Dirut RSUP Dr. M. Djamil Pastikan Layanan Diagnostik Berjalan Optimal

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kegiatan telusur ke Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) rumah sakit tersebut pada Kamis (12/3). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya manajemen untuk memastikan seluruh layanan diagnostik berjalan optimal serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama didampingi sejumlah jajaran manajemen dan tim terkait. Mereka meninjau langsung berbagai unit layanan di Instalasi Diagnostik Terpadu yang berperan penting dalam mendukung proses penegakan diagnosis pasien. Mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga penggunaan berbagai peralatan penunjang medis.

Saat melakukan telusur, Dovy Djanas menyempatkan diri mengecek secara langsung kondisi sejumlah peralatan medis yang digunakan di instalasi tersebut. Ia berdialog dengan Kepala IDT dr. Vesri Yoga, Sp.PD, K-GEH, MARS, FINASIM, yang bertugas guna mendapatkan gambaran langsung mengenai operasional pelayanan sehari-hari, termasuk kesiapan alat, prosedur kerja, serta alur pelayanan pasien.

“Kegiatan telusur merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan mutu pelayanan rumah sakit tetap terjaga. Melalui kegiatan ini, manajemen dapat melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan setiap unit bekerja sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan,” kata Direktur Utama.

Ia mengatakan Instalasi Diagnostik Terpadu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan medis di rumah sakit, karena hasil pemeriksaan diagnostik menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan tindakan medis yang tepat bagi pasien. “Oleh karena itu, ketersediaan alat yang baik, sistem kerja yang efektif, serta sumber daya manusia yang kompeten menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pihak manajemen berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap fasilitas pelayanan rumah sakit. “Hal tersebut dilakukan agar setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan dengan maksimal, aman, dan berkualitas,” ucapnya.

Kegiatan telusur ini, kata Dirut, diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara manajemen rumah sakit dengan unit pelayanan, sekaligus memastikan setiap fasilitas penunjang medis berada dalam kondisi siap digunakan. “Dengan demikian, pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil dapat terus ditingkatkan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M Djamil Tebar Kepedulian dengan Santuni 62 Anak Yatim

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada keluarga besar rumah sakit. Pada Kamis (12/3), rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut menyerahkan santunan kepada 62 anak yatim yang merupakan anak dari pegawai RSUP Dr. M. Djamil. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus menumbuhkan nilai kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kerja.

Santunan tersebut diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil Ny. Winanda Dovy serta pengurus DWP. Penyerahan santunan berlangsung dengan penuh kehangatan, di mana anak-anak yatim hadir didampingi orang tua atau wali mereka.

Sejak awal acara, suasana haru dan kebahagiaan tampak menyelimuti kegiatan tersebut. Raut wajah ceria dan penuh syukur terlihat dari anak-anak yang menerima santunan. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dipandu oleh Tim Rohani RSUP Dr. M. Djamil. Sebagaimana diketahui, santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim tersebut merupakan hasil wakaf dan sedekah dari para civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim dari keluarga pegawai rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan bahwa kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar rumah sakit terhadap sesama. “Kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar rumah sakit. Semangat berbagi ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil,” ujarnya.

Menurutnya, santunan yang diberikan bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil kepada anak-anak yatim. “Kami berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima,” harapnya.

Ia juga menambahkan kegiatan ini memiliki makna yang semakin istimewa karena dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. “Menjelang Idul Fitri, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil. Semoga santunan ini dapat membantu dan menambah kebahagiaan mereka dalam menyambut hari kemenangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Dirut berharap dapat terus mempererat hubungan dan rasa kekeluargaan di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan di lingkungan kerja. “Kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi untuk saling membantu serta berbagi kebaikan, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 di Ruang Rawat Hemodialisa Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT), Kamis (12/3). Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal sekaligus memperkuat komitmen pelayanan bagi pasien penyakit ginjal.

