RSUP Dr. M. Djamil jadi Ujung Tombak Validasi Algoritma Diagnosis TBC Anak WHO

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Tim Direktorat Penanggulangan Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Ruang Rapat Direksi pada Selasa (9/12). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan Penelitian Operasional Evaluasi dan Validasi Algoritma WHO untuk Diagnosis Tuberkulosis (TBC) Anak di Indonesia.Penelitian tersebut bertujuan untuk menilai dan memvalidasi algoritma diagnosis terbaru yang dikeluarkan oleh WHO khusus untuk kasus TBC pada anak. Mengingat anak-anak adalah kelompok rentan yang seringkali sulit didiagnosis TBC-nya secara pasti.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan dan rumah sakit pendidikan utama, berkepentingan besar dalam penelitian ini. “Penelitian TBC Anak ini memiliki tujuan utama menilai algoritma diagnosis terbaru untuk Tuberkulosis Anak. Ini adalah upaya strategis untuk meningkatkan ketepatan diagnosis, mempercepat penanganan, dan pada akhirnya memperbaiki outcome pada pasien anak yang merupakan kelompok rentan. Kami ingin memastikan penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pelayanan,” tegas dr. Maliana.

Turut hadir Manajer Timker Litbang dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP dan jajaran, anggota tim peneliti dr. Riki Alkamdani, Sp.A, Subsp.Resp dan manajemen rumah sakit. Kegiatan dilanjutkan telusur ke Departemen Ilmu Kesehatan Anak.

Kegiatan Monev yang berlangsung seharian tersebut mencakup paparan progres nasional, pengecekan Case Report Form (CRF) dan dokumen klaim, peninjauan portnat dan logistik penelitian, serta penyusunan rencana tindak lanjut.

dr. Maliana berharap seluruh proses monev dapat berjalan secara objektif dan menghasilkan masukan yang relevan untuk memperkuat implementasi penelitian di lapangan.

Sementara itu, Mardawaning Hanggarjita, dari Tim Kerja TBC Kemenkes RI, menguraikan tujuan umum monitoring ini adalah untuk memantau seluruh rangkaian kegiatan penelitian operasional evaluasi dan validasi algoritma WHO untuk diagnosis TBC anak di Indonesia. Secara khusus, monev bertujuan untuk melakukan verifikasi dan validasi data penelitian operasional guna memastikan konsistensi dan kualitas data sesuai dengan protokol. Selain itu, kegiatan ini juga memantau pelaksanaan prosedur diagnostik non-invasif yang sedang diuji, yakni berupa pengambilan sampel tongue swab (usapan lidah) dan pemeriksaan LAM Urin.

Tim juga melakukan pengecekan dokumen klaim pembiayaan penelitian operasional, mengevaluasi ketersediaan dan pemanfaatan logistik penelitian, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang mungkin dihadapi selama kegiatan penelitian di lapangan. “Keberhasilan validasi algoritma ini diharapkan dapat menjadi panduan klinis yang lebih efektif, sehingga pasien anak di Indonesia dapat menerima diagnosis TBC lebih cepat dan akurat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Bantuan Obat-obatan untuk Korban Bencana dari Perhati-KL Sumbar

RSUP Dr. M. Djamil  menerima bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan untuk korban terdampak bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat. Bantuan ini diserahkan oleh Perhati-KL Cabang Sumatera Barat di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil pada Selasa (9/12).

Penyerahan bantuan tersebut diterima oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo, SE., MKes didampingi oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes. Sementara itu, dari pihak Perhati-KL Sumbar, bantuan diserahkan oleh Ketua Perhati-KL Sumbar, dr. Novialdi, Sp.THT-BKL., Subsp. LF.(K).

