Manajemen RSUP Dr. M. Djamil Tinjau Kesiapan Posko Layanan Kesehatan Selama Libur Idul Fitri

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada Selasa (17/3), Direktur Medik dan Keperawatan  Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) bersama Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS meninjau langsung kesiapan posko pelayanan poliklinik rawat jalan yang disiapkan di ruang transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas, sarana pendukung, serta kesiapan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya telah siap sebelum posko pelayanan mulai beroperasi. Posko tersebut disiapkan sebagai bentuk komitmen rumah sakit agar masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan meskipun berada dalam masa libur panjang Lebaran.

Posko pelayanan poliklinik rawat jalan dijadwalkan buka pada 18, 19, 20, 23 dan 24 Maret 2026 dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 14.00. Selama hari pelayanan tersebut, sejumlah poliklinik tetap beroperasi untuk melayani pasien. Sementara itu, pelayanan Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut tetap dibuka selama 24 jam untuk menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan.

“Pembukaan posko pelayanan ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama periode cuti dan libur Idul Fitri,” kata Direktur Medik dan Keperawatan  Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Ia menjelaskan beberapa layanan poliklinik tetap dihadirkan karena merupakan layanan yang paling banyak dibutuhkan pasien, terutama untuk kontrol lanjutan maupun pemeriksaan yang tidak dapat ditunda terlalu lama.

“Melalui posko pelayanan ini kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan selama masa libur Idul Fitri. Oleh karena itu kami menyiapkan beberapa poliklinik prioritas serta memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas siap memberikan pelayanan,” ujarnya.

Bestari menambahkan peninjauan yang dilakukan bertujuan memastikan kesiapan dari berbagai aspek. Mulai dari fasilitas ruangan, alur pelayanan pasien hingga kesiapan sumber daya manusia yang akan bertugas selama posko pelayanan berlangsung.

“Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan harus tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, termasuk pada saat periode libur panjang. Dengan adanya posko pelayanan tersebut diharapkan pasien yang membutuhkan layanan rawat jalan tetap dapat terlayani dengan baik tanpa harus menunggu hingga aktivitas pelayanan kembali normal,” harapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang telah disiapkan sesuai kebutuhan serta mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku agar proses pemeriksaan dapat berjalan lancar. “Dengan berbagai persiapan tersebut, manajemen RSUP Dr. M. Djamil berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa cuti dan libur Hari Raya Idul Fitri tetap terjaga dan berjalan optimal,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lantik Pejabat Fungsional Kesehatan untuk Perkuat Pelayanan

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat barisan tenaga profesional guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pada Senin (16/3), rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi sejumlah pejabat fungsional kesehatan di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut disaksikan jajaran direksi dan manajemen.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. “Jabatan yang diemban merupakan amanah besar dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Dirut.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni administratif, tetapi juga bentuk penguatan komitmen moral untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Pejabat fungsional kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan di rumah sakit. “Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik diharapkan terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Ia juga menilai tantangan dunia kesehatan ke depan semakin kompleks, sehingga tenaga kesehatan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis yang terus berkembang. “Pejabat fungsional harus mampu menghadirkan inovasi dalam pelayanan. Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan agar pelayanan kesehatan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain kompetensi teknis, Dr. Dovy juga menekankan pentingnya empati dan komunikasi yang baik kepada pasien maupun keluarga pasien. Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan moral kepada pasien. “Sumpah jabatan yang diucapkan merupakan komitmen tidak hanya kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa serta masyarakat yang dilayani. Jaga integritas, patuhi standar operasional prosedur, dan junjung tinggi kode etik profesi dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil untuk memperkuat kolaborasi dan membangun budaya kerja yang harmonis. “Transformasi kesehatan yang tengah didorong oleh Kementerian Kesehatan hanya dapat terwujud apabila seluruh sumber daya manusia di rumah sakit bergerak dalam satu visi yang sama, yakni mengutamakan keselamatan pasien,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Buka Pelayanan Kesehatan Selama Cuti Bersama Idul Fitri

Pelayanan kesehatan yang tetap optimal selama masa libur Idul Fitri menjadi prioritas bagi RSUP Dr. M. Djamil. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada dalam periode libur dan cuti bersama Lebaran.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik selama momentum Idul Fitri. “Periode Lebaran sering diiringi dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, mobilitas perjalanan, serta perubahan pola makan dan istirahat yang berpotensi memunculkan berbagai keluhan kesehatan,” kata Dirut kepada wartawan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (13/3).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan manajemen.

