RSUP Dr. M. Djamil menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Sumatera Barat seiring pelantikan jajaran pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) wilayah Sumatera Barat periode 2025–2028. Momentum tersebut juga ditandai dengan dilantiknya Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua sebagai Ketua Dewan Pembina POGI Sumbar.
Kepengurusan POGI Sumbar yang baru dipimpin oleh Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE, dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sumbar, Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT, Subsp.O.T.B, bersama Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG, Subsp.F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM.
Usai pelantikan, Dr. Dovy Djanas menyampaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Dewan Pembina POGI Sumbar merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “RSUP Dr. M. Djamil siap bersinergi dengan POGI Sumbar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan reproduksi perempuan, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Indonesia,” katanya.
Turut hadir Ketua Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia POGI Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.O.G, Subsp.Onk, D.MAS, Ketua Dewan Pembina PP POGI dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp. Obginsos, Sekretaris Jenderal PP POGI dre. Ulul Albab, Sp.OG, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, pengurus POGI Sumbar serta undangan.
Menurutnya, kolaborasi antara rumah sakit rujukan nasional dengan organisasi profesi seperti POGI menjadi kunci dalam memperkuat sistem layanan kesehatan, mulai dari tingkat primer hingga tersier. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga medis serta pemerataan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya di Sumatera Barat.
Sementara itu, Ketua Umum PP POGI, Prof. Budi Wiweko, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus POGI Sumbar yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa organisasi semakin aktif serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan di daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu program utama PP POGI dari 14 strategi nasional adalah program SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia). Melalui program tersebut, POGI ingin meningkatkan kontribusinya kepada pemerintah dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, prevalensi stunting, serta kasus kanker serviks.
“Setiap satu jam masih ada perempuan yang meninggal dalam masa kehamilan maupun persalinan. Lebih memprihatinkan lagi, setiap 25 menit ada perempuan yang meninggal akibat kanker serviks,” ungkapnya.
Melalui 10 fokus gerakan SPRIN, POGI mendorong berbagai upaya strategis. Mulai dari perlindungan perempuan Indonesia dari kanker serviks melalui vaksinasi HPV dan skrining DNA HPV, penguatan perencanaan kehamilan, pendampingan kehamilan hingga persalinan yang aman, sampai menjaga kesehatan perempuan agar tetap aktif dan sehat hingga masa menopause.
“Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, PP POGI juga menyalurkan 5.000 vaksin HPV melalui cabang-cabang POGI di berbagai daerah, serta memberikan multiple micronutrient sebagai dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Oleh karena itu, kita ingin meningkatkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan POGI Sumbar periode 2025–2028. Keberadaan organisasi profesi seperti POGI memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, serta kesehatan reproduksi perempuan di Sumatera Barat.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan,” ungkapnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan organisasi profesi menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang semakin kuat dan merata. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi profesi, akademisi, dan rumah sakit seperti RSUP Dr. M. Djamil, agar setiap ibu hamil di Sumatera Barat mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan tepat waktu. Kami berharap POGI Sumbar dapat terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tukas Mahyeldi.(*)