Luhur Joko Prasetyo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian dari Perhati-KL Sumbar. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhati-KL Sumbar atas bantuan obat-obatan ini. Bantuan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi dan solidaritas antar tenaga kesehatan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Luhur Joko Prasetyo seraya menambahkan obat-obatan yang disumbangkan akan segera didistribusikan dan digunakan untuk mendukung layanan kesehatan bagi para korban di lokasi bencana.

Diketahui, RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga secara proaktif telah mengambil langkah cepat tanggap bencana. Pihak rumah sakit telah menurunkan tim kesehatan langsung ke lokasi dampak bencana untuk memberikan pertolongan dan layanan medis.

Fokus utama penanganan saat ini adalah di wilayah yang terdampak parah, salah satunya di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Tim kesehatan RSUP Dr. M. Djamil terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang bertugas memberikan pemeriksaan, pengobatan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat di lokasi pengungsian maupun di sekitar area bencana.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes menekankan pentingnya peran rumah sakit dalam situasi darurat. “Tim kami bergerak cepat untuk memastikan korban bencana mendapatkan penanganan medis yang memadai. Bantuan obat-obatan dari Perhati-KL ini tentu sangat memperkuat logistik tim di lapangan, terutama untuk penanganan penyakit yang rentan muncul pascabencana seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan diare,” jelas dr. Maliana.

Sementara itu, Ketua Perhati-KL Sumbar dr. Novialdi, Sp.THT-BKL., Subsp. LF.(K) menyatakan inisiatif pemberian bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi profesi untuk berkontribusi aktif dalam penanggulangan bencana.

“Kami dari Perhati-KL Sumbar merasa terpanggil untuk meringankan beban korban banjir bandang. Kami berharap bantuan obat-obatan ini dapat bermanfaat optimal melalui tangan RSUP Dr. M. Djamil yang telah memiliki tim dan jalur distribusi langsung ke lokasi terdampak,” kata dr. Novialdi.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Turunkan Dokter Spesialis Bedah, Perkuat Layanan Kesehatan di Salareh Aia

RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan Kementerian Kesehatan, memperkuat respons terhadap dampak bencana alam di Kabupaten Agam. Mulai besok, Selasa (9/12/2025), rumah sakit ini akan menerjunkan Tim 3 yang dilengkapi dengan dokter spesialis bedah untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi korban terdampak bencana dan para relawan di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.Tim 3 yang bertugas selama tiga hari ke depan akan menjadi tim yang lebih lengkap.

Ketua Tim Bencana RSUP Dr. M. Djamil yang juga menjabat sebagai Ketua Komite K3RS, Katherina Welong, SKM, MARS, menjelaskan keputusan untuk menyertakan dokter spesialis bedah didasarkan pada hasil asesmen kebutuhan lapangan.

“Mulai besok hingga tiga hari ke depan, RSUP Dr. M. Djamil akan menurunkan Tim 3. Dalam tim ini akan turut bergabung dokter spesialis bedah selain dokter spesialis penyakit dalam, anak, dan kulit, serta perawat dan farmasi,” jelas Katherina Welong.

Langkah ini diambil mengingat potensi penanganan luka yang lebih kompleks di lokasi bencana. “Pihak rumah sakit telah menyiapkan instrumen set bedah minor untuk memungkinkan penanganan kasus-kasus seperti perawatan luka terbuka, tindakan debridement, atau prosedur bedah kecil lainnya dapat dilakukan secara cepat dan efektif di posko,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada hari Senin (8/12), Tim 2 tenaga kesehatan dari RSUP Dr. M. Djamil telah aktif memberikan pelayanan di tiga posko utama, yakni di Puskesmas Koto Alam, Posko SDN 05 Kayu Pasak, dan Posko Gumarang.

Layanan kesehatan yang diberikan pada hari ini telah melayani lebih dari seratus pasien di ketiga posko tersebut. Data menunjukkan keluhan pasien yang dominan meliputi hipertensi, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Sindrom dispepsia pada pasien anak, kebutuhan perawatan luka dan masalah kulit dan ditemukan juga kasus TB Paru anak.

