RSUP Dr. M. Djamil tak Toleransi segala Bentuk Perundungan

RSUP Dr. M. Djamil tidak menoleransi segala bentuk perundungan. Rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan ini berkomitmen menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang adil, terbuka, dan saling menghargai. Di samping juga ingin mendorong keberanian untuk berbicara, melaporkan, dan berdiskusi tentang situasi yang mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, tanpa rasa takut akan stigma atau pembalasan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat Sosialisasi Anti-Perundungan di Lingkungan PPDS dan Civitas Hospitalia di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan Lantai IV, Kamis (24/4). Dalam sosialisasi itu menghadirkan narasumber Kajati Sumbar Yuni Daru Winarsih, SH, M.Hum.

“Upaya pencegahan dan penanganan perundungan harus menjadi komitmen bersama kita semua. Baik manajemen rumah sakit, institusi pendidikan, maupun seluruh civitas hospitalia,” kata Dovy Djanas.

Turut hadir dewan direksi RSUP Dr. M. Djamil, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, Ketua SPI, Komite Koordinasi Pendidikan, Komite Etik dan Hukum, serta Komite Medik RSUP Dr. M. Djamil.

Kemudian Ketua TKP PPDS dan Ketua Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Para Koordinator Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas , manajer, asisten manajer, kepala instalasi, dan kepala KSM RSUP Dr. M. Djamil. Dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Ia mengatakan rumah sakit pendidikan adalah tempat pembelajaran yang kompleks, penuh dinamika, dan menuntut kerja sama yang erat antar semua lini—tenaga medis, pengajar, staf, serta peserta didik. Dalam proses tersebut, sangat penting untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan menciptakan lingkungan yang aman serta suportif bagi semua.

“Mari kita sama-sama membangun lingkungan yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Karena hanya dengan itu, kita dapat mencetak dokter-dokter yang tidak hanya kompeten, tapi juga berjiwa besar dan beretika tinggi,” tegasnya.

Kajati Sumbar Yuni Daru Winarsih, SH, M.Hum saat pemaparan materi mengajak mahasiswa senior dan junior  untuk bersama–sama memutus mata rantai perundungan ini. Dengan cara memperkaya kejiwaan kita dengan agama masing-masing. “Kadang sekali-sekali tempatkan diri kita untuk tukar tempat. Kalau aku digituiin senang nggak sich. Kalau digituin sakit nggak sich. Kalau sakit jangan dilakukan,” ucapnya.

Jika sudah menjadi korban perundungan, Ia mengajak mari kita putus mata rantai itu. “Kalau digituin nggak enak, jangan membuat korban baru lagi. Karena sebagian besar akan menjadi pelaku-pelaku lainnya,” tuturnya.

Perundungan, sebutnya, bukan hanya saat di perkuliahan saja. Bagaimana terhadap pasien. “Bagaimana para dokter ini akan menyehatkan orang lain kalau fisik, jiwa, dan psikis dokter itu tidak sehat. Nggak sehat karena melebihi batas waktu jam kerja,. Kalau fisik lelah pasti pekerjaan tidak akan baik,” ungkap Yuni.

Ia pun mengajak untuk menerapkan pola mengajar yang baik untuk menghasilkan dokter-dokter yang baik. Biar kepercayaan masyarakat itu tetap jika dokter tersebut adalah tangannya Tuhan. Dokter itu mengobati dan Tuhan menyembuhkan. “Dokter itu merupakan pekerjaan mulia. Dokter itu pintar. Orang yang paling terakhir dicari oleh orang yang ingin sehat. Dokter pakai jas putih itu keren seperti malaikat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) drg. Arianti Anaya, MKM secara virtual berharap rumah sakit pendidikan seperti RSUP Dr. M. Djamil perlu meningkatkan peran strategisnya dalam pengimplementasian seluruh regulasi pencegahan dan penanganan perundungan dalam tindakan nyata. “Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar seremonial tapi juga langkah awal menyatukan persepsi membangun budaya anti-perundungan dengan melibatkan berbagai pihak melakukan pengawasan secara holistik. Sehingga manajemen rumah sakit dapat menjamin bahwa tempat belajarnya aman dan kondusif untuk para residen,” ucap drg. Arianti Anaya.

