Diluncurkan Menkes RI, RS M Djamil bersama Mitra Produksi Kit Diagnostik MRSA

Kit Diagnostik dapat Persingkat Waktu Identifikasi MRSA

RSMDJ —-Rumah Sakit M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan PT Crown Teknologi Indonesia hadirkan produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker. Produk kit diagnostik MRSA yang telah memiliki izin edar ini dapat mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi 3-4 jam.

Peluncuran produk itu ditandai dengan pemukulan gendang oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin didampingi Direktur Pelayanan Rujukan Kemenkes, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Dewan Pengawas RS M Djamil Albertus Yudha Poerwadi SE MSi CA CPMA  dan Direktur Utama RS M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua, Direktur Utama PT Crown Teknologi Indonesia, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, serta Stakeholder terkait. 

“Deteksi dini bakteri ini penting agar kita bisa memberikan antibakteri yang sebenarnya sudah diketahui antibiotiknya. Cuma gara-gara ngasihnya trial and error atau coba-coba dulu akibatnya orang jadi resisten. Karena coba-coba, untuk deteksi dininya susah,” kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Jumat (23/2) di Aula Lantai IV RS M Djamil.

Ia merasa senang ketika Dr Andani (Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas) bersama RSUP M Djamil dan PT Crown Teknologi Indonesia membuat alat skrining deteksi dini bakteri. Dan menggunakan teknologi PCR atau biomolekuler.

“Dengan makin tersedianya PCR di laboratorium kesehatan masyarakat dalam dua tahun ke depan kemampuan kita mendeteksi dini dan skrining semakin bagus. Kita tetap menjaga orang sehat dan tidak usah sakit. Sehingga pendapatan per kapita kita meningkat.  Sehingga di masa depan akan mewujudkan Indonesia menjadi negara maju,” ucap Menkes.

Ia mengatakan, produk tersebut berfungsi untuk mendeteksi dini dan skrining bakteri. Produksi buatan bangsa Indonesia ini terbuat dalam bentuk reagen cairan bahan baku yang digunakan mesin PCR. Gunanya untuk mendeteksi jenis bakterinya dan dia resisten dengan antibiotik alpa.

“Mudah-mudahan makin banyak diproduksi di Indonesia. Ke depannya kita sudah tidak tergantung pada negara-negara asing. Dan kami sangat merasa senang dan bangga atas produk yang dihasilkan ini,” tegasnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar memberikan apresiasi dengan terobosan dilakukan RSUP M Djamil dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan.

“Produk yang diluncurkan ini memberikan kemudahan dan kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan. Dengan adanya penelitian dan inovasi yang dilakukan ini akan memberikan kebaikan untuk kita semua,” ucapnya

Sementara Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menjelaskan produk Kit Diagnostik MRSA ini sebagai bentuk implementasi RSUP M Djamil menjadi rumah sakit yang mampu mengembangkan riset inovasi dan translasional untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien.

“Bahkan kami mendorong peningkatan kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Unand. Sehingga apa yang ditargetkan Kementerian Kesehatan dapat tercapai,” sebutnya.

Ia menargetkan menjelang akhir tahun 2024, kita 10 produk komersil. Dan pada awal tahun ini pihaknya sudah berhasil meluncurkan satu produk tahun ini. Yaitu deteksi Methicilin resisten staphylococcus aureus. Produk ini akan mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi hanya 3-4 jam

“Deteksi MRSA adalah bagian pertama dari empat bagian yang direncanakan untuk pengembangan panel resistensi,” ucap Dovy.

Produk lain yang akan dirancang, sebut dokter subspesialis Fetomaternal itu adalah  Deteksi ESBL, Deteksi Carbapenamase resisten, Deteksi Vankomisin resisten, Screening Ca Colon. Screening Ketuban Pecah Dini, Deteksi Def G6PDH kongenital, Deteksi Deep mikosis, Genotyping dengue, Identifikasi jenis kelamin.

“Semua produk ini tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan Universitas Andalas dan PT Crown Teknologi Indonesia sebagai mitra industri,” paparnya.

Dovy berharap semua produk inovasi yang dikembangkan akan memberikan manfaat untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Usai kegiatan Menkes dan rombongan juga melakukan telusur lapangan dan meninjau langsung pengembangan laboratorium Stemcell RS M Djamil yang merupakan satu-satunya  labor bank jaringan di luar pulau jawa dan yang ke 5 di Indonesia.