Tahun ini, Hari Ginjal Sedunia mengusung tema “Kesehatan Ginjal untuk Semua – Merawat Manusia, Melindungi Planet.” Tema tersebut menekankan pentingnya akses layanan kesehatan ginjal yang merata, sekaligus mendorong praktik layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan peringatan Hari Ginjal Sedunia menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan membutuhkan perhatian serius dari masyarakat maupun tenaga kesehatan. Rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat itu terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien penyakit ginjal, termasuk layanan hemodialisa yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Peringatan Hari Ginjal Sedunia ini menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa kesehatan ginjal adalah bagian penting dari kualitas hidup masyarakat. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan akses layanan hemodialisa, serta mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini,” ujar Dovy.

Ia juga menambahkan upaya menjaga kesehatan ginjal tidak hanya berkaitan dengan aspek pengobatan. “Tetapi juga pencegahan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang menjadi faktor risiko utama gangguan ginjal,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil didampingi Kepala Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) dr. Vesri Yoga, Sp.PD,  K-GEH, MARS, FINASIM menyerahkan goodybag kepada pasien yang sedang menjalani hemodialisa di ruang rawat IDT sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada para pasien.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat ketika para pasien menerima bingkisan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi pasien yang secara rutin menjalani terapi hemodialisa, sekaligus memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien.

Kepala IDT dr. Vesri Yoga menjelaskan layanan hemodialisa di RSUP Dr. M. Djamil terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasien penyakit ginjal kronis di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya. Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten serta fasilitas yang terus ditingkatkan, rumah sakit berupaya memastikan pasien mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

“Peringatan Hari Ginjal Sedunia di RSUP Dr. M. Djamil juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi ginjal. Melalui edukasi dan pelayanan yang berkesinambungan, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk melakukan deteksi dini serta menjaga gaya hidup sehat demi mencegah penyakit ginjal kronis,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar On The Job Training Guna Perkuat Pelaporan Kasus ILI SARI

RSUP Dr. M. Djamil menggelar On The Job Training Surveilans Sentinel ILI-SARI terintegrasi COVID-19 sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular di Auditorium Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (11/3). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pelaksanaan surveilans penyakit infeksi saluran pernapasan, khususnya Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

“Upaya penguatan surveilans menjadi sangat penting karena penyakit infeksi saluran pernapasan merupakan salah satu kelompok penyakit yang memiliki potensi penyebaran yang cepat serta dapat menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang luas. Keberadaan sistem surveilans yang kuat akan membantu tenaga kesehatan dan pemerintah dalam mendeteksi potensi ancaman penyakit sejak dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat menberikan sambutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri mewakili Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Frides Susanty bersama tim, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sumatera Barat Eka Fitria, SKM, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Padang Eva Westari, SKM., M.I.Kom dan Filda Nery, SKM.

Ia juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan surveilans yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat. Beberapa di antaranya mencakup kualitas pelaporan, pencatatan kasus, pengelolaan spesimen, hingga mekanisme pengambilan, pengepakan, dan pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan.

“Karena itu, pelaksanaan On The Job Training ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan bahwa seluruh proses surveilans berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” harapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Barat, tutur Dirut, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Tetapi juga berperan dalam mendukung sistem kewaspadaan dini dan respons terhadap penyakit menular melalui penguatan jejaring surveilans.

“Rumah sakit memiliki peran penting dalam mendeteksi kasus SARI, melakukan pengambilan spesimen yang berkualitas, serta memastikan bahwa data epidemiologi yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat oleh pemerintah,” ucapnya.

