RSUP Dr. M. Djamil Ajak Pasien Pahami Pentingnya Kepatuhan Terapi TB

RSUP Dr. M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bekerja sama dengan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia dengan menggelar kegiatan edukasi kesehatan di Poliklinik Paru Lantai II Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (27/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan, pengobatan, serta pengendalian TB, yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis paru dr. Dewi Wahyu Fitrina, Sp.P(K) hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi tentang mitos serta fakta seputar tuberkulosis. “TB merupakan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan sepenuhnya apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata dr. Dewi.

Pengobatan TB, sebutnya, memerlukan durasi minimal enam bulan, sesuai dengan program nasional penanggulangan TB. “Kepatuhan pasien dalam menjalani regimen terapi menjadi kunci penting keberhasilan, sehingga edukasi yang benar dan mudah dipahami sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Edukasi kesehatan ini semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab antara pasien dan dokter. Pasien memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, menunjukkan bahwa informasi mengenai TB masih sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan doorprize yang dibagikan kepada pasien yang aktif dalam sesi diskusi.

Menanggapi tingginya beban kasus TB di Indonesia, dr. Dewi Wahyu Fitrina, Sp.P(K) menyampaikan salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih adanya stigma yang melekat di masyarakat. “Banyak pasien yang datang sudah dalam kondisi berat karena takut dianggap membawa penyakit berbahaya. Padahal, semakin cepat TB terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan bisa dimulai dan peluang sembuh menjadi jauh lebih tinggi,” ujarnya.

dr. Dewi juga menekankan pentingnya dukungan keluarga selama proses pengobatan berlangsung. Pasien TB sering mengalami kelelahan dan kejenuhan karena terapi yang panjang, sehingga motivasi dari lingkungan terdekat sangat berpengaruh. “Kadang pasien merasa bosan atau ingin berhenti minum obat karena sudah merasa lebih baik. Di sinilah peran keluarga dibutuhkan untuk memastikan obat tetap diminum sesuai jadwal. Konsistensi adalah kunci,” jelasnya.

Ia menambahkan RSUP Dr. M. Djamil siap menjadi pusat rujukan edukasi dan konsultasi TB, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. “Kami selalu terbuka untuk memberikan edukasi dan pemeriksaan bagi siapa pun yang memiliki gejala TB. Jangan menunggu parah, karena TB bisa disembuhkan dan kita semua berperan untuk menghentikan rantai penularannya,” pungkasnya. (*)

Kunjungan Wali Kota Payakumbuh, RSUP Dr. M. Djamil Dorong Penguatan RSUD Adnaan WD

RSUP Dr. M. Djamil terus memperluas jejaring pengampuan pelayanan kesehatan di Sumatera Barat. Pada hari ini, Kamis (26/3), RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG, KFM di ruang kerja Direktur Utama. Kunjungan tersebut menjadi momentum dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki kerja sama strategis dalam pengampuan tata kelola rumah sakit daerah.

Kedatangan Wali Kota Payakumbuh didampingi Asisten III Administrasi dan Umum Setko Payakumbuh Drs. Ifon Satria Chan, M.Si disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pihaknya terus berkomitmen memperluas jejaring pengampuan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan di daerah. “RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional memiliki tanggung jawab dalam mendukung penguatan kapasitas rumah sakit daerah, baik dari sisi tata kelola, sumber daya manusia, hingga pelayanan klinis,” kata Dirut.

Menurutnya, penjajakan kerja sama dengan Pemko Payakumbuh merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas layanan di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh. “Melalui pengampuan ini, diharapkan terjadi transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta perbaikan sistem manajemen rumah sakit yang berkelanjutan,” harapnya.

Dr. dr. Dovy Djanas menambahkan pengampuan tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mencakup penguatan sistem rujukan, digitalisasi layanan, serta peningkatan keselamatan pasien. “Oleh karena itu pentingnya kolaborasi yang terstruktur dan berkesinambungan agar rumah sakit daerah mampu berkembang secara mandiri namun tetap terhubung dalam jejaring pelayanan kesehatan nasional,” tuturnya.

