RSUP Dr. M. Djamil Resmi Alihkan Pengelolaan Cleaning Service, Fokus Tingkatkan Standar Higienitas Layanan

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga dari aspek kenyamanan dan kebersihan lingkungan rumah sakit. Pada hari ini, Rabu (31/12), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI ini secara resmi melaksanakan serah terima pengelolaan jasa cleaning service.

Acara serah terima yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini menandai peralihan operasional kebersihan dari mitra lama, PT Kuwera Jaya Nusantara, kepada mitra baru, PT Nusantara Inti Solusindo.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan pengelolaan kebersihan di lingkungan rumah sakit memiliki standar yang jauh lebih kompleks dibanding gedung perkantoran biasa.

“Kebersihan di rumah sakit bukan sekadar masalah estetika atau agar enak dipandang mata, melainkan bagian krusial dari pengendalian infeksi. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Kuwera Jaya Nusantara atas dedikasinya selama ini, dan selamat bertugas kepada PT Nusantara Inti Solusindo,” ujar Dovy.

Turut hadir jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil, GM PT Kuwera Jaya Nusantara Yoga Pamungkas dan manajemen PT Nusantara Inti Solusindo.

Ia menambahkan pergantian pengelola ini diharapkan membawa semangat baru dan inovasi dalam menjaga sterilitas ruangan. “Mulai dari ruang rawat inap hingga area publik, guna menjamin keamanan pasien, pengunjung, serta seluruh staf medis,” ungkapnya.

Menanggapi kepercayaan besar tersebut, CEO PT Nusantara Inti Solusindo, Desy Sulistyorini, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan performa terbaik di RSUP Dr. M. Djamil. Mengelola kebersihan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini merupakan tanggung jawab yang besar.

“Kepercayaan ini kami terima dengan penuh rasa tanggung jawab. Kami memahami sepenuhnya bahwa di lingkungan rumah sakit, higienitas adalah fondasi utama dari seluruh layanan kesehatan. Tanpa lingkungan yang higienis, proses penyembuhan pasien tidak akan optimal,” tegas Desy.

PT Nusantara Inti Solusindo, ungkapnya, berkomitmen untuk menerapkan protokol pembersihan yang ketat, penggunaan teknologi kebersihan yang ramah lingkungan. “Bahkan peningkatan kompetensi tenaga kerja di lapangan agar selaras dengan standar akreditasi rumah sakit internasional yang disandang oleh RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Sinergi Strategis dengan BRI

Menutup kalender tahun 2025 dengan langkah progresif, RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Rumah Sakit milik Kementerian Kesehatan RI tersebut resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang pemanfaatan pelayanan jasa perbankan.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Pemimpin BRI Branch Office (BO) Padang, Eli Sanjoyo di Ruang Rapat Direksi pada Rabu (31/12). Momen penting ini disaksikan oleh jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil serta Regional CEO BRI Padang, Riza Pahlevi, beserta jajaran manajemen dari kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam mendukung transformasi kesehatan, khususnya pada pilar manajemen internal dan layanan publik.

“Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan bisnis biasa, melainkan upaya kami dalam menghadirkan kemudahan transaksi bagi pasien serta efisiensi manajemen keuangan rumah sakit. Dengan dukungan sistem perbankan BRI yang mumpuni, kami optimis operasional layanan akan semakin transparan dan akuntabel,” ujar Dovy.

Ia menambahkan integrasi layanan perbankan di lingkungan rumah sakit akan membantu dalam mempercepat proses administrasi. “Baik bagi pegawai maupun masyarakat luas yang mengakses layanan di RSUP Dr. M. Djamil,” ungkapnya.

Langkah kolaborasi ini, tegas Dirut, dirasa sangat tepat waktu mengingat performa finansial RSUP Dr. M. Djamil yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Tercatat, pendapatan rumah sakit mengalami kenaikan signifikan di tahun 2025. Tahun ini mencapai pendapatan Rp 913 miliar dari target pendapatan Rp 885 miliar.

“Seiring dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, tantangan dalam pengelolaan arus kas dan digitalisasi sistem pembayaran pun meningkat. Oleh karena itu, kami membutuhkan mitra perbankan yang memiliki jaringan luas dan teknologi yang mapan seperti BRI untuk mengelola ekosistem keuangan ini,” jelas Dovy.