Direktur Utama menegaskan kegiatan pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem surveilans yang lebih kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman penyakit menular di masa mendatang. “Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta laboratorium rujukan menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap potensi ancaman penyakit menular dapat dideteksi secara dini dan ditangani secara efektif,” tutur Dirut,

Sementara itu, mewakili Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Frides Susanty, M.Epid menyampaikan penguatan surveilans sentinel ILI-SARI merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan sistem deteksi dini penyakit infeksi saluran pernapasan di Indonesia. “Sistem surveilans sentinel memungkinkan tenaga kesehatan untuk memantau pola penyebaran penyakit secara lebih terstruktur, termasuk dalam mengidentifikasi potensi munculnya wabah baru yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, rumah sakit yang menjadi bagian dari jejaring surveilans sentinel memiliki peran penting dalam memastikan kualitas data epidemiologi yang dikumpulkan. Mulai dari proses identifikasi kasus, pencatatan data, hingga pengelolaan spesimen.

“Melalui pelaksanaan On The Job Training ini, diharapkan seluruh petugas yang terlibat dapat memahami standar operasional dalam pelaksanaan surveilans, sehingga sistem pemantauan penyakit menular di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman kesehatan masyarakat,” tukas dr. Frides. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Dorong Transformasi Rekam Medis Digital

Direksi RSUP Dr. M. Djamil kembali melakukan telusur ke sejumlah unit layanan rumah sakit pada Senin (10/3). Kegiatan telusur ini sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pelayanan serta memastikan setiap proses pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kegiatan telusur dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan diikuti Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Dalam kegiatan tersebut, keduanya meninjau berbagai unit layanan untuk melihat langsung proses pelayanan serta berdialog dengan pegawai di lapangan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama manajemen melakukan telusur ke Ruang Rawat Inap Bedah. Dalam telusur tersebut, Direktur Utama juga mendorong percepatan penerapan rekam medis digital sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan di rumah sakit.

“Rekam medis digital sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pencatatan hingga penelusuran riwayat medis pasien dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan aman,” ujar Dr. Dovy Djanas saat melakukan telusur.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS melakukan telusur ke beberapa unit penunjang pelayanan, di antaranya unit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Laundry, serta Instalasi Pemulasaraan Jenazah.

Telusur tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan optimal, mulai dari sistem informasi rumah sakit, pengelolaan sterilisasi alat kesehatan, hingga pengelolaan linen rumah sakit dan pelayanan pemulasaraan jenazah yang merupakan bagian penting dari layanan rumah sakit secara menyeluruh.

Dalam kunjungannya, drg. Ade Palupi Muchtar juga berdialog langsung dengan petugas di setiap unit untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi serta memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kegiatan telusur direksi merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk memastikan pelayanan di seluruh unit rumah sakit berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, manajemen rumah sakit dapat segera mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki maupun ditingkatkan.

“Kegiatan telusur ini penting untuk memastikan setiap unit pelayanan bekerja sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung masukan dari petugas di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat terus dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. “Melalui kegiatan telusur direksi ini, diharapkan koordinasi antarunit semakin kuat serta berbagai inovasi dalam pelayanan dapat terus dikembangkan guna memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” harap Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan HKFM Padang Dorong Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi

Menghadapi tantangan global terkait tingginya angka kelainan bawaan pada bayi, RSUP Dr. M. Djamil bersama Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM) Padang menggelar webinar hibrid dalam rangka memperingati World Birth Defect Day 2026. Mengusung tema “Early detection of neural tube defects: integrating ultrasound and maternal biomarkers screening”, kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem deteksi dini melalui integrasi teknologi ultrasonografi dan pemeriksaan biomarker maternal bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