(Humas/Khairian)

RS M Djamil Kembangkan Jejaring Biobank Academic – Health Based System

RSMDJ — Rumah Sakit M Djamil terus melakukan trobosan dan inovasi dalam rangka mendukung tranformasi kesehatan. Teranyar Rumah Sakit Rujukan untuk Sumatera Bagian Tengah ini mengembangkan sebuah jejaring Biobank Academic-Health Based System.

“Biobank ini merupakan tempat penyimpanan bagi sampel jaringan, sel tumor, darah, material genetik seperti DNA yang akan digunakan untuk berbagai penelitian dalam menghasilkan pengobatan baru terhadap berbagai penyakit,” sebut Direktur Utama RS M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat kegiatan lounching produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker yang diluncurkan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Auditorium RSUP M Djamil, Jumat (23/2)

Hadirnya Biobank tersebut diharapkan dapat dikembangkan dengan melakukan kolaborasi antara RS M Djamil, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dan Rumah Sakit Universitas Andalas. Kolaborasi ini juga merupakan wujud penerapan Academic Health System.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mengakomodir potensi masing-masing institusi ke dalam satu rangkaian visi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlangsungan hal tersebut, pihaknya juga sudah menyusun buku model jejaring Biobank Rumah Sakit-Perguruan Tinggi. Dalam buku itu berisi panduan yang komprehensif tentang standar, pedoman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan biobank.

“Tentunya kami akan terus berusaha menyediakan infrastruktur yang kuat dan mengikuti prosedur-prosedur yang ketat. Sehingga dapat memastikan integritas dan kualitas setiap sampel biologis yang disimpan, serta memfasilitasi penelitian yang berpotensi membawa manfaat bagi pasien dan masyarakat secara lebih luas,” harapnya

Tidak hanya itu, salah satu layanan unggulan yang juga dimiliki RS  M Djamil adalah Layanan Stem Cell dan Bank Jaringan. Bank jaringan tersebut merupakan satu-satunya bank jaringan di luar pulau Jawa atau yang ke lima di Indonesia.

“Layanan ini bertugas untuk meneliti dan mengembangkan teknologi pengawetan jaringan biologis yang disterilkan dengan partikel elektron yang berkualitas tinggi. Dimana produk pelayanan yang kini dihasilkan berupa produk biomaterial yaitu amnion membrane dan bone allograft,” ungkap dokter subspesialis fetomaternal itu.

Dokter Dovy mengungkapkan pengembangan teknologi stem cell di rumah sakit menjanjikan potensi besar untuk memberikan solusi terapeutik yang inovatif dalam bidang regenerative medicine dan terapi sel punca. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan kualitas pengobatan dalam bidang kesehatan.

“Untuk itu, penelitian-penelitian translasional terus dikembangkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat diimplementasikan guna kebaikan pasien yang membutuhkan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan rombongan usai melakukan peluncuran produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker meninjau langsung lokasi Instalasi Bank Jaringan dan Sel RS M Djamil.

(Humas/Khairian)

Tingkatkan Kompetensi, RS M Djamil Gelar Workshop Metodologi Penelitian

RSMDJ — Dalam rangka meningkatkan kompetensi penelitian bagi civitas hospitalia, Rumah Sakit M. Djamil gelar Workshop Metodologi Penelitian, Jumat (16/2) di Aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Kegiatan yang dimotori tim kerja Pendididikan dan Pelatihan (Diklat) RS M. Djamil itu dikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari unsur  Dokter, Perawat, Nakes Lainnya dan unsur manajemen. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian (SPP), dr. Dedi Sutia, Sp.S (K),FINA, MARS dengan menghadirkan narasumber ahli bidang penelitian yakni Dr. Ricvan Dana Nindrea, S.KM, M.Kes, FASPR.

“Tentunya workshop ini sangat penting bagi kita dalam rangka meningkatkan komptensi penelitian-penelitian di RS M Djamil ini,” kata Direktur SPP dalam sambutannya.

Dikatakannya, peningkatan penelitian bagi civitas hospitalia merupakan suatu langkah yang penting untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Karena penelitian akan memberikan dampak positif terhadap sistem layanan.

