RSUP Dr. M. Djamil Padang terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu pusat layanan kesehatan terdepan di Sumatera Barat, khususnya dalam bidang transplantasi organ. Hari ini (28/5), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama dengan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman Sp.THT-KL (K) menghadiri rapat persiapan pelaksanaan transplantasi ginjal ke-27 di Sekretariat Transplantasi Ginjal Gedung Instalasi Pusat Jantung Terpadu (IPJT) Lantai 2.
“Kehadiran kami menunjukkan komitmen kuat manajemen dalam mendukung program transplantasi ginjal yang telah menjadi salah satu keunggulan rumah sakit ini. Sejak dimulai, sudah 26 pasien telah mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup normal setelah menjalani transplantasi ginjal yang berhasil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Ia mengapresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan transplantasi ginjal ke-27 ini. Transplantasi ginjal bukan hanya sekadar prosedur medis, melainkan sebuah harapan baru bagi pasien-pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir.
“Keberhasilan program ini adalah hasil dari sinergi dan dedikasi luar biasa dari seluruh tim medis dan non-medis. Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa semua persiapan berjalan optimal, dan kami siap memberikan yang terbaik untuk pasien,” tuturnya.
Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menambahkan setiap kasus transplantasi ginjal memiliki keunikan tersendiri, sehingga dibutuhkan pendekatan yang personal dan terukur.
“Kita tidak boleh lengah. Meskipun ini adalah transplantasi ke-27, setiap prosedur harus diperlakukan dengan perhatian maksimal, memastikan semua aspek medis dan non-medis telah teratasi dengan baik,” jelas Bestari seraya mengingatkan pentingnya edukasi kepada pasien dan keluarga tentang proses transplantasi, risiko, serta perawatan jangka panjang.
Rapat persiapan ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis nefrologi, ahli bedah urologi, ahli anestesi, perawat transplantasi, koordinator transplantasi, serta tim pendukung lainnya.
Pembahasan dalam rapat mencakup berbagai aspek penting, mulai dari evaluasi kondisi donor dan resipien, memastikan kesiapan sarana dan peralatan medis. Protokol keamanan pasien dan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat juga menjadi fokus utama dalam diskusi untuk meminimalisir risiko dan mengoptimalkan hasil transplantasi.(*)