Dukungan Penuh Menteri PU dan Andre Rosiade, RSUP Dr. M. Djamil Mulai Pengeboran Sumur Dalam

Harapan RSUP Dr. M. Djamil memiliki sumber air mandiri yang tangguh bencana mulai terealisasi. Pada Jumat (30/1), rumah sakit rujukan utama ini menerima kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade untuk memulai proyek pengeboran sumur dalam (deep well) sedalam 120 meter.

Kehadiran dua tokoh nasional ini juga didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah serta Wali Kota Padang Fadly Amran, sebagai bentuk sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kedatangan rombongan itu disambut oleh Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan memulai pengerjaan fisik pengeboran sumur dalam (deep well) dengan kedalaman 120 meter. Proses pengerjaan ini dijadwalkan mulai berjalan efektif pada Sabtu (31/1) besok dan ditargetkan akan rampung dalam waktu sepuluh hari ke depan.

“Pengeboran ini merupakan solusi jangka panjang setelah selama lebih dari dua bulan terakhir, Kementerian PU secara konsisten memberikan dukungan darurat berupa suplai air melalui 14 unit mobil tangki setiap harinya untuk menjaga kelangsungan pelayanan medis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sumur dalam yang tengah dibangun ini diproyeksikan mampu menghasilkan debit air hingga 10 liter per detik. Setelah sumur ini beroperasi secara penuh dan terintegrasi dengan jaringan sambungan utama rumah sakit, kapasitas air yang dihasilkan akan mampu mencukupi sekitar 90 persen dari total kebutuhan air bersih di RSUP Dr. M. Djamil.

“Sementara untuk sisa 10 persen kebutuhan lainnya, pemerintah berkomitmen untuk terus mencari formula teknis tambahan agar pemenuhan air bersih di rumah sakit rujukan utama ini dapat mencapai angka 100 persen tanpa hambatan sedikit pun,” tegasnya.

Selain fokus pada sumber air, Menteri PU juga merespons positif usulan terkait pengadaan pompa bertenaga surya (solar cell) dan pembangunan reservoar tambahan. Ia menegaskan seluruh infrastruktur pendukung tersebut akan ditangani secara bertahap namun pasti. “Langkah awal yang menjadi prioritas utama adalah penuntasan sumur, yang kemudian akan diikuti secara simultan dengan penyiapan tangki reservoar serta instalasi pipa menuju saluran utama rumah sakit,” ucapnya.

Aspek kualitas juga menjadi perhatian serius dalam proyek ini. Menteri Dody memastikan air yang ditarik dari kedalaman 120 meter tersebut akan melalui serangkaian uji laboratorium terlebih dahulu untuk menjamin mutunya setara dengan standar air PDAM atau bahkan lebih baik. “Setelah kualitasnya teruji dan memenuhi kriteria medis, air baru akan dialirkan masuk ke reservoar dan dipompa menuju saluran utama untuk digunakan dalam berbagai layanan vital rumah sakit, mulai dari kebutuhan ruang operasi hingga unit hemodialisa,” papar Dody.

Menanggapi langkah ini, Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas atensi pemerintah pusat dan DPR RI. Ia menekankan air adalah urat nadi operasional rumah sakit.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Bapak Menteri PU dan dukungan dari Bapak Andre Rosiade. Selama ini, suplai 14 tangki air per hari sangat membantu kami bertahan di tengah keterbatasan pasca-bencana. Namun, dengan dimulainya pengeboran sumur dalam 120 meter ini, kami merasa jauh lebih tenang,” ungkap Direktur Medik dan Keperawatan ini.

Ia menambahkan kebutuhan air bersih di RSUP Dr. M. Djamil sangat spesifik, terutama untuk unit-unit kritis. “Air bersih bukan hanya untuk kebutuhan MCK, tapi vital untuk unit Hemodialisa (cuci darah), ruang operasi, hingga sterilisasi alat medis. Kehadiran sumur dalam ini adalah jawaban atas kebutuhan keamanan pelayanan kami bagi masyarakat Sumatera Barat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan dirinya akan terus mengawal proyek ini hingga tuntas. Menurutnya, RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah harus memiliki infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.

“Ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Kita tidak ingin pelayanan kesehatan terganggu lagi karena masalah teknis seperti air. Kami di DPR RI akan terus berkolaborasi dengan Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan agar fasilitas di M. Djamil terus ditingkatkan,” tegas Andre.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Tampilkan Inovasi Unggulan di Ajang Muktamar dan Seminar Nasional ARSPI

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung transformasi kesehatan nasional melalui partisipasi aktif dalam rangkaian Muktamar, Seminar, dan Workshop yang diselenggarakan oleh Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI). Acara bertemakan Peran Strategis Rumah Sakit Pendidikan Dalam Percepatan Pendidikan Spesialis dan Pemerataan Layanan Kesehatan ini berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (29/1) dan Jumat (30/1) di Aston Kartika Grogol Hotel and Conference Center, Jakarta.

Dalam kegiatan ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga turut memeriahkan suasana dengan menghadirkan booth pameran. Booth ini menjadi sarana bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk memaparkan berbagai capaian, fasilitas layanan medis terkini, hingga program pendidikan dan penelitian yang menjadi pilar utama rumah sakit tersebut.

Hadir langsung di lokasi acara, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Keduanya memantau langsung aktivitas di booth pameran sekaligus berinteraksi dengan para pengunjung yang terdiri dari direksi rumah sakit serta praktisi kesehatan dari berbagai daerah.

Dalam keterangannya, dr. Maliana, M.Kes menyampaikan keikutsertaan RSUP Dr. M. Djamil dalam ajang ARSPI merupakan langkah strategis untuk memperkuat jejaring antar-rumah sakit pendidikan. “Kami hadir di sini untuk berbagi sekaligus menyerap inovasi terbaru dalam pengelolaan SDM dan sistem pendidikan kedokteran. Sebagai rumah sakit pendidikan, tantangan kami ke depan adalah melahirkan tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi,” ujar dr. Maliana.

Ia menekankan dengan kehadiran booth pameran ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap dapat mempererat hubungan kerjasama dengan institusi pendidikan lainnya. “Serta memberikan gambaran nyata tentang kontribusi rumah sakit dari Sumatera Barat ini dalam peta kesehatan nasional,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menekankan pentingnya kolaborasi dalam aspek operasional rumah sakit. “Partisipasi dalam pameran ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa RSUP Dr. M. Djamil terus berbenah dalam meningkatkan standar layanan operasional demi kepuasan pasien,” ucapnya didampingi Kepala Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemasaran, Saswita Kemala Dewi, SKM, MKKK.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Pengampuan Penyakit Prioritas dan Bedah Invasif

RSUP Dr. M. Djamil semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan utama di wilayah Sumatera dengan mempercepat implementasi program pengampuan sembilan penyakit prioritas serta pengembangan layanan endo-laparoskopi. Upaya strategis ini mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, pada Kamis (29/1). Dalam forum diskusi yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi tersebut, RSUP Dr. M. Djamil melaporkan progres signifikan dalam membina jaringan rumah sakit di wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, hingga Bengkulu.

Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menjelaskan  saat ini rumah sakit tersebut memikul tanggung jawab besar dalam membina puluhan rumah sakit untuk berbagai layanan spesialis. Secara rinci, RSUP Dr. M. Djamil mengampu 53 rumah sakit untuk layanan kanker, 54 rumah sakit untuk penanganan stroke, serta 44 rumah sakit dalam jejaring uronefrologi. Selain itu, jangkauan pengampuan juga mencakup 33 rumah sakit untuk kesehatan ibu dan anak, 20 rumah sakit untuk jantung, serta puluhan rumah sakit lainnya yang menangani respirasi, infeksi emerging, diabetes melitus, dan gastro hepatologi. “Meskipun jangkauan wilayahnya sangat luas, ada tantangan operasional di lapangan yang memerlukan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen dan kepala departemen serta PIC Pengampuan.