“Tentunya memberikan dampak besar bagi kita dan kami di manjemen mendorong dan memfasilitasi bagi civitas hospitalia untuk melakukan riset,” pungkas dr. Dedi.

Diungkapkan dokter subsepsialis Neurologi itu, pihaknya tidak hanya memberikan fasilitias penelitian bagi pelayanan langsung tapi penelitian untuk level manajemen Rumah Sakit.

“Tentu ini bagi seluruh civitas hospitalia, tidak tertentu bagi petugas pelayanan saja, contoh bagian keuangan, SDM dan lainnya, penelitian yang dilakukan unit ini tentu sangat bermanfaat bagi pimpinan dalam rangka mengambil kebijakan, dan kami mendorong seluruh pihak untuk giat melakukan riset-riset ini,” pungkasnya.

Direktur SPP itu berharap melalui pelatihan yang dilaksanakan itu dapat memberikan pemahaman dan keilmuan bagi peserta sehingga memahami teknis pelaksanaan penelitian dengan cara baik dan benar.

“Hadirnya narasumber pakar ini tentu memberikan kita pemahaman dan keilmuan yang baik untuk meningkatkan kompetensi melakukan penelitian yang baik dan benar dan terpublikasi melaui jurnal-jurnal terakreditasi,” harapnya.

(Humas/Khairian)

Pasien RS M. Djamil  Gunakan Hak Pilih Pada Pemilu 2024

RSMDJ —- Sebanyak 10 orang pasien Rumah Sakit M. Djamil ikut menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024. Pemilih ini masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) karena menjalani proses rawat inap dan diakomodir langsung oleh beberapa TPS di Kelurahan Sawahan Timur serta pendampingan dari karyawan/ti RS M. Djamil.

“Mereka yang punya hak pilih diakomodir oleh TPS 1, 4, 5 dan 6 Kelurahan Sawahan Timur, sistemnya petugas KPPS mendatangi langsung pasien di ruang rawatan rumah sakit,” kata PPK Padang Timur, Aditya disela-sela pelaksanaan kegiatan, Rabu (14/2).

Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan TPS berjalan itu surat suara dibawa sebanyak jumlah daftar pemilih tetap tambahan.  Setelah melakukan pencoblosan dimasukkan dalam amplop dan kantong plastik. Kemudian dibawa ke TPS dan dimasukkan ke dalam kotak suara sesuai tingkatannya. 

“Sedianya memang ada 31 pasien yang masuk ke dalam DPTb, namun dari sejumlah itu ada yang sudah di perbolehkan pulang sebelum hari pencoblosan, adanya yang meninggal dunia dan dalam kondisi perawatan yang sangat intensif sehingga tidak bisa melakukan pencoblosan dan akhirnya cuma 10 pasien yang dapat melakukannya,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan pemilihan ini pihaknya menelusuri langsung ruang rawat inap pasien di samping ipihak RS M Djamil, Bawaslu, KPPS Sawahan Timur, unsur Kepolisian dan pihak lainnya yang terlibat dalam membantu kelancaran proses pemilihan tersebut.

“Tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada manajemen RS M Djamil yang telah membantu memfasilitasi dan mendampingi kami dalam kelancaran proses pemilihan bagi pasien ini, dan Alhamdullah berjalan dengan lancar,” ungkap Aditya.

Sementara itu, Dedi Elfian, SKM, MM, Manajer Umum dan Tata Usaha RS M. Djamil mewakili unsur pimpinan RS M. Djamil mengucapkan terimaksih atas kerjasama yang dilakukan seluruh pihak untuk kelncaran proses pemilihan bagi pasien yag menjalani perawatan di RS M. Djamil.

Sebelumnya dijelasakan Ketua KPU Kota Padang, Riki Eka Putra  ada 33 rumah sakit yang ada di Kota Padang, para pasien rawat inap akan mendapatkan hak suara di TPS yang berada di lokasi rumah sakit. Para pasien itu akan didatangi satu persatu di kamar rawat inap.

“Sebelumnya jumlah data pasien itu sudah didapatkan oleh KPU Padang. Jadi status mereka adalah pemilih pindahan. Jadi nanti para petugas akan mengunjungi para pasien satu persatu,” ungkapnya.