Tingginya angka keluhan ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan pemeriksaan medis, terutama untuk kondisi yang rentan terjadi di lokasi pengungsian dan memerlukan tindak lanjut dari tenaga kesehatan spesialis.

“Melalui upaya berkelanjutan ini, RSUP Dr. M. Djamil memastikan respons kesehatan di lokasi bencana terus ditingkatkan kualitasnya, dengan penambahan layanan spesialis untuk memberikan penanganan yang optimal bagi masyarakat terdampak dan para relawan,” tegas Katherina Welong.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Implementasi Sel Punca Melalui Kunjungan Pendampingan

RSUP Dr. M. Djamil semakin menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan layanan berbasis inovasi dan penelitian, khususnya di bidang terapi sel punca dan jaringan. Keseriusan ini ditandai dengan kunjungan dari tim Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Komite Sel Punca, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ruang Rapat Direksi pada Senin (8/12).

Kunjungan  ini bertujuan memberikan pendampingan teknis kepada rumah sakit dalam rangka pengembangan layanan sel punca dan jaringan, sebuah langkah krusial menuju transformasi layanan advanced care berbasis riset.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memaparkan saat ini, RSUP Dr. M. Djamil telah memiliki Instalasi Bank Jaringan dan Sel yang terintegrasi, yang pembangunannya melalui tahapan konsultasi desain dan layout bersama BPOM. “Bank Jaringan dan Laboratorium Sel telah dilengkapi dengan sistem udara terpisah atau HVAC standar BPOM, yang menjamin fasilitas tersebut telah memenuhi standar untuk produksi sel dan jaringan,” ungkapnya.

Kunjungan pendampingan ini dihadiri oleh perwakilan tim Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan yang dipimpin oleh Sri Nuraini, S.K.M, dan anggota Komite Pengembangan Sel Punca Prof. drh. Arief Boediono, Ph.D, PAVet(K).

Dari pihak RSUP Dr. M. Djamil, turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Kepala Instalasi Bank Jaringan dan Sel dr. Benni Raymond, Sp.BRE, Subsp. KM (K), Konsultan Instalasi Bank Jaringan dan Sel Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT. Subsp. PL(K), M. Kes dan dr. Hirowati Ali, MD. PhD, serta jajaran manajemen rumah sakit. Rombongan pendampingan juga berkesempatan meninjau langsung Instalasi Bank Jaringan dan Sel serta Stem Clinic.

Bank Jaringan ini, sebut Dirut, saat ini telah mampu memproduksi amnion, bone graft, dan PRP (Platelet Rich Plasma). Produk-produk ini tidak hanya digunakan secara internal, tetapi juga oleh jejaring rumah sakit seperti RS Unand dan SPH. “Untuk amnion, kami menjadi salah satu dari dua produsen di Indonesia selain Airlangga Surabaya,” tegasnya.

Meskipun infrastruktur Bank Jaringan telah berjalan lancar, implementasi layanan di Laboratorium Sel masih menghadapi tantangan perizinan. Laboratorium Sel telah berhasil memproduksi sel punca dan sekretom, namun penerapannya pada pasien masih terkendala regulasi.

“Pendampingan telah dilakukan oleh Kemenkes dan BPOM, termasuk kunjungan lapangan. Namun, beberapa regulasi perizinan masih bersifat multitafsir, sehingga pendampingan teknis ini diperlukan agar rumah sakit memiliki kejelasan jalur implementasi,” jelas Dovy Djanas.

Untuk mengantisipasi dan memastikan kesiapan layanan, RSUP Dr. M. Djamil telah mendirikan Stem Clinic yang terintegrasi dengan layanan non-JKN sebagai wadah layanan terapi sel di masa depan. “Saat ini, terapi sel dan sekretom, khususnya di bidang ortopedi, telah diselenggarakan melalui kerja sama dengan fasilitas berizin GMP, yaitu Regenic. Kemitraan ini juga memberikan dukungan konsultasi dan pembiayaan berbasis penelitian,” sebut Dovy.