Dovy Djanas mengatakan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab rumah sakit dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan terpercaya, terutama pada momen penting seperti Idul Fitri.

“Seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan telah melakukan berbagai persiapan agar pelayanan selama masa libur tetap berjalan optimal. Penjadwalan tenaga medis, kesiapan fasilitas penunjang, serta koordinasi antarunit pelayanan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ungkapnya.

Menurutnya, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berfokus pada kesiapan layanan kegawatdaruratan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar yang dibutuhkan selama libur Lebaran. “Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan tetap dapat dilayani dengan baik,” sebut Dovy.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, RSUP Dr. M. Djamil tetap membuka pelayanan poliklinik rawat jalan selama periode libur dan cuti bersama Lebaran pada tanggal 18, 19, 20, 23, dan 24 Maret 2026. Pelayanan ini dilaksanakan di ruang transit Instalasi Gawat Darurat dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan selama masa libur.

Selain itu, layanan Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M. Djamil tetap beroperasi selama 24 jam. “Pelayanan ini disiagakan untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera, baik bagi masyarakat Kota Padang maupun daerah sekitar yang menjadikan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan,” tuturnya.

Direktur Utama juga menegaskan kesiapan layanan selama libur Idul Fitri didukung oleh tenaga kesehatan yang tetap siaga. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, hingga tenaga penunjang lainnya. Seluruh unit pelayanan di rumah sakit telah melakukan pengaturan jadwal kerja serta koordinasi lintas unit guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi dari sisi kesehatan selama merayakan Idul Fitri. RSUP Dr. M. Djamil akan selalu siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Dovy Djanas.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama perayaan Lebaran dengan memperhatikan pola makan, menjaga keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Melalui kesiapan ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap masyarakat dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman. Komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan selama Idul Fitri menjadi wujud nyata kehadiran rumah sakit sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan, bahkan di tengah suasana perayaan hari besar keagamaan,” tukas Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Resmi Jadi RSPPU, Siap Kembangkan Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi

RSUP Dr. M. Djamil akhirnya resmi ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan utama (RSPPU). Penetapan tersebut dilakukan pada Jumat (13/3) berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/102/2026. Dengan status tersebut, RSUP Dr. M. Djamil berwenang menyelenggarakan program pendidikan tinggi kedokteran untuk jenjang spesialis dan subspesialis. Salah satu program yang akan dikembangkan adalah pendidikan dokter spesialis radiologi.

Surat keputusan penetapan tersebut diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua usai kegiatan exit meeting visitasi lapangan yang dilakukan oleh tim Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kolegium Radiologi Indonesia.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengungkapkan rasa syukur atas penetapan tersebut. Dalam perkembangan pelayanan kesehatan modern saat ini, radiologi memiliki peran yang semakin strategis dan tidak terpisahkan dari sistem pelayanan medis.

“Kemajuan teknologi pencitraan medis telah menjadikan radiologi sebagai salah satu komponen penting dalam proses diagnosis penyakit, perencanaan terapi, hingga evaluasi hasil pengobatan pasien. Bahkan dalam berbagai program prioritas nasional seperti penanganan penyakit jantung, stroke, kanker, dan trauma, radiologi menjadi elemen penting dalam membantu tenaga medis mengambil keputusan yang cepat dan tepat demi keselamatan pasien,” tuturnya.

Menurutnya, radiologi kini tidak lagi sekadar layanan penunjang, tetapi telah menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan klinis di berbagai bidang medis. “Sejalan dengan perkembangan tersebut, layanan radiologi di RSUP Dr. M. Djamil juga terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah pemeriksaan radiologi, berkembangnya jenis layanan diagnostik berbasis pencitraan, serta semakin lengkapnya fasilitas radiologi yang dimiliki rumah sakit,” ucapnya.

Selain penguatan fasilitas dan teknologi, rumah sakit juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang radiologi. Departemen Radiologi secara konsisten meningkatkan kompetensi dokter spesialis radiologi, radiografer, serta tenaga kesehatan lainnya melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Dari tim visitasi hadir perwakilan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, yaitu drg. Christiana ENH, M.Kes, drg. Rima Kuraisina, MARS dan Rachmi Oktoandissa, SH. Sementara dari Kolegium Radiologi Indonesia hadir dr. Vonny N. Tubagus, Sp.Rad., Subsp. RI(K).

Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta tingginya volume kasus sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya, Departemen Radiologi RSUP Dr. M. Djamil dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai wahana pendidikan dokter spesialis radiologi yang berkualitas.

Manajemen rumah sakit juga berharap melalui visitasi tersebut dapat memperoleh arahan dan masukan dari tim asesor terkait kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan program pendidikan radiologi. Pengembangan program tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pendidikan kedokteran di Indonesia sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis radiologi, khususnya di wilayah Sumatera yang masih membutuhkan pemerataan tenaga spesialis.

Ketua Tim Visitasi, drg. Rima Kuraisina, MARS, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan selamat atas penetapan RSUP Dr. M. Djamil sebagai RSPPU. Hasil visitasi menunjukkan berbagai komponen penting yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan telah dipersiapkan dengan baik oleh rumah sakit.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi wahana pendidikan dokter spesialis radiologi. Kami melihat kesiapan dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, serta komitmen manajemen rumah sakit dalam mendukung program pendidikan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menjelaskan setelah penetapan sebagai RSPPU, rumah sakit masih akan melalui beberapa tahapan perizinan lanjutan sebelum program pendidikan dapat berjalan secara penuh. “Kami berharap proses lanjutan ini dapat berjalan dengan baik sehingga program pendidikan dokter spesialis radiologi nantinya benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian visitasi diawali dengan pemaparan profil serta kesiapan rumah sakit sebagai penyelenggara program pendidikan oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan berbagai aspek pengembangan Instalasi Radiologi, Radioterapi, dan Radionuklir yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung program pendidikan dokter spesialis radiologi.

Selanjutnya tim visitasi melakukan sesi wawancara dengan jajaran direksi serta tim dari Departemen Radiologi untuk menggali lebih jauh kesiapan rumah sakit dari sisi akademik, pelayanan, hingga manajemen pendidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Instalasi Radiologi, Radioterapi, dan Radionuklir guna melihat secara langsung fasilitas, alur pelayanan, serta sarana penunjang yang akan digunakan dalam penyelenggaraan program pendidikan tersebut.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Pastikan Layanan Diagnostik Berjalan Optimal

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kegiatan telusur ke Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) rumah sakit tersebut pada Kamis (12/3). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya manajemen untuk memastikan seluruh layanan diagnostik berjalan optimal serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama didampingi sejumlah jajaran manajemen dan tim terkait. Mereka meninjau langsung berbagai unit layanan di Instalasi Diagnostik Terpadu yang berperan penting dalam mendukung proses penegakan diagnosis pasien. Mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga penggunaan berbagai peralatan penunjang medis.

Saat melakukan telusur, Dovy Djanas menyempatkan diri mengecek secara langsung kondisi sejumlah peralatan medis yang digunakan di instalasi tersebut. Ia berdialog dengan Kepala IDT dr. Vesri Yoga, Sp.PD, K-GEH, MARS, FINASIM, yang bertugas guna mendapatkan gambaran langsung mengenai operasional pelayanan sehari-hari, termasuk kesiapan alat, prosedur kerja, serta alur pelayanan pasien.

“Kegiatan telusur merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan mutu pelayanan rumah sakit tetap terjaga. Melalui kegiatan ini, manajemen dapat melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan setiap unit bekerja sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan,” kata Direktur Utama.

Ia mengatakan Instalasi Diagnostik Terpadu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan medis di rumah sakit, karena hasil pemeriksaan diagnostik menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan tindakan medis yang tepat bagi pasien. “Oleh karena itu, ketersediaan alat yang baik, sistem kerja yang efektif, serta sumber daya manusia yang kompeten menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pihak manajemen berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap fasilitas pelayanan rumah sakit. “Hal tersebut dilakukan agar setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan dengan maksimal, aman, dan berkualitas,” ucapnya.