(Humas/Khairian)

Ombudsman Perwakilan Sumbar Apresiasi Langkah Cepat Tim Kesiapsiagaan Bencana RS M Djamil

RSMDJ — Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat megapresiasi langkah cepat tim kesiapsiagaan bencana RS M Djamil dalam menindaklanjuti ledakan di Semen Padang Hospital (SPH) yang mengakibatkan terganggunya pelayanan kesehatan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani, S.Sos,  M.Si saat kunjungannya ke RS M Djamil, Kamis (1/2). Kedatangan Ombudsman besama tim tersebut juga sekaligus meninjau langsung kondisi pasien dan korban ledakan SPH yang menjalani perawatan di RS M Djamil.

Kedatangan Ombudsman di sambut dan didampingi langsung Direktur Operasional dr. Asrawati Sp.A (K), M. Biomed dan Ketua Tim Kesiapsigaan Bencana Katherina Welong, SKM, MARS dan unsur manajemen lainnya.

“Kami hadir di sini (RS M Djamil) untuk memastikan pelayanan publik dan dalam hal ini memastikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan korban ledakan SPH yang di rujuk ke sini,” ujar Kepala Ombudsman Sumbar disela-sela kunjungannya.

Pihaknya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan RS M Djamil melalui tim kesiapsigaan bencana dalam hal membantu percepatan perawatan dan rujukan bagi para pasien dan korban.

“Tentunya ini menjadi contoh, bagaimana respon cepat yang dilakukan M Djamil dalam menerima pasien dan juga langsung mengutus tim kesiagaan ke lokasi (SPH),” kata Yefni.

Menurutnya, hal yang dilakukan RS M Djamil dalam upaya terdepan memberikan keselamatan pasien. Di samping itu pihaknya juga memastikan jaminan terhadap keselamatan pasien dan korban.

“Dari informasi dan telusur yang kami lakukan ini, sebagai lembaga pengawasan publik kami memberikan apresiasi langkah yang dilakukan RS M Djamil, dan tentu kita berharap ini juga menjadi contoh bagi Rumah sakit lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional RS M Djamil dr. Asrawati Sp.A (K), M. Biomed mengucapkan terimaksih atas apresiasi dan kunjungan yang dilakukan Ombudsman Sumbar bersama tim.

Ia menceritakan, seketika pihaknya mendapatkan informasi adanya ledakan di SPH, atas intruksi Direktur Utama, pihaknya meminta langsung tim kesiapsiagaan bencana yang diketuai Ketherina Welong SKM, MARS untuk terjun ke lokasi ledakan dengan membawa dua unit ambulan. Di samping itu menyiapkan segala hal teknis untuk kesiapan menerima pasien dan korban ledakan di Instalasi Gawat Darurat.

“Alhamdulillah tim kami langsung bergerak dan melakukan triase terhadap pasien dan korban di SPH, kami juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga tidak terjadi kendala dalam proses rujukan pasien ke sini.” terangnya.

Dokter konsultan tumbuh kembang anak itu juga menjelaskan dengan segala hal kemungkinan yang terjadi pihaknya sudah mengantisipasi dengan kesiapan tim medis dan ketersediaan ruang rawatan. Untuk RS M Djamil yang dirujuk itu merupakan pasien dan korban yang masuk dalam kategori berat dan kritis.

“Tentunya ini bagian dari langkah yang kita lakukan agar maksimal memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan korban. Tentu kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama RS M Djamil, Dr.dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua  yang ditemui di Instalasi Gawat Darut RS M. Djamil mengatakan, pihaknya turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di SPH. Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan RS M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga membantu merujuk ke rumah sakit sekitar.

Keikutsertaan RS M Djamil sebagai bentuk tanggup jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan. Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartispasi aktif sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Sebagaimana diketahui, Selasa (30/1) sore terjadi ledakan di lantai I SPH yang mengakibatkan terganggunya operasional di rumah sakit tersebut. Pasien dan Korban ledakan terhadap peristiwa tersebut di rujuk di sejumlah rumah sakit di kota Padang.

(Humas/Khairian)

Antisipasi Lonjakan Pasien Pasca Ledakan di SPH, RS M Djamil Aktifkan Tim Kesiapsiagaan Bencana

RSMDJ — Rumah Sakit M Djamil mengaktifkan tim  kesiapsiagaan bencana akibat terjadinya  ledakan di Semen Padang Hospital (SPH)  Selasa (30/1) sore yang mengakibatkan terganggunya aktifitas pelayanan pasien di rumah sakit tersebut.