“Kelainan bawaan atau birth defects masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Berdasar data global, sekitar tiga hingga enam persen bayi di seluruh dunia lahir dengan kelainan bawaan. Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap angka kematian neonatal, disabilitas jangka panjang, serta menambah beban kesehatan masyarakat secara luas,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. dr. Defrin, Sp.OG, Subsp. KFM membahas tentang Peran Asam Folat dalam Mencegah Kelainan Bawaan dan dr. Nelvianti Nelson, Sp.OG, Subsp. KFM membahas tentang Deteksi Dini Neural Tube Deffect: Mulai dari USG hingga Pemeriksaan Modern Masa Kini dan dimoderatori dr. Eko Apriandhi, Sp.OG.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Ketua Departemen Obgin Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE, Ketua Departemen Ibu dan Anak Dr. dr. Roza Sri Yanti, Sp.OG, Subsp.KFM, Dr. dr. Vaulinne Basyir, Sp.OG,   Subsp.KF,  Manajer Diklat, Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Dr. Ns. Alfitri, S.Kep, M.Kep, Sp.MB, FISQua, CHAE dan peserta webinar.

Ia menjelaskan kelainan bawaan dapat dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Beberapa di antaranya kelainan genetik, faktor lingkungan, gangguan nutrisi pada masa perikonsepsi, serta interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan selama proses perkembangan embrio dan janin. “Oleh karena itu, pendekatan terhadap masalah kelainan bawaan tidak hanya berfokus pada aspek terapi atau pengobatan, tetapi juga menekankan pentingnya langkah pencegahan serta deteksi sejak dini selama masa kehamilan,” ungkap dokter subspesialis fetomaternal ini.

Ia menekankan momentum World Birth Defect Day yang diperingati setiap tahun menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk terus meningkatkan kesadaran, edukasi, serta aksi kolaboratif dalam upaya menurunkan angka kelainan bawaan melalui pendekatan ilmiah dan berbasis bukti. “Upaya tersebut memerlukan sinergi antara tenaga kesehatan, institusi pelayanan kesehatan, organisasi profesi, serta masyarakat,” sebut Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Padang ini.

Salah satu contoh kelainan bawaan yang menjadi perhatian utama adalah Neural Tube Defects atau kelainan pada tabung saraf yang merupakan kelainan kongenital serius pada sistem saraf pusat. “Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplementasi asam folat pada masa prakonsepsi hingga awal kehamilan terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya kelainan tersebut secara signifikan. Hal ini menunjukkan intervensi sederhana yang dilakukan sejak sebelum kehamilan dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan janin,” tegasnya.

Selain upaya pencegahan melalui perbaikan nutrisi, perkembangan teknologi kedokteran juga memberikan peluang besar dalam melakukan deteksi dini terhadap kelainan bawaan. “Pemeriksaan ultrasonografi prenatal serta skrining biomarker maternal kini menjadi bagian penting dalam upaya identifikasi risiko kelainan sejak awal kehamilan. Dengan deteksi yang lebih cepat dan akurat, tenaga kesehatan dapat merencanakan penatalaksanaan yang lebih optimal bagi ibu maupun janin,” tuturnya.

Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan janin. “Rumah sakit ini juga memperkuat upaya deteksi dini terhadap kelainan bawaan serta mendorong pengembangan ilmu kedokteran fetomaternal melalui integrasi antara pelayanan klinis, pendidikan, dan penelitian,” ujarnya.

Ia menjelaskan peran organisasi profesi seperti Himpunan Kedokteran Fetomaternal juga dinilai sangat strategis dalam mendorong pengembangan ilmu fetomaternal di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan skrining prenatal, diagnosis dini, serta memberikan konseling yang tepat kepada pasien dan keluarga.

Melalui kegiatan webinar ilmiah ini diharapkan para tenaga kesehatan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan kehamilan. “Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat program pencegahan kelainan bawaan serta meningkatkan kualitas layanan deteksi dini dan penatalaksanaan kelainan kongenital di Indonesia,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Siap Jadi Lokasi Uji Klinis TENACITY untuk Pasien Stroke

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan penelitian klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran. Komitmen tersebut terlihat saat rumah sakit Kementerian Kesehatan RI ini menerima kunjungan tim IQVIA bersama sponsor dalam kegiatan Site Selection Visit pada Senin (9/3), sebagai tahap penilaian kesiapan pelaksanaan uji klinis studi TENACITY pada pasien stroke iskemik akut di RSUP Dr. M. Djamil.