Ia meminta sudah saatnya kita mengubah paradigma senior semata-mata menjadi simbol otoritas. Tetapi menjadi teladan dan membimbing junior dalam kegiatan yang kegiatan positif. “Pendidik klinis bukan hanya pengajar tetapi juga pelindung dan fasilitator pertumbuhan moral,” ujar Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil ini.

Tidak kalah penting, tutur drg. Arianti, peserta didik perlu dipahami bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab menjaga etika dan juga saling menghargai atas sesama. “Melalui kegiatan ini saya berharap terbentuknya pemahaman bersama mengenai apa yang dimaksud dengan perundungan dan juga mekanisme pelaporan serta konsekuensi hukum didapat apabila diketahui ada kegiatan perundungan yang dilakukan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Lebih dari itu, seluruh tenaga medis yang berada di rumah sakit pendidikan perlu memahami bahwa lingkungan kerja dan belajar kondusif aman dan nyaman, bebas dari ancaman dan intimidasi adalah hak setiap individu dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” tukasnya. (*)

Besok, RSUP Dr. M. Djamil Bersama KKI, Kejati Sumbar dan Unand Adakan Sosialisasi Anti-Perundungan di Lingkungan PPDS dan Civitas Hospitalia

Dunia kesehatan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berbagai kasus perundungan dan bullying melanda rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan. Menyikapi kondisi demikian, besok (24/4), RSUP Dr. M. Djamil bersama Konsil Kesehatan Indonesia, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Universitas Andalas mengadakan Sosialisasi Anti-Perundungan di Lingkungan PPDS dan Civitas Hospitalia di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Sosialisasi ini turut dihadiri Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) drg. Arianti Anaya, MKM, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Yuni Daru Winarsih, SH, M.Hum dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Ph.D. Dan diisi dengan diskusi bertemakan Perundungan di Lingkungan PPDS dan Civitas Hospitalia: Perspektif Hukum dan Solusinya.

“Perundungan dan bullying ini adalah permasalahan serius saat ini. Dan kita tahu bahwa sudah ada korban akibat tekanan dari bullying ini.Tentunya akan merusak mental dan juga jiwa dari residen yang menerima pendidikan dikhawatirkan akan mengganggu kejiwaannya pada saat mereka selesai dan menjadi dokter spesialis,” kata Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) drg. Arianti Anaya, MKM secara virtual.

Oleh karena itu, sebutnya, Kementerian Kesehatan perlu menindak tegas terhadap praktik-praktik bullying yang ada di rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan. Saat ini sudah ada lebih dari 116 kasus yang sudah ditindaklanjuti dan tentunya ditangani dengan serius. “Dan dalam hal ini juga sudah ada regulasi-regulasi yang mendukung terhadap pencegahan bullying dan perundungan ini,” sebutnya.

Langkah ini, tuturnya, merupakan komitmen penting dan tegas yang harus dilakukan pemerintah agar kita bisa menciptakan pendidikan yang sehat, kondusif, dan aman jauh dari ancaman serta intimidasi. “Kementerian Kesehatan bersama Konsil Kesehatan Indonesia telah melakukan berbagai upaya tindakan tegas terhadap praktik bullying yang telah dilakukan investigasi. Tentunya sanksi ini dapat berupa penonaktifan serta juga pencabutan STR. Hal ini tentunya berakibat buruk izin praktik yang dimiliki para dokter akan dicabut,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia berharap rumah sakit pendidikan seperti RSUP Dr. M. Djamil perlu meningkatkan peran strategisnya dalam pengimplementasian seluruh regulasi pencegahan dan penanganan perundungan dalam tindakan nyata. “Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar seremonial tapi juga langkah awal menyatukan persepsi membangun budaya anti-perundungan dengan melibatkan berbagai pihak melakukan pengawasan secara holistik. Sehingga manajemen rumah sakit dapat menjamin bahwa tempat belajarnya aman dan kondusif untuk para residen,” ucap drg. Arianti Anaya.