Hingga saat berita ini ditayangkan, RS M Djamil sudah menerima sejumlah pasien rawat inap dan korban ledakan. Tidak hanya itu tim kesiapsiagaan RS M Djamil juga terjun langsung ke lokasi kejadian.

Direktur Utama RS M Djamil, Dr.dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua  yang ditemui di Instalasi Gawat Darut (IGD) RS M. Djamil mengatakan, pihaknya turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di Semen Padang Hospital. Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan RS M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.

“Tentunya kita turut prihatin dengan kondisi ini, kami langsung mengaktifkan tim kesiapsiaagan dan langsung menerjunkan tim turun ke lapangan dan lokasi kejadian (SPH) untuk melakukan triase pengelompokan pasien dan korban,” ujar Direktur Utama.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga mendistirbusikan ke rumah sakit sekitar.

“Tim juga membantu melakukan triase di lapangan (SPH) yang dikomandoi dokter Dedi Sutia, Direktur SDM dan Pendidikan kita,  nantinya dimana untuk korban dan pasien yang ringan akan didistribusikan ke rumah sakit sekitar dan pasien/korban yang dalam keadaan berat di kirim dan diterima di sini (RS M.Djamil),” terangnya sembari didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Dr.dr.Bestari Jaka Budiman.,SpTHT-KL (K) FICS, Kepala IGD, dr. Haviz Yuad, Sp.OG (K) FER dan ketua tim kesiapsiagaan bencana Katherina Welong, SKM, MARS

Keikutsertaan RS M Djamil sebagai bentuk tanggup jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan. Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartispasi aktif sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Diungkapan dokter subspesialis fetomaternal itu, terkait meningkatnya intensitas pelayanan di IGD RS M Djamil hingga saat ini dalam kondisi yang masih terkendali.

“Kondisi saat ini terkendali dan tentu kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengkondisikan pasien dengan perawatan yang spesifik untuk mendapatkan pelayanan di RS M Djamil,” ungkap mantan ketua POGI Sumbar sembari mengatakan hingga saat ini ketersediaan tenaga medis dan ruang rawatan masih mencukupi untuk mengantisipasi peningkatan rujukan pasien Semen Padang Hospital.

(Humas/Khairian)

Wujud Tranformasi Kesehatan, RS M. Djamil Luncurkan Jurnal “Frontiers in Healthcare Research (FIHR)”

RS Vertikal Kedua di Indonesia Menggunakan Jurnal Berbahasa Inggris

RSMDJ —  Dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan berbasis riset (penelitian), Rumah Sakit M Djamil melalui Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan luncurkan jurnal  yang diberi nama Frontiers in Healthcare Research (FIHR) pada kegiatan pekan ilmiah dan launching jurnal, Senin (22/1) di Aula lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Peluncuran jurnal berbahasa Inggris ke dua di Indonesia untuk kategori Rumah Sakit Vertikal di lingkungan Kementerian Kesehatan RI ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat civitas hospitalia untuk melakukan penelitian-penelitian.  

Launching jurnal ini dilakukan langsung Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS FISQua yang didampingi langsung oleh jajaran direksi, perwakilan  Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, pimpinan Perguruan Tinggi Kesehatan, Ketua organisasi profesi kesehatan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Tentunya kami sangat bahagian dengan kegiatan pekan ilmiah dan launching jurnal kita ini,” ujar Direktur Utama RS M Djamil dalam sambutannya.

Foto Bersama jajaran direksi RS M. Djamil bersama tim Jurnal FIHR

Ia menjelaskan, salah satu fungsi rumah sakit yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan adalah menyelenggarakan penelitian dan pengembangan, serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan.  Hal itu juga sejalan dengan Visi RS M. Djamil yaitu “menjadi rumah sakit terkemuka dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian di Asia Tenggara Tahun 2024” dan penelitian menjadi salah satu gebrakan bersama untuk terwujudnya Visi rumah sakit yang kita cintai ini.

