RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan penelitian kesehatan berbasis bukti melalui pelaksanaan berbagai studi klinis yang memenuhi standar nasional dan internasional. Pada Rabu (24/6), rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut menerima kunjungan tim Danone Research & Innovation dan Prodia The CRO dalam kegiatan 5th Onsite Monitoring Visit and Sponsor’s Monitoring Visit Nutri Iron Study Danone yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan penelitian yang bertujuan memastikan seluruh tahapan studi berjalan sesuai dengan protokol penelitian, prinsip Good Clinical Practices (GCP), ketentuan etik, regulasi yang berlaku, serta standar yang ditetapkan sponsor penelitian.
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas penelitian yang sedang berjalan. “Monitoring dan evaluasi bukan sekadar untuk menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga untuk memastikan seluruh proses studi berjalan sesuai protokol, prinsip Good Clinical Practices, ketentuan etik, regulasi yang berlaku serta standar sponsor,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Team Leader Clinical Studies Danone Research & Innovation Belanda Willemien Sinke, Scientific Affairs Research and Evidence Lead Danone Global Research & Innovation Center dr. Tonny Sundjaya, M.Sc., Ph.D., Clinical Research Associate (CRA) Prodia The CRO An Nisa Rizkiana Arafah dan Qatrunnada Ramadanty, Ketua Clinical Research Unit RS M. Djamil dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA., Subsp.HLE(K), FIAC, IFCAP beserta tim.
Menurut dr. Maliana, Nutri Iron Study Danone memiliki nilai strategis karena berkaitan dengan kesehatan anak, khususnya aspek nutrisi dan kecukupan zat besi yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas kesehatan anak. Penelitian tersebut juga menjadi bagian dari penguatan peran RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan, pendidikan, dan penelitian yang berkomitmen menghasilkan praktik pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah.
“Studi ini juga bagian dari penguatan peran RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan, pendidikan, dan penelitian yang berkomitmen menghasilkan praktik pelayanan kesehatan berbasis bukti,” katanya.
dr. Maliana menegaskan keberhasilan sebuah penelitian klinis tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. “Kami menyadari keberhasilan clinical trial tidak hanya bergantung pada satu pihak. Keberhasilan studi ini membutuhkan koordinasi yang kuat antara sponsor, CRO, principal investigator, tim peneliti, Clinical Research Unit serta seluruh unit pendukung di rumah sakit,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga mutu pelaksanaan penelitian sejak awal studi berlangsung. “Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga kualitas pelaksanaan studi ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, pihak rumah sakit berharap dapat memperoleh berbagai masukan yang konstruktif untuk semakin meningkatkan kualitas penelitian yang sedang berjalan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang evaluasi yang terbuka, objektif, dan konstruktif. Setiap masukan dan rekomendasi yang diberikan hendaknya kita pandang sebagai bagian dari proses perbaikan mutu sehingga pelaksanaan studi ini semakin tertib, akurat, aman serta sesuai standar,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Principal Investigator Nutri Iron Study, dr. Asrawati, M.Biomed., Sp.A(K), Subsp.T.K.P.S., FISQua, memaparkan perkembangan pelaksanaan penelitian berjudul A Double-Blind Randomized Controlled Study to Evaluate the Effect of Iron-Fortified Young Child Formula on Iron Status in Children 1–3 Years Old.
Dalam pemaparannya, dr. Asrawati menjelaskan studi tersebut mulai berjalan sejak 23 Maret 2026 dan melibatkan 120 anak usia 1 hingga 3 tahun sebagai partisipan penelitian. Pelaksanaan studi dilakukan di tiga lokasi, yakni Puskesmas Andalas, Puskesmas Pauh, dan Puskesmas Air Dingin.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh formula anak yang diperkaya zat besi terhadap status zat besi pada anak usia 1–3 tahun melalui metode penelitian acak terkontrol tersamar ganda (double-blind randomized controlled study), yang merupakan salah satu desain penelitian dengan tingkat evidensi tinggi dalam dunia kesehatan.(*)