RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Layanan Rujukan dengan FibroScan

RSUP Dr. M. Djamil kembali memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan dengan menghadirkan inovasi teknologi medis bagi masyarakat. Rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini memiliki alat diagnostik FibroScan yang tersedia di Instalasi Diagnostik Terpadu. Kehadiran teknologi ini menjadi angin segar bagi penanganan kasus penyakit dalam, khususnya dalam memberikan penilaian yang lebih akurat dan non-invasif terhadap kesehatan organ hati pasien.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi Dr. dr. Saptino Miro, SpPD, K-GEH, FINASIM, menjelaskan mekanisme kerja FibroScan menyerupai perangkat ultrasonografi atau USG karena memanfaatkan gelombang suara. Namun, fungsi utama dari alat ini sangat spesifik, yakni untuk mengukur tingkat elastisitas atau kekakuan jaringan pada organ hati manusia.

“Melalui parameter tersebut, tim medis dapat mendeteksi keberadaan fibrosis hati pada pasien yang menderita penyakit hati kronis secara lebih dini tanpa harus melalui prosedur biopsi yang cenderung menyakitkan,” ucapnya.

Pemeriksaan ini, tuturnya, memiliki kemampuan luar biasa dalam menentukan derajat keparahan fibrosis hati secara presisi, mulai dari derajat satu hingga derajat empat yang merupakan tingkatan paling berat. “Proses pemeriksaannya pun tergolong sangat sederhana dan nyaman bagi pasien; petugas hanya perlu mengoleskan sedikit cairan gel pada ujung alat yang berukuran kecil, kemudian menempelkannya pada area pinggang atau bagian samping tubuh pasien,” ucapnya.

Dalam waktu singkat, alat tersebut akan memberikan data mengenai kondisi elastisitas hati yang menjadi indikator kunci kesehatan organ tersebut. “Salah satu indikasi utama penggunaan FibroScan adalah untuk memantau kondisi fatty liver atau perlemakan hati, yang saat ini menjadi masalah kesehatan yang kian marak ditemukan di masyarakat,” sebutnya.

Ia menjelaskan perlemakan hati yang tidak tertangani dengan baik berisiko tinggi memicu terjadinya fibrosis atau pengerasan hati. “Sehingga deteksi melalui FibroScan menjadi langkah untuk menentukan tindakan medis selanjutnya,” tuturnya.

Dr. Saptino menekankan pentingnya gaya hidup teratur dan menjaga berat badan ideal sebagai langkah preventif utama agar terhindar dari risiko perlemakan hati. “Bagi masyarakat yang memiliki keluhan atau indikasi permasalahan hati, RSUP Dr. M. Djamil mengimbau untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Instalasi Diagnostik Terpadu demi mendapatkan penanganan yang tepat dan berkualitas,” ajaknya. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45