Selain fokus pada penyakit prioritas, RSUP Dr. M. Djamil juga dipercaya menjadi pionir dalam program pengampuan endo-laparoskopi nasional. Sebagai bukti nyata, rumah sakit telah meresmikan program fellowship endo-laparoskopi bagi dokter spesialis bedah yang akan memulai angkatan pertamanya pada Maret hingga Juli 2026. Antusiasme terhadap program ini sangat luar biasa, di mana seluruh kuota peserta sudah terisi penuh dan kini tengah menjalani proses administrasi di tingkat kolegium. “Langkah ini selaras dengan target Kementerian Kesehatan agar pada tahun 2028, prosedur bedah minimal invasif dapat dilakukan secara mandiri di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, sehingga pasien di daerah terpencil tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota besar,” tegasnya.

Menanggapi capaian tersebut, dr. Obrin Parulian memberikan apresiasi terhadap dedikasi manajemen RSUP Dr. M. Djamil dalam memperkuat sistem rujukan nasional. Ia menekankan keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara rumah sakit pengampu dan yang diampu. Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian berbagai kendala, baik dari aspek sarana prasarana maupun penguatan sumber daya manusia. “Melalui integrasi layanan yang lebih baik, diharapkan akses kesehatan berkualitas dapat tersebar merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala jarak geografis,” tegasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Dampingi Kunjungan Pejabat Kemenkes RI

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menyambut kedatangan rombongan pejabat Kementerian Kesehatan RI di Bandara Internasional Minangkabau pada Kamis (29/1). Kehadiran Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, bersama Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, merupakan bagian dari agenda pendampingan kunjungan kerja Komisi IX DPR RI. Kunjungan ini difokuskan pada RSUD dr. Rasidin Padang guna meninjau secara langsung kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak bencana serta memastikan efektivitas layanan publik di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan bersama Komisi IX DPR RI di RSUD dr. Rasidin, dr. Maria Endang Sumiwi memberikan sorotan tentang tantangan tata kelola yang dihadapi oleh rumah sakit daerah. “Selama ini pembinaan terhadap sisi manajemen dan tata kelola rumah sakit daerah belum dilakukan secara intensif oleh Kementerian Kesehatan. Dampaknya, Menteri Kesehatan seringkali menerima audiensi dari berbagai kepala daerah yang mengeluhkan kerugian finansial atau ketidakseimbangan neraca keuangan pada APBD rumah sakit di wilayah mereka,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, dr. Maria mengungkapkan pada tahun ini tim Pelayanan Klinis Kemenkes akan menerbitkan empat buku petunjuk teknis sebagai panduan komprehensif bagi rumah sakit daerah. Panduan ini mencakup tata kelola keuangan, tata kelola pelayanan, tata kelola operasional, dan tata kelola sumber daya.

“Langkah ini diambil agar rumah sakit daerah tidak lagi terperosok dalam kerugian, mengingat secara fundamental rumah sakit memiliki potensi besar untuk menghasilkan pendapatan yang sehat dan mandiri jika dikelola dengan standar profesional yang tepat,” ungkapnya.

Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas menekankan pesan khusus dari Menteri Kesehatan agar pendapatan yang dihasilkan oleh rumah sakit daerah dapat dikelola kembali secara internal untuk penguatan layanan, bukan justru disetorkan ke kas daerah sebagai pendapatan umum. Dengan skema ini, rumah sakit diharapkan memiliki fleksibilitas anggaran untuk melengkapi layanan, memperbaiki fasilitas yang rusak, serta memberikan subsidi silang bagi pasien BPJS Kesehatan. “Terutama pada tindakan medis yang biaya operasionalnya masih mengalami defisit dibandingkan dengan tarif klaim yang ada,” tuturnya.

Kegiatan peninjauan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IX M Yahya Zaini dan Anggota Komisi IX DPR RI, serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Sp.THT-KL, Ph.D. Selain itu, hadir pula Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur RSUD dr. Rasidin dr. Lismawati, Sp.PA, M.Biomed, M.M, jajaran kepala OPD Pemko Padang, perwakilan Dinas Kesehatan Sumbar, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Apt. Meri Lestari, S.Farm., AAK., M.Kes. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan perbaikan tata kelola rumah sakit daerah yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.(*)

Siapkan Dokter Masa Depan, RSUP Dr. M. Djamil Kedepankan Integritas dan Hapus Budaya Perundungan

