Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Peran Sentral Anestesi di RS

Komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk memberikan pelayanan prima ditegaskan kembali dalam Rapat Kerja (Raker) Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir secara langsung dalam kegiatan yang dilaksanakan di Ruang KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif Gedung IPJT Lantai 3, Minggu (24/8).

“Aspek kepuasan pasien sebagai tolok ukur keberhasilan layanan rumah sakit. Apalagi Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif memiliki peran yang sentral dalam keseluruhan proses pelayanan medis, terutama yang melibatkan tindakan di kamar operasi,” kata Dovy saat memberikan sambutan.

Turut hadir Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, Ketua KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif dr. Yulinda Abdullah, Sp.An dan staf Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Direktur Utama menjelaskan peran dokter anestesi tidak hanya terbatas pada saat operasi berlangsung. Tim Anestesiologi bertanggung jawab atas rangkaian proses yang krusial bagi keselamatan dan kenyamanan pasien. Mulai dari tahap pra-operasi (persiapan), operasi, hingga pasca-operasi (post-operasi).

“Sebelum operasi, ada persiapan-persiapan yang harus matang. Pengawasan selama operasi, dan pemulihan pasca-operasi, semuanya ada di bawah pengawasan dokter anestesi. Ini yang menentukan kualitas keseluruhan layanan bedah kita,” tambahnya.

Dovy Djanas menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan. “Saya berharap layanan anestesi di RSUP Dr. M. Djamil semakin lama semakin baik. Peningkatan ini tidak hanya soal kualitas medis, tetapi juga bagaimana kita dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan kepada setiap pasien dan keluarga,” harapnya seraya mendorong seluruh staf untuk menjadikan kepuasan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap langkah kerja.

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd. Peran sentral Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, baik dalam aspek pelayanan medis di rumah sakit maupun dalam pendidikan dan penelitian di lingkungan fakultas. “Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif memegang peranan vital sebagai salah satu penentu keberhasilan tindakan operatif. Peningkatan mutu layanan di departemen ini secara langsung berkontribusi pada keselamatan dan kepuasan pasien,” ujar Sukri Rahman.

Ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai tempat pendidikan utama dan FK Unand. “Sehingga nantinya dapat menghasilkan dokter spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang unggul, berintegritas, dan kompeten,” harapnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Raker Ilmu Kesehatan Anak

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri rapat kerja Departemen Ilmu Kesehatan Anak di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) Kampus Jati, Sabtu (23/8). Kehadiran Dirut dalam rapat ini menunjukkan komitmen kuat RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung dan mengoptimalkan peran departemen tersebut, terutama sebagai rumah sakit pendidikan utama.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menekankan pentingnya peran Departemen Ilmu Kesehatan Anak sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan anak. Ia berharap departemen ini dapat merumuskan program kerja yang inovatif untuk mewujudkan layanan yang lebih baik dan optimal. “Fokus kita bukan hanya pada pengobatan, tetapi juga bagaimana kita bisa memberikan rasa kepuasan dan kepercayaan bagi pasien dan keluarga,” ujar Dirut.

Turut hadir Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Kepala Program Studi Kesehatan Anak Program Spesialis Dr. dr. Rinang Mariko Sp.A(K), dan staf Ilmu Kesehatan Anak.

Dovy Djanas mengingatkan sebagai rumah sakit pendidikan utama, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab ganda. Selain memberikan layanan kesehatan prima, rumah sakit ini juga harus memastikan bahwa proses pendidikan bagi para calon dokter dan tenaga medis berjalan dengan baik dan berkualitas. Proses pendidikan ini harus berlandaskan pada standar etika dan profesionalisme yang tinggi.

“Layanan yang kita berikan harus berakar dari proses pendidikan yang baik. Ini berarti, setiap tindakan medis yang kita lakukan harus sejalan dengan ilmu pengetahuan terbaru dan praktik terbaik,” tambah Dovy.

Selain itu, RSUP Dr. M. Djamil juga mengemban tugas penting sebagai rumah sakit pengampu bagi rumah sakit jejaring di wilayah Sumatera Barat. Peran ini menuntut RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi rujukan dan pusat keunggulan yang dapat memberikan bimbingan teknis, transfer pengetahuan, dan dukungan klinis kepada rumah sakit-rumah sakit lain.