Kegiatan telusur ini, kata Dirut, diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara manajemen rumah sakit dengan unit pelayanan, sekaligus memastikan setiap fasilitas penunjang medis berada dalam kondisi siap digunakan. “Dengan demikian, pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil dapat terus ditingkatkan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M Djamil Tebar Kepedulian dengan Santuni 62 Anak Yatim

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada keluarga besar rumah sakit. Pada Kamis (12/3), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut menyerahkan santunan kepada 62 anak yatim yang merupakan anak dari pegawai RSUP Dr. M. Djamil. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus menumbuhkan nilai kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kerja.

Santunan tersebut diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil Ny. Winanda Dovy serta pengurus DWP. Penyerahan santunan berlangsung dengan penuh kehangatan, di mana anak-anak yatim hadir didampingi orang tua atau wali mereka.

Sejak awal acara, suasana haru dan kebahagiaan tampak menyelimuti kegiatan tersebut. Raut wajah ceria dan penuh syukur terlihat dari anak-anak yang menerima santunan. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dipandu oleh Tim Rohani RSUP Dr. M. Djamil. Sebagaimana diketahui, santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim tersebut merupakan hasil wakaf dan sedekah dari para civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim dari keluarga pegawai rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan bahwa kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar rumah sakit terhadap sesama. “Kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar rumah sakit. Semangat berbagi ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil,” ujarnya.

Menurutnya, santunan yang diberikan bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil kepada anak-anak yatim. “Kami berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima,” harapnya.

Ia juga menambahkan kegiatan ini memiliki makna yang semakin istimewa karena dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. “Menjelang Idul Fitri, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil. Semoga santunan ini dapat membantu dan menambah kebahagiaan mereka dalam menyambut hari kemenangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Dirut berharap dapat terus mempererat hubungan dan rasa kekeluargaan di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan di lingkungan kerja. “Kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi untuk saling membantu serta berbagi kebaikan, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 di Ruang Rawat Hemodialisa Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT), Kamis (12/3). Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal sekaligus memperkuat komitmen pelayanan bagi pasien penyakit ginjal.

Tahun ini, Hari Ginjal Sedunia mengusung tema “Kesehatan Ginjal untuk Semua – Merawat Manusia, Melindungi Planet.” Tema tersebut menekankan pentingnya akses layanan kesehatan ginjal yang merata, sekaligus mendorong praktik layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan peringatan Hari Ginjal Sedunia menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan membutuhkan perhatian serius dari masyarakat maupun tenaga kesehatan. Rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat itu terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien penyakit ginjal, termasuk layanan hemodialisa yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Peringatan Hari Ginjal Sedunia ini menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan ginjal adalah bagian penting dari kualitas hidup masyarakat. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan akses layanan hemodialisa, serta mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini,” ujar Dovy.

Ia juga menambahkan upaya menjaga kesehatan ginjal tidak hanya berkaitan dengan aspek pengobatan. “Tetapi juga pencegahan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang menjadi faktor risiko utama gangguan ginjal,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil didampingi Kepala Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) dr. Vesri Yoga, Sp.PD,  K-GEH, MARS, FINASIM menyerahkan goodybag kepada pasien yang sedang menjalani hemodialisa di ruang rawat IDT sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada para pasien.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat ketika para pasien menerima bingkisan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi pasien yang secara rutin menjalani terapi hemodialisa, sekaligus memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien.

Kepala IDT dr. Vesri Yoga menjelaskan layanan hemodialisa di RSUP Dr. M. Djamil terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasien penyakit ginjal kronis di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya. Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten serta fasilitas yang terus ditingkatkan, rumah sakit berupaya memastikan pasien mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

“Peringatan Hari Ginjal Sedunia di RSUP Dr. M. Djamil juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi ginjal. Melalui edukasi dan pelayanan yang berkesinambungan, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk melakukan deteksi dini serta menjaga gaya hidup sehat demi mencegah penyakit ginjal kronis,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar On The Job Training Guna Perkuat Pelaporan Kasus ILI SARI

RSUP Dr. M. Djamil menggelar On The Job Training Surveilans Sentinel ILI-SARI terintegrasi COVID-19 sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (11/3). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan surveilans penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

“Upaya penguatan surveilans menjadi sangat penting karena penyakit infeksi saluran pernapasan merupakan salah satu kelompok penyakit yang memiliki potensi penyebaran yang cepat serta dapat menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang luas. Keberadaan sistem surveilans yang kuat akan membantu tenaga kesehatan dan pemerintah dalam mendeteksi potensi ancaman penyakit sejak dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat menberikan sambutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri mewakili Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Frides Susanty bersama tim, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sumatera Barat Eka Fitria, SKM, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Padang Eva Westari, SKM., M.I.Kom dan Filda Nery, SKM.