“Sejauh ini sebagian besar penelitian yang dilakukan di sini (RS M. Djamil) merupakan penelitian klinik, karena mudah mengakses dan melakukan pemantauan terhadap subyek penelitian. Namun tidak menutup kemungkinan penelitian di bidang manajerial kesehatan. Tentunya hasil penelitian yang dilakukan nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan  dan dihimpun melalui jurnal yang diterbitkan ini,” ujar Dirut sembari mengatakan hal tersebut sebagai salah satu upaya transformasi pelayanan kesehatan yang digaungkan Kemenkes RI.

Dokter sub spesialis Fetomaternal itu juga mengatakan, Pekan Ilmiah yang digelar menjadi momentum penting untuk merayakan dan mengapresiasi dedikasi serta kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan di RS M. Djamil. Serta bagian dari inovasi tersebut merupakan kunci untuk mencapai standar pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.

Terkait peluncuran jurnal “Frontiers in Healthcare Research”, RS M. Djamil berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam menghadirkan penelitian-penelitian berkualitas tinggi di bidang kesehatan juga menjadi wahana untuk menghadirkan solusi-solusi yang dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Foto Bersama dalam kegiatan pekan ilmiah dan peluncuran jurnal FIHR

Mantan Ketua POGI Sumatera Barat itu  berharap dapat menemukan terobosan-terobosan baru yang dapat menjadi landasan bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara global melalui kolaborasi, pertukaran ide, dan kerjasama antarprofesional

Terkait pembiayaan, Dirut menyebut tahun ini pihaknya kembali memberikan dana hibah penelitian untuk peneliti staf rumah sakit. Pemberian dana hibah ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan animo seluruh civitas hospitalia dalam melakukan penelitian yang bermanfaat untuk kemajuan dunia kesehatan dan meningkatkan pelayanan

“Kami (RS M Djamil) percaya bahwa investasi untuk penelitian ini tidak hanya akan memberikan manfaat langsung bagi penelitian yang dilakukan, tetapi juga akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan yang kita berikan kepada masyarakat, memberikan dampak positif secara signifikan, seiiring dengan visi RS M. Djamil untuk menjadi pusat unggulan dalam pelayanan kesehatan dan penelitian di Indonesia,” harapnya sembari mengajak seluruh civitas hospitalia untuk aktif berpartisipasi dalam program penelitian tersebut.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG-KFM, MARS, FISQua memberikan sambutan dalam
peluncuran Jurnal FIHR

Manager Tim Kerja Penelitian dan Pengembangan, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA  mengatakan kehadiran jurnal FIHR RS M. Djamil tersebut diharapkan mempu menjadi sarana publikasi untuk menjembatani para peneliti dan praktisi kesehatan dalam menghadirkan inovasi di bidang pelayanan kesehatan.

Ia juga mengungkapkan jurnal FIHR di RS M. Djamil, merupakan jurnal  RS Vertikal yang ke-3 di Indonesia dan juga merupakan yang ke-2 hadir dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Tentunya ini sebagai wujud kontribusi kita di RS M Djamil dan tentu kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penelitian mengingat jurnal ini merupakan panggung bagi peneliti terhadap hasil temuannya, pertukaran ide serta melakukan kolaborasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Dalam peluncuran jurnal secara seremonial tersebut dijuga dilaksanakan mini Simposium  bersama dr. Ricvan Dana Nindrea tentang  tips dan trik publikasi penelitian Internasional dan Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT(K), M.Kes yang membahas tentang mengungkap potensi sel punca: pengenalan penelitian stemcell untuk kesehatan masa depan.

Mini Simposium ini dimoderatori oleh dr. Hendra Permana, Sp.S (K), M.Biomed yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tidak hanya itu, di lokasi kegiatan juga ditampilkan pameran poster artikel penelitian staf RS M. Djamil.

(Humas/Khairian)

Peran Penting Ibu Wujudkan Kebahagiaan Keluarga

Talkshow Parenting Class DWP RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Pasca dilantiknya jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr M Djamil November 2023 lalu, sebagai bentuk tindak lanjut program pengurus, Rabu (10/1) digelar pertemuan bulanan dengan menggelar talk show Parenting Class.

Kegiatan ini digelar di Aula Lantai IV RSUP Dr M Djamil itu, menghadirkan jajaran pengurus DWP, anggota DWP dan civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil khususnya bagi karyawati dengan mengangkat tema tentang “Ibu Bahagia, Keluarga Bahagia” bersama pakar pendidikan keluarga Syafitri, S.Si, yang juga merupakan Bunda genRe Sumatera Barat.