Ia menegaskan rapat kerja ini diharapkan menjadi momentum bagi Departemen Ilmu Kesehatan Anak untuk menyusun strategi yang komprehensif, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan klinis, tetapi juga untuk memperkuat peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat pendidikan dan rujukan. “Dengan demikian, visi untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih optimal dan merata di seluruh wilayah dapat tercapai,” tukasnya.(*)

Dirut PT KAI Besuk Dua Korban Laka KA, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Pastikan Berikan Layanan Terbaik

RSUP Dr. M. Djamil masih merawat dua korban akibat insiden kecelakaan antara kereta api dan mobil minibus. Kecelakaan nahas ini terjadi di kawasan Parak Salai, Jati, Kota Padang, pada hari Kamis (21/8) lalu. Kedua korban yang kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit adalah Vivie Dwi Zeltrian (16) dan Adisti Faras (17). Vivie dirawat di Ruang Rawat Tulip 1, sementara Adisti berada di Ruang Rawat Tulip 2. Kondisi kedua korban saat ini dalam keadaan sadar dan stabil. Meskipun demikian, keduanya masih membutuhkan perawatan medis secara intensif.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Sabtu (23/8), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mendampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, Bobby Rasyidin, membesuk kedua korban. Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi para korban serta memberikan dukungan moril kepada keluarga.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang menimpa kedua remaja tersebut. Ia memastikan seluruh tim medis RSUP Dr. M. Djamil akan memberikan pelayanan terbaik agar kedua korban dapat segera pulih. “Kami komit untuk memberikan pelayanan terbaik hingga keduanya pulih,” ujar Dovy.

Turut juga mendampingi Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil Joko Luhur Prasetyo dan manajemen, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Dadan Rudiansyah dan Kepala KAI Divre II Sumbar Muh Tri Setyawan.

Ia menegaskan perhatian dari pihak rumah sakit dan PT KAI ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi kedua korban dan keluarga mereka dalam menghadapi masa sulit ini. “Kami berharap Vivie dan Adisti bisa lekas sembuh dan kembali beraktivitas,” tukasnya.(*)

Hadiri Raker Ilmu Bedah, Dirut: RSUP Dr. M. Djamil Siap jadi Pelopor Layanan Berbasis Kompetensi

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Rapat Kerja (Raker) Departemen Ilmu Bedah FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Sabtu (23/8). Dalam raker tersebut, Dirut RSUP Dr. M. Djamil menyampaikan perubahan besar yang akan segera diterapkan di rumah sakit, yaitu layanan rumah sakit berbasis kompetensi.

“Rumah sakit berbasis kompetensi adalah model pengelolaan rumah sakit yang berfokus pada peningkatan mutu layanan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas yang dimiliki. Sistem baru ini direncanakan akan mulai diberlakukan pada November mendatang. Kalau berbasis kompetensi, kita harus siap semua,” tegas Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, MARS, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Kepala Departemen Ilmu Bedah FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Alvarino, Sp.B, Sp.U (K) dan staf Departemen Ilmu Bedah.

Sebagai rumah sakit tipe A, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor dalam penerapan sistem ini. Kabar baiknya, saat Workshop Klasifikasi Layanan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi di Yogyakarta, bahwa dari 24 klasifikasi rumah sakit, RSUP Dr. M. Djamil menduduki posisi puncak. “Artinya, RSUP Dr. M. Djamil harus kita siapkan,” ujarnya.

Dengan sistem berbasis kompetensi, sebutnya, alur rujukan pasien akan mengalami perubahan. Pasien tidak lagi dirujuk berdasar alur rujukan, melainkan berbasis kompetensi artinya akan disesuaikan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kelengkapan sarana prasarana di rumah sakit rujukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang paling sesuai dan optimal.

Menanggapi perubahan ini, Dr. Dovy Djanas mengajak seluruh jajaran, khususnya Departemen Ilmu Bedah, untuk berkolaborasi dan bersiap menghadapi tantangan. “Ke depan, mari kita bersama-sama menyiapkan sarana prasarana rumah sakit. Kita harus berkolaborasi dengan memperkuat rumah sakit jejaring,” tambahnya.