Ia juga menegaskan RSUP Dr. M. Djamil siap memberikan pendampingan secara komprehensif, termasuk melalui pelatihan tenaga medis dan manajemen, supervisi berkala, serta berbagi praktik terbaik yang telah diterapkan di rumah sakit pusat. “Dengan pendekatan tersebut, diharapkan standar pelayanan di daerah dapat semakin mendekati standar nasional bahkan internasional,” harap Dirut.

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG, KFM menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan rumah sakit pusat.

“Pemko Payakumbuh memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama pengampuan dengan RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, baik dalam aspek pelayanan medis maupun tata kelola organisasi,” tegas Wali Kota.

Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG, KFM menegaskan pihaknya siap mendukung penuh proses pengampuan tersebut, termasuk dalam penyediaan sumber daya dan kebijakan yang diperlukan di tingkat daerah. “Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat transformasi layanan kesehatan di Payakumbuh sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas,” harapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kerja sama ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan. “Dengan dukungan dari RSUP Dr. M. Djamil, Pemko Payakumbuh optimistis mampu meningkatkan daya saing RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh sebagai rumah sakit rujukan regional,” tukas Wali Kota.(*)

Evaluasi Menyeluruh, Direksi RSUP Dr. M. Djamil Telusuri Sejumlah Unit Layanan

Direksi RSUP Dr. M. Djamil turun langsung menelusuri sejumlah unit layanan pada Selasa (26/3). Kegiatan ini sebagai bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan kepatuhan operasional berjalan optimal.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memulai telusur dengan meninjau Instalasi Rekam Medis. Dalam kunjungan ini, ia secara khusus menyoroti alur layanan Medical Check Up (MCU) di Poliklinik Eksekutif. Dovy meminta agar seluruh prosedur, mulai dari registrasi, pemeriksaan, hingga penyelesaian berkas, berjalan lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasien, terutama pasien layanan eksekutif yang menuntut kecepatan dan ketepatan administrasi.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, juga melakukan telusur ke area Pusat Pengampuan Layanan Endolaparoskopi Nasional. Ade meninjau langsung kelengkapan fasilitas dan kesiapan sarana prasarana ruangan tersebut. Kemudian meninjau ruangan operasi (OK) memenuhi standar keamanan dan kebersihan yang harus dijaga secara konsisten.

Di sisi lain, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, meninjau area Clinical Research Unit (CRU). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, alur kerja, dan dukungan SDM dalam mendukung aktivitas penelitian klinis yang berintegritas, aman, dan berbasis evidence.

Dirut Dr. dr. Dovy Djanas menegaskan telusur bukan hanya untuk melihat kondisi fisik ruangan, tetapi juga memahami secara langsung dinamika kerja di lapangan. Dengan turun langsung, manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih akurat serta memastikan setiap unit memiliki dukungan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan terbaik. “Kami ingin memastikan setiap proses berjalan mulus dan tidak ada hambatan yang mengganggu mutu layanan kepada pasien,” tuturnya.

Dirinya juga menekankan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, termasuk dalam aspek digitalisasi layanan. Transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadirkan layanan yang cepat, akurat, dan transparan. “Kami bergerak menuju layanan yang lebih modern, lebih efisien, dan lebih berpusat pada pasien,” ujarnya.

Dovy menegaskan seluruh proses perbaikan harus dilakukan secara konsisten melalui evaluasi rutin dan keterlibatan aktif seluruh elemen organisasi. “Kami berharap telusur hari ini dapat mendorong semangat perubahan dan kolaborasi lintas unit demi mewujudkan rumah sakit rujukan nasional yang unggul dan berdaya saing. Setiap langkah kecil akan berdampak besar jika dikerjakan bersama. Kami ingin RSUP Dr. M. Djamil menjadi rumah sakit yang tidak hanya besar secara fasilitas, tetapi juga unggul dalam budaya kerja, mutu, dan pelayanan,” katanya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Edukasi Masyarakat Soal TBC Lewat Podcast Cadiak

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Selasa (25/3), rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan RI tersebut menggelar edukasi publik tentang penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui Podcast Cadiak (Cerita Djamil Tentang Kesehatan) yang tayang di channel YouTube resmi RSUP Dr. M. Djamil. Pembahasan ini menjadi momen karena bertepatan dengan peringatan Hari TBC Sedunia yang jatuh pada 24 Maret dengan mengusung tema Yes! We Can End TB: Commit, Invest, Deliver.