Suasana khidmat menyelimuti Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, pada hari Rabu (28/1), saat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) menggelar Yudisium Sarjana Periode 1 Tahun 2026. Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi 149 lulusan yang berasal dari Program Studi Kedokteran, Kebidanan, Psikologi, dan Ilmu Biomedis. Kehadiran Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), dalam acara tersebut memberikan penegasan kuat tentang sinergi antara dunia akademis dan rumah sakit pendidikan sebagai kawah candradimuka bagi tenaga kesehatan masa depan.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman menggarisbawahi bagi para sarjana kedokteran yang baru saja dikukuhkan, perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai saat mereka melangkah ke tahap pendidikan profesi dokter. RSUP Dr. M. Djamil, sebagai mitra utama pendidikan, telah bersiap menyambut para lulusan ini untuk mengasah kemampuan klinis mereka. “Meskipun penguasaan kognitif merupakan modal dasar yang sangat baik, hal itu tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan ketahanan mental dan kemandirian karakter dalam menghadapi dinamika di lapangan,” ucapnya.

Bestari menegaskan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bermartabat. Isu tersebut menurutnya hanya bisa diperbaiki jika para calon dokter menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan keikhlasan sejak dini. “Karakter-karakter inilah yang akan dibina secara intensif selama dua tahun masa pendidikan profesi di rumah sakit, sehingga kelak mereka tidak hanya menjadi dokter yang cerdas secara medis, tetapi juga berhati mulia,” tegasnya.

Sejalan dengan visi tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, menyampaikan pesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga nama baik institusi dan menjunjung tinggi etika profesi. Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana yang disandang hari ini membawa tanggung jawab moral yang besar kepada masyarakat.

“Dengan kolaborasi yang erat antara FK Unand dan RSUP Dr. M. Djamil, diharapkan para lulusan periode ini mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia melalui praktik yang penuh empati dan jauh dari budaya toksik,” tukasnya. (*)

Dukung Standar Akreditasi, RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pelatihan Kompetensi BHD hingga Penggunaan APAR

RSUP Dr. M. Djamil yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan berkomitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan serta standar keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, pada hari Selasa (27/1), RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan Workshop Akreditasi Rumah Sakit yang berfokus pada Bantuan Hidup Dasar (BHD), penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), praktik Hand Hygiene serta penanganan tumpahan bahan berbahaya menggunakan Spill Kit.

Dalam sambutannya, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menegaskan penyelenggaraan workshop ini memiliki makna yang strategis dalam upaya mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit yang telah ditetapkan. “Aspek keselamatan pasien dan keselamatan kerja merupakan pilar utama dalam operasional rumah sakit,” tegas dr. Maliana di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dengan peserta aktif para tenaga medis dan staf rumah sakit.

Oleh karena itu, tegasnya, kompetensi dalam melakukan BHD saat keadaan darurat, kemahiran menggunakan APAR untuk pencegahan kebakaran, penerapan Hand Hygiene yang benar guna meminimalisir infeksi nosokomial, hingga ketangkasan dalam mengelola tumpahan bahan berbahaya melalui Spill Kit bukan sekadar formalitas untuk memenuhi tuntutan dokumen akreditasi semata. “Hal-hal tersebut merupakan keterampilan wajib yang harus terpatri dalam setiap diri personel rumah sakit demi menjamin keamanan di seluruh area kerja,” tuturnya.

dr. Maliana menyampaikan penguatan kapasitas sumber daya manusia adalah kunci utama dalam mewujudkan visi rumah sakit yang bermutu, aman, dan sepenuhnya berorientasi pada keselamatan pasien. Pihak manajemen berharap agar seluruh peserta yang mengikuti workshop ini tidak hanya berhenti pada pemahaman aspek teoritis. Tetapi juga mampu mengimplementasikan setiap prosedur secara konsisten dan penuh tanggung jawab di unit kerja masing-masing.