Ia meminta sudah saatnya kita mengubah paradigma senior semata-mata menjadi simbol otoritas. Tetapi menjadi teladan dan membimbing junior dalam kegiatan yang kegiatan positif. “Pendidik klinis bukan hanya pengajar tetapi juga pelindung dan fasilitator pertumbuhan moral,” ujar Ketua Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil ini.

Tidak kalah penting, tutur drg. Arianti, peserta didik perlu dipahami bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab menjaga etika dan juga saling menghargai atas sesama. “Melalui kegiatan ini saya berharap terbentuknya pemahaman bersama mengenai apa yang dimaksud dengan perundungan dan juga mekanisme pelaporan serta konsekuensi hukum didapat apabila diketahui ada kegiatan perundungan yang dilakukan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Lebih dari itu, seluruh tenaga medis yang berada di rumah sakit pendidikan perlu memahami bahwa lingkungan kerja dan belajar kondusif aman dan nyaman, bebas dari ancaman dan intimidasi adalah hak setiap individu dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kita punya sikap bersama bahwa rumah sakit pendidikan aman bagi semua sumber daya manusia (SDM), orang yang bekerja di RSUP Dr. M. Djamil. “Dan ini menjadi salah satu momentum kita bersama-sama bagaimana proses-proses pendidikan dan layanan ini bisa sinergi. Tentunya akan memuaskan masyarakat yang mendapatkan layanan di RSUP Dr. M. Djamil,” tuturnya.

Dan ini, tegasnya, adalah komitmen kita untuk bisa melakukan hal-hal yang sudah diinstruksikan dari Kementerian Kesehatan. “Sehingga nanti RSUP Dr. M. Djamil menjadi rumah sakit yang bebas dari perundungan dan bebas dari hal-hal yang berhubungan dengan keamanan pasien dan masyarakat berobat ke rumah sakit ini,” harapnya.

Terpisah, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Ph.D mengapresiasi RSUP Dr. M. Djamil atas inisiatif mengadakan sosialisasi anti-perundungan ini. Kegiatan tersebut langkah penting yang tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan mental dan fisik para calon dokter spesialis. Tapi juga merupakan wujud nyata dari upaya membangun akademik yang beradab serta bermartabat.

“Perundungan dalam bentuk apapun adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Tidak hanya meninggalkan luka pada fisik, namun juga meninggalkan trauma mendalam yang menganggu perkembangan profesional dan psikologis individu,” ucapnya.

Ia mengatakan pendidikan kedokteran yang seharusnya menjadi ruang tumbuh kembang insan yang berjiwa empati dan menjunjung nilai etika. “Perundungan menjadi ironi yang harus kita hentikan bersama. Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi memiliki komitmen menciptakan iklim pembelajaran yang inklusif, aman dan mendukung tumbuhnya karakter yang kuat dan profesional,” tukas Efa. (*) 

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Kunjungan ke Kebidanan dan Anak

Upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien terus dilakukan manajemen RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Dibuktikan, Rabu (23/4), Direktur Utama bersama manajemen rumah sakit melakukan kunjungan ke Kebidanan dan Anak.

Kedatangan Dirut disambut Ketua KSM Obstetri dan Ginekologi Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp. Urogin.RE dan mewakili Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak dr. Amirah Zatil Izzah, Sp.A (K), M.Biomed beserta jajaran. Pertemuan berlangsung di Ruang Konfren Kebidanan Lantai III Gedung Kebidanan dan Anak.

“Alhamdulillah pada pagi ini, saya bersama manajemen sudah berkunjung ke kebidanan dan anak untuk melihat permasalahan yang ada. Tentunya direksi dan manajemen bisa memfasilitasi kebutuhan di Kebidanan dan Anak,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengingatkan jajaran Kebidanan dan Anak lebih mengutamakan layanan kepada masyarakat. Jika layanannya bagus maka pasti pendidikannya bagus. “Nggak ada pendidikannya bagus jika layanannya tidak bagus. Marilah kita melakukan perbaikan-perbaikan proses pendidikan untuk bisa mengantisipasi hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi,” ingatnya.