Kunjungan ini merupakan bagian penting dari proses penilaian kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang akan menjadi lokasi pelaksanaan penelitian klinis internasional. Dalam kegiatan tersebut, tim penilai meninjau berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan rumah sakit, mulai dari fasilitas pelayanan medis, kesiapan sumber daya manusia, hingga sistem pendukung penelitian yang ada di RSUP Dr. M. Djamil.

“Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan penelitian klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes didampingi Ketua CRU dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp. H.L.E (K), FIAC, IFCAP.

Menurutnya, penelitian klinis tidak hanya menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi pasien untuk memperoleh akses terhadap inovasi terapi terbaru yang berbasis bukti ilmiah. “Melalui Clinical Research Unit (CRU), RSUP Dr. M. Djamil berupaya memastikan setiap penelitian klinis dapat dilaksanakan secara profesional, terkoordinasi dengan baik, serta sesuai dengan prinsip Good Clinical Practice. CRU menjadi unit yang mengintegrasikan berbagai layanan dan sumber daya di rumah sakit agar penelitian dapat berjalan dengan standar mutu yang tinggi serta tetap mengutamakan keselamatan pasien,” ungkapnya.

Upaya tersebut, kata dr. Maliana, juga telah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan. Pada tahun ini, Clinical Research Unit RSUP Dr. M. Djamil memperoleh pengakuan sebagai CRU dengan tingkat kematangan yang sangat baik. Selain itu, unit ini juga berhasil meraih penghargaan sebagai peringkat kedua unit penyelenggara riset klinis terbaik di Indonesia. “Pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan penelitian klinis serta memperluas kolaborasi penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucap dr. Maliana.

dr. Maliana berharap melalui kegiatan Site Selection Visit ini, tim dari IQVIA dan sponsor dapat melihat secara langsung kesiapan RSUP Dr. M. Djamil sebagai lokasi penelitian. Dimana rumah sakit telah menyiapkan fasilitas, tenaga ahli, serta sistem penelitian yang memadai untuk mendukung pelaksanaan studi klinis berskala internasional.

“Kami juga berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat dipercaya menjadi salah satu lokasi penelitian dalam studi TENACITY sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas penatalaksanaan pasien stroke,” harap dr. Maliana.

Sementara itu, Ketua Pengampuan Stroke RSUP Dr. M. Djamil, dr. Dedi Sutia, Sp.N (K), FINA, MARS menjelaskan penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan terapi baru yang berpotensi menjadi bagian dari pembaruan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) untuk penanganan stroke. Obat yang akan diuji dalam penelitian tersebut adalah Tenecteplase, yaitu obat trombolitik generasi baru yang berfungsi untuk menghancurkan gumpalan darah pada pasien stroke iskemik akut. Terapi ini dinilai memiliki potensi efektivitas yang lebih baik dengan efek samping yang relatif lebih rendah berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. “Obat tersebut dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Jerman dan telah menjadi perhatian dalam pengembangan terapi stroke modern,” sebutnya.

dr. Dedi menambahkan apabila terapi ini nantinya ingin diterapkan secara luas dalam pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil, maka harus melalui tahapan uji klinis terlebih dahulu guna memastikan keamanan dan efektivitasnya bagi pasien. “Penelitian ini direncanakan berlangsung selama 18 bulan dengan target perekrutan sekitar tiga hingga empat pasien sebagai partisipan penelitian, mengingat obat yang digunakan memiliki nilai yang cukup tinggi serta membutuhkan kriteria seleksi pasien yang ketat,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wina Susana selaku Clinical Monitor dari IQVIA turut memaparkan secara teknis tentang mekanisme pelaksanaan penelitian serta karakteristik obat yang akan digunakan dalam studi tersebut. Pemaparan ini mencakup alur rekrutmen pasien, protokol penelitian, serta berbagai aspek yang harus dipenuhi agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan standar internasional.(*)