“Workshop ini dirancang sebagai sarana untuk menyamakan persepsi antar pegawai, meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku, serta memperkuat budaya keselamatan yang menjadi fondasi pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Dalam pandangan manajemen, akreditasi sejatinya bukanlah merupakan tujuan akhir dari sebuah proses evaluasi. “Melainkan sebuah alat atau instrumen penting untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berlangsung secara berkelanjutan dan berkualitas tinggi,” tutur dr. Maliana.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara, di mana para tenaga medis dan staf tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi praktik simulasi. Peserta satu per satu mempraktikkan teknik Bantuan Hidup Dasar yang benar, mendemonstrasikan langkah-langkah mencuci tangan sesuai standar medis, melakukan simulasi pembersihan tumpahan zat kimia dengan Spill Kit, hingga cara mengoperasikan APAR dengan tepat untuk memadamkan api. Melalui pelatihan intensif ini, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang aman dan profesional.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Apel Pagi dan Sosialisasi Budaya Ber-AKHLAK

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat. Hal ini mengemuka dalam pelaksanaan apel pagi rutin yang digelar di Shelter Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Senin pagi (26/1).

Dipimpin langsung oleh Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, kegiatan ini diikuti oleh jajaran direksi, manajemen, staf medis, serta tenaga administrasi di lingkungan rumah sakit.

Dalam amanatnya, drg. Ade Palupi menekankan setiap pegawai memiliki peran krusial dalam rantai pelayanan pasien. Kepuasan pasien adalah indikator utama keberhasilan rumah sakit.

“Setiap senyum dan ketanggapan kita adalah obat pertama bagi pasien yang datang. Saya minta seluruh unit untuk tidak lagi bekerja dengan pola biasa, melainkan harus ekstra optimal. Kita harus memastikan bahwa standar prosedur operasional (SPO) dijalankan tanpa kompromi demi keselamatan pasien,” tegas drg. Ade Palupi.

Ia juga memberikan peringatan terkait penjagaan marwah institusi. Menurutnya, satu kesalahan kecil dalam perilaku dapat berdampak besar pada reputasi rumah sakit yang telah dibangun selama puluhan tahun.

“Jaga nama baik RSUP Dr. M. Djamil. Jangan biarkan tindakan indisipliner atau sikap yang tidak ramah merusak kepercayaan masyarakat. Ingat, kita bekerja di bawah sorotan publik, maka jadikanlah integritas sebagai identitas diri dalam bertugas,” tambahnya.

Momen apel pagi kali ini terasa khidmat dengan dilaksanakannya prosesi pelepasan pegawai purnabakti. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya dari manajemen atas pengabdian dan jasa para pegawai yang telah memasuki masa pensiun.

Selain arahan operasional, agenda ini juga diisi dengan sosialisasi penguatan budaya kerja Ber-AKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Implementasi nilai-nilai dasar ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi mendarah daging dalam setiap interaksi pegawai, baik antar-rekan kerja maupun kepada pasien. Dengan budaya Ber-AKHLAK, RSUP Dr. M. Djamil optimis dapat menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis di tahun 2026 ini.(*)

Peringati HGN ke-66, RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Layanan Konsultasi Gizi Gratis

Suasana halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat tampak berbeda pada Minggu pagi (25/1). Ribuan masyarakat berkumpul memenuhi area lapangan untuk merayakan puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66. Dalam momentum penting ini, RSUP Dr. M. Djami turut ambil bagian secara aktif dengan menghadirkan beragam layanan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran bersama Instalasi Gizi, RSUP Dr. M. Djamil membuka stan khusus yang menjadi pusat perhatian pengunjung. Di stan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi layanan rumah sakit, tetapi juga berkesempatan melakukan konsultasi gizi secara cuma-cuma.

Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Dietisien Indonesia (PD AsDI) Cabang Sumatera Barat ini mengusung tema besar: “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Tema ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya asupan nutrisi yang tepat sejak dini guna mencetak generasi masa depan Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Acara dibuka dengan penuh semangat melalui sesi senam bersama yang dipandu oleh instruktur, Coach Nachatib. Gerakan energik dari panggung utama berhasil mengajak seluruh peserta, mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk memulai pagi dengan gaya hidup sehat.

Peringatan HGN ke-66 ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, didampingi istri, Ny. Harneli Mahyeldi. Dari jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil, hadir Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

“Selamat Hari Gizi Nasional ke-66. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya hadir sebagai pusat penyembuhan, tetapi juga sebagai motor penggerak edukasi pencegahan penyakit melalui pola makan yang benar,” ujar drg. Ade Palupi di sela-sela kunjungan ke stan.