Podcast yang dipandu oleh Hendri Wijaya, AMK ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang pulmonologi, yaitu dr. Irvan Medison, Sp.P(K), FISR, FAPSR, dan dr. Dessy Mizarti, Sp.P(K), FISR. Melalui diskusi yang dikemas ringan namun informatif tersebut, keduanya memberikan penjelasan komprehensif tentang kondisi TBC di Indonesia, gejala, risiko penularan, serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan tuntas.

Dalam penjelasannya, dr. Irvan Medison, Sp.P(K), FISR, FAPSR menegaskan TBC masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Meski penanganan TBC telah berkembang, Indonesia masih menempati salah satu posisi tertinggi dalam jumlah kasus dunia, sehingga upaya pencegahan dan penanganannya tidak boleh kendor.

“Kita harus memahami bahwa TBC adalah penyakit menular yang dapat mengenai siapa saja tanpa pandang usia. Kuncinya ada pada kewaspadaan dan kesadaran untuk memeriksakan diri saat muncul gejala,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan beban penanganan TBC bukan hanya pada sisi medis namun juga sosial. “Yang perlu dipahami masyarakat, pengobatan TBC itu panjang bukan karena obatnya lemah, tetapi karena sifat kuman yang memang memerlukan terapi jangka panjang. Selama pasien patuh, peluang sembuhnya sangat besar,” jelasnya.

dr. Irvan menyoroti pentingnya deteksi dini sebagai upaya memutus rantai penularan. Batuk lebih dari dua minggu tidak boleh diabaikan. “Sering kali pasien datang dalam kondisi sudah berat karena sebelumnya merasa hanya batuk biasa. Padahal, kalau sejak awal diperiksa, penanganannya akan jauh lebih cepat dan pencegahannya lebih efektif,” katanya.

Sementara itu, dr. Dessy Mizarti, Sp.P(K), FISR menambahkan stigma terhadap penderita TBC masih sering menjadi hambatan serius dalam proses penanganan. Banyak pasien yang menunda pemeriksaan karena takut dikucilkan atau dianggap membawa penyakit berbahaya. “TBC itu bukan aib, ini penyakit infeksi yang bisa sembuh total. Yang perlu masyarakat lakukan adalah mendukung pasien untuk patuh menjalani pengobatan, bukan menjauh,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala seperti keringat malam, penurunan berat badan, dan kelelahan berkepanjangan. “Tak kalah pentingnya mendorong anggota keluarga untuk memeriksakan diri jika terdapat satu kasus positif di rumah,” ajaknya.

Melalui tayangan ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami pentingnya kewaspadaan terhadap TBC serta berperan aktif dalam pencegahannya. Rumah sakit juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan TBC yang tersedia, terutama bagi kelompok berisiko. Momentum Hari TBC Sedunia menjadi pengingat bahwa upaya eliminasi TBC pada tahun 2030 membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga pasien, hingga masyarakat luas. Dengan edukasi berkelanjutan, deteksi dini, dan pengobatan tepat, harapan menuju Indonesia bebas TBC bukanlah hal yang mustahil.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Halalbihalal Pererat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Mengawali hari pertama kerja pascalibur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUP Dr. M. Djamil menggelar Halalbihalal di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (25/3). Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh civitas hospitalia untuk saling bermaafan sekaligus mempererat silaturahmi setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh keluarga besar rumah sakit. “Atas nama jajaran Dewan Pengawas dan Direksi, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Dr. Dovy.

Turut hadir jajaran direksi, manajemen, kepala departemen, civitas hospitalia, pensiunan, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd dan Direktur Utama RS Unand Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp. VE(K), FIATCVS serta undangan.

