RS M. Djamil Peringati World Vitiligo Day Bangun Kepedulian tanpa Stigma

RS M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi berbagai penyakit, termasuk vitiligo. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memperingati World Vitiligo Day pada Selasa (30/6) di Poliklinik Kulit dan Kelamin. Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) ini mengusung tema “From Stigma to Strength” sebagai ajakan untuk menghapus stigma terhadap penyandang vitiligo serta membangun rasa percaya diri mereka melalui edukasi dan dukungan masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit memperoleh informasi yang komprehensif tentang penyebab, tanda dan gejala, faktor yang memperberat, hingga penanganan vitiligo yang tepat berdasarkan ilmu kedokteran. Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen RS M. Djamil dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong deteksi dan penanganan dini terhadap berbagai penyakit kulit.

Dalam paparannya, narasumber dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Ummul Khair Imaduddin menjelaskan vitiligo merupakan penyakit depigmentasi atau hilangnya warna kulit yang didapat pada kulit, membran mukosa, maupun rambut akibat hilangnya sel melanosit, yaitu sel yang berfungsi memberikan warna pada kulit.

“Vitiligo memengaruhi sekitar satu persen populasi di seluruh dunia dan dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak berwarna putih susu yang memiliki batas tegas karena hilangnya sel melanosit sebagai pemberi pigmen pada kulit,” jelas dr. Ummul Khair Imaduddin.

Ia menambahkan hingga saat ini penyebab pasti vitiligo belum sepenuhnya diketahui. “Namun, berbagai penelitian menunjukkan penyakit tersebut sering berkaitan dengan proses autoimun dan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan sel melanosit,” sebutnya.

dr. Ummul Khair Imaduddin menerangkan bercak vitiligo umumnya tampak berwarna putih susu pada area kulit yang kehilangan pigmen. Pada beberapa kasus juga dapat ditemukan tiga gradasi warna, yaitu putih, cokelat muda, dan warna kulit normal. Selain itu, munculnya bercak putih kecil menyerupai taburan konfeti dapat menjadi tanda bahwa penyakit sedang berkembang secara aktif.

“Pasien juga perlu mengetahui bahwa beberapa faktor dapat memperburuk vitiligo, di antaranya gesekan atau luka pada kulit, stres pikiran yang berkepanjangan, serta paparan bahan kimia keras. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit dan mengelola stres merupakan bagian penting dalam pengendalian penyakit ini,” ungkapnya.

Terkait penanganan, dr. Ummul Khair Imaduddin menjelaskan terdapat tiga pilar utama terapi vitiligo yang dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien. Penanganan dapat berupa pemberian obat topikal yang harus menggunakan resep dokter, fototerapi, hingga terapi bedah yang hanya dilakukan apabila vitiligo telah stabil atau tidak muncul bercak baru selama minimal enam bulan. “Selain itu, kamuflase kosmetik juga dapat menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri pasien dalam beraktivitas,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, dr. Ummul Khair Imaduddin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai klaim pengobatan yang beredar di internet tanpa dasar ilmiah.

“Jangan sembarangan menggunakan obat, herbal, ataupun krim pemutih yang diperoleh dari internet. Setiap orang memiliki tipe vitiligo yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Segera konsultasikan kepada Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika agar diagnosis dapat dipastikan, menilai apakah vitiligo sedang aktif, dan memberikan terapi yang paling aman sesuai kondisi kulit Anda,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para penyandang vitiligo agar tidak lagi merasa dikucilkan karena kondisi yang mereka alami. Menurutnya, vitiligo bukanlah penyakit menular dan setiap orang berhak merasa percaya diri. “Bercak putihmu adalah bagian dari jati dirimu. Mari dukung pejuang vitiligo untuk tampil berani dan percaya diri,” ajak dr. Ummul Khair Imaduddin. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45