Ia juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan surveilans yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat. Beberapa di antaranya mencakup kualitas pelaporan, pencatatan kasus, pengelolaan spesimen, hingga mekanisme pengambilan, pengepakan, dan pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan.

“Karena itu, pelaksanaan On The Job Training ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan bahwa seluruh proses surveilans berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” harapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Barat, tutur Dirut, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Tetapi juga berperan dalam mendukung sistem kewaspadaan dini dan respons terhadap penyakit menular melalui penguatan jejaring surveilans.

“Rumah sakit memiliki peran penting dalam mendeteksi kasus SARI, melakukan pengambilan spesimen yang berkualitas, serta memastikan bahwa data epidemiologi yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat oleh pemerintah,” ucapnya.

Direktur Utama menegaskan kegiatan pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem surveilans yang lebih kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman penyakit menular di masa mendatang. “Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta laboratorium rujukan menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap potensi ancaman penyakit menular dapat dideteksi secara dini dan ditangani secara efektif,” tutur Dirut,

Sementara itu, mewakili Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Frides Susanty, M.Epid menyampaikan penguatan surveilans sentinel ILI-SARI merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan sistem deteksi dini penyakit infeksi saluran pernapasan di Indonesia. “Sistem surveilans sentinel memungkinkan tenaga kesehatan untuk memantau pola penyebaran penyakit secara lebih terstruktur, termasuk dalam mengidentifikasi potensi munculnya wabah baru yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, rumah sakit yang menjadi bagian dari jejaring surveilans sentinel memiliki peran penting dalam memastikan kualitas data epidemiologi yang dikumpulkan. Mulai dari proses identifikasi kasus, pencatatan data, hingga pengelolaan spesimen.

“Melalui pelaksanaan On The Job Training ini, diharapkan seluruh petugas yang terlibat dapat memahami standar operasional dalam pelaksanaan surveilans, sehingga sistem pemantauan penyakit menular di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman kesehatan masyarakat,” tukas dr. Frides. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Dorong Transformasi Rekam Medis Digital

Direksi RSUP Dr. M. Djamil kembali melakukan telusur ke sejumlah unit layanan rumah sakit pada Senin (10/3). Kegiatan telusur ini sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pelayanan serta memastikan setiap proses pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kegiatan telusur dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan diikuti Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Dalam kegiatan tersebut, keduanya meninjau berbagai unit layanan untuk melihat langsung proses pelayanan serta berdialog dengan pegawai di lapangan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama manajemen melakukan telusur ke Ruang Rawat Inap Bedah. Dalam telusur tersebut, Direktur Utama juga mendorong percepatan penerapan rekam medis digital sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan di rumah sakit.

“Rekam medis digital sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pencatatan hingga penelusuran riwayat medis pasien dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan aman,” ujar Dr. Dovy Djanas saat melakukan telusur.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS melakukan telusur ke beberapa unit penunjang pelayanan, di antaranya unit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Laundry, serta Instalasi Pemulasaraan Jenazah.

Telusur tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan optimal, mulai dari sistem informasi rumah sakit, pengelolaan sterilisasi alat kesehatan, hingga pengelolaan linen rumah sakit dan pelayanan pemulasaraan jenazah yang merupakan bagian penting dari layanan rumah sakit secara menyeluruh.

Dalam kunjungannya, drg. Ade Palupi Muchtar juga berdialog langsung dengan petugas di setiap unit untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi serta memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kegiatan telusur direksi merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk memastikan pelayanan di seluruh unit rumah sakit berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, manajemen rumah sakit dapat segera mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki maupun ditingkatkan.