Ia juga berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi fasilitator dan mentor bagi rumah sakit lain di wilayah Sumatera Barat. “Dengan Raker ini, diharapkan kompetensi ilmu bedah dapat terus ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan subspesialis yang nantinya dapat didistribusikan ke rumah sakit jejaring. Inisiatif ini merupakan langkah proaktif RSUP Dr. M. Djamil untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memastikan efisiensi rujukan, dan memperkuat jejaring rumah sakit di Sumatera Barat,” ungkap Dirut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar, MARS mengatakan rapat kerja Departemen Ilmu Bedah menjadi momen penting mengevaluasi capaian kinerja, mempersiapkan rencana strategi dan pemaparan Program Kerja Departemen dan Program Studi agar berjalan sesuai arah dan kebijakan pengembangan yang direncanakan.

“Termasuk juga memikirkan bagaimana tenaga medis pelosok di Sumbar dapat menangani penyakit tertentu maupun kegawatdaruratan. Pasalnya keberadaan mereka menjadi garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pertama, diagnosis, dan penanganan awal sangat menentukan keselamatan pasien,” ungkap dr. Lila.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd menekankan pelayanan yang baik identik dengan pendidikan yang baik. “Apabila kita melakukan proses pendidikan yang baik tentu identik dengan pelayanan yang baik. Oleh karena itu kami yakin bedah merupakan departemen yang besar dan sudah membuktikan selama ini. Bahwa ada kontribusi besar terutama pendidikan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Bimtek Surveilans HAIs

RSUP Dr. M. Djamil menyelenggaralakan bimbingan teknis surveilans Healthcare Associated Infections (HAIs) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (22/8). Kegiatan yang diikuti perwakilan rumah sakit di Kota Padang ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melaksanakan surveilans infeksi terkait HAIs secara aktif, sistematis, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes., menekankan pentingnya bimbingan teknis ini sebagai upaya serius rumah sakit dalam mencegah dan mengendalikan infeksi yang didapat di lingkungan fasilitas kesehatan. “Surveilans HAIs adalah tulang punggung dari program pencegahan dan pengendalian infeksi,” ujar dr. Maliana.

Ia mengatakan data yang akurat dan terkini sangat krusial untuk mengidentifikasi pola penyebaran infeksi, mengevaluasi efektivitas intervensi. “Serta mengambil langkah-langkah strategis yang tepat untuk melindungi pasien dan tenaga kesehatan,” ucapnya.

HAIs, atau infeksi yang diperoleh di fasilitas pelayanan kesehatan, masih menjadi tantangan global yang signifikan. Infeksi ini dapat menyebabkan perpanjangan masa rawat inap, peningkatan biaya pengobatan, bahkan komplikasi serius yang mengancam jiwa pasien. “Oleh karena itu, RSUP Dr. M. Djamil mengambil inisiatif proaktif untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dengan rumah sakit lain di Kota Padang,” tuturnya.

Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk menjadi pusat rujukan tidak hanya dalam pelayanan medis. “Tetapi juga dalam praktik-praktik terbaik di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi,” harapnya.

Pada bimbingan teknis surveilans HAIs ini menghadirkan narasumber dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Ns. Gortap Sitohang, S.Kep, MPH. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat jejaring antar rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Kota Padang (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan DPRD Sibolga Perkuat Hubungan Kelembagaan, Bahas Tata Kelola Keuangan RS

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan kerja dari Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Dr (HC). H. M. Jamil Zeb Tumori, SH, MAP, M. I. Kom dan rombongan di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil pada Jumat (22/8). Kunjungan ini untuk saling bertukar informasi dan memperkuat hubungan kelembagaan, khususnya dalam aspek tata kelola keuangan rumah sakit.

Kedatangan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Dr (HC). H. M. Jamil Zeb Tumori, SH, MAP, M. I. Kom dan rombongan tersebut diterima oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes. Turut hadir secara virtual Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Sementara rombongan DPRD Kota Sibolga yakni Ketua Komisi II DPRD Kota Sibolga Hj. Syuryanty Sidabutar, SKM dan Sekretaris  Komisi I DPRD Kota Sibolga Arhamuddin beserta staf ahli. Turut hadir virtual Plt Sekko Sibolga Rosidah Lubis, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sibolga Sri Wahyuni, SKM, M.Si, Direktur RSUD FL. Tobing dr. Ivonna Hasfika serta tim BPJS Kesehatan Kota Sibolga.

