RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Peran sebagai Pusat Pendidikan Kedokteran dan Tegaskan Komitmen Anti-Perundungan

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai episentrum pendidikan kedokteran di wilayah Sumatera Barat. Hal ini mengemuka saat Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Layanan Orientasi Informasi bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Sub Spesialis (PPDSS) yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (7/1).

Dalam paparan bertajuk Peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai RS Pendidikan Utama, Dovy Djanas menekankan institusi yang dipimpinnya bukan sekadar fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, melainkan sebuah laboratorium hidup yang vital dalam mencetak generasi dokter spesialis dan subspesialis masa depan. “Sebagai rumah sakit pendidikan utama, RSUP Dr. M. Djamil mengemban tanggung jawab besar untuk membekali para peserta didik dengan kombinasi ilmu pengetahuan mutakhir, keterampilan klinis yang presisi, serta integritas etika yang tidak tergoyahkan,” tegasnya.

Ia menekankan setiap jengkal fasilitas di rumah sakit, mulai dari bangsal perawatan hingga kompleks ruang operasi, dipandang sebagai ruang belajar yang dinamis. “Di mana setiap interaksi medis menjadi peluang berharga untuk mengasah kemampuan klinis dan manajerial para calon dokter spesialis,” tutur Dovy.

Sistem pendidikan yang diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil telah dirancang secara komprehensif agar para peserta PPDS dan PPDSS mendapatkan pengalaman yang holistik melalui rotasi di berbagai departemen. “Keberagaman kasus klinis yang ditangani rumah sakit ini menjadi modal penting bagi peserta didik untuk menghadapi realitas medis yang kompleks di lapangan nantinya, tentunya dengan bimbingan langsung dari para konsultan dan dokter senior yang berpengalaman,” tegasnya.

Selain aspek praktis, Dovy Djanas juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif dalam dunia penelitian dan inovasi. Para peserta didik didorong untuk tidak hanya menjadi praktisi, tetapi juga menjadi peneliti yang mampu berkontribusi pada kemajuan ilmu kedokteran melalui riset-riset yang solutif. Di samping penguatan kurikulum dan pengalaman klinis, satu hal yang menjadi sorotan tajam dalam orientasi kali ini adalah sikap tegas manajemen rumah sakit terhadap isu perundungan di lingkungan pendidikan kesehatan.

Dovy Djanas secara lugas menyatakan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen penuh menerapkan kebijakan zero anti-perundungan. Komitmen ini lahir dari kesadaran bahwa segala bentuk intimidasi, baik yang bersifat fisik, verbal, emosional, hingga perundungan siber, merupakan hambatan serius yang dapat merusak proses belajar, menurunkan motivasi, dan mengancam kesehatan mental peserta didik. Pihak manajemen meyakini lingkungan belajar yang sehat dan suportif adalah prasyarat mutlak untuk menghasilkan tenaga medis yang berkualitas.

Sebagai langkah konkret dalam memerangi praktik perundungan, RSUP Dr. M. Djamil telah menyiapkan berbagai instrumen perlindungan, termasuk penyediaan saluran pengaduan yang jelas dan mekanisme penanganan kasus yang dilakukan secara transparan. Para peserta orientasi diingatkan untuk memiliki keberanian dalam melaporkan setiap tindakan perundungan yang mereka alami atau saksikan, dengan jaminan kerahasiaan identitas dan perlindungan penuh dari pihak rumah sakit.

“Langkah tegas ini menjadi bukti nyata bahwa visi RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya terbatas pada keunggulan layanan dan riset semata, melainkan juga pada pembentukan karakter dokter yang memiliki integritas tinggi serta empati yang mendalam terhadap sesama manusia,” tukas Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut Kunjungan Dinas Kesehatan Tanah Datar

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai pusat rujukan utama di Sumatera Bagian Tengah melalui penguatan jejaring dengan pemerintah daerah. Hari ini, Rabu (7/1), rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, dr. Aries Sumantri, MH.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil. Kedatangan rombongan Dinas Kesehatan Tanah Datar disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, beserta jajaran manajemen terkait.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tanah Datar. Sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan akhir, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam aspek pengobatan (kuratif), tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan berkomitmen penuh untuk mendukung daerah-daerah di Sumatera Barat, termasuk Tanah Datar, dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Kami ingin memastikan bahwa sistem rujukan berjalan efektif sehingga masyarakat mendapatkan penanganan medis yang tepat dan berkualitas,” ujar Dovy.

