RS M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai bagian penting dalam proses penyembuhan. Pada Jumat (19/6), rumah sakit Kementerian Kesehatan ini melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi keluarga pendamping pasien di Unit Kemoterapi.
Suasana haru menyelimuti ruangan Unit Kemoterapi saat kegiatan berlangsung. Para keluarga yang mendampingi pasien diajak untuk menuliskan kalimat-kalimat penyemangat dan doa terbaik pada secarik kertas yang kemudian diberikan kepada pasien. Berbagai pesan penuh kasih, harapan, dan kekuatan tertuang dalam tulisan sederhana tersebut sebagai bentuk dukungan emosional yang diharapkan dapat menambah semangat pasien dalam menjalani rangkaian pengobatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RS M. Djamil dalam membangun kesadaran bahwa keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga oleh dukungan keluarga yang mendampingi pasien setiap hari. Melalui edukasi ini, keluarga diharapkan semakin memahami peran pentingnya dalam membantu pasien menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kemoterapi.
Dalam sesi edukasi, narasumber dari Unit Kemoterapi, Afni Rahmi, AMd.Kep, menjelaskan keluarga memiliki peran yang penting sebagai pendamping pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Keluarga merupakan jembatan keselamatan bagi pasien antara ruang perawatan di rumah sakit dan kehidupan sehari-hari di rumah.
“Peran keluarga sangat penting sebagai jembatan keselamatan bagi pasien antara ruang perawatan rumah sakit dan kehidupan sehari-hari di rumah. Dukungan yang diberikan keluarga dapat membantu pasien menjalani proses pengobatan dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan keluarga memiliki tanggung jawab untuk memberikan semangat dan motivasi kepada pasien agar tetap optimis selama menjalani terapi. Selain itu, keluarga juga berperan membantu pasien mengikuti jadwal pengobatan yang telah ditetapkan serta memastikan pasien tidak melewatkan kontrol dan tindakan yang diperlukan.
“Pendamping juga perlu membantu mengenali berbagai efek samping kemoterapi yang mungkin muncul sehingga dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan keluhan yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Ia menyampaikan lingkungan rumah yang nyaman, aman, dan penuh kasih sayang akan memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis pasien. Keluarga dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pasien, memberikan rasa aman, serta mengurangi kecemasan dan stres yang sering muncul selama proses pengobatan berlangsung.
Menurutnya, dukungan yang diberikan keluarga kepada pasien dapat berupa dukungan emosional, seperti mendengarkan keluh kesah pasien dan memberikan motivasi; dukungan fisik melalui bantuan aktivitas sehari-hari; dukungan pengobatan dengan memastikan pasien menjalani terapi sesuai anjuran; serta dukungan spiritual yang membantu pasien memperoleh ketenangan dan kekuatan batin.
“Pasien yang mendapatkan dukungan keluarga secara optimal umumnya memiliki motivasi lebih tinggi untuk menjalani pengobatan dan mampu menghadapi berbagai tantangan selama terapi dengan lebih baik,” jelasnya.
Selain membahas pentingnya pendampingan pasien, edukasi juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para keluarga pendamping. Merawat anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan kanker membutuhkan energi fisik dan mental yang tidak sedikit sehingga pendamping juga harus memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri.
“Pendamping perlu menjaga kesehatannya agar dapat merawat pasien dengan baik. Istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berbagi tugas dengan anggota keluarga lainnya, serta mengelola stres merupakan hal yang sangat penting. Jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan apabila merasa kelelahan atau membutuhkan dukungan,” tuturnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, RS M. Djamil berharap keluarga semakin memahami perannya dalam mendampingi pasien kanker dan mampu menjadi sumber kekuatan yang membantu pasien menjalani proses pengobatan dengan lebih optimis. Dukungan keluarga yang tulus dan berkelanjutan diharapkan dapat menjadi energi positif yang memperkuat semangat pasien dalam setiap tahap perjalanan pengobatan menuju kualitas hidup yang lebih baik.(*)