“Kegiatan telusur ini penting untuk memastikan setiap unit pelayanan bekerja sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung masukan dari petugas di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat terus dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. “Melalui kegiatan telusur direksi ini, diharapkan koordinasi antarunit semakin kuat serta berbagai inovasi dalam pelayanan dapat terus dikembangkan guna memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” harap Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan HKFM Padang Dorong Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi

Menghadapi tantangan global terkait tingginya angka kelainan bawaan pada bayi, RSUP Dr. M. Djamil bersama Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM) Padang menggelar webinar hibrid dalam rangka memperingati World Birth Defect Day 2026. Mengusung tema “Early detection of neural tube defects: integrating ultrasound and maternal biomarkers screening”, kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem deteksi dini melalui integrasi teknologi ultrasonografi dan pemeriksaan biomarker maternal bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

“Kelainan bawaan atau birth defects masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Berdasar data global, sekitar tiga hingga enam persen bayi di seluruh dunia lahir dengan kelainan bawaan. Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap angka kematian neonatal, disabilitas jangka panjang, serta menambah beban kesehatan masyarakat secara luas,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. dr. Defrin, Sp.OG, Subsp. KFM membahas tentang Peran Asam Folat dalam Mencegah Kelainan Bawaan dan dr. Nelvianti Nelson, Sp.OG, Subsp. KFM membahas tentang Deteksi Dini Neural Tube Deffect: Mulai dari USG hingga Pemeriksaan Modern Masa Kini dan dimoderatori dr. Eko Apriandhi, Sp.OG.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Departemen Obgin Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE, Ketua Departemen Ibu dan Anak Dr. dr. Roza Sri Yanti, Sp.OG, Subsp.KFM, Dr. dr. Vaulinne Basyir, Sp.OG,   Subsp.KF,  Manajer Diklat, Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Dr. Ns. Alfitri, S.Kep, M.Kep, Sp.MB, FISQua, CHAE dan peserta webinar.

Ia menjelaskan kelainan bawaan dapat dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Beberapa di antaranya kelainan genetik, faktor lingkungan, gangguan nutrisi pada masa perikonsepsi, serta interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan selama proses perkembangan embrio dan janin. “Oleh karena itu, pendekatan terhadap masalah kelainan bawaan tidak hanya berfokus pada aspek terapi atau pengobatan, tetapi juga menekankan pentingnya langkah pencegahan serta deteksi sejak dini selama masa kehamilan,” ungkap dokter subspesialis fetomaternal ini.

Ia menekankan momentum World Birth Defect Day yang diperingati setiap tahun menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk terus meningkatkan kesadaran, edukasi, serta aksi kolaboratif dalam upaya menurunkan angka kelainan bawaan melalui pendekatan ilmiah dan berbasis bukti. “Upaya tersebut memerlukan sinergi antara tenaga kesehatan, institusi pelayanan kesehatan, organisasi profesi, serta masyarakat,” sebut Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Padang ini.

Salah satu contoh kelainan bawaan yang menjadi perhatian utama adalah Neural Tube Defects atau kelainan pada tabung saraf yang merupakan kelainan kongenital serius pada sistem saraf pusat. “Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplementasi asam folat pada masa prakonsepsi hingga awal kehamilan terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya kelainan tersebut secara signifikan. Hal ini menunjukkan intervensi sederhana yang dilakukan sejak sebelum kehamilan dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan janin,” tegasnya.

Selain upaya pencegahan melalui perbaikan nutrisi, perkembangan teknologi kedokteran juga memberikan peluang besar dalam melakukan deteksi dini terhadap kelainan bawaan. “Pemeriksaan ultrasonografi prenatal serta skrining biomarker maternal kini menjadi bagian penting dalam upaya identifikasi risiko kelainan sejak awal kehamilan. Dengan deteksi yang lebih cepat dan akurat, tenaga kesehatan dapat merencanakan penatalaksanaan yang lebih optimal bagi ibu maupun janin,” tuturnya.

Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan janin. “Rumah sakit ini juga memperkuat upaya deteksi dini terhadap kelainan bawaan serta mendorong pengembangan ilmu kedokteran fetomaternal melalui integrasi antara pelayanan klinis, pendidikan, dan penelitian,” ujarnya.

Ia menjelaskan peran organisasi profesi seperti Himpunan Kedokteran Fetomaternal juga dinilai sangat strategis dalam mendorong pengembangan ilmu fetomaternal di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan skrining prenatal, diagnosis dini, serta memberikan konseling yang tepat kepada pasien dan keluarga.

Melalui kegiatan webinar ilmiah ini diharapkan para tenaga kesehatan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan kehamilan. “Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat program pencegahan kelainan bawaan serta meningkatkan kualitas layanan deteksi dini dan penatalaksanaan kelainan kongenital di Indonesia,” harapnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45