Ia menekankan kehadiran RSUP Dr. M. Djamil dalam perhelatan ini menegaskan peran strategis rumah sakit dalam mendukung program-program kesehatan preventif di Sumatera Barat. “Dengan edukasi yang intensif, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan jangka panjang berawal dari piring makan yang bergizi seimbang,” tegasnya.

Selain senam dan seremoni, acara juga disemarakkan dengan bazar makanan sehat dan produk-produk lokal. Namun, stan konsultasi gizi milik RSUP Dr. M. Djamil tetap menjadi primadona. Para ahli gizi (dietisien) dari rumah sakit rujukan utama ini tampak sibuk melayani masyarakat yang ingin mengetahui berat badan ideal, menghitung indeks massa tubuh, hingga berkonsultasi mengenai diet khusus bagi penderita penyakit tertentu.(*)

Buka In House Training FNAB Tiroid, Dir SPP: Strategi Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., secara resmi membuka kegiatan Workshop Patologi Anatomi In House Training Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Tiroid dengan Panduan Ultrasonografi yang diselenggarakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Sabtu (24/1). Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam upaya rumah sakit untuk terus bertransformasi menuju keunggulan layanan diagnostik yang lebih presisi dan akurat.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menegaskan  pelaksanaan workshop ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil, terutama di bawah naungan Direktorat SDM, Pendidikan, dan Penelitian. Guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia secara menyeluruh.

“Model kegiatan in house training memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi tenaga medis. Hal ini dikarenakan format pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada pengayaan pengetahuan teoretis semata, namun lebih menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam pelayanan klinis kepada pasien sehari-hari,” kata dr. Maliana.

Menurut dr. Maliana, prosedur FNAB tiroid yang dipandu oleh ultrasonografi merupakan sebuah teknik diagnostik tingkat tinggi yang memerlukan ketepatan maksimal serta kolaborasi lintas disiplin yang harmonis. “Sinergi antara disiplin ilmu klinisi, radiologi, dan patologi anatomi menjadi kunci utama agar prosedur ini dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis,” tuturnya.

dr. Maliana menekankan melalui kegiatan ini, manajemen berharap dapat membangun kesamaan pemahaman dan standardisasi teknis di antara para praktisi medis. Peningkatan kualitas interpretasi hasil pemeriksaan yang didapat dari teknik FNAB dengan panduan USG ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kesalahan diagnostik, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan keselamatan pasien serta kualitas pelayanan yang lebih prima.

“Harapan besarnya adalah agar setiap tenaga medis yang terlibat memiliki kepercayaan diri dan akurasi yang lebih baik dalam menangani kasus-kasus nodul tiroid yang kian kompleks,” harapnya.

Rangkaian workshop ini menghadirkan jajaran narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, antara lain dr. Dinda Aprilia, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dr. Yopi Triputra, Sp. B, Subsp.Onk(K), serta dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp.H.L.E(K), dengan jalannya diskusi dipandu oleh moderator dr. Pamelia Mayorita, Sp.PA, Subsp.M.S (K).

Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas, para peserta juga mendapatkan sesi hands on atau praktik langsung melakukan FNAB tiroid dengan panduan USG menggunakan sampel coba. Sesi ini dibimbing langsung oleh tim instruktur berpengalaman yang terdiri dari dr. Yopi Triputra, Sp. B, Subsp.Onk(K), dr. Alexander Kam, Sp.PD, MSc, FINASIM, dr. Pamelia Mayorita, Sp.PA, Subsp.M.S (K), dan dr. Yessy Setiawati, Sp.PA. Subsp. Kv.RM (K).