Sementara itu, Regional CEO BRI Padang, Riza Pahlevi, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil. BRI siap memberikan solusi perbankan komprehensif, mulai dari layanan cash management system, kemudahan pembayaran pasien melalui berbagai kanal digital, hingga fasilitas perbankan bagi para tenaga medis dan pegawai.

“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Tengah. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih modern dan memudahkan seluruh pihak,” pungkas Riza.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Resmi Lepas 12 Peserta Fellowship

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan unggul dengan melepas peserta program fellowship periode Juli hingga Desember 2025. Sebanyak 12 orang peserta yang telah menyelesaikan pendidikan fellowship tersebut dilepas secara resmi di Ruang Rapat Direksi pada Selasa (30/12). Pelepasan ini menjadi momentum penting dalam upaya pemerataan kualitas layanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga medis di berbagai bidang spesialisasi.

Rincian sebaran peserta fellowship kali ini mencakup berbagai disiplin ilmu yang krusial bagi kebutuhan layanan rumah sakit saat ini. Peserta tersebut terdiri dari satu orang lulusan program fellowship kardiologi intervensi, dua orang dari program fellowship onkologi, serta enam orang yang mendalami program fellowship tatalaksana penyakit ginjal dengan dialisis tahap dasar. Selain itu, terdapat pula dua orang lulusan program fellowship tatalaksana penyakit saluran cerna dengan endoskopi tahap dasar dan satu orang dari program fellowship emergensi dan rawat intensif anak.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, yang hadir langsung memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Keahlian yang telah diasah selama enam bulan di RSUP Dr. M. Djamil merupakan modal berharga untuk membawa perubahan nyata di fasilitas kesehatan asal masing-masing peserta. “Penguasaan teknologi medis dan prosedur klinis terbaru harus dibarengi dengan integritas dan semangat pelayanan yang tinggi kepada masyarakat,” tegasnya didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Pada kesempatan tersebut, dr. Maliana didampingi PIC Fellowship, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep dan Ketua Komkordik Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes juga menyerahkan sertifikat fellowship secara langsung kepada para lulusan sebagai bukti sah kompetensi yang telah mereka raih. Penyerahan sertifikat ini sekaligus menandai berakhirnya masa pendidikan intensif para peserta di bawah bimbingan para konsultan dan tenaga ahli RSUP Dr. M. Djamil.

Ia berharap agar para lulusan tidak berhenti belajar dan terus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang sangat dinamis. “Dan diharapkan juga dapat memperkuat jejaring layanan rujukan nasional dan memberikan dampak positif terhadap standar pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kompleks di bidang jantung, ginjal, kanker, pencernaan, serta kegawatdaruratan anak,” harap dr. Maliana.(*)

Suasana Haru Warnai Pelepasan Purnatugas di RSUP Dr. M. Djamil

Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti lapangan shelter lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil pada Senin pagi (29/12). Apel rutin yang biasanya berlangsung formal, kali ini terasa jauh lebih emosional saat manajemen dan seluruh staf berkumpul untuk melepas dua sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidup mereka bagi rumah sakit.

Acara pelepasan purnatugas ini ditujukan kepada dua pegawai, yakni Mulyani (perawat) dan Nosiri (keuangan). Sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas selama puluhan tahun, kedua pensiunan tersebut menerima piagam penghargaan serta kenang-kenangan dari Korpri. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi oleh jajaran direksi lainnya.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan rasa syukur dan bangga atas integritas yang ditunjukkan oleh kedua pegawai tersebut selama ini. Kontribusi mereka telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan RSUP Dr. M. Djamil.

“Purna tugas adalah sebuah keniscayaan bagi setiap ASN, namun dedikasi dan pengabdian yang telah Ibu Mulyani dan Bapak Nosiri berikan akan selalu terpatri di rumah sakit ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala tenaga, pikiran, dan waktu yang telah dikorbankan demi melayani pasien,” ujar Dovy.

Dovy menambahkan semangat kerja yang ditunjukkan oleh keduanya harus menjadi cermin bagi para pegawai muda. “Kehilangan sosok senior seperti beliau berdua tentu meninggalkan celah, namun warisan etos kerja dan ketulusan dalam melayani yang mereka tinggalkan harus kita teruskan. Kami mendoakan agar masa purnabakti ini dijalani dengan penuh kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan bersama keluarga. Pintu silaturahmi RSUP Dr. M. Djamil akan selalu terbuka lebar untuk Bapak dan Ibu,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan BWS Sumatera V Matangkan Rencana Pembangunan Sumur Bor