Melihat kondisi saat ini, sebutnya, tidak baik-baik saja. Seperti efisiensi anggaran di kementerian. Dan RSUP Dr. M. Djamil pun terdampak oleh efisensi anggaran ini. “Meski demikian kami dari manajemen mewakafkan diri bersama-sama jajaran Kebidanan dan Anak menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada untuk RSUP Dr. M. Djamil yang lebih baik,” ucapnya.

Dalam kunjungan itu, tuturnya, pihaknya mendapatkan masukan-masukan untuk perlu disupport bersama. Sehingga nanti menjadi harapan bersama bahwa performa layanan, indikator mutu pelayanan yang harus dipenuhi untuk menjadi hal yang harus kita support sepenuhnya oleh jajaran direksi dan manajemen. “Dan itulah kekuatan kita untuk bisa berkolaborasi bersama,” sebutnya.

Ia mengatakan direksi berkeinginan RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan mengalami kemajuan. Dimana, rumah sakit ini memiliki potensi sumber daya manusia baik dokter maupun perawat luar biasa. “Tapi bagaimana kita mengharmonisasikan ke rumah sakit yang penuh dengan semua profesi agar bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil telah memimpin monitoring dan evaluasi layanan Ruang Rawat Inap Embun Pagi, Instalasi Rawat Inap Intensif, Instalasi Rawat Jalan. Kemudian Instalasi Bedah Sentral, KSM Bedah dan IGD. (*)

Kunjungan Lapangan, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Minta Tim IGD Terus Berikan Layanan Terbaik

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama manajemen melakukan kunjungan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), Selasa (22/4). Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi layanan IGD RSUP Dr. M. Djamil.

Kedatangan Direktur Utama disambut oleh Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp FER (K) di Ruangan IGD. Turut dihadiri manajemen rumah sakit, Wakil Kepala IGD dr. Aulia Rahman Sp.BTKV, Subsp. JD (K) BTKV dan tim.

“Kunjungan lapangan ini berkaitan dengan menghimpun permasalahan dan kebutuhan di IGD. Dan InshaAllah perihal tersebut akan ditindaklanjuti. Sehingga indikator mutu semua standar aspek layanan di IGD bisa kami penuhi,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan atas nama direksi dan manajemen merasa bangga bisa hadir di Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Karena kami melihat pencapaian-pencapaian yang telah diraih oleh IGD hingga saat ini,” ucapnya.

Tim yang baik, sebut Dirut, adalah tim yang bisa berkoordinasi dan konsolidasi sehingga layanan IGD ini bisa sesuai standar. Pasalnya, IGD ini merupakan layanan yang memang kompleksitasnya tinggi. “Inilah menggambarkan kalau rumah sakit yang baik maka pasti IGD-nya baik. Dan juga mencerminkan kita bisa melakukan tatalaksana pasien dengan baik,” tuturnya.

Ia mengucapkan Alhamdulillah, IGD RSUP Dr. M. Djamil menorehkan prestasi dari Kementerian Kesehatan RI. Yakni Peringkat II Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Kategori RS Umum Waktu Pelayanan IGD Terbaik. “Kami mengucapkan selamat atas torehan prestasi ini. Untuk mempertahankan prestasi ini tidaklah mudah. Tentunya kita harus terus melakukan penyempurnaan,” ungkap Dovy. 

Dirut juga terus memompa semangat tim IGD untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Dengan harapan, dapat terbangun image yang baik di mata masyarakat atau pasien. Apalagi, IGD RSUP Dr. M. Djamil termasuk bangunan yang paling luas. “Jadi, jika ingat RSUP Dr. M. Djamil maka masyarakat atau pasien akan teringat layanan yang terbaik diberikan IGD,” tukasnya. 

