengembangan RS M. Djamil telah masuk ke dalam Green Book yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan melalui skema pendanaan pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Pengembangan tersebut merupakan bagian dari masterplan besar rumah sakit yang dirancang untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan sekaligus menyiapkan RS M. Djamil menghadapi kebutuhan pelayanan di masa depan.

“Alhamdulillah, rencana pengembangan masterplan RS M. Djamil sudah masuk dalam Green Book dan difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan melalui loan AIIB. Dalam pengembangannya nanti, kita juga memanfaatkan lahan KAI dan telah mendapatkan izin untuk mengelola kawasan tersebut sesuai masterplan yang telah disusun,” katanya.

Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai yang akan menjadi pusat berbagai layanan medis terpadu. “Selain itu, juga akan dibangun gedung rawat inap Non JKN setinggi lima lantai guna meningkatkan kapasitas layanan dan memberikan pilihan pelayanan yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Untuk memastikan seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai ketentuan dan prinsip pembangunan berkelanjutan, RS M. Djamil melaksanakan Forum Konsultasi Publik AMDAL sebagai wadah komunikasi antara rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat. “Melalui forum ini, berbagai informasi terkait rencana pembangunan disampaikan secara terbuka sekaligus menjadi sarana untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak yang berpotensi terdampak maupun berkepentingan terhadap pengembangan rumah sakit,” ungkap Dirut.

Dovy menegaskan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

“Melalui forum ini kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai rencana pengembangan rumah sakit. Kami juga ingin mendengar langsung aspirasi, harapan, maupun berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan dokumen AMDAL,” ujarnya.

Forum tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen RS M. Djamil, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, puskesmas, tim konsultan penyusun dokumen AMDAL, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, serta perwakilan warga yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah RS M. Djamil yang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pengembangan rumah sakit melalui Forum Konsultasi Publik AMDAL. Keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Ia menilai pengembangan RS M. Djamil merupakan kebutuhan yang sangat penting mengingat peran rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan tertinggi di Sumatera bagian tengah. Dengan dukungan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas layanan yang semakin kuat, RS M. Djamil diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas, dan berdaya saing.

Fadly juga menegaskan Pemerintah Kota Padang mendukung upaya pengembangan yang dilakukan RS M. Djamil selama seluruh proses pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup, sosial, dan kenyamanan masyarakat sekitar. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“RS M. Djamil bukan hanya menjadi kebanggaan Kota Padang, tetapi juga menjadi tumpuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera bagian tengah. Kami mendukung pengembangan rumah sakit ini agar semakin maju dan mampu memberikan layanan terbaik. Melalui forum seperti ini, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar membawa manfaat bagi semua pihak,” ujar Fadly.

Dalam forum tersebut, tim konsultan memaparkan gambaran umum rencana pengembangan kawasan RS M. Djamil, potensi dampak yang mungkin timbul selama proses pembangunan maupun operasional, serta langkah-langkah pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan. Berbagai aspek yang dibahas meliputi lalu lintas, kebisingan, kualitas udara, pengelolaan limbah, drainase, hingga dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Masyarakat tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan, saran, dan masukan terkait rencana pembangunan. Sejumlah warga menyampaikan harapan agar pengembangan rumah sakit dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, tim konsultan penyusun AMDAL bersama manajemen RS M. Djamil, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh masukan yang disampaikan peserta dicatat dan akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dokumen AMDAL sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Dovy menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta yang hadir dalam forum tersebut. Dukungan dan keterlibatan masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan pengembangan RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional yang modern, nyaman, dan ramah lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang telah disampaikan. Seluruh saran dan tanggapan akan menjadi perhatian kami dalam proses penyusunan dokumen AMDAL maupun pelaksanaan pengembangan rumah sakit ke depan. Harapannya, pengembangan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga harmonisasi dengan lingkungan sekitar,” tukasnya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45