RSUP Dr. M. Djamil, hari ini (28/5), menjadi saksi sebuah momen penting dalam dunia kedokteran, khususnya di bidang bedah onkologi. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri acara penyerahan brevet dokter subspesialis onkologi bedah. Acara ini menandai bertambahnya tenaga ahli yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat layanan kanker di Sumatera Barat khususnya Indonesia umumnya.
“Kehadiran saya dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat manajemen RSUP Dr. M. Djamil terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan, terutama di bidang onkologi yang menjadi salah satu prioritas nasional,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Pada penyerahan brevet ini, Subspesialis Bedah Onkologi menelurkan dua lulusan. Yakni dr. Ramadanus, Sp.B, Subsp. Onk (K) dan dr. Randi Dwiyanto, Sp.B, Subsp. Onk (K).
Ia mengatakan penanganan kanker merupakan tantangan besar yang memerlukan pendekatan multidisiplin dan keahlian khusus. Dokter subspesialis bedah onkologi memegang peran krusial dalam diagnosis, penentuan stadium, serta tindakan pembedahan yang akurat untuk pengangkatan tumor.
“Keberadaan dokter subspesialis onkologi bedah yang baru ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap angka kesembuhan dan kualitas hidup pasien kanker. Masyarakat Sumatera Barat khususnya Indonesia umumnya kini memiliki harapan baru dengan semakin lengkapnya tim medis profesional yang siap sedia menghadapi tantangan kanker dengan keahlian dan dedikasi tinggi,” harapnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd mengatakan peranan bedah adalah peranan yang paling besar untuk onkologi saat ini. Tetapi kita bisa kolaborasi multidisplin harus dijalani dengan baik. Sehingga pasien kota mendapatkan pelayanan yang paripurna dan juga mendapatkan kesejahteraan sebagai seorang pasien.
“Luar biasa dokter bedah onkologi tidak hanya mengangkat tumor. Tapi juga bagaimana berfungsi dengan baik. Kami yakin dimana ditempati kedua dokter ini maka akan ada pelayanan kesehatan yang lebih baik tentunya,” harapnya. (*)