Diketahui dalam beberapa hari belakangan, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil telah memimpin monitoring dan evaluasi layanan Ruang Rawat Inap Embun Pagi, Instalasi Rawat Inap Intensif serta Instalasi Rawat Jalan. Kemudian Instalasi Bedah Sentral dan KSM Bedah. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Laksanakan Pengukuran Kebugaran ASN

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan pengukuran kebugaran periode II April 2025 bagi seluruh pegawai aparatur sipil negara (ASN) di Ruangan Vaksin mulai Selasa (22/4) hingga Selasa (29/4). Hal ini sebagai perwujudan komitmen jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil untuk mengontrol dan menjaga kesehatan seluruh pegawai, karena tenaga kesehatan yang sehat akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien dan masyarakat. 

Pengukuran kebugaran yang difasilitasi Komite Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) tersebut mencakup berbagai aspek kesehatan. Yakni pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh (berat badan, tinggi badan dan lingkaran pinggang), pemeriksaan sampel darah dan edukasi farmasi.

Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kebugaran merupakan suatu kebutuhan yang perlu dipenuhi seseorang agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik tanpa mengalami gangguan kesehatan dan kelelahan yang berlebih. Pegawai yang bugar tentunya akan lebih sehat dan lebih produktif.

“Pengukuran kebugaran ini diadakan berdasar arahan Menteri Kesehatan RI. Dan kegiatan tersebut untuk kedua kalinya pada tahun ini dilaksanakan. Sebelumnya pertama kali diadakan pada bulan Januari lalu,” ucapnya usai menjalani pengukuran kebugaran.

Tujuan utamanya, tutur Dirut, adalah untuk memastikan seluruh pegawai dalam kondisi fisik yang prima sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. “Kami berharap dengan adanya program ini, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat di lingkungan kerja RSUP Dr. M. Djamil. Dan dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Katherina Welong, SKM, MARS mengatakan sekitar 1.800 pegawai ASN di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil ditargetkan mengikuti pengukuran kebugaran yang berlangsung hingga Selasa (29/4) mendatang. Pengukuran kebugaran pegawai adalah bagian penting dari good governance karena dapat mendukung kesehatan, produktivitas, dan budaya kerja yang sehat dalam organisasi.

“Pengukuran ini sejalan dengan prinsip-prinsip good governance seperti akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas, serta memberikan manfaat yang signifikan bagi pegawai dan organisasi secara keseluruhan,” tuturnya.

Ia menyebutkan manfaat pengukuran kebugaran ini adalah identifikasi risiko. Pengukuran kebugaran dapat mengidentifikasi risiko kesehatan tertentu pada pegawai, sehingga dapat dilakukan tindakan preventif dan penanganan yang tepat.

“Terjadi peningkatan produktivitas. Pegawai yang sehat dan bugar cenderung lebih produktif dalam bekerja, sehingga organisasi dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja. Dan tercipta budaya kerja sehat. Pengukuran kebugaran juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang sehat dan mendukung kesehatan pegawai,” tukas Katherina Welong. (*)

Besok Pasien Kia Jalani Biopsi, RSUP Dr. M. Djamil Komit Berikan Layanan Terbaik

RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien anak suspect limfoma malignum bernama Nur Rezkia Fahira (5,6 tahun) yang saat ini masih dirawat di Ruangan Sakura II Gedung Kebidanan dan Anak. Jika tidak ada aral melintang, besok (22/4), pasien anak berjenis kelamin perempuan yang beralamat di Jalan Cindakir RT 002 RW 003, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang ini akan menjalani tindakan biopsi.

Diketahui biopsi adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mendeteksi dan memantapkan diagnosis penyakit kanker. Tes ini dilakukan dengan mengambil jaringan atau sampel sel dari tubuh pasien. Kemudian, sampel sel tersebut akan diuji di laboratorium dan dilihat bentuknya di bawah mikroskop.