Bazar Ramadan DWP RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Kebersamaan dan Pemberdayaan UMKM

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Bazar Ramadan yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil sebagai bagian dari semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Pada Senin (9/3), Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil resmi membuka kegiatan Bazar Ramadan bertema Harmoni Ramadhan “Indahnya Kebersamaan dalam Keberkahan” yang berlangsung mulai 9 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di taman lantai 1 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil dan diikuti oleh berbagai pelaku usaha serta mitra yang terlibat dalam kegiatan sosial rumah sakit.

Pembukaan bazar dilakukan oleh Ketua Umum BKOW Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko bersama Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran direksi rumah sakit, Sekretaris DWP Sumbar Ny. Mirna Budianda, pengurus DWP RSUP Dr. M. Djamil, mitra perbankan, serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bazar Ramadan ini diikuti oleh sekitar 25 tenant yang menghadirkan berbagai produk, mulai dari kuliner khas Ramadan, produk UMKM, mutiara dari Lombok hingga produk perawatan kulit atau skincare. Selain menjadi ajang promosi produk, kegiatan ini juga menghadirkan talkshow kesehatan khusus Ramadan yang akan diisi oleh dokter spesialis sebagai narasumber, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan bazar, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan berbagi sebagai bentuk kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyalurkan sebanyak 650 paket sembako kepada para petugas cleaning service, petugas parkir, para driver, pegawai Tempat Penitipan Anak, serta pihak-pihak membutuhkan di lingkungan rumah sakit.

“Penyelenggaraan Bazar Ramadan oleh Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil memiliki makna yang positif dan strategis bagi lingkungan rumah sakit maupun masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan kegiatan ini bukan sekadar bazar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Tetapi juga menjadi wadah kebersamaan yang mampu mempererat hubungan silaturahmi, memperkuat solidaritas sosial, serta memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengembangkan aktivitas ekonomi mereka.

“Sebagai institusi pelayanan kesehatan rujukan nasional di Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Tetapi juga memiliki peran sosial dalam mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ucap Dirut.

Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil yang telah menyelenggarakan kegiatan bazar Ramadan ini. “Kegiatan tersebut menunjukkan organisasi perempuan di lingkungan rumah sakit tidak hanya berperan dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap melalui kegiatan bazar ini, berbagai pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan usaha rumah tangga, memperoleh kesempatan untuk mempromosikan serta memasarkan produk mereka kepada masyarakat. “Hal ini sejalan dengan upaya bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, khususnya dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah,” harap Dirut.

Sementara itu, Ketua Umum BKOW Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, menyampaikan kegiatan bazar Ramadan ini merupakan contoh nyata bagaimana organisasi perempuan dapat berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. “Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi melalui dukungan terhadap pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarperempuan serta antarorganisasi di Sumatera Barat,” ucapnya.

Menurutnya, BKOW Sumbar terus mendorong berbagai kegiatan perempuan yang mampu membangun kemandirian serta meningkatkan daya saing perempuan di berbagai bidang. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan silaturahmi antarperempuan. BKOW Sumbar tentu sangat mendukung berbagai kegiatan perempuan yang mampu mendorong kemandirian dan meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pemberdayaan perempuan perlu terus didorong dengan tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. “Sehingga perempuan dapat menjadi pribadi yang mandiri, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal,” ucap istri Wakil Gubernur Sumbar ini.

Di sisi lain, Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, menyampaikan bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum untuk meningkatkan spiritualitas dan ibadah. Tetapi juga menjadi panggung nyata untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

“Melalui momentum Ramadan, Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil berupaya menghadirkan berbagai kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi sebagai wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan rumah sakit dan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direksi RSUP Dr. M. Djamil atas dukungan, arahan, serta fasilitasi yang telah diberikan sehingga berbagai kegiatan sosial Dharma Wanita Persatuan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan rumah sakit maupun masyarakat luas.