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil bergerak cepat memastikan keandalan fasilitas layanan kesehatan mereka. Pada Rabu (24/12), jajaran direksi rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat ini menggelar pertemuan intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang guna mematangkan rencana pembangunan sumur bor skala besar.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp1,5 miliar ini merupakan realisasi dari aspirasi yang diperjuangkan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Kehadiran infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan krusial air bersih yang selama ini menjadi tantangan di rumah sakit yang memiliki volume pasien sangat tinggi tersebut.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan operasional rumah sakit rujukan tidak boleh terkendala oleh hal teknis seperti ketersediaan air. “Sebagai rumah sakit rujukan utama, kami beroperasi 24 jam dengan ribuan nyawa yang bergantung pada layanan kami. Kebutuhan air bersih mencakup segala lini, mulai dari sterilisasi alat medis, kebutuhan pasien, hingga kebersihan bangsal,” ujar Dovy di sela-sela pertemuan.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Andre Rosiade yang mampu menjembatani kebutuhan mendesak rumah sakit dengan kebijakan anggaran di tingkat pusat. “Berkat kawalan Bapak Andre Rosiade, kami mendapatkan dukungan anggaran Rp1,5 miliar dari pemerintah pusat untuk solusi air bersih ini,” tambahnya.

Dengan kehadiran sumur bor ini, sebutnya, diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air di RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah. “Selama ini, RSUP Dr. M. Djamil sering kali mengalami beban operasional yang berat karena melayani pasien tidak hanya dari Sumatera Barat, tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Riau. Dengan adanya sumber air mandiri melalui sumur bor ini, ketergantungan pada satu sumber air saja dapat diminimalisir,” harap Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Borong Dua Penghargaan Nasional Surveilans PIE 2025

RSUP Dr. M. Djamil kembali mempertegas posisinya sebagai institusi kesehatan terkemuka di tingkat nasional dengan meraih prestasi membanggakan di penghujung tahun 2025. Rumah sakit yang berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Tahun 2025, belum lama ini. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa rumah sakit dalam mendeteksi serta memantau ancaman penyakit infeksi yang berpotensi menjadi wabah.

Dua kategori bergengsi yang berhasil dibawa pulang adalah Penghargaan Rumah Sakit Lokus Surveilans Sentinel PIE Tahap 2 Tahun 2025 dengan predikat Penemuan Suspek PIE Paling Aktif, serta Penghargaan Rumah Sakit yang Berhasil Mencapai Target Indikator Surveilans Sentinel PIE Tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa sistem kewaspadaan dini yang diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil berjalan sangat efektif. Di mana kecepatan dan ketepatan dalam mengidentifikasi kasus-kasus infeksi baru menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Evaluasi Pelaksanaan Surveilans Sentinel PIE Tahun 2025. Penyerahan apresiasi ini menjadi momentum penting yang mengakui efisiensi manajemen data dan respons cepat tim medis dalam menghadapi dinamika penyakit infeksi emerging yang terus berkembang. Keberhasilan ini juga menempatkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu pilar utama dalam sistem ketahanan kesehatan nasional yang digagas oleh Kementerian Kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian kolektif tersebut. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran tenaga medis dan non-medis yang tanpa lelah memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjalankan fungsi pengawasan kesehatan dengan standar yang ketat.

“Prestasi ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan serta memastikan setiap potensi infeksi dapat ditangani secara dini sebelum meluas,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA) RSUP Dr. M. Djamil, dr. Fadrian, Sp.PD-KPTI, FINASIM, VCT, menjelaskan kunci dari prestasi ini terletak pada konsistensi dalam menjalankan protokol surveilans. Aktifnya penemuan suspek dan tercapainya target indikator menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara tim surveilans dengan laboratorium serta unit klinis lainnya.

“Dengan sistem yang sudah teruji ini, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat terus menjadi rujukan utama yang tidak hanya unggul dalam aspek pengobatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi emerging di Indonesia,” harap dr. Fadrian.(*)

Manajer Timker Litbang Sabet Gelar Hero Of The Year 2025 Kemenkes RI

RSUP Dr. M. Djamil kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi kesehatan terbaik di Indonesia. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) melalui sosok dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP.

Manajer Tim Kerja (Timker) Litbang sekaligus Ketua Clinical Research Unit (CRU) RSUP Dr. M. Djamil tersebut berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Hero Of The Year 2025 UPT Vertikal Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Prosesi penyerahan piagam penghargaan berlangsung khidmat di tengah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 yang digelar di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (22/12).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dengan didampingi oleh jajaran direksi lainnya. Momen ini menjadi kado istimewa bagi civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil di penghujung tahun 2025.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian yang diraih oleh dr. Zulda. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras dalam memajukan ekosistem riset di lingkungan rumah sakit.