Dovy menjelaskan transformasi kesehatan yang diusung Kementerian Kesehatan menuntut rumah sakit vertikal untuk menjadi pengampu bagi rumah sakit di daerah. “Hal ini mencakup transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM kesehatan, hingga kolaborasi riset klinis,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar, dr. Aries Sumantri, MH, mengungkapkan kunjungan ini bertujuan untuk menyinkronkan program kesehatan daerah dengan fasilitas yang ada di RSUP Dr. M. Djamil. Ia berharap kolaborasi ini dapat mempermudah akses warga Tanah Datar terhadap layanan spesialis dan subspesialis yang ada di Padang.

“Kami berterima kasih atas sambutan terbuka dari jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil. Fokus kami adalah bagaimana pelayanan kesehatan di Tanah Datar dapat terintegrasi dengan baik dengan rumah sakit rujukan tingkat lanjut seperti M. Djamil. Kami ingin belajar dan bersinergi, terutama dalam hal standarisasi layanan dan penanganan kasus-kasus medis kompleks,” ungkap dr. Aries.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap Jadi Living Laboratory Bagi Mahasiswa Biomedis FK Unand

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Ilmu Biomedis Program Magister Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada Rabu (7/1). Kehadiran Direktur Utama ini menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan akademik dan riset yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes) ini berlangsung di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, Padang. Tim asesor yang hadir terdiri dari Prof. Dr. dr. Sandra Widaty, Sp.DVE. Subsp. D.T selaku Koordinator dan Dr. dr. Farida Rusnianah, Mkes, Sp.KKLP(K) sebagai anggota.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya peran Ilmu Biomedis sebagai jembatan utama yang menghubungkan antara penemuan di laboratorium dengan praktik klinis di bangsal rumah sakit. “Sinergi antara program studi dan rumah sakit pendidikan merupakan kunci utama dalam mendorong riset translasi. Riset ini mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari penelitian dasar dan pengembangan biomarker hingga implementasi nyata dalam pelayanan klinik yang berbasis pada bukti ilmiah atau evidence-based medicine,” ucapnya.

Dovy menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk memfasilitasi kebutuhan akademik dengan menjadi living laboratory. Hal ini dimaksudkan agar para dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas rumah sakit secara optimal untuk mengembangkan riset pada bidang-bidang unggulan. Seperti penyakit degeneratif, penyakit infeksi, kesehatan reproduksi, serta berbagai inovasi dalam bidang diagnostik dan terapi. “Langkah ini sejalan dengan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, di mana penguatan sumber daya manusia, riset, dan teknologi kesehatan menjadi pilar yang sangat krusial,” tegas Dirut.

Menurut Dovy, Program Studi Magister Ilmu Biomedis memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan bioteknologi, genomik, dan precision medicine. Dengan melahirkan tenaga ahli yang kompeten di bidang ini, diharapkan akan ada kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu layanan rujukan nasional di masa depan. “RSUP Dr. M. Djamil pun siap menjadi mitra utama dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara klinis tetapi juga kuat secara saintifik,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, menyampaikan asesmen lapangan ini tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah evaluasi administratif untuk memenuhi syarat formal. Sebaliknya, momentum ini merupakan waktu yang tepat bagi institusi untuk melakukan refleksi guna mencapai peningkatan mutu yang berkelanjutan.

“Kami berharap agar seluruh masukan dan saran yang diberikan oleh Tim Asesor LAMPTKes dapat memperkokoh tata kelola organisasi, menyempurnakan kurikulum agar tetap relevan dengan tantangan zaman, serta mempererat kolaborasi strategis antara Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan RSUP Dr. M. Djamil. Kolaborasi yang solid antara institusi pendidikan dan rumah sakit ini diharapkan dapat terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia kesehatan di Indonesia,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan RS Awal Bros Group Jajaki Kerja Sama Pengembangan Layanan Transplantasi Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai pionir layanan kesehatan di Indonesia Barat. Pada Selasa (6/1), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan ini menerima kunjungan dari manajemen RS Awal Bros Group dalam rangka studi banding dan penjajakan kerja sama pengembangan layanan transplantasi ginjal. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Direktur Utama tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring rumah sakit dalam menangani kasus penyakit ginjal kronis di tanah air.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyambut rombongan yang dipimpin oleh Direktur RS Awal Bros Group, dr. Widya Putri, MARS dan tim transplantasi ginjal RS Awal Bros. Turut dihadiri tim Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil.