“Melalui kegiatan bazar Ramadan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus tumbuh, sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan,” harap Ny. Winanda Dovy. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dorong Deteksi Dini Mioma Uteri

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi yang mudah diakses oleh pasien dan keluarga. Salah satu upaya tersebut dilakukan pada Kamis (5/3), ketika Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil bersama Departemen Ibu dan Anak menggelar kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi pengunjung dan pasien di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan informasi kesehatan yang akurat, sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi menghadirkan narasumber dr. Angga Trifianda Prima, Sp.OG yang membahas tentang mioma uteri. “Mioma uteri, yang juga dikenal sebagai fibroid rahim atau leiomioma, merupakan tumor jinak yang tumbuh dari sel-sel otot polos pada dinding rahim. Meskipun disebut tumor, kondisi ini sangat jarang berkembang menjadi kanker. Namun, keberadaan mioma tetap perlu mendapatkan perhatian karena dapat menimbulkan berbagai keluhan yang memengaruhi kualitas hidup perempuan, terutama pada usia reproduktif,” kata dr. Angga Trifianda Prima, Sp.OG.

dr. Angga menjelaskan sebagian wanita dengan mioma uteri tidak merasakan gejala apa pun, sehingga kondisi ini sering kali baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin. Meski demikian, pada beberapa kasus, mioma dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu.

“Gejala yang paling sering terjadi antara lain menstruasi yang lebih berat, berlangsung lebih lama, atau disertai gumpalan darah. Selain itu, perut dapat terasa penuh, membesar, atau tampak seperti “buncit”. Beberapa pasien juga mengalami nyeri pada punggung bawah atau kaki, nyeri panggul, hingga kram perut yang hebat,” ungkapnya.

Keluhan lain yang kerap muncul adalah gejala anemia seperti tubuh terasa lemas, pucat, dan pusing akibat perdarahan menstruasi yang berlebihan. Mioma juga dapat menimbulkan tekanan pada kandung kemih sehingga menyebabkan penderita sering buang air kecil atau kesulitan menahan buang air kecil. “Dalam beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami nyeri saat berhubungan seksual atau dispareunia, bahkan gangguan kesuburan hingga keguguran berulang,” ucapnya.

Ia menjelaskan ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang segera memeriksakan diri ke dokter. “Di antaranya jika mengalami perdarahan vagina yang sangat deras atau berlangsung berkepanjangan, nyeri panggul yang muncul tiba-tiba dan terasa sangat tajam, sakit perut yang terus menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, serta kesulitan untuk hamil meskipun telah mencoba selama satu tahun,” tuturnya.

Mioma uteri, sebut dr. Angga, lebih sering terjadi pada kelompok wanita tertentu yang memiliki faktor risiko lebih tinggi. Perempuan usia 30 hingga 50 tahun termasuk kelompok yang paling sering mengalami kondisi ini. Risiko juga meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi dini sebelum usia 10 tahun atau yang belum pernah hamil.

“Selain itu, wanita dengan berat badan berlebih memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi mengalami mioma karena adanya produksi hormon estrogen tambahan dari jaringan lemak. Faktor gaya hidup juga berperan, seperti pola makan tinggi daging merah dan makanan olahan, rendah konsumsi sayur dan buah, konsumsi alkohol, serta kekurangan vitamin D,” tuturnya.

Dalam edukasi tersebut, dr. Angga juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup sehat. Pola makan yang baik dengan memperbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, dan makanan tinggi serat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon. Sebaliknya, konsumsi daging merah dan makanan olahan sebaiknya dibatasi. Menjaga berat badan ideal juga sangat penting karena obesitas terbukti meningkatkan risiko mioma hingga dua hingga tiga kali lipat. “Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan melakukan aktivitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari,” ajaknya.