Ia menekankan halalbihalal bukan hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka hati, saling memaafkan atas segala khilaf, serta memperkuat silaturahmi di lingkungan rumah sakit. “Momentum ini penting untuk melebur perbedaan dan mempererat hubungan kekeluargaan antarpegawai,” tuturnya.

Menurutnya, hati yang bersih dan hubungan yang harmonis akan membawa keberkahan bagi seluruh civitas hospitalia dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Semangat saling memaafkan dan menjaga silaturahmi diharapkan menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan,” tuturnya.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, rumah sakit yang harus dibangun bersama oleh seluruh elemen. “Sebab keberadaan rumah sakit ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pasien dan keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Dirut.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk memaknai tahun 2026 sebagai tahun pertumbuhan dan kemajuan bagi rumah sakit. “Berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat terus berkembang dan mewujudkan cita-cita para pendahulu sebagai rumah sakit terbesar di wilayah Sumatera, terlebih dengan membawa nama besar Dr. M. Djamil sebagai tokoh yang dihormati,” ungkapnya.

Selain itu, Ia turut menyampaikan perkembangan terbaru terkait masterplan pengembangan rumah sakit yang sedang dijalankan. Ia optimistis dengan semangat kebersamaan dan silaturahmi yang kuat, seluruh rencana tersebut dapat terwujud dengan baik.

“Dengan mempererat silaturahmi ini, kita bisa mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama. Mari kita selalu semangat dan terus berdoa agar setiap rencana yang telah disusun dimudahkan dan dilancarkan,” ujarnya.

Halalbihalal tersebut diisi dengan tausyiah oleh Dr. Sofyan Hadi, SS, M.Ag, MA.Hum yang menyampaikan makna dari tradisi halalbihalal. “Halalbihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan upaya untuk melepaskan berbagai penghalang yang menghambat hubungan manusia dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Penghalang tersebut, adalah dosa dan kesalahan yang harus dibersihkan melalui saling memaafkan,” tutur Sofyan.

Ia juga mengutip firman Allah dalam QS Al-Fajr ayat 28, yang berbunyi, “Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai.” “Ayat ini merupakan seruan kepada jiwa yang tenang (mutmainnah) agar kembali kepada Allah dalam keadaan penuh keridaan, baik karena amal saleh yang diterima maupun karena hati yang telah bersih dari kesalahan terhadap sesama,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, seluruh jajaran direksi dan civitas hospitalia saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan, menutup rangkaian halalbihalal dengan penuh kehangatan serta memperkuat nilai kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Layani Pasien di Hari Pertama Cuti Bersama Idul Fitri

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, termasuk di masa libur panjang Idul Fitri. Pada hari pertama cuti bersama dan libur Idul Fitri, Rabu (18/3), rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat ini tetap membuka layanan poliklinik guna memastikan pasien tetap mendapatkan akses pelayanan medis.

Sejak pagi hari, suasana di ruang tunggu transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) tampak dipadati oleh ratusan pasien rujukan yang datang dari berbagai daerah. Dengan tertib dan penuh kesabaran, para pasien menunggu antrean untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis. Meskipun dalam suasana libur nasional, pelayanan tetap berjalan dengan lancar berkat kesiapan tenaga medis dan sistem yang telah diatur sebelumnya.

Poliklinik yang tetap beroperasi pada hari tersebut meliputi poliklinik anak, penyakit dalam, bedah, jantung, ortopedi serta obstetri dan ginekologi (obgin). Seluruh layanan poliklinik ini dibuka hingga pukul 14.00, sehingga memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dalam keterangannya secara terpisah menegaskan pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan optimal meskipun dalam suasana libur panjang. “Momen cuti bersama justru menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit untuk memastikan pelayanan tetap tersedia, khususnya bagi pasien dengan kondisi yang tidak tidak bisa ditunda penanganannya,” ucapnya.