Selain itu, rumah sakit juga telah membentuk Tim Regenerative Medicine yang melibatkan lintas disiplin ilmu untuk mengembangkan layanan dan penelitian terapi sel di bidang masing-masing.

Progres pesat yang ditunjukkan RSUP Dr. M. Djamil adalah bukti kesiapan mereka untuk bertransformasi menjadi pusat layanan advanced care berbasis riset. Namun, Direktur Utama menekankan perjalanan ini tidak dapat dilakukan sendiri.
“Kami memerlukan dukungan kebijakan, standardisasi, dan harmonisasi regulasi dari Kemenkes RI agar proses perizinan, implementasi klinis, dan pengembangan layanan dapat berjalan secara aman, bertahap, dan terukur,” harapnya.

Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini dinilai sangat penting sebagai ruang penyelarasan pemahaman dan sinkronisasi kebijakan nasional. “Kami berharap pertemuan ini menghasilkan langkah strategis yang mempercepat hadirnya layanan terapi sel yang aman, legal, efektif, dan dapat diakses masyarakat,” harap Dovy Djanas.(*)

Di Tengah Hujan, Tim 1 RSUP Djamil Tuntaskan Misi Kesehatan di Empat Posko

Tim 1 Tenaga Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan kesehatan kepada korban yang terdampak bencana di Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Hingga hari ini, Minggu (7/12), tim ini telah bergerak menyasar empat lokasi untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan medis, meskipun wilayah tersebut diguyur hujan.

Di bawah guyuran hujan yang menambah tantangan operasional, pembagian tugas Tim 1 difokuskan pada empat titik pelayanan yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Yakni IGD Puskesmas Koto Alam, Posko Kayu Pasak, Posko Masjid Taqwa Muhammadiyah, dan Posko Simpang Batu Kambing. Pembagian lokasi ini bertujuan untuk mendistribusikan tenaga dan layanan secara efektif, mengingat beragamnya keluhan kesehatan yang mulai muncul di berbagai area pengungsian.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh dr. Tutty Ariani, Sp.D.V.E, Subsp.D.T., FINSDV, seorang dokter spesialis kulit yang turut bertugas dalam Tim 1, pola penyakit yang diderita korban terdampak sudah mulai bervariasi dari hari-hari awal bencana.

“Di IGD Puskesmas Koto Alam, kami mayoritas melayani pasien dengan keluhan trauma akibat dampak fisik bencana, serta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Keberadaan di Puskesmas memudahkan penanganan kasus yang memerlukan fasilitas lebih memadai,” jelas dr. Tutty.

Sementara itu, kondisi di Posko Masjid Taqwa Muhammadiyah menunjukkan peningkatan kasus ISPA yang masih menjadi perhatian utama, namun mulai disusul oleh keluhan penyakit kulit dan kasus hipertensi. Penyakit kulit seringkali muncul akibat sanitasi yang kurang optimal dan kelembaban di area pengungsian. Sedangkan peningkatan hipertensi dapat dipicu oleh stres berkepanjangan akibat bencana.

Titik layanan dengan pasien terbanyak pada hari terakhir penugasan Tim 1 berada di Posko Simpang Batu Kambing. Pada hari ini saja, tercatat sekitar 50 pasien telah dilayani di posko ini.

Pasien yang datang umumnya mengeluhkan kombinasi masalah kesehatan yang kompleks. Yaitu penyakit kulit, hipertensi, ISPA, dan sebagian besar juga melibatkan pasien anak-anak. “Anak-anak menjadi kelompok yang rentan terhadap penyakit pasca-bencana, terutama ISPA dan penyakit kulit, sehingga memerlukan perhatian ekstra dari tim medis,” ungkapnya.