“Direncanakan besok (22/4), pasien akrab dipanggil Kia akan menjalani tindakan biopsi. Kemudian dilakukan pemeriksaan jaringan atau sampel sel yang diambil dengan metode imunohistokimia,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, kepada wartawan di Ruang Rapat Direksi, Senin (21/4).

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K), manajer serta asisten manajer dan konsultan hukum RSUP Dr. M. Djamil.

Imunohistokimia (IHK), sebutnya, merupakan pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi pemeriksaan patologi dasar yang sudah dilakukan pada spesimen biopsi dari dokter bedah onkologi jika dicurigai ada sel kanker. “Kemudian akan kita tunggu hasil IHKnya paling lama satu atau dua minggu,” ungkap Dovy.

Dari hasil tersebut, tuturnya, baru kita ketahui definitif diagnosis penyakitnya apa. Baru kita sesuaikan. “Ujungnya pasti kematorapi. Kemoterapinya pakai protokol yang mana, tentu berdasar hasil IHKnya,” ucapnya.

Dovy mengungkapkan tidak hanya itu saja, pasien juga mengalami masalah gizi. “Atas kondisi itu, kami juga fokus memperbaiki gizi pasien Kia,” ujar Dovy.

Hal senada juga disampaikan dokter yang merawat pasien dr. Ade Nofendra, Sp.A, Subsp HO(K).  “Dari pertengahan Maret hingga saat ini, kondisi pasien Kia mengalami perbaikan. Dan yang harus dilakukan adalah kita harus memastikan jenis penyakitnya melalui tindakan biopsi yang akan dijalani besok (22/4). Kita tunggu hasilnya satu atau dua minggu. Baru akan kita ketahui jenis kankernya apa. Dan pengobatan kemoterapinya seperti apa,” tuturnya.

Ia menyebutkan masalahnya sekarang, soal gizi pasien. Maka, dilakukan intervensi gizi. “Karena si pasien dengan kondisi gizi buruk maka diberikan susu khusus untuk anak gizi buruk,” sebut dr. Ade.

Diketahui, Nur Rezkia Fahira—akrab dipanggil Kia dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil oleh tim dari anggota DPR RI dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade. Didampingi sang ibu, pasien anak yang beralamat di Jalan Cindakir RT 002 RW 003, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang ini menjalani perawatan sejak Kamis (17/4). (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Kunjungan ke KSM Bedah

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama manajemen melakukan kunjungan ke KSM Bedah, Senin (21/4). Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi layanan bedah RSUP Dr. M. Djamil.

“KSM Bedah banyak mengalami kemajuan termasuk pada divisi-divisinya. Kami berkeinginan bagaimana KSM Bedah ini menjadi bagian yang bisa memberikan kontribusi maksimal dan optimal untuk rumah sakit,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Ruang Konferensi Prof Kamardi Thalut KSM Bedah.

Turut dihadiri manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Ketua KSM Bedah Dr. dr. M Iqbal Rivai SpB Subsp BD (K) dan tim.

Dalam kunjungan itu, tuturnya, pihaknya mendapatkan masukan-masukan untuk perlu disupport bersama. Sehingga nanti menjadi harapan bersama bahwa performa layanan, indikator mutu pelayanan yang harus dipenuhi untuk menjadi hal yang harus kita support sepenuhnya oleh jajaran direksi dan manajemen. “Dan itulah kekuatan kita untuk bisa berkolaborasi bersama,” sebutnya.

Ia mengatakan direksi berkeinginan RSUP Dr. M. Djamil terus berkembang dan mengalami kemajuan. Dimana, rumah sakit ini memiliki potensi sumber daya manusia baik dokter maupun perawat luar biasa. “Tapi bagaimana kita mengharmonisasikan ke rumah sakit yang penuh dengan semua profesi agar bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil telah memimpin monitoring dan evaluasi layanan Ruang Rawat Inap Embun Pagi, Instalasi Rawat Inap Intensif, Instalasi Rawat Jalan. Kemudian Instalasi Bedah Sentral. (*)

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil Pimpin Apel Pagi

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan apel pagi di pelataran lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (21/4). Apel pagi yang dipimpin Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil drg. Ade Palupi Muchtar, MARS bertindak sebagai pembina apel.