Ia menjelaskan kebijakan membuka layanan poliklinik di area ruang tunggu transit IGD merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan pasien rujukan selama libur Idul Fitri. Dengan pengaturan ini, pasien tetap dapat dilayani secara maksimal tanpa mengganggu operasional utama IGD yang harus siaga 24 jam.Selain itu, manajemen rumah sakit juga telah menyiapkan tenaga medis, baik dokter spesialis maupun perawat, secara bergiliran agar pelayanan tetap berjalan optimal. “Koordinasi lintas unit juga diperkuat untuk memastikan seluruh proses pelayanan, mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan, dapat berlangsung dengan efisien,” tegas Dirut.

Dovy Djanas menyampaikan layanan poliklinik ini tidak hanya dibuka pada hari pertama cuti bersama, tetapi juga akan terus beroperasi pada tanggal 19, 23, dan 24 Maret, dengan jam pelayanan yang sama hingga pukul 14.00. “Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat selama periode libur panjang,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kesabaran para pasien dan keluarga yang tetap tertib mengikuti alur pelayanan yang telah ditetapkan. “Kami berharap, dengan adanya pelayanan poliklinik yang tetap dibuka selama libur, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik tanpa harus menunggu hingga masa libur berakhir,” tukas Dovy.(*)

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil Tinjau Kesiapan Posko Layanan Kesehatan Selama Libur Idul Fitri

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada Selasa (17/3), Direktur Medik dan Keperawatan  Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) bersama Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS meninjau langsung kesiapan posko pelayanan poliklinik rawat jalan yang disiapkan di ruang transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas, sarana pendukung, serta kesiapan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya telah siap sebelum posko pelayanan mulai beroperasi. Posko tersebut disiapkan sebagai bentuk komitmen rumah sakit agar masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan meskipun berada dalam masa libur panjang Lebaran.

Posko pelayanan poliklinik rawat jalan dijadwalkan buka pada 18, 19, 20, 23 dan 24 Maret 2026 dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 14.00. Selama hari pelayanan tersebut, sejumlah poliklinik tetap beroperasi untuk melayani pasien. Sementara itu, pelayanan Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut tetap dibuka selama 24 jam untuk menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan.

“Pembukaan posko pelayanan ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama periode cuti dan libur Idul Fitri,” kata Direktur Medik dan Keperawatan  Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Ia menjelaskan beberapa layanan poliklinik tetap dihadirkan karena merupakan layanan yang paling banyak dibutuhkan pasien, terutama untuk kontrol lanjutan maupun pemeriksaan yang tidak dapat ditunda terlalu lama.

“Melalui posko pelayanan ini kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan selama masa libur Idul Fitri. Oleh karena itu kami menyiapkan beberapa poliklinik prioritas serta memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas siap memberikan pelayanan,” ujarnya.

Bestari menambahkan peninjauan yang dilakukan bertujuan memastikan kesiapan dari berbagai aspek. Mulai dari fasilitas ruangan, alur pelayanan pasien hingga kesiapan sumber daya manusia yang akan bertugas selama posko pelayanan berlangsung.

“Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan harus tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, termasuk pada saat periode libur panjang. Dengan adanya posko pelayanan tersebut diharapkan pasien yang membutuhkan layanan rawat jalan tetap dapat terlayani dengan baik tanpa harus menunggu hingga aktivitas pelayanan kembali normal,” harapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang telah disiapkan sesuai kebutuhan serta mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku agar proses pemeriksaan dapat berjalan lancar. “Dengan berbagai persiapan tersebut, manajemen RSUP Dr. M. Djamil berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa cuti dan libur Hari Raya Idul Fitri tetap terjaga dan berjalan optimal,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lantik Pejabat Fungsional Kesehatan untuk Perkuat Pelayanan