Setelah berjuang selama periode yang ditetapkan, Tim 1 Tenaga Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Peduli Bencana telah usai melaksanakan tugas dan siap kembali ke Padang. Tugas mulia ini kini dilanjutkan oleh Tim 2 Tenaga Kesehatan yang telah diturunkan oleh RSUP Dr. M. Djamil secara bergiliran.

“Rotasi tim ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk memastikan bahwa layanan kesehatan tidak terputus dan tenaga medis yang bertugas tetap prima dalam melayani masyarakat yang terdampak. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemulihan pasca-bencana di Kabupaten Agam,” tegas Direktur Medik dan Keperawatan yang juga Komandan Bencana RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K). (*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Dua Penghargaan Bergengsi Nasional

RSUP Dr. M. Djamil kembali membuktikan kualitas dan komitmennya terhadap inovasi layanan kesehatan dan penelitian klinis. Dalam ajang bergengsi Health Innovation Festival (HaiFest) yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, pada Minggu (7/12), RSUP Dr. M. Djamil berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus di tingkat nasional.

CRU RSUP Dr. M. Djamil dinobatkan sebagai Juara 3 Clinical Research Unit (CRU) Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan dengan Penelitian Klinis Terbanyak dan juga RSUP Dr. M. Djamil meraih Juara 3 Program Antimicrobial Resistance (AMR) Terbaik. Kedua prestasi ini menjadi penegasan atas peran aktif rumah sakit dalam pengembangan ilmu kedokteran dan peningkatan mutu pelayanan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS kepada Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dalam acara HaiFest yang mengusung tema “Innovate, Empower, Connect – Towards A Healthier Tomorrow; Generasi Sehat, Masa Depan Hebat dengan Satu Sehat”.

Penghargaan sebagai Juara 3 CRU dengan Penelitian Klinis Terbanyak menunjukkan dedikasi RSUP Dr. M. Djamil dalam memajukan riset kesehatan di Indonesia. Unit Penelitian Klinis (CRU) di rumah sakit ini berperan sentral dalam memfasilitasi dan melaksanakan berbagai studi klinis, yang mana hasilnya sangat krusial dalam mengembangkan metode pengobatan dan perawatan yang lebih efektif bagi pasien. Tingginya jumlah penelitian yang terdaftar menegaskan RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu pusat rujukan penelitian kedokteran yang produktif.

Di sisi lain, raihan Juara 3 Program AMR Terbaik menyoroti keberhasilan rumah sakit dalam mengimplementasikan program pengendalian resistensi antimikroba secara komprehensif.

Menanggapi prestasi ini, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. “Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih atas dua penghargaan yang kami terima tahun ini,” ujar Dovy.

Ia menegaskan penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil, mulai dari para dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, hingga staf pendukung, dalam memberikan yang terbaik. “Baik dalam pelayanan pasien maupun dalam kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Prestasi ini, tegasnya, tidak akan membuat rumah sakit berpuas diri, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas di segala aspek, sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan transformasi kesehatan. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat peran kami sebagai pusat rujukan, dan terutama dalam meningkatkan penelitian klinis dan program pengendalian infeksi,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terobos Medan Berat Salareh Aia, Layanan Medis Jangkau Korban Bencana

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap korban terdampak bencana di Kabupaten Agam dengan aksi kemanusiaan ke dua wilayah terdampak. Dimulai sejak Sabtu (6/12), pelayanan kesehatan ini difokuskan di Nagari Salareh Air Timur dan Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, daerah yang terdampak parah dan sulit dijangkau.

Tim kesehatan yang diberangkatkan oleh RSUP Dr. M. Djamil terdiri dari 14 tenaga kesehatan. Mereka meliputi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kulit, perawat, dan tim farmasi. Seluruh personel ini bergerak cepat untuk menjangkau lokasi-lokasi pelayanan.

Pada hari pertama, tim ini fokus memberikan layanan di beberapa titik, termasuk Puskesmas Koto Alam, Jorong Kayu Pasak dan Jorong Subarang Aia Nagari Salareh Air Timur, dan Jorong Tantaman di Nagari Tigo Koto Silungkang.