Dalam pertemuan tersebut, Dovy menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap rencana RS Awal Bros untuk mengembangkan layanan transplantasi ginjal. Hal ini mengingat kebutuhan masyarakat akan layanan ini terus meningkat secara signifikan.

“Unit Transplantasi Ginjal RSUP Dr. M. Djamil sendiri merupakan salah satu pusat unggulan di luar Pulau Jawa yang telah mampu melakukan tindakan transplantasi secara rutin dan mandiri. Keberhasilan ini tercermin dari jadwal tindakan yang dilakukan secara konsisten sebanyak dua kali dalam sebulan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 pasien telah berhasil menjalani prosedur transplantasi ginjal di rumah sakit ini, sebuah pencapaian yang memperkokoh posisi M. Djamil sebagai rujukan utama di wilayah Sumatera. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh manajemen yang menyediakan ekosistem pendukung secara komprehensif, mulai dari sarana prasarana laboratorium mutakhir, fasilitas radiologi, kamar operasi khusus, hingga ketersediaan bank darah yang memadai.

“Selain itu, manajemen juga menerapkan kebijakan “jalur tol” atau jalur khusus yang memudahkan koordinasi administratif dan operasional guna mendukung kelancaran setiap prosedur transplantasi,” ungkap Dirut.

Ia menegaskan sinergi ini didukung oleh tim transplantasi ginjal yang solid dengan kemampuan respons cepat terhadap kondisi pasien. “Termasuk akses komunikasi langsung kepada Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk konsultasi pra dan pascatindakan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Group, dr. Widya Putri, MARS, menyatakan kunjungan ini merupakan langkah bagi RS Awal Bros untuk belajar dari pengalaman sukses RSUP Dr. M. Djamil. “Melalui kolaborasi ini, RS Awal Bros dapat bergabung dalam jejaring rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal yang andal, guna memberikan harapan baru bagi pasien gagal ginjal di jaringan rumah sakit ini,” harapnya.(*)

Akselerasi Kualitas Layanan, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Pejabat Manajerial

RSUP Dr. M. Djamil terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan, pendidikan, dan riset. Pada hari ini, Senin (5/1), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan pemberhentian pejabat manajerial di lingkungan rumah sakit tersebut.

Prosesi penyegaran organisasi ini dipandang sebagai momentum krusial untuk melakukan penyesuaian Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) demi pemenuhan sumber daya manusia kesehatan yang unggul, khususnya dalam peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama yang memiliki rekam jejak riset cukup maju di tingkat nasional.

Dalam agenda penyerahan SK tersebut, sejumlah posisi strategis kini diisi oleh figur-figur yang diharapkan mampu membawa inovasi baru. Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc resmi dipercaya menjabat sebagai Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi serta Pengendalian Resistansi Antimikroba (PPI-PRA). Sementara itu, kepemimpinan pada Clinical Research Unit (CRU) kini diamanahkan kepada dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP.

RSUP Dr. M. Djamil juga melakukan transformasi signifikan dengan menunjuk Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B, Subsp.Onk (K), M.Kes sebagai Ketua Unit Fungsional Pendidikan. Unit ini sebelumnya bernama Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik). Unit tersebut diperkuat oleh dr. Sari Anugrah yang menjabat sebagai Sekretaris Unit Fungsional Pendidikan.

Kemudian Ketua Sub Unit Pendidikan Dokter kini dijabat oleh dr. Irvan Medison, Sp.P (K), dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K), MARS yang mengemban amanah sebagai Ketua Sub Unit Penjamin Mutu dan Penunjang Pendidikan. Selain itu, Dr. dr. Al Hafiz, Sp.THT-BKL, Subsp.FPR (K) ditunjuk memimpin Ketua Sub Unit Kedokteran University Based, sementara jabatan Ketua Sub Unit Pendidikan Tenaga Kesehatan Lainnya dipercayakan kepada Ns. Nelvi Desmita, S.Kep. dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp.FER diangkat sebagai Ketua Sub Unit Etik Disiplin dan Antiperundungan Peserta Pendidik guna memastikan perlindungan bagi seluruh peserta didik di lingkungan rumah sakit.

Direktur Utama, Dovy Djanas, menekankan penyegaran ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan upaya akselerasi agar RSUP Dr. M. Djamil menjadi rujukan utama dalam transformasi kesehatan. Salah satu fokus utamanya adalah peran Komite PPI-PRA yang diharapkan mampu menjadikan Indikator Kinerja Terpilih (IKT) Antimicrobial Resistance (AMR) di RSUP Dr. M. Djamil sebagai percontohan bagi rumah sakit lain di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI.

