RS M. Djamil terus menunjukkan kiprahnya dalam mendukung penguatan tata kelola rumah sakit pemerintah di tingkat nasional. Hal tersebut ditandai dengan dilantiknya Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, sebagai Ketua Kompartemen Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dalam kepengurusan Asosiasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Indonesia (ARSKI) periode 2026-2029.
Pelantikan kepengurusan ARSKI periode 2026-2029 berlangsung di Jakarta pada Kamis (18/6). Kepengurusan baru tersebut dipimpin oleh Direktur Utama RS Soeharto Heerdjan, dr. R. Soeko Werdi Nindito Daroekoesoemo, SH, MARS, yang resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum ARSKI untuk tiga tahun ke depan.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, SubSp.KFm, MARS, FISQua. Kegiatan tersebut dihadiri para pimpinan rumah sakit Kementerian Kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar rumah sakit Kementerian Kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan, transformasi sistem kesehatan nasional, serta penguatan tata kelola organisasi yang semakin profesional dan akuntabel.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas sebagai Ketua Kompartemen Keuangan dan BMN ARSKI periode 2026-2029.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat tata kelola keuangan dan pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan rumah sakit Kementerian Kesehatan agar semakin transparan, efektif, dan akuntabel,” ujar Dovy Djanas.
Menurutnya, pengelolaan keuangan dan BMN yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antar rumah sakit untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki.
“Melalui ARSKI, kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat antar rumah sakit Kementerian Kesehatan. Dengan tata kelola yang baik, efisiensi yang meningkat, dan pemanfaatan aset negara yang optimal, maka rumah sakit akan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat,” katanya.
Dovy menambahkan RS M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera bagian tengah berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program transformasi kesehatan yang dicanangkan pemerintah. Keterlibatan aktif dalam kepengurusan ARSKI juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi rumah sakit dalam pengembangan sistem kesehatan nasional.
“RS M. Djamil akan terus berupaya menjadi institusi yang tidak hanya unggul dalam pelayanan dan pendidikan, tetapi juga dalam tata kelola organisasi. Kami siap bekerja sama dengan seluruh anggota ARSKI untuk mewujudkan rumah sakit Kementerian Kesehatan yang semakin maju, profesional, dan berdaya saing,” ungkapnya.(*)