RSUP Dr. M. Djamil Teguhkan Semangat Pancasila dalam Pelayanan Kesehatan

Semangat Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kembali diteguhkan oleh RSUP Dr. M. Djamil melalui pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin (1/6). Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan rumah sakit dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pelayanan kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Dalam sambutan yang dibacakannya, Dovy Djanas menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujarnya. Turut hadir jajaran direksi, manajemen dan civitas hospitalia.

Ia menyampaikan tema peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi penegasan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi juga dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi yang sangat cepat hingga dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks, Pancasila tetap menjadi pegangan moral bangsa. “Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” katanya.

Ia menegaskan Pancasila juga menjadi “jangkar moral” dalam menghadapi berbagai perubahan global yang terjadi saat ini. Sebagai negara besar, Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam percaturan dunia internasional, tetapi memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan Pancasila merupakan fondasi utama bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi bagian dari jati diri bangsa dinilai sangat relevan untuk menjembatani perbedaan dan meredakan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. “Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ungkapnya.

Indonesia, lanjutnya, telah menunjukkan peran nyata dalam menjaga perdamaian dunia melalui berbagai kontribusi, mulai dari keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), partisipasi dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan dan ketidakadilan.

“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta upacara juga diajak untuk terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan ekonomi, teknologi, dan pembangunan nasional harus tetap berpijak pada nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila agar pembangunan bangsa berjalan secara berkeadilan dan berkelanjutan.

“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ujarnya.

Selain itu, sambutan BPIP juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berlandaskan pada prinsip keadilan sosial dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. “Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, RSUP Dr. M. Djamil menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial. Semangat Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, bersatu karena keberagamannya, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tukas Dirut. (*)

Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45