“Target ini didukung dengan penguatan sistem skrining melalui pemeriksaan molekuler yang canggih, sehingga rumah sakit tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam keamanan pasien dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset yang mutakhir,” ucapnya didampingi jajaran direksi.

Ia juga menekankan kemajuan CRU merupakan pilar utama bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk bertransformasi menjadi pusat riset kesehatan yang diakui secara global. Riset yang dikelola oleh CRU bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan instrumen untuk melahirkan inovasi pengobatan dan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti. “Dengan penguatan manajerial yang baru, CRU diharapkan mampu meningkatkan jumlah riset klinis yang berdampak langsung pada efisiensi layanan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ilmu kedokteran di masa depan,” harap Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Transformasi Kesehatan, 11 Dokter Spesialis Ikuti Fellowship Periode Januari 2026

RSUP Dr. M. Djamil kembali memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di Indonesia dengan menyelenggarakan layanan orientasi bagi para tenaga medis spesialis. Pada hari ini, Senin (5/1), sebanyak 11 peserta fellowship untuk periode Januari 2026 memulai rangkaian program mereka melalui kegiatan Layanan Orientasi dan Informasi (LOI). Program fellowship ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi spesifik para dokter spesialis dalam menangani berbagai kasus medis yang kompleks dan membutuhkan keahlian tingkat lanjut.

Seluruh peserta yang hadir terbagi ke dalam beberapa disiplin ilmu bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Rincian peserta tersebut mencakup empat orang yang mengambil fellowship Tatalaksana Penyakit Ginjal dengan Dialisis Tahap Dasar, disusul oleh dua peserta yang mendalami Tatalaksana Penyakit Saluran Cerna dengan Endoskopi Tahap Dasar.

Selain itu, terdapat dua peserta yang berfokus pada bidang Kardiologi Intervensi, satu peserta pada bidang Neurologi, satu peserta di bidang Endoskopi Ginekologi Reproduksi Fertilitas, serta satu peserta lainnya yang mendalami Pulmo Intervensi. Kehadiran para peserta ini mencerminkan komitmen rumah sakit dalam mencetak tenaga medis yang mumpuni di berbagai lini spesialisasi.

Kegiatan orientasi ini dibuka langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy menekankan program fellowship ini bukan sekadar rutinitas pendidikan, melainkan bagian dari transformasi kesehatan nasional untuk memeratakan akses layanan kesehatan berkualitas tinggi. “Program fellowship ini adalah jembatan bagi peserta untuk menguasai teknologi kedokteran terkini dan prosedur intervensi yang presisi. Kami berharap, ilmu yang nantinya peserta serap di sini dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan kesehatan di daerah asal masing-masing, sejalan dengan visi transformasi kesehatan yang sedang kita usung bersama,” harapnya.

Selama masa orientasi ini, Ia meminta para peserta fellowship untuk benar-benar memahami budaya kerja, standar keselamatan pasien, dan nilai-nilai pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. “Gunakanlah waktu yang berharga ini untuk berdiskusi dengan para konsultan dan rekan sejawat. Jangan hanya mengejar kemahiran teknis, tetapi bangunlah empati dan etika profesionalisme yang tinggi dalam setiap tindakan,” ajak Dirut.

Ditambahkan, dr. Maliana menambahkan proses orientasi ini sangat penting untuk menyelaraskan standar pelayanan dan keselamatan pasien yang berlaku di rumah sakit. “Dengan dimulainya periode fellowship Januari 2026 ini, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus berkontribusi dalam menekan angka rujukan ke luar negeri melalui penyediaan dokter-dokter ahli yang memiliki kemandirian dalam tindakan intervensi medis yang rumit. Semangat belajar dan dedikasi tinggi diharapkan menjadi modal utama bagi ke-11 peserta ini selama menjalani masa pendidikan mereka di Padang,” harap dr. Maliana.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Orientasi bagi 114 Peserta PPDS dan PPDSS, Tekankan Etika dan Anti-Perundungan

RSUP Dr. M. Djamil secara resmi memulai program Layanan Orientasi dan Informasi bagi para dokter yang akan menempuh pendidikan lanjutan di rumah sakit tersebut. Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (5/1), diikuti oleh sebanyak 105 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan 9 orang peserta Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS). Rangkaian orientasi ini dijadwalkan berlangsung intensif selama lima hari hingga tanggal 9 Januari 2026 mendatang.