“Hari ini (21/4) diperingati sebagai Hari Kartini. Atas nama dewan direksi mengucapkan Selamat Hari Kartini untuk semua wanita di RSUP Dr. M. Djamil,” kata drg. Ade Palupi Muchtar, MARS saat memberikan amanat saat apel.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr Kino, Sp.JP (K), manajemen dan civitas hospitalia.

drg. Ade mengatakan pada momen ini kita harus mengambil manfaat atau semangat ibu Kartini lakukan dan perjuangkan. Berbicara soal gender, bagaimana kita bisa mengambil nilai positif dari suatu emansipasi. “Kita tentunya di sini yang bekerja di lini kesehatan harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di wilayah Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya. Dan kita yang ada di organisasi agile diharapkan terus bertumbuh, responsif, dan fokus pada pasien,” ucapnya.

Berbicara dengan peningkatan pelayanan, sebut drg. Ade, diharapkan civitas hospitalia dapat meningkatkan kompetensi. Rumah sakit tentunya ada peningkatan pengembangan kompetensi itu atau pun pengajuan permohonan mengikuti pelatihan yang tidak berbayar. “Bagaimana kita bisa mengembangkan kreativitas itu sehingga terus meningkatkan kemampuan yang ada dalam melakukan pelayanan yang baik,” tukas drg. Ade. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Bergerak Cepat Tangani Pasien Anak Suspect Limfoma

RSUP Dr. M. Djamil merawat seorang pasien anak berjenis kelamin perempuan bernama Nur Rezkia Fahira (5,6 tahun) di Gedung Kebidanan dan Anak. Saat ini pasien dalam kondisi baik, stabil, dan tidak lagi mengalami sesak napas. Tapi masih terpasang nasogastric tube (NGT) selang hidungnya untuk memasukkan susu.

Diketahui, Nur Rezkia Fahira—akrab dipanggil Kia dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil oleh tim dari anggota DPR RI dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade. Didampingi sang ibu, pasien anak yang beralamat di Jalan Cindakir RT 002 RW 003, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang ini menjalani perawatan sejak Kamis (17/4). 

“Secara klinis kita lihat memang ini termasuk suatu kanker yang ganas. Tapi jenisnya apa ya kita baru lihat dari CT Scan. Dari CT Scan didapatkan limfoma malignum. Sedangkan kalau untuk menegakkan jenis kanker untuk memastikannya harus dari hasil operasi, hasil patologi anatomi,” kata dokter yang merawat pasien, dr. Ade Nofendra, SpA, Subs HO(K).

Ia menekankan untuk menyelamatkan nyawa pasien, dilakukan kemoterapi dengan protokol limfoma. Pasalnya, pasien dalam keadaan sesak napas. “Alhamdulillah setelah kita lakukan kemoterapi dua siklus jarak satu minggu satu minggu, pasien tidak lagi mengalami sesak napas dan bengkak mulai berkurang,” ungkap dr. Ade.

Dan, tutur dr. Ade, pihaknya juga melakukan konsultasi dengan bedah anak untuk tindakan operasi yang bertujuan memastikan jenis kankernya. “InshaAllah hari Selasa (22/4), tim bedah anak akan melakukan operasi terhadap pasien. Dan hasil patologi anatominya akan keluar dua minggu setelah operasi. Dari hasil tersebut, baru kita ketahui definitif diagnosis penyakitnya apa. Baru kita sesuaikan. Ujungnya pasti kematorapi. Kemoterapinya pakai protokol yang mana,” ucapnya.

Ia menyebutkan masalahnya sekarang, soal gizi pasien. Maka, direncanakan untuk intervensi gizi. “Karena si pasien dengan kondisi gizi buruk maka diberikan susu khusus untuk anak gizi buruk,” sebut dr. Ade.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kasus pasien anak suspect limfoma ini menjadi perhatian dari Anggota DPR RI Andre Rosiade. Bahkan pihaknya dihubungi langsung untuk segera disembuhkan.