Ketua DWP RSUP Dr M Djamil, Ny. Winanda Dovy mengatakan bahwa kegiatan pertemuan anggota DWP akan rutin digelar setiap bulan dengan berbagai agenda kegiatan.

“Tentunya pertemuan ini akan rutin kita gelar di samping kita juga melaksanakan arisan, tidak masalah tidak ikut arisan, yang terpenting sekali bagaimana kita terus menjalin silaturrahmi melalui pertemuan bulanan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyebut, pertemuan bulan juga akan terus menghadirkan narasumber di samping itu juga akan menggelar pelatihan-pelatihan, khususnya bagi ibu yang berkarir.

“Tidak kita pungkiri bagi ibu yang berkarir memiliki sedikit waktu dengan keluarga untuk berkumpul, untuk itu melalui pertemuan ini mari kita curi ilmu dari narasumber kita, sehingga bisa memaksimalkan kualitas pertemuan dengan anggota keluarga di rumah,” terang Ny. Winanda Dovy.

Untuk itu, pertemuan bulanan tersebut akan ada gelaran episode perepisodenya, mengingat parenting class tidak cukup dengan satu kali pertemuan.

“Tentu perenting class ini adalah hal yang sangat kita butuhkan dan tentu kita akan terus diskusi bersama hal apa saja yang akan kita bahas dengan menghadirkan narasumber pakar dibidangnya dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Selaku pengurus, Ny. Winanda mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah hadir dan terkhusus kepada jajaran direksi RSUP Dr M Djamil yang memberikan suport dan dukungan kepada pengurus DWP RSUP Dr M Djamil.

Sementara itu dalam paparan. Syafitri menyampaikan peranpenting seorang ibu dalam keluarga dan sudah menjadi keharusan bagi ibu untuk bahagia, karena dari ibulah sumber kebahagian bagi seluruh anggota keluarga khususnya.

(Humas/Khairian)

Komisi IX DPR-RI Dukung Penuh Peningkatan Pelayanan Kesehatan RSUP Dr M Djamil

RSMDJ — Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses masa persidangan 1 ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang pada Rabu (4/10) di Aula lantai IV.

Kedatangan anggota dewan tersebut dalam rangka meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan (faskes) serta progres pengembangan prioritas rumah sakit rujukan ini.

“Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat kondisi riil dan melihat apa yang dibutuhkan oleh RSUP M Djamil Padang saat ini,” ujar Ketua Tim Kunker Komisi IX DPR RI Dr. Nihayatul Wafiroh disela-sela kunjungan.

Dari audiensi yang telah digelar bersama pihak rumah sakit, kata dia, dipetakan beberapa prioritas utama yang dibutuhkan RSUP M Djamil untuk mengembangkan fasilitas kesehatannya, sesuai yang disampaikan Direktur RSUP M Djamil Padan, Dr dr Dovy Djanas pada pertemuan itu.

Kebutuhan prioritas itu adalah Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT), alat LINAC ( Linear Accelerator) untuk bunker penunjang pelayanan ongkologi terpadu, Instalasi Pelayanan Stem Cell atau Bank Jaringan, dan pembangunan gedung Kamar Rawat Inap Standar (KRIS).

Ketua Tim yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh itu mengatakan kebutuhan prioritas tersebut sudah ditampung untuk dibahas pada rapat Komisi IX DPR RI di Jakarta.

”Ketiga skala prioritas tadi membutuhkan anggaran yang cukup besar. Kami akan coba memasukkannya pada anggaran 2024 karena pengajuan untuk tahun anggaran 2023 sudah habis,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap proposal dari RSUP Dr M Djamil itu bisa langsung ditindaklanjuti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai instansi yang menaungi RSUP M Djamil Padang.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Padang, Dr. Dr Dovy Djanas,Sp.OG-KFm, MARS menjelaskan kebutuhan prioritas yang sudah dipaparkan dihadapan Tim Kunker Komisi IX tersebut itu dilakukan demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dan kita bersyukur penuh terhadap prioritas yang telah kami paparkan, semua anggota dewan menyetujunya, semoga saja hal ini langkah lebih baik dalam upaya percepatan untuk kemajuan pelayanan kesehatan di RSUP Dr M Djamil ini, ,” pungkasnya.