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat barisan tenaga profesional guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pada Senin (16/3), rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi sejumlah pejabat fungsional kesehatan di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut disaksikan jajaran direksi dan manajemen.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. “Jabatan yang diemban merupakan amanah besar dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Dirut.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni administratif, tetapi juga bentuk penguatan komitmen moral untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Pejabat fungsional kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan di rumah sakit. “Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik diharapkan terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Ia juga menilai tantangan dunia kesehatan ke depan semakin kompleks, sehingga tenaga kesehatan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis yang terus berkembang. “Pejabat fungsional harus mampu menghadirkan inovasi dalam pelayanan. Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan agar pelayanan kesehatan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain kompetensi teknis, Dr. Dovy juga menekankan pentingnya empati dan komunikasi yang baik kepada pasien maupun keluarga pasien. Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan moral kepada pasien. “Sumpah jabatan yang diucapkan merupakan komitmen tidak hanya kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa serta masyarakat yang dilayani. Jaga integritas, patuhi standar operasional prosedur, dan junjung tinggi kode etik profesi dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil untuk memperkuat kolaborasi dan membangun budaya kerja yang harmonis. “Transformasi kesehatan yang tengah didorong oleh Kementerian Kesehatan hanya dapat terwujud apabila seluruh sumber daya manusia di rumah sakit bergerak dalam satu visi yang sama, yakni mengutamakan keselamatan pasien,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Buka Pelayanan Kesehatan Selama Cuti Bersama Idul Fitri

Pelayanan kesehatan yang tetap optimal selama masa libur Idul Fitri menjadi prioritas bagi RSUP Dr. M. Djamil. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada dalam periode libur dan cuti bersama Lebaran.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pihak rumah sakit telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik selama momentum Idul Fitri. “Periode Lebaran sering diiringi dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, mobilitas perjalanan, serta perubahan pola makan dan istirahat yang berpotensi memunculkan berbagai keluhan kesehatan,” kata Dirut kepada wartawan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (13/3).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan manajemen.

Dovy Djanas mengatakan RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab rumah sakit dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan terpercaya, terutama pada momen penting seperti Idul Fitri.

“Seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan telah melakukan berbagai persiapan agar pelayanan selama masa libur tetap berjalan optimal. Penjadwalan tenaga medis, kesiapan fasilitas penunjang, serta koordinasi antarunit pelayanan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ungkapnya.

Menurutnya, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berfokus pada kesiapan layanan kegawatdaruratan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar yang dibutuhkan selama libur Lebaran. “Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan tetap dapat dilayani dengan baik,” sebut Dovy.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, RSUP Dr. M. Djamil tetap membuka pelayanan poliklinik rawat jalan selama periode libur dan cuti bersama Lebaran pada tanggal 18, 19, 20, 23, dan 24 Maret 2026. Pelayanan ini dilaksanakan di ruang transit Instalasi Gawat Darurat dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan selama masa libur.

Selain itu, layanan Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M. Djamil tetap beroperasi selama 24 jam. “Pelayanan ini disiagakan untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera, baik bagi masyarakat Kota Padang maupun daerah sekitar yang menjadikan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan,” tuturnya.

Direktur Utama juga menegaskan kesiapan layanan selama libur Idul Fitri didukung oleh tenaga kesehatan yang tetap siaga. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, hingga tenaga penunjang lainnya. Seluruh unit pelayanan di rumah sakit telah melakukan pengaturan jadwal kerja serta koordinasi lintas unit guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi dari sisi kesehatan selama merayakan Idul Fitri. RSUP Dr. M. Djamil akan selalu siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Dovy Djanas.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama perayaan Lebaran dengan memperhatikan pola makan, menjaga keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Melalui kesiapan ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap masyarakat dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman. Komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan selama Idul Fitri menjadi wujud nyata kehadiran rumah sakit sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan, bahkan di tengah suasana perayaan hari besar keagamaan,” tukas Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Resmi Jadi RSPPU, Siap Kembangkan Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi

RSUP Dr. M. Djamil akhirnya resmi ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan utama (RSPPU). Penetapan tersebut dilakukan pada Jumat (13/3) berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/102/2026. Dengan status tersebut, RSUP Dr. M. Djamil berwenang menyelenggarakan program pendidikan tinggi kedokteran untuk jenjang spesialis dan subspesialis. Salah satu program yang akan dikembangkan adalah pendidikan dokter spesialis radiologi.