Dedikasi tinggi para tenaga kesehatan ini terbukti dari upaya mereka menaklukkan medan yang menantang. Jauhnya jarak dan kondisi jalan pasca-bencana mengharuskan tim menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, hingga mobil ambulans RSUP Dr. M. Djamil. Upaya ini menunjukkan dedikasi tinggi para tenaga kesehatan dalam memastikan bantuan medis sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran tim kesehatan RSUP Dr. M. Djamil disambut dengan antusiasme oleh para korban terdampak. Mereka berbondong-bondong datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan yang mungkin terabaikan di tengah suasana pasca-bencana.

Dari hasil pemeriksaan klinis yang dilakukan tim dokter, terungkap mayoritas korban terdampak menderita sejumlah keluhan kesehatan umum yang terjadi pasca bencana. Penyakit yang paling banyak dijumpai dan langsung ditangani mencakup hipertensi yang dipicu oleh stres akut dan ketidakstabilan emosi, dispepsia atau gangguan pencernaan yang seringkali disebabkan oleh perubahan pola makan dan sanitasi. Kemudian keluhan kulit akibat paparan air kotor dan lingkungan yang lembap, luka-luka serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebabkan oleh perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang higienis.

Setelah pemeriksaan menyeluruh, para korban langsung mendapatkan penanganan medis dan diberikan obat-obatan yang sesuai dengan diagnosis masing-masing, memastikan keluhan mereka tertangani dengan baik.

Direktur Medik dan Keperawatan yang juga Komandan Bencana RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menegaskan pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial rumah sakit kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

“Sebagai institusi layanan kesehatan rujukan, kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, terutama di daerah yang aksesnya sulit. Kami akan secara bergiliran menurunkan tim kesehatan ke Nagari Salareh Air Timur dan Tigo Koto Silungkang, untuk memastikan pelayanan medis berkelanjutan,” ujarnya didampingi Ketua K3RS yang juga Ketua Bencana Katherina Welong, SKM, MARS.

Komitmen ini tidak hanya sehari, melainkan akan berlangsung beberapa hari ke depan. “Pergantian tim secara berkala diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan dan memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan perhatian medis yang optimal,” ucap Bestari.

Pada kesempatan itu, Direktur Medik dan Keperawatan juga menerima bantuan dari PP Perhati-KL berupa obat-obatan dan sembako.

Inisiatif dari RSUP Dr. M. Djamil ini juga mendapat apresiasi dari Pemkab Agam. Kepala Dinas Kesehatan Agam, dr. Hendri Rusdian M.Kes, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada RSUP Dr. M. Djamil yang telah mengerahkan tim spesialis dan perawatnya ke wilayah kami yang terdampak parah. Bantuan ini meringankan beban masyarakat dan Dinas Kesehatan Agam dalam fase pemulihan pasca-bencana,” tutur dr. Hendri.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terjunkan Tim Kesehatan ke Nagari Palembayan Agam

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat. Tidak hanya berfokus pada penanganan internal dan bantuan logistik, hari ini, Jumat (5/12), RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah nyata dengan memberangkatkan tim kesehatan untuk melakukan pengabdian masyarakat di salah satu wilayah terdampak paling parah, yakni Nagari Palembayan, Kabupaten Agam.

Pelepasan tim kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi jajaran Direksi lainnya, yang berlangsung di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Tim yang diberangkatkan merupakan gabungan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis (Kulit, Anak, dan Penyakit Dalam), perawat yang berpengalaman dalam penanganan bencana, dan tenaga farmasi. Mereka ditugaskan untuk memberikan pelayanan medis kepada para korban bencana di posko kesehatan Nagari Palembayan.