Di samping Dewan Direksi dan Civitas Hospitalia, kunjungan ini turut dihadiri Staf ahli Kementerian Kesehatan RI bidang Politik dr. Kirana Pritasari, MQIH yang juga merupakan mantan Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr M Djamil, pimpinan BPJS Kesehatan Padang, BPJS Ketenagakerjaan, pemprov Sumatera Barat dan rombongan lainnya. (RSMDJ/Khairian)

Layanan Orientasi dan Informasi Bagi Tenaga Kesehatan non PNS

Dir SDM, Pendidikan dan Penelitian : Seluruh civitas hospitalia mesti memiliki keramahan dan komunikasi yang baik

RSMDJ — Keramahan dan kemampuan komunikasi yang baik merupakan kewajiban yang mesti dimiliki bagi seluruh civitas hospitalia RSUP Dr M Djamil, tidak terkecuali bagi tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

“Tentunya bagi siapapun yang mengabdikan dirinya di RSUP Dr M Djamil meski memiliki kompetensi, keramahan dan komunikasi yang baik, ini harga mati bagi seluruh civitas hospitalia,” terang Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr M Djamil, dr. Dedi Sutia, SpN dalam pembukaan kegiatan layanan orientasi dan informasi bagi tenaga kesehatan non PNS, Selasa (29/8) di aula Lantai IV Poliklinik Rawat Jalan.

Dikatakan, bagi tenaga kesehatan yang mendapatkan kesempatan mengabdikan dirinya di RSUP Dr M Djamil mesti bersyukur, mengingat tingginya harapan khususnya tenaga kesehatan dapat mengabdi di RSUP Dr M Djamil.

“Kita menyeleksi dan menerima perawat itu bukan tanpa alasan, bagi siapaun itu meski memiliki kompetensi spesifik, mengingat di sini (RSUP Dr M Djamil) memiliki layanan spesifik, sehingga pengalaman dan kompetensi khusus menjadi pertimbangan bagi kami,” terangnya.

Tidak hanya perawat, untuk saat ini tenaga kesehatan seperti dokter juga direkrut yang sudah memiliki kemampuan subspesialis yang berarti sudah memiliki talenta khusus.

“Kami tentunya sangat berharap kepada semuanya untuk segera menyesuaikan diri dan beradaptasi, dan tentu kehadiran perawat baru ini mampu membangun aura positif untuk layanan yang lebih baik di rumah sakit yang kita cinta ini,” harap dr. Dedi.

Ia juga mengingatkan, RSUP Dr M Djamil sangat mendukung kepedulian terhadap pasien dan tidak sungkan akan memberikan teguran keras dan bahkan pemutusan hubungan kerja bagi civitas hospitalia yang tidak memiliki kepedulian dan keramahan kepada pasien.

“Layanan pengaduan kita sudah tersedia di sini, dan siapun bisa mengadukan tentang pelayanan, masalah komunikasi dan lainnya, jadi tentunya ada konsekwensi jika tidak mampu menjalankan aturan,” tegas sembari terus meningatkan keramahan dengan membudayakan senyum bagi pasien dan seluruh civitas hospitalia.

Sementara itu, Koordinator Pendidikan dan Pelatihan, Ns. Hendria Putra, M.Kep, Sp.KMB menjelaskan bahwa layanan orientasi dan informasi merupakan  kegiatan wajib bagi tenaga baru yang bergabung di RSUP Dr M Djamil. Pada kegiatan ini ada 41 tenaga perawat, satu teknisi dan satu tenaga apoteker mengikuti layanan orientasi dan informasi.

Sabagaimana diketahui kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan mengahadirkan sejumlah narasumber. Para peserta layanan orientasi dan informasi akan disuguhkan materi seperti tata Kelola pelayanan keparawatan, PMKP dan SKP, komunikasi efektif, mutu etik dan kredensial.

Selanjutnya materi tentang hak dan kewajiban pasien, manajemen fasilitas dan keselamatan, konsep PPIRS, anti korupsi serta workshop APAR, bantuan hidup dasar (BHD) dan hand hygiene. 

(RSMDJ/Khairian)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45