Dengan adanya simulasi langsung tersebut, diharapkan para peserta dapat menguasai koordinasi tangan dan mata yang diperlukan dalam mengoperasikan alat USG sambil melakukan aspirasi jarum halus secara akurat.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut Tim Kemenkes dan AIIB untuk Kesiapan Pinjaman Luar Negeri

RSUP Dr. M. Djamil terus mematangkan langkah menuju transformasi layanan kesehatan skala internasional. Tepat pada hari ini, Jumat (23/1), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini menerima kunjungan dari Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi, dan Pelaporan Sesditjen Yankes, Tim Direktorat Fasyankes Rujukan, serta perwakilan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini merupakan agenda site visit dalam rangka penyiapan Readiness Criteria pinjaman luar negeri. Program ini ditujukan untuk peningkatan akses dan mutu pelayanan melalui penguatan kapasitas Rumah Sakit Pendidikan Milik Pemerintah yang diusulkan masuk dalam DRPPLN/Green Book Tahun 2025-2029.

Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL, memaparkan rencana strategis pengembangan rumah sakit di hadapan para pemangku kepentingan. Pembangunan gedung pelayanan terpadu menjadi prioritas utama guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.

“Pengembangan rumah sakit ini adalah upaya RSUP Dr. M. Djamil dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. Kami ingin rumah sakit ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat pada khususnya, dan Sumatera Bagian Tengah pada umumnya,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan ini.

Turut dihadiri jajaran direksi serta tim manajemen. Kemudian Anggota Tim Kerja Sarana Prasarana Dit. Fasyankes Rujukan Yanuar, Anggota Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi dan Pelaporan Setditjen Keslan Elfrida Novita Savitri, SKM dan Avila Cutari Dewi, SE dan anggota Tim AIIB Mita Anggraini.

Ia menjelaskan urgensi pengembangan ini didasari atas kondisi fisik bangunan rumah sakit yang rata-rata sudah berusia 30 hingga 40 tahun. Kondisi gedung yang terpisah-pisah dinilai mengakibatkan alur pelayanan tidak optimal. Selain itu, keterbatasan ruangan serta sistem komunikasi yang belum terintegrasi menjadi kendala teknis di lapangan.

“Kami juga kerap menghadapi kendala pada sistem rujukan (Sisrute) karena ruang kritis seperti PICU, NICU, dan ICU/ROI sering kali penuh. Inilah yang ingin kita solusikan melalui pengembangan kapasitas ini,” tambahnya.

Terkait arah pembangunan, masterplan RSUP Dr. M. Djamil sendiri telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan dengan pembagian kerja dalam beberapa tahapan. Pada tahap pertama, direncanakan akan dibangun Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi 8 lantai yang nantinya akan dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar operasi, ruang intensive care, serta fasilitas khusus untuk pendidikan dan penelitian. Selain itu, akan dibangun pula gedung Non-JKN setinggi 5 lantai untuk mendukung kemandirian layanan.

“Proyek tahap pertama ini telah disetujui dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 900 miliar, yang mencakup pengerjaan fisik bangunan hingga pengadaan alat kesehatan canggih, dengan target mulai konstruksi pada tahun 2027 melalui skema pinjaman luar negeri,” sebutnya.

Ketua Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi dan Pelaporan Setditjen Keslan, Ruri Purwandani, SP, MKM, dalam paparannya menyebutkan RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit ke-11 yang dilakukan site visit dalam rangkaian program ini. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen serta dukungan penuh dari pimpinan rumah sakit yang telah mempersiapkan segala persyaratan teknis dengan matang.

“Berkat kesiapan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil berhasil lolos menjadi salah satu dari 20 rumah sakit di Indonesia yang akan dibiayai melalui pinjaman luar negeri, sebuah pencapaian yang dinilai sebagai prestasi signifikan bagi institusi ini,” ungkapnya.

Ruri menekankan kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi akhir terhadap data yang telah dilaporkan. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan di RSUP Dr. M. Djamil tetap menjaga konsistensi dan sinergi agar proses administrasi menuju Green Book 2025-2029 berjalan tanpa hambatan. “Dukungan dari AIIB bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk kepercayaan internasional terhadap potensi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Kami akan terus mengawal proses ini agar target peningkatan mutu layanan dan kapasitas pendidikan di rumah sakit ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” harapnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi rencana pembangunan tahap pertama di area RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan ini bertujuan untuk memvalidasi kesiapan lahan dan aspek teknis lainnya guna memastikan bahwa seluruh kriteria kesiapan telah terpenuhi sebelum melangkah ke tahap implementasi pendanaan. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45