Selama periode orientasi tersebut, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas di lingkungan rumah sakit. Materi yang diberikan mencakup pengenalan sistem dan kebijakan rumah sakit, tata kelola pendidikan klinis, serta pemahaman mendalam mengenai peran dan tanggung jawab peserta didik.

Selain itu, aspek krusial seperti etika dan disiplin profesi, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga teknis alur pelayanan dan penugasan klinis di masing-masing unit kerja juga menjadi fokus utama dalam pembekalan ini.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya mengatakan perjalanan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis bukanlah perjalanan yang mudah. Akan ada tantangan, tekanan, dan pengorbanan. Namun percayalah, semua itu akan sepadan dengan kompetensi dan kedewasaan profesional yang diperoleh.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang kondusif, suportif, dan berbasis pada mutu serta keselamatan pasien. Kami membuka ruang dialog dan kolaborasi, karena kami percaya, pendidikan kedokteran adalah tanggung jawab bersama antara institusi pelayanan, institusi pendidikan, dan peserta didik itu sendiri,” tutur Dovy.

Ia pun secara tegas mengajak para dokter peserta didik untuk berkomitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dengan menjunjung tinggi gerakan anti-perundungan. “Menjaga marwah RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui perilaku profesional dan saling menghormati antar sejawat maupun kepada pasien,” ucapnya.

Melalui kegiatan orientasi ini, berharap seluruh peserta dapat memahami struktur organisasi rumah sakit, sistem pelayanan, alur komunikasi, serta nilai-nilai profesionalisme dan etika yang menjadi budaya kerja rumah sakit. “Ini adalah tahap awal, fondasi penting, sebelum Saudara-saudara semua terjun langsung dalam pelayanan kesehatan yang sesungguhnya,” harapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, menekankan pentingnya bagi setiap peserta untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja klinis serta memahami regulasi yang berlaku agar proses pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan secara optimal dan harmonis.”Dengan dimulainya orientasi ini, diharapkan para peserta PPDS dan PPDSS dapat langsung bersinergi dengan tim medis lainnya di RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya menambah kekuatan tenaga medis secara kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik melalui penerapan ilmu kedokteran yang mutakhir dan beretika tinggi,” harap Dekan.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes mengatakan pelaksanaan kegiatan orientasi ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pemahaman peserta didik terhadap budaya kerja rumah sakit, standar pelayanan, serta prinsip kolaborasi interprofesional dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berfokus pada keselamatan pasien. Selain itu, orientasi ini berfungsi sebagai langkah awal dalam membangun sikap profesional, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik sebagai bagian dari sistem pelayanan rumah sakit pendidikan.

“Melalui pelaksanaan orientasi PPDS dan PPDSS Periode Januari 2026 ini, diharapkan seluruh peserta memiliki kesiapan akademik dan profesional yang memadai, memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai peserta didik di rumah sakit pendidikan, serta mampu beradaptasi secara optimal dengan sistem pelayanan dan pendidikan klinis yang berlaku di RSUP Dr. M. Djamil. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing, sejalan dengan arah kebijakan nasional transformasi sistem kesehatan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Internalisasi Budaya BerAKHLAK sebagai Fondasi Pelayanan di Tahun 2026

Mengawali langkah di tahun yang baru, RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan apel pagi perdana tahun 2026 pada Senin (5/1). Kegiatan yang berlangsung di Shelter Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini diikuti oleh jajaran direksi, manajemen serta seluruh civitas hospitalia sebagai bentuk konsolidasi internal dalam meningkatkan performa pelayanan kesehatan di masa mendatang.Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir langsung bertindak sebagai pemimpin apel.

Dalam amanatnya, Dovy secara khusus memompa semangat civitas hospitalia agar memulai tahun 2026 dengan energi positif dan dedikasi yang lebih tinggi. “Setiap individu di rumah sakit harus memiliki visi yang selaras untuk membawa RSUP Dr. M. Djamil menjadi institusi kesehatan yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional,” tegasnya.