Rencananya, tim ini akan bertugas selama tiga hari, mulai dari hari Jumat (5/12) hingga Minggu (7/12). Fokus pelayanan akan mencakup penanganan penyakit-penyakit yang umum terjadi pasca-banjir, seperti infeksi kulit, diare, ISPA, serta memberikan dukungan psikososial awal bagi masyarakat yang mengalami trauma.

Aksi cepat tanggap ini menambah daftar panjang kontribusi RSUP Dr. M. Djamil dalam merespons bencana, setelah sebelumnya juga aktif menyalurkan bantuan kepada ratusan pegawainya yang terdampak serta meninjau langsung posko pengungsian di Kota Padang. Langkah ini menegaskan peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai pilar utama kesehatan di Sumbar yang selalu siaga dalam situasi darurat.

Saat memberikan arahan pelepasan, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pengiriman tim kesehatan ini adalah manifestasi konkret dari tanggung jawab sosial dan empati yang dimiliki oleh keluarga besar rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

“Hari ini, kita kembali membuktikan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya melayani di dalam gedung, tetapi juga hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran tim kita di Palembayan, salah satu nagari yang paling terdampak, adalah wujud nyata dari komitmen kita sebagai institusi kesehatan rujukan utama untuk ikut dalam tanggap darurat dan pemulihan kesehatan pasca-bencana,” tegas Dovy.

Ia juga menekankan pentingnya peran tim dalam memberikan pelayanan terbaik, mengingat kondisi pasca-bencana yang seringkali memunculkan berbagai masalah kesehatan lanjutan.

“Saudara-saudara kita di Palembayan membutuhkan uluran tangan dan penanganan medis cepat. Kepada seluruh anggota tim, saya berpesan untuk menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi, hati yang tulus, dan penuh empati. Fokuslah pada penanganan kesehatan yang krusial, berkoordinasi baik dengan posko setempat, dan pastikan setiap korban mendapatkan pelayanan yang layak. Semoga Allah SWT memudahkan tugas mulia kita ini,” harap Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan TILK Kemenkes RI untuk Monev Telemedisin

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Tim Terapi Inovatif dan Layanan Kesehatan (TILK) Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Jumat (5/12). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini bertujuan untuk monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pelayanan telemedisin yang telah diimplementasikan oleh rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

Rombongan Tim TILK Kemenkes RI dipimpin oleh dr. Yayan Gusman, AAAK disambut oleh Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut manajemen rumah sakit serta Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan, drg. Das Endresva Dewi.Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menegaskan posisi strategis telemedisin dalam skema transformasi layanan kesehatan nasional.

“Telemedicine bukan sekadar tren teknologi, tetapi merupakan bagian strategis dari transformasi layanan kesehatan. Ia tidak hanya memperluas akses bagi masyarakat yang jauh, tetapi juga memiliki peran krusial dalam meningkatkan mutu komunikasi klinis, mempercepat proses rujukan, dan penanganan pasien,” ujar Dovy Djanas.I

Ia juga menyoroti manfaat telemedisin dalam meningkatkan mutu dan efisiensi layanan, terutama bagi daerah-daerah yang menghadapi keterbatasan sumber daya medis. Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di wilayahnya, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mengembangkan layanan ini.

“Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan ini, baik dari sisi infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia (SDM), maupun pemenuhan standar dan regulasi yang ditetapkan,” tegasnya.

Ia menekankan kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan telemedisin di RSUP Dr. M. Djamil. “Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kita berharap dapat melihat sejauh mana implementasi berjalan, mengenali hambatan di lapangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang konkret dan berkesinambungan,” tambah Dovy Djanas.

Ia menekankan pihak rumah sakit menyatakan komitmen untuk mendukung optimalisasi layanan telemedisin, yang mencakup kesiapan SDM yang kompeten, infrastruktur teknologi yang memadai, dan kepatuhan terhadap standar layanan. “Hal ini penting untuk memperkuat jejaring rujukan kesehatan di Sumatera Barat secara keseluruhan,” harapnya.