Surat keputusan penetapan tersebut diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua usai kegiatan exit meeting visitasi lapangan yang dilakukan oleh tim Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Kolegium Radiologi Indonesia.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengungkapkan rasa syukur atas penetapan tersebut. Dalam perkembangan pelayanan kesehatan modern saat ini, radiologi memiliki peran yang semakin strategis dan tidak terpisahkan dari sistem pelayanan medis.

“Kemajuan teknologi pencitraan medis telah menjadikan radiologi sebagai salah satu komponen penting dalam proses diagnosis penyakit, perencanaan terapi, hingga evaluasi hasil pengobatan pasien. Bahkan dalam berbagai program prioritas nasional seperti penanganan penyakit jantung, stroke, kanker, dan trauma, radiologi menjadi elemen penting dalam membantu tenaga medis mengambil keputusan yang cepat dan tepat demi keselamatan pasien,” tuturnya.

Menurutnya, radiologi kini tidak lagi sekadar layanan penunjang, tetapi telah menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan klinis di berbagai bidang medis. “Sejalan dengan perkembangan tersebut, layanan radiologi di RSUP Dr. M. Djamil juga terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah pemeriksaan radiologi, berkembangnya jenis layanan diagnostik berbasis pencitraan, serta semakin lengkapnya fasilitas radiologi yang dimiliki rumah sakit,” ucapnya.

Selain penguatan fasilitas dan teknologi, rumah sakit juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang radiologi. Departemen Radiologi secara konsisten meningkatkan kompetensi dokter spesialis radiologi, radiografer, serta tenaga kesehatan lainnya melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Dari tim visitasi hadir perwakilan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, yaitu drg. Christiana ENH, M.Kes, drg. Rima Kuraisina, MARS dan Rachmi Oktoandissa, SH. Sementara dari Kolegium Radiologi Indonesia hadir dr. Vonny N. Tubagus, Sp.Rad., Subsp. RI(K).

Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, sumber daya manusia yang kompeten, serta tingginya volume kasus sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya, Departemen Radiologi RSUP Dr. M. Djamil dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai wahana pendidikan dokter spesialis radiologi yang berkualitas.

Manajemen rumah sakit juga berharap melalui visitasi tersebut dapat memperoleh arahan dan masukan dari tim asesor terkait kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan program pendidikan radiologi. Pengembangan program tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pendidikan kedokteran di Indonesia sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis radiologi, khususnya di wilayah Sumatera yang masih membutuhkan pemerataan tenaga spesialis.

Ketua Tim Visitasi, drg. Rima Kuraisina, MARS, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan selamat atas penetapan RSUP Dr. M. Djamil sebagai RSPPU. Hasil visitasi menunjukkan berbagai komponen penting yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan telah dipersiapkan dengan baik oleh rumah sakit.

“RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi wahana pendidikan dokter spesialis radiologi. Kami melihat kesiapan dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, serta komitmen manajemen rumah sakit dalam mendukung program pendidikan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menjelaskan setelah penetapan sebagai RSPPU, rumah sakit masih akan melalui beberapa tahapan perizinan lanjutan sebelum program pendidikan dapat berjalan secara penuh. “Kami berharap proses lanjutan ini dapat berjalan dengan baik sehingga program pendidikan dokter spesialis radiologi nantinya benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian visitasi diawali dengan pemaparan profil serta kesiapan rumah sakit sebagai penyelenggara program pendidikan oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan berbagai aspek pengembangan Instalasi Radiologi, Radioterapi, dan Radionuklir yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung program pendidikan dokter spesialis radiologi.

Selanjutnya tim visitasi melakukan sesi wawancara dengan jajaran direksi serta tim dari Departemen Radiologi untuk menggali lebih jauh kesiapan rumah sakit dari sisi akademik, pelayanan, hingga manajemen pendidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Instalasi Radiologi, Radioterapi, dan Radionuklir guna melihat secara langsung fasilitas, alur pelayanan, serta sarana penunjang yang akan digunakan dalam penyelenggaraan program pendidikan tersebut.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45