Peringati World Cancer Day, RSUP Dr. M. Djamil Berikan Edukasi Manajemen Efek Samping Kemoterapi

Semangat juang pasien kanker di RSUP Dr. M. Djamil mendapatkan suntikan edukasi dan motivasi baru tepat pada peringatan Hari Kanker Sedunia, Kamis (5/2). Melalui penyuluhan kesehatan yang digelar di Unit Kemoterapi, pihak rumah sakit berupaya mengikis kecemasan pasien dengan membekali mereka pemahaman komprehensif tentang manajemen efek samping pengobatan dan dukungan psikososial dari lingkungan terdekat.

Dalam pemaparannya, dr. Ari Oktavenra, Sp.B, Subsp. Onk (K) menjelaskan mekanisme kerja kemoterapi guna meredam kekhawatiran utama yang sering dialami pasien. “Kemoterapi dirancang untuk menghancurkan sel-sel yang memiliki karakteristik pertumbuhan sangat cepat, seperti sel kanker. Namun, karena sifatnya tersebut, kemoterapi secara tidak sengaja juga memberikan pengaruh pada sel-sel tubuh yang sehat yang secara alami memang beregenerasi dengan cepat, seperti sel rambut, sumsum tulang, serta sel-sel pada lapisan mulut, kerongkongan, lambung, dan usus,” kata dr. Ari Oktavenra, Sp.B, Subsp. Onk (K).

Terkait metodenya, sebutnya, pengobatan ini bervariasi tergantung kondisi pasien, mulai dari pemberian pil atau tablet, suntikan, hingga melalui cairan infus ke pembuluh darah, di mana beberapa pasien mungkin hanya membutuhkan satu jenis obat sementara yang lain memerlukan kombinasi dua atau lebih jenis pengobatan.

“Berbagai efek samping yang mungkin muncul seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, radang pada area mulut dan kerongkongan, gangguan pencernaan seperti diare atau sulit buang air besar, hingga kerontokan rambut dan dampak psikologis lainnya,” ucapnya.

Untuk meminimalkan keluhan mual dan muntah misalnya, katanya, pasien disarankan menerapkan pola makan dengan porsi kecil namun frekuensinya lebih sering, serta mengonsumsi minuman seperti jus apel, lemon, atau teh hangat guna meredakan mual. “Pasien juga diimbau untuk menghindari makan dan minum dalam rentang waktu satu hingga dua jam sebelum dan sesudah sesi kemoterapi dilakukan,” tuturnya.

Saat sudah kembali ke rumah, ucap dr. Ari, perawatan mandiri menjadi kunci keberhasilan dengan cara menghindari kondisi yang memicu luka, menggunakan sikat gigi berbulu lunak, memastikan istirahat total minimal tiga hari setelah perawatan. “Serta disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan tablet sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh tim medis,” ucap dr. Ari.

Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah aspek keamanan bagi keluarga atau wali pasien selama 48 jam pertama setelah sesi kemoterapi berakhir. “Kami mengingatkan cairan tubuh pasien pada periode tersebut masih mengandung sisa-sisa obat kemoterapi, sehingga pendamping perlu berhati-hati dalam berinteraksi dengan cairan tubuh tersebut,” imbaunya.

Melengkapi sisi medis, Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, M.Kep, Sp.Kep.Onk menekankan dukungan keluarga merupakan pilar yang tidak terpisahkan dari keberhasilan terapi kanker secara keseluruhan. Dukungan ini mencakup segala bentuk perhatian, bantuan informasi, hingga keterlibatan nyata dalam keseharian pasien yang secara signifikan mampu mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan depresi.

“Dengan adanya dukungan keluarga yang kuat, pasien tidak hanya akan lebih patuh dalam menjalani program pengobatan, tetapi juga memiliki mental yang lebih tangguh dan kualitas hidup yang jauh lebih baik meskipun tengah berjuang melawan penyakitnya,” tukasnya.(*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45