Diabetes Melitus (DM) bukan hanya mengancam organ vital seperti jantung dan ginjal, namun juga perlahan merenggut penglihatan. Komplikasi mikrovaskular mata yang dikenal sebagai Retinopati Diabetik (RD) menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan bahaya ini, terutama bagi para penderita DM.
Menanggapi hal ini, Spesialis Mata RSUP Dr. M. Djamil, dr. Karniela Ayuni Putri, Sp.M, menegaskan Retinopati Diabetik adalah kerusakan pada pembuluh darah kecil di retina, lapisan sensitif cahaya di belakang mata. “Peningkatan kadar gula darah yang berlangsung lama pada pasien DM akan merusak dinding pembuluh darah, menyebabkannya bocor, tersumbat, atau bahkan membentuk pembuluh darah baru yang rapuh. Proses inilah yang mengganggu fungsi retina dan berpotensi menyebabkan kebutaan,” jelas dr. Karniela.
Retinopati Diabetik seringkali tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Ini yang membuatnya sangat berbahaya. “Pada fase awal, pasien mungkin tidak merasakan keluhan apapun. Barulah ketika penyakit sudah berkembang, seperti pada tahap Non-Proliferative Diabetic Retinopathy (NPDR) lanjut atau sudah masuk ke fase Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR), penglihatan mulai terganggu,” papar dr. Karniela.
Gejala yang mungkin timbul antara lain pandangan kabur, kesulitan membaca atau melihat objek kecil, munculnya floater (bintik-bintik gelap atau bayangan melayang), hingga hilangnya penglihatan secara tiba-tiba. Tahap PDR ditandai dengan pertumbuhan pembuluh darah baru abnormal (neovaskularisasi) yang sangat rapuh.
Pembuluh darah ini mudah pecah, menyebabkan perdarahan hebat di bola mata (vitreous hemorrhage) dan jaringan parut yang bisa menarik retina (tractional retinal detachment), yang merupakan kondisi darurat dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.
Sebagai dokter spesialis yang sehari-hari menangani kasus ini, dr. Karniela menekankan pencegahan adalah langkah terbaik. “Faktor risiko utama adalah lama menderita diabetes dan tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol,” tegasnya.
Pencegahan RD berpusat pada tiga pilar utama yakni kontrol gula darah ketat, kontrol tekanan darah dan kolesterol, serta skrining mata rutin. Mempertahankan kadar gula darah (HbA1c) sesuai target yang ditentukan dokter penyakit dalam atau endokrinologi adalah upaya paling efektif. Hipertensi dan dislipidemia turut memperburuk kerusakan pembuluh darah di retina.
Pemeriksaan mata secara komprehensif oleh dokter spesialis mata wajib dilakukan segera setelah didiagnosis DM Tipe 2, dan dalam waktu 5 tahun setelah diagnosis DM Tipe 1. “Penderita DM yang sudah lama mengidap penyakitnya harus lebih waspada dan rutin periksa setidaknya setahun sekali, bahkan lebih sering jika sudah terdeteksi ada kelainan,” saran dr. Karniela.
Bila Retinopati Diabetik sudah terdeteksi, penanganan yang tepat dan cepat sangat krusial. dr. Karniela menyebutkan beberapa modalitas terapi yang tersedia di RSUP Dr. M. Djamil, yaitu Injeksi Anti-VEGF, Terapi Laser (Fotokoagulasi), dan Vitrektomi. Obat Injeksi Anti-VEGF disuntikkan langsung ke dalam mata untuk mengurangi kebocoran dan menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal, terutama efektif untuk mengatasi edema makula diabetik (pembengkakan di pusat penglihatan).
Terapi Laser digunakan untuk menghentikan kebocoran pembuluh darah dan menghancurkan area retina yang kekurangan oksigen demi mencegah pertumbuhan pembuluh darah baru yang berbahaya. Sementara itu, Vitrektomi adalah prosedur bedah yang dilakukan pada kasus PDR lanjut, misalnya ketika terjadi perdarahan vitreus yang tidak kunjung hilang atau sudah terjadi pelepasan retina akibat tarikan jaringan parut.
“Sangat penting bagi pasien DM untuk segera memeriksakan mata di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil jika merasakan keluhan sekecil apapun, atau bahkan jika tidak ada keluhan, sebagai bagian dari skrining rutin,” ajak dr. Karniela seraya menegaskan pemeriksaan dini memungkinkan diagnosis Retinopati Diabetik pada fase yang masih dapat ditangani, sehingga peluang untuk mempertahankan penglihatan tetap optimal.(*)