“Sebagaimana diketahui, tata kelola keuangan yang baik adalah fondasi utama dalam pengelolaan rumah sakit yang modern dan berdaya saing. RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Tengah, senantiasa berkomitmen untuk mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam pengelolaan keuangan rumah sakit,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam sambutanya.

Melalui forum koordinasi dan konsultasi ini, Ia berharap dapat berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan, sekaligus menerima masukan berharga dari DPRD Kota Sibolga untuk semakin menyempurnakan sistem tata kelola yang ada. “Dengan demikian, rumah sakit daerah, baik di tingkat pusat maupun di daerah,  dapat semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkeadilan, dan berkesinambungan bagi masyarakat,” sebutnya.

Ia mengatakan kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Pemerintah Daerah, khususnya DPRD Kota Sibolga. “Besar harapan kami agar sinergi ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Sumatera Barat khususnya maupun Sumatera Utara secara lebih luas,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Dr (HC). H. M. Jamil Zeb Tumori, SH, MAP, M. I. Kom mengatakan studi banding ini  penting bagi DPRD Kota Sibolga dalam rangka merumuskan kebijakan yang tepat untuk mendukung pengembangan fasilitas kesehatan di daerahnya.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana RSUP Dr. M. Djamil berhasil mengelola keuangan dengan baik, sehingga dapat memberikan pelayanan prima tanpa mengesampingkan aspek efisiensi. Hasil dari kunjungan ini akan menjadi referensi penting bagi kami untuk mendorong perbaikan tata kelola keuangan rumah sakit di Kota Sibolga,” terang Jamil.

Sesi kunjungan dilanjutkan dengan diskusi antara rombongan DPRD Kota Sibolga dan jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo berkesempatan memaparkan tata kelola keuangan RSUP Dr. M. Djamil secara virtual. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Predikat A Prima dalam PEKPPP Mandiri

RSUP Dr. M. Djamil kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat A Prima pada Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri. Prestasi membanggakan ini diumumkan secara resmi oleh tim PEKPPP Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Pengumuman tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan dokumen yang ketat melalui metode desk evaluation.

PEKPPP Mandiri sendiri merupakan instrumen strategis yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk mengukur, mengevaluasi, dan memantau kualitas layanan publik yang diberikan oleh fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

“Predikat A Prima yang berhasil diraih oleh RSUP Dr. M. Djamil menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes didampingi manajemen di Ruang Rapat Direksi, Jumat (22/8).

Ia menyampaikan pencapaian ini bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan juga pengakuan atas konsistensi RSUP Dr. M. Djamil dalam memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini semakin memperkuat posisi rumah sakit sebagai rujukan utama di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, serta meningkatkan kepercayaan publik.

“Prestasi ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi rumah sakit lain untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya demi mewujudkan sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia,” harap dr. Maliana.

Tim PEKPPP Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI yang dipimpin oleh Auliyana Zahrawani, S.K.M mengatakan RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ketujuh yang mendapatkan predikat A Prima.

“Kini tinggal tunggu SK dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan. SK tersebut berlaku selama tiga tahun dan menjadi tabungan untuk tahun depan yang bisa digunakan sebagai syarat peningkatan status rumah sakit,” jelas Auliyana.

Ia juga menekankan prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran manajemen dan seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan mempertahankan standar pelayanan prima. “Predikat A Prima ini bukan sekadar pengakuan, melainkan juga memiliki dampak strategis bagi RSUP Dr. M. Djamil nantinya,” tukas Auliyana.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Rawat Dua Korban Laka KA, Dibesuk Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Direktur KAI

RSUP Dr. M. Djamil saat ini merawat dua pasien korban kecelakaan antara kereta api dan mobil minibus di kawasan Parak Salai, Jati, Kota Padang. Insiden yang terjadi pada Kamis (21/8) ini menyebabkan dua korban meninggal dunia, sementara lima lainnya mendapatkan perawatan intensif. Dari lima korban itu, dua di antaranya kini dirawat intensif di RSUP Dr. M. Djamil.