Dovy Djanas menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan dan dijadikan pedoman perilaku sehari-hari oleh seluruh civitas hospitalia. “Hal ini dinilai sangat krusial agar standar pelayanan tetap terjaga dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas perawatan medis,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, turut memberikan penguatan melalui sosialisasi budaya kerja BerAKHLAK. Dalam paparannya, ia menjelaskan transformasi budaya kerja merupakan fondasi bagi pengembangan SDM dan kemajuan penelitian di rumah sakit. “Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih profesional, solid, dan penuh integritas sehingga mendukung kelancaran setiap program strategis yang telah dicanangkan untuk sepanjang tahun 2026,” tukasnya. (*)

Perkuat Layanan Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil Terima 46 Tenaga Outsourcing Baru

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat sektor sumber daya manusia (SDM). Terbaru, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI ini secara resmi menerima 46 tenaga outsourcing tambahan yang dikelola melalui Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil.

Prosesi penyerahan tenaga kerja ini berlangsung khidmat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Jumat (2/1). Acara tersebut menandai langkah strategis rumah sakit dalam memastikan setiap unit kerja memiliki dukungan personel yang optimal.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menerima secara langsung ke-46 tenaga kerja tersebut dari Ketua KKPRI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menekankan penambahan tenaga kerja ini merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan layanan di rumah sakit yang terus meningkat. Ia berpesan agar para tenaga baru segera beradaptasi dengan budaya kerja rumah sakit yang mengedepankan profesionalisme dan keramahan.

“Kehadiran tenaga outsourcing memiliki peran vital dalam mendukung operasional harian kami. Kami berharap saudara-saudara dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik institusi,” ujar dr. Maliana.

Dengan bertambahnya 46 personel baru ini, dr. Maliana mengungkapkan total tenaga outsourcing yang saat ini bertugas di RSUP Dr. M. Djamil telah mencapai 163 orang. Ratusan tenaga kerja tersebut ditempatkan secara strategis di berbagai unit kerja, mulai dari bagian administrasi, teknis, hingga unit pendukung lainnya yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan pelayanan pasien.

Ketua KKPRI, Ns. Ema Julita, menyatakan pihak koperasi berkomitmen untuk terus menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit. Kerjasama ini diharapkan dapat terus berjalan harmonis demi mendukung visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan terkemuka di Sumatera Barat.

“Penempatan tenaga kerja ini diharapkan dapat menutupi celah kebutuhan SDM sehingga operasional rumah sakit berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat yang datang berobat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Penyegaran Struktur Organisasi Guna Perkuat Pelayanan dan Akuntabilitas

Mengakhiri tahun 2025 dengan langkah strategis, RSUP Dr. M. Djamil melakukan penyegaran pada jajaran struktural dan fungsionalnya. Sebagai rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, langkah ini diambil untuk memastikan dinamika organisasi tetap berjalan optimal serta meningkatkan efektivitas di sektor penunjang medis dan pengelolaan anggaran.

Pada hari ini, Rabu (31/12), dilakukan prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) secara resmi kepada sejumlah pejabat yang memegang posisi krusial. Penyerahan SK tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, di ruang rapat direksi dengan dihadiri oleh jajaran direksi dan manajemen.

Adapun pejabat yang menerima amanah baru dalam penyegaran organisasi ini adalah Fera Novita Sari, S.STr, yang dipercaya menjabat sebagai Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPRS). Selain itu, tanggung jawab besar juga diberikan kepada Catur Suharinto, ST, M.Kes, yang kini mengemban jabatan sebagai Asisten Manajer Penunjang Diagnostik dan Terapi, sekaligus merangkap tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Belanja Medik dan Non Medik. Sementara itu, untuk posisi PPK Belanja Pegawai, amanah tersebut diserahkan kepada Suhatsyah, SE, MM, Akt.

Dalam sambutannya setelah menyerahkan SK tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan rotasi dan penunjukan pejabat baru ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit untuk terus bertransformasi. Setiap posisi yang diisi hari ini memiliki peran vital dalam memastikan operasional rumah sakit berjalan tanpa kendala, mulai dari pemeliharaan sarana prasarana hingga ketepatan dalam pengelolaan administrasi belanja negara.

Dovy Djanas berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan koordinasi di unit kerja masing-masing guna menjaga keberlangsungan layanan. Berharap integritas dan profesionalisme tetap menjadi landasan utama, terutama bagi para pejabat yang bertanggung jawab atas pengadaan barang dan jasa serta belanja pegawai, agar semua proses tetap sesuai dengan koridor hukum dan prinsip akuntabilitas yang tinggi.

“Penyegaran struktur ini juga diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil dalam memasuki tahun yang baru. Dengan penguatan pada lini penunjang dan manajerial, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas serta memperkokoh posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah yang berstandar internasional,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45