“Prestasi yang diraih oleh dr. Zulda Musyarifah sebagai Hero Of The Year 2025 bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi merupakan marwah bagi RSUP Dr. M. Djamil. Ini membuktikan bahwa sumber daya manusia kita mampu bersaing dan diakui di tingkat nasional, khususnya dalam lingkup UPT Vertikal Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes,” ujar Dovy.

Ia juga menambahkan peran Litbang dan CRU di bawah kepemimpinan dr. Zulda sangat krusial dalam mendukung transformasi kesehatan melalui penelitian klinis yang inovatif.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh staf dan tenaga medis lainnya untuk terus berinovasi. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk selalu memberikan ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan dukungan penuh dari manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

“Saya merasa terhormat dan tidak menyangka akan menerima penghargaan Hero Of The Year ini. Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kolektif tim di Litbang dan CRU, serta dukungan luar biasa dari Direktur Utama dan jajaran direksi yang selalu memfasilitasi setiap langkah pengembangan riset di rumah sakit kita,” ungkap dr. Zulda.

Ia berharap penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi para peneliti di RSUP Dr. M. Djamil untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah yang aplikatif.

“Riset bukanlah sekadar data di atas kertas, melainkan fondasi untuk memberikan terapi dan pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh tim dan keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil yang terus berjuang memberikan yang terbaik bagi dunia kesehatan Indonesia,” tambahnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan upacara peringatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025 dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut dipusatkan di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Senin (22/12).

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang memimpin jalannya prosesi di hadapan jajaran direksi serta seluruh pegawai rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Dalam amanatnya, ditegaskan peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember bukan sekadar seremoni tahunan maupun perayaan “Mother’s Day” sebagaimana dipahami di beberapa negara.

Sebaliknya, momentum ini merupakan bentuk penghargaan mendalam terhadap perjuangan dan pengabdian perempuan Indonesia dalam merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan.

“Hari Ibu merupakan refleksi sejarah panjang perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, dan kebebasan untuk bergerak bersama laki-laki dalam membangun bangsa,” ucap Menteri PPPA dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Utama.

Pada peringatan tahun 2025 ini, Kementerian PPPA mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut menegaskan posisi perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai motor utama perubahan.

Meski di tengah berbagai tantangan berat seperti beban ganda, stigma, keterbatasan akses, hingga kekerasan berbasis gender, perempuan Indonesia terus menunjukkan ketangguhan, kreativitas, serta daya juang yang luar biasa. Kontribusi nyata perempuan kini hadir di berbagai sektor, mulai dari keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga merambah ke dunia politik, seni, olahraga, dan teknologi.

“Peringatan ke-97 ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh perempuan Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial, profesi, maupun wilayah. Suara perempuan ditegaskan harus terus didengar dan dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan publik serta strategi arah masa depan bangsa,” tegasnya.

Dalam konteks kebijakan nasional, penyelenggaraan Hari Ibu tahun ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sistem perlindungan perempuan.

Pemerintah terus berkomitmen memperkuat kerangka hukum dan kebijakan melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta pengarusutamaan gender dalam seluruh sektor pembangunan.

Hal ini dilakukan guna memastikan perempuan Indonesia benar-benar terlindungi, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang secara maksimal.

Mengakhiri amanat Menteri PPPA, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas, untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan keadilan gender. Melalui semangat Hari Ibu ke-97, diharapkan seluruh perempuan Indonesia terus konsisten dalam memberikan karya nyata yang mewarnai perjalanan bangsa demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.(*)

Kehadiran Tim Medis RSUP Dr. M. Djamil Beri Angin Segar bagi Pengungsi Malalo

Pengungsi dari Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, memberikan sambutan hangat atas kehadiran tim kesehatan dari RSUP Dr. M. Djamil. Kehadiran tim medis dari rumah sakit rujukan utama Sumatera Barat ini dinilai membantu warga yang mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.

Pelayanan kesehatan yang dipusatkan di posko Masjid Taqwa, Jorong Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Salah satu pengungsi dari Nagari Guguak Malalo, Joni Amalo, terlihat ikut mengantre untuk memeriksakan kondisinya.