Kedua pasien yang dirawat diketahui bernama Vivie Dwi Zeltrian (16) dan Adisti Faras (17). Vivie kini berada di Ruang Rawat Tulip 1, sementara Adisti dirawat di Ruang Rawat Tulip 2. Kedua korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif.

“RSUP Dr. M. Djamil telah menerima dan merawat kedua korban kecelakaan tersebut. Keduanya sudah mendapatkan penanganan dan saat ini dalam kondisi sadar,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia menyatakan pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik dan seoptimal mungkin bagi kedua korban. “Kami memiliki tugas untuk merawat kedua pasien ini. Kami akan mengawal seluruh proses perawatan mereka dan akan terus memberikan pembaruan tentang perkembangan kondisi keduanya,” tegas Dirut.

Untuk memastikan penanganan yang lebih terkontrol dan terencana, sebutnnya, RSUP Dr. M. Djamil juga akan membentuk tim multidisiplin. “Tim ini akan bekerja sama secara terpadu untuk menangani segala kebutuhan medis kedua pasien dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” harapnya.

Pada kesempatan terpisah, kedua pasien juga mendapat kunjungan dari Anggota DPR RI, Andre Rosiade, bersama dengan Direktur Keselamatan dan Keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dadan Rudiansyah, Jumat (22/8). Kedatangan rombongan ini didampingi manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Menurut Dirut, kehadiran mereka menunjukkan respons dan kepedulian yang luar biasa dari pihak DPR dan PT KAI terhadap para korban. “Ini menandakan bahwa respons dari Anggota DPR dan PT KAI sangat luar biasa. Pihak rumah sakit akan terus memantau kondisi kedua pasien secara ketat, dengan harapan mereka bisa segera pulih dan kembali beraktivitas normal,” tukas Dirut. (*)

Bimtek PPI dan PPRA, Langkah RSUP Dr. M. Djamil Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh staf untuk mengimplementasikan praktik terbaik dalam pencegahan infeksi dan penggunaan resistensi antimikroba, demi terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman bagi pasien dan tenaga kesehatan.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes saat memberikan sambutan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya rumah sakit dalam mengendalikan infeksi dan penggunaan antimikroba. “RSUP Dr. M. Djamil menjadi lokus kegiatan ini karena ini adalah hal yang sangat penting, baik untuk keselamatan pasien maupun untuk penggunaan resistensi antimikroba,” kata dr. Maliana di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (21/8).

Turut hadir Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Wati Mekarsari, SKM, MKM, dr. Rizki Rahayu, Ns. Gortap Sitohang, S.Kep, MPH, Ketua Komite PPI dr. Roslaily Rasyid, M.Biomed beserta staf, Ketua Komite PRA dr. Fadrian, Sp.PD, KPTI dan staf.

Ia menambahkan dampak dari PPI dan PPRA tidak hanya sebatas keselamatan pasien, tetapi juga sangat berkaitan dengan efisiensi dan biaya operasional rumah sakit. “Kami berharap, selama mengikuti bimbingan teknis ini, ada hal-hal yang bisa kita perbaiki untuk pengendalian infeksi maupun pemantauan dan pengawasan terhadap penggunaan resistensi antimikroba. Hal ini menunjukkan komitmen RSUP M Djamil dalam menyediakan layanan kesehatan yang optimal dan bertanggung jawab,” harapnya.

Mewakili Direktur Mutu Pelayanan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Wati Mekarsari, SKM, MKM, mengharapkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Barat memiliki peran penting dalam mengendalikan resistensi antimikroba dan mencegah infeksi nosokomial. “Kita harus terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan staf dalam mengolah program pencegahan dan pengendalian infeksi dan pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Inisiasi Webinar Sisrute, Perkuat Rujukan Terintegrasi untuk Layanan Kesehatan Sumbar Lebih Baik

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah strategis dengan menggelar webinar tentang Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (20/8). Webinar yang dibuka oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sumatera Barat, Arry Yuswandi ini menjadi forum penting untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi Sisrute, demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Sekprov Sumbar Arry Yuswandi menyampaikan apresiasinya kepada RSUP Dr. M. Djamil yang telah menginisiasi kegiatan ini. Webinar ini merupakan langkah progresif dan strategis yang sejalan dengan visi Pemprov Sumbar untuk memberikan layanan kesehatan terbaik. “Melalui penerapan Sisrute yang optimal, kita berharap sistem rujukan kesehatan di daerah ini dapat berjalan dengan lebih efektif, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya.