Pada sesi selanjutnya, Ketua Rombongan Tim TILK Kemenkes RI, dr. Yayan Gusman, AAAK, memaparkan sekaligus melakukan ujicoba aplikasi Komen (Konsultasi Medis Online). Uji coba ini menjadi bagian integral dari Monev untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem telemedisin yang digunakan oleh rumah sakit sejalan dengan kebijakan dan kebutuhan layanan rujukan nasional.(*)

Pohon Harapan Pasien Warnai Hari Disabilitas Internasional di RSUP Dr. M. Djamil

Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. M. Djamil menggelar kegiatan yang menyentuh dan inspiratif, Pohon Harapan Pasien. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat (5/12) dan melibatkan sejumlah pasien rehabilitasi, termasuk pasien stroke dan penyakit lainnya, untuk berbagi mimpi, doa, serta strategi mencapai pemulihan yang menyeluruh.

Para pasien diajak untuk menuangkan isi hati dan cita-cita mereka pada secarik kertas, yang kemudian ditempelkan pada “Pohon Harapan” yang telah disediakan. Aksi simbolik ini menjadi manifestasi dari semangat untuk terus berjuang dan tidak kehilangan asa di tengah proses pemulihan.

Dalam sambutannya, Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. M. Djamil, dr. Riri Prima Yolanda, Sp.KFR, Ped.(K). menekankan peringatan Hari Disabilitas Internasional bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat penting bagi semua pihak untuk terus memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak penyandang disabilitas.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, pulih, dan berdaya. Di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. M. Djamil, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pada kekuatan mental dan sosial pasien,” ujar dr. Riri.

Ia juga menegaskan kegiatan Pohon Harapan merupakan bagian integral dan penting dari proses rehabilitasi yang dijalani pasien. “Kegiatan hari ini adalah simbol bahwa proses rehabilitasi bukan sekadar terapi medis, melainkan perjalanan untuk kembali menemukan harapan, semangat, dan percaya diri untuk melanjutkan kehidupan. Kami ingin pasien kami melihat masa depan yang cerah dan yakin bahwa mereka mampu mencapainya,” tambahnya.

Sementara itu, Zakiyatul Mawaddah, S.Tr.Sos, pekerja sosial RSUP Dr. M. Djamil menjelaskan kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membantu pasien membangun kembali kepercayaan diri dan semangat hidup yang mungkin sempat meredup akibat kondisi kesehatan mereka.

“Sebagai pekerja sosial di Instalasi Rehabilitasi Medik, kami mendampingi pasien bukan hanya dalam proses pemulihan fisik, tetapi juga saat mereka merasa kehilangan semangat dan harapan. Kami hadir sebagai pendukung psikososial,” jelas Zakiyatul.

Melalui pendekatan yang humanis, Pohon Harapan menjadi medium bagi pasien untuk mengungkapkan sisi emosional dan psikologis mereka yang kerap terabaikan. Pasien diajak secara aktif untuk menuliskan mimpi, doa, dan tujuan hidup mereka, menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pemulihan psikososial.

“Melalui kegiatan Pohon Harapan ini, kami mengajak pasien menuliskan mimpi, doa, dan tujuan hidup mereka. Ini adalah cara sederhana namun kuat untuk mengingatkan bahwa mereka masih punya masa depan yang bisa diperjuangkan, terlepas dari tantangan fisik yang mereka hadapi saat ini,” lanjut Zakiyatul.

Ia berharap melalui kegiatan ini, pasien bisa kembali percaya pada dirinya, lebih kuat secara mental, dan lebih siap melanjutkan hidup setelah proses rehabilitasi. “Kami ingin mereka pulang bukan hanya dengan kondisi fisik yang lebih baik, tapi juga dengan harapan yang kembali tumbuh. Mereka harus kembali ke masyarakat sebagai individu yang berdaya,” harapnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45