Kepada tim medis, Joni mengeluhkan rasa gatal pada kulit yang mulai ia rasakan sejak beberapa waktu terakhir di pengungsian. Setelah menjalani pemeriksaan, Joni menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian tim medis yang datang jauh-jauh dari Padang.

Ia mengaku merasa jauh lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan dan pengobatan dari dokter spesialis.

“Kami berterima kasih dengan adanya tim kesehatan dari RSUP Dr. M. Djamil ini. Jujur saja, selama di pengungsian saya merasa tidak nyaman karena gatal-gatal, tapi setelah diperiksa dan diberikan obat, saya merasa sangat terbantu dan diperhatikan,” ujar Joni Amalo dengan nada lega.

Kehadiran tim spesialis ini juga diapresiasi oleh petugas kesehatan yang telah berjaga di posko tersebut. dr. Nila, salah seorang tim medis dari Puskesmas Lintau Buo Utara 2 yang sedang bertugas piket di Posko Jorong Tanjung Mutiara, menyatakan kolaborasi ini memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Keterlibatan dokter spesialis secara langsung memberikan rasa aman dan penanganan yang lebih tepat sasaran bagi para pengungsi yang merasa sangat terbantu dengan adanya tambahan personel dan keahlian medis tersebut,” tuturnya.

Berdasar pengamatan di lapangan, sebagian besar pengungsi mengeluhkan penyakit yang umum muncul di lokasi pengungsian, seperti batuk, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, serta gangguan pencernaan. Namun, dr. Nila memberikan kabar baik bahwa seiring dengan rutinnya pemeriksaan dan ketersediaan bantuan medis, intensitas keluhan dari warga cenderung mengalami penurunan.

“Secara bertahap, kondisi kesehatan para pengungsi mulai stabil dan keluhan yang masuk kepada tim medis makin hari makin berkurang dibandingkan pada awal masa pengungsian,” ungkap dr. Nila.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat di posko utama di Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan menegaskan kehadiran tim medis ini adalah bentuk komitmen nyata rumah sakit dalam meringankan beban masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan panggilan kemanusiaan bagi institusi kesehatan untuk memberikan akses pengobatan yang berkualitas bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan akibat dampak bencana,” katanya didampingi Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy dan jajaran direksi.(*)

DWP RSUP Dr. M. Djamil Salurkan Bantuan Perlengkapan Harian dan Ibadah bagi Korban Banjir Bandang Guguak Malalo

Kepedulian terhadap sesama terus mengalir bagi masyarakat Sumatera Barat yang sedang diuji musibah alam. Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir bandang di kawasan Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (20/12).

Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Puskesmas UPT Batipuh Selatan sebagai titik koordinasi penyaluran. Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, disambut hangat oleh warga dan petugas kesehatan setempat. Dalam kunjungannya, Ny. Winanda didampingi oleh sejumlah pengurus DWP dan jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil yang turut berinteraksi langsung dengan para penyintas untuk memberikan dukungan moril.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Winanda Dovy menyampaikan rasa duka mendalam dan keprihatinan yang mendalam atas musibah hebat yang melanda wilayah tersebut. Kedatangan keluarga besar DWP RSUP Dr. M. Djamil bukan hanya sekadar menjalankan program kerja, melainkan panggilan hati untuk meringankan beban saudara-saudara yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat terjangan air bah.

Adapun bantuan yang diserahkan kali ini berupa paket perlengkapan harian dan ibadah. Pemilihan jenis bantuan ini didasari atas pertimbangan bahwa perlengkapan, seperti pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah dan lainnya, merupakan kebutuhan fundamental yang sangat dibutuhkan warga untuk tetap menjalankan kegiatan harian dan kewajiban spiritual dengan layak di tengah situasi darurat.

Ny. Winanda berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar dan menjadi sumber kekuatan batin bagi warga Guguak Malalo. “Dengan tersedianya perlengkaqpan harian dan alat ibadah yang bersih dan layak, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang, nyaman dalam menjalankan aktifitas harian serta lebih khusyuk dalam beribadah dan berdoa memohon keselamatan serta kekuatan di masa pemulihan ini,” tuturnya.

Aksi sosial ini menjadi bukti komitmen DWP RSUP Dr. M. Djamil dalam menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat. “Melalui bantuan ini, diharapkan semangat gotong royong dan rasa persaudaraan semakin kuat, sehingga beban yang dipikul oleh warga terdampak banjir bandang dapat terasa lebih ringan,” harap Ny. Winanda Dovy.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45