Turut hadir Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Das Endresva Dewi, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit se-Sumbar.

Pada kesempatan itu juga dilangsungkan penandatanganan komitmen bersama implementasi Sisrute di Sumbar. Komitmen itu ditandatangani oleh Sekprov Sumbar Arry Yuswandi, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, perwakilan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumbar dr. Helgawati, MM, Direktur RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi drg. Busril, MPH dan Direktur Rumah Sakit se-Sumbar.   

Dalam webinar ini menghadirkan narasumber Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fionaliza, M.K.M, Direktorat Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Sunardi, S.Kep, Ners, M.Kep, Sp.KMB, dan Kepala IGD RSUP Dr. M. Djamil dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp.FER (K).

Ia memaparkan berdasar data rekapitulasi Sisrute Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar pada semester 1 tahun 2025, terungkap fakta bahwa rujukan pasien di provinsi ini masih bertumpu pada RSUP Dr. M. Djamil. Sebanyak 3.835 kasus rujukan masuk tercatat di rumah sakit vertikal ini. Data rincian diagnosa rujukan via Sisrute, tiga kasus tertinggi rujukan secara keseluruhan adalah kasus stroke, uronefrologi, dan jantung.

“Jika sistem rujukan berjalan optimal, angka kematian pasien dapat diminimalisir karena penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat di fasilitas kesehatan yang sesuai. Namun, dalam praktiknya, implementasi Sisrute masih belum berjalan optimal. Sering kali terjadi penolakan rujukan atau respons yang lambat dari rumah sakit tujuan,” ungkap Arry.

Beberapa kendala teknis dan non-teknis menjadi penyebab utamanya. Yakni data pasien tidak lengkap terutama data klinis pasien, ruangan intensif (ICU) dan unit perawatan intensif khusus (HCU) di beberapa rumah sakit tujuan sering kali penuh. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di daerah juga menjadi faktor penghambat.

“Rumah sakit hanya memiliki satu akun Sisrute yang digunakan bersama, dan aplikasi tidak selalu dalam kondisi siaga (standby). Hal ini menyebabkan proses rujukan menjadi terhambat. Saat merujuk, petugas kesehatan cenderung mengirim rujukan langsung ke banyak rumah sakit sekaligus atau menggunakan jalur komunikasi lain seperti WhatsApp karena dianggap memiliki respons yang lebih cepat dibanding Sisrute,” ungkap Arry Yuswandi.

Ia menegaskan melalui webinar ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan membangun sinergi antar fasilitas kesehatan, sehingga setiap pasien dapat memperoleh haknya untuk mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa harus mengalami penundaan yang berisiko. “Dengan demikian, sistem rujukan kesehatan di Sumatera Barat dapat menjadi lebih efektif dan terintegrasi, memberikan dampak positif yang signifikan pada kualitas hidup dan keselamatan pasien,” harapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumbar dan Sumatera Bagian Tengah memiliki peran strategis dalam implementasi sistem ini. “Kami menyadari bahwa keberhasilan Sisrute tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ia menegaskan keberhasilan Sisrute bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat atau satu institusi saja, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama. “Oleh karena itu, mari kita jadikan webinar ini sebagai wadah untuk mempererat komunikasi, menyatukan visi, serta memperkuat kerja sama lintas sektor,” harapnya.

Melalui webinar ini, Dirut berharap webinar ini tidak hanya membicarakan kelebihan Sisrute, tetapi juga mengidentifikasi hambatan nyata di lapangan, kita dapat menyamakan persepsi dan komitmen lintas instansi, baik pemerintah, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya, dalam mendukung implementasi Sisrute. “Di samping itu kita juga berharap kegiatan ini juga dapat merumuskan strategi bersama agar sistem ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat, memperjelas, dan mempermudah akses layanan kesehatan,” ucapnya.

Ia menekankan webinar ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat integrasi layanan kesehatan di Sumatera Barat dan Sumatera bagian Tengah. “Jika sistem rujukan berjalan dengan baik, maka kita akan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih merata, meningkatkan kepuasan masyarakat, dan pada akhirnya mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45