Selain itu, kecukupan vitamin D juga perlu diperhatikan karena kekurangan vitamin ini dikaitkan dengan peningkatan risiko mioma uteri. Paparan sinar matahari pagi secara cukup atau konsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh. Pengelolaan tekanan darah juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya perempuan, dapat lebih memahami kondisi mioma uteri dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Mioma uteri merupakan kondisi yang cukup umum dan bersifat jinak. Namun, gejala yang diabaikan dapat menurunkan kualitas hidup dan berpotensi memengaruhi kesuburan. Oleh karena itu, deteksi dini dan konsultasi medis menjadi kunci penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan efektif,” ucap dr. Angga.

Sementara itu, Plt Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil, Saswita Kemala Dewi, SKM, M.KKK mengatakan kegiatan edukasi kesehatan merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai penyakit yang sering dialami perempuan, termasuk mioma uteri. Melalui kegiatan ini, rumah sakit berupaya menghadirkan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat diakses langsung oleh pasien maupun keluarga.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan yang benar dari tenaga medis yang kompeten. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih peka terhadap gejala yang muncul dan tidak menunda pemeriksaan. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan deteksi dini mioma uteri dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa lebih optimal,” tukas Saswita Kemala Dewi.(*)

DWP RSUP Dr. M. Djamil Salurkan Ratusan Paket Sembako di Ramadan

Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan dengan menyalurkan ratusan paket bantuan sembako kepada para pekerja yang selama ini turut mendukung operasional rumah sakit. Pada Kamis (5/3), DWP RSUP Dr. M. Djamil menyalurkan sebanyak 350 paket sembako dari total 650 paket yang telah disiapkan untuk dibagikan kepada petugas cleaning service, petugas parkir, para driver, serta pegawai Tempat Penitipan Anak di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial selama Ramadan, khususnya kepada para pekerja yang memiliki peran penting dalam menjaga pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan baik setiap harinya,” kata Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy didampingi pengurus DWP.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para penerimanya di bulan penuh berkah ini. “Diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka selama menjalankan ibadah puasa,” harapnya.

Ia menjelaskan, dari total 650 paket sembako yang disiapkan, sebanyak 300 paket lainnya akan diserahkan dalam rangkaian kegiatan Bazar Ramadan bertajuk Harmoni Ramadhan: Indahnya Kebersamaan dalam Keberkahan. “Kegiatan bazar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 13 Maret mendatang di Taman Lantai 1 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan,” sebutnya.

Menurut Ny. Winanda, bazar Ramadan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya. “Kegiatan tersebut rencananya akan diramaikan oleh sedikitnya 25 tenant yang menghadirkan berbagai produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ungkapnya.

Ia mengatakan keterlibatan pelaku UMKM menjadi bukti komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung pemulihan ekonomi lokal sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dan perlengkapan Ramadan yang berkualitas bagi para pegawai maupun pengunjung rumah sakit dengan harga yang lebih terjangkau. “Esensi sejati dari kegiatan ini melampaui transaksi jual beli semata,” tuturnya.

Ny. Winanda menambahkan kegiatan yang disiapkan tahun ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga menghadirkan unsur edukasi bagi masyarakat. Dalam rangkaian bazar Ramadan tersebut, pihaknya juga akan menggelar Talkshow Kesehatan Khusus Ramadan yang menghadirkan para dokter spesialis sebagai narasumber.

Melalui kegiatan tersebut, para pengunjung diharapkan dapat memperoleh berbagai informasi dan tips tentang cara menjalankan ibadah puasa dengan tetap menjaga kesehatan tubuh. Edukasi ini dinilai penting, terutama bagi para pegawai rumah sakit dan masyarakat yang ingin menjalankan ibadah puasa secara optimal tanpa mengabaikan kondisi kesehatan. “Kami ingin para pengunjung dan pegawai tidak hanya pulang membawa belanjaan, tapi juga membawa ilmu,” jelasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45