Sebuah terobosan penting dalam dunia kesehatan dan pendidikan akan segera terwujud di Sumatera Barat. Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) RSUP Dr. M. Djamil/Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) akan menelurkan sebuah inovasi bernama “Model Sekolah di Rumah Sakit”. Inovasi ini digagas untuk mengatasi permasalahan krusial yang kerap dihadapi anak-anak dengan penyakit kronis yang menjalani perawatan panjang di rumah sakit mengalami kehilangan akses terhadap pendidikan.
“Kami atas nama jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil mengapresiasi dan mendukung penuh rencana KSM Ilmu Kesehatan Anak untuk menelurkan Model Sekolah di Rumah Sakit ini. Ini adalah langkah maju yang luar biasa,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes saat pemaparan Model Sekolah di Rumah Sakit di Ruang Rapat Direksi, Kamis (31/7).
Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K), Ketua Tim Inovasi dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua dan manajemen.
Maliana menyampaikan dukungannya yang kuat terhadap inisiatif ini. “Anak-anak yang sedang sakit, terutama mereka yang harus menjalani perawatan jangka panjang, seringkali kehilangan kesempatan untuk belajar. Dengan adanya sekolah di lingkungan rumah sakit, kita memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi,” ujar Maliana.
Ditambahkan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, inovasi ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk memberikan pelayanan holistik yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik. Tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan.
“Keberadaan Model Sekolah di Rumah Sakit ini akan melengkapi dan memperkaya layanan kami. Ini bukan hanya tentang pengobatan fisik, tetapi juga tentang kesejahteraan mental dan intelektual pasien anak. Kami akan memastikan segala fasilitas dan dukungan operasional yang dibutuhkan tersedia untuk kelancaran inovasi ini,” jelas Ade.
Ia berharap model ini dapat menjadi percontohan yang menginspirasi rumah sakit lain di Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan ke dalam pelayanan kesehatan anak. “Sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena sakit,” tuturnya.
Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A (K) menjelaskan gagasan Model Sekolah Rumah Sakit ini lahir dari kepedulian KSM Ilmu Kesehatan Anak terhadap dampak pendidikan pada anak-anak yang dirawat. Anak-anak yang absen dari sekolah dalam waktu lama cenderung mengalami ketertinggalan pelajaran, isolasi sosial, dan bahkan penurunan motivasi. “KSM Ilmu Kesehatan Anak melihat celah ini sebagai kesempatan untuk mengintegrasikan pendidikan ke dalam proses penyembuhan,” sebutnya.
Ketua Tim Inovasi dr. Asrawati, M.Biomed, Sp.A (K), FISQua menjelaskan inovasi Model Sekolah di Rumah Sakit ini fleksibel dan tergantung dengan kondisi anak. Durasi persesinya lebih kurang1,5 jam. Dimana pertemuan 1 literasi dan kreativitas. Pembuka 10 menit berupa ice breaking sederhana (tepuk semangat, perkenalan singkat). “Kemudian juga ada kelas cerita selama 30 menit. Bagi anak SD, membacakan buku cerita (dongeng atau novel ringan). Untuk SMP bisa diskusi cerita inspiratif,” ucapnya.
Bagi anak yang bisa menulis, tuturnya, diajak membuat ringkasan atau gambar tokoh inspiratif. “Selain itu, aktivitas kreatif selama 40 menit berupa mewarnai, membuat kartu ucapan, atau kolase kertas warna,” tukasnya. (*)