Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Neurologi Peringati Hari Tumor Otak Sedunia

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Neurologi memperingati Hari Tumor Otak Sedunia melalui penyuluhan kesehatan pada Rabu (25/6). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tumor otak, pentingnya deteksi dini, dan penanganan yang tepat, mengingat kompleksitas dan dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini.

Sebagai narasumber dalam penyuluhan ini, dr. Diang Mulia Syofiadi, Sp.N yang memberikan pemaparan tentang memahami tumor otak primer dan sekunder. Dalam paparannya, dr. Diang menjelaskan tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak. Sel-sel tumbuh secara tidak terkontrol dan dapat membentuk benjolan. Tumor ini bisa jinak (non-kanker) maupun ganas (kanker). “Tumor otak bisa berasal dari otak itu sendiri (primer) atau menyebar dari kanker di bagian tubuh lain (sekunder,” ucapnya di Poliklinik Syaraf.

Tumor otak primer, sebutnya, tumor yang bermula dan tumbuh dari sel-sel di dalam otak atau jaringan sekitarnya (seperti selaput otak, saraf kranial). Ini berarti kanker atau pertumbuhan abnormal tersebut tidak berasal dari bagian tubuh lain dan kemudian menyebar ke otak. “Jenis umum tumor otak primer yakni glioma, meningioma, adenoma hipofisis dan schwannoma vestibular,” sebutnya.

Ia menjelaskan tumor otak sekunder adalah kanker yang bermula di organ lain  di tubuh dan kemudian menyebar ke otak. Ini berarti tumor di otak sebenarnya adalah sel kanker dari lokasi asalnya. “Misalnya dari paru-paru yang menyebar ke otak,” tutur dr. Diang.

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada ukuran, jenis, dan lokasi tumor. Namun, beberapa gejala umum yang patut diwaspadai antara lain sakit kepala yang persisten dan memberat, mual dan muntah tanpa sebab jelas, kejang, gangguan penglihatan atau pendengaran, kelemahan anggota gerak, hingga perubahan perilaku atau kepribadian.

“Jangan pernah menyepelekan gejala-gejala yang muncul. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter. Deteksi dini adalah kunci utama untuk penanganan yang optimal dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien,” tegasnya.

Ia menjelaskan diagnosis tumor otak melibatkan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan neurologis fisik, pencitraan otak seperti MRI atau CT Scan, hingga biopsi untuk menentukan jenis tumor dan tes lain. “Pilihan pengobatan pun beragam meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, dan terapi suportif,” pungkasnya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45