“RSUP Dr. M. Djamil pun langsung menindaklanjuti dengan membentuk tim dari multidisiplin. Mulai tim dokter anak bagian hematologi, dokter anak bagian paru anak, dokter bedah anak, dokter anak bagian gizi hingga dokter rehab medik,” sebutnya.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil adalah rumah sakit yang memiliki banyak sub spesialistik yang bisa memberikan layanan kesehatan terbaik kepada pasien dan masyarakat secara umum. Keselamatan pasien adalah prioritas utama di RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan responsif terhadap setiap potensi risiko. Dalam setiap kejadian, kami bergerak cepat untuk mengevaluasi, menindaklanjuti, dan memastikan tindakan korektif dilakukan segera. Budaya keselamatan terus kami tanamkan di seluruh lini layanan, karena bagi kami, melindungi pasien adalah bagian dari tanggung jawab profesional dan kemanusiaan,” sebutnya.

Ia berharap mudah-mudahan RSUP Dr.  M. Djamil bisa melakukan perawatan terbaik kepada pasien. “Dan mohon doanya untuk kesembuhan pasien dan optimalisasi dalam penyembuhan terhadap kondisi pasien yang kita rawat ini,” harap Dovy.

Terpisah, ibu pasien Vera Gusneti, 38, menceritakan semua berawal dari demam biasa kisaran Juli 2024. Namun yang membuat Vera mulai khawatir, demam itu tak kunjung reda meski sudah diobati. Setiap kali sembuh, demamnya kembali. Bersamaan dengan itu, muncul sebuah benjolan kecil di leher anaknya. “Awalnya cuma demam. Kami kira masuk angin biasa, atau capek. Tapi gak sembuh-sembuh, malah muncul benjolan sebesar kelereng,” cerita Vera.

Akhirnya, Vera memutuskan membawa Kia ke rumah sakit. Serangkaian pemeriksaan dilakukan, termasuk CT Scan. Hasil dari CT Scan, Kia didiagnosis menderita limfoma ganas, jenis tumor jaringan lemak yang bisa menyebar dan merusak organ tubuh.

Sejak vonis itu, hari-hari Kia berubah total. Ia yang dulu aktif, kini tak lagi bisa bermain bersama teman-temannya. Tubuh mungilnya kian kurus. Setiap hari diisi dengan minum obat, terapi, dan berulang kali penyedotan cairan di paru-paru—efek lanjutan dari tumor ganas yang terus menggerogoti tubuhnya.

“Yang paling menyakitkan itu waktu tahu di paru-parunya ada cairan. Dokter bilang itu bisa karena penyebaran limfoma. Anak saya makin kurus. Napasnya pun kadang sesak,” ujar Vera seraya mengatakan dirinya sehari-hari bekerja sebagai TKI di negara Malaysia.

Pada 29 Maret lalu, Ia pun cuti Lebaran. Kondisi Kia pun semakin memburuk seiring sesak napas. “Saat libur Lebaran, Kia dilarikan ke Poliklinik RSUP Dr. M. Djamil. Dan Kia pun telah menjalani dua kali kemoterapi. Berkat bantuan dari anggota DPR RI Andre Rosiade, Kia kembali dirawat di RSUP Dr. M. Djamil. Setelah dilakukan penanganan tim medis RSUP Dr. M. Djamil, Alhamdulillah saat ini   kondisi Kia membaik, stabil dan tidak lagi mengalami sesak napas,” tukas Vera. (*)

RSUP Dr. M. Djamil-Gebu Minang Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai Gurun Laweh

RSUP Dr. M. Djamil berkolaborasi dengan Gebu Minang mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk penghuni Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai di Gurun Laweh, Kecamatan Lubukbegalung Nan XX, Kota Padang, Sabtu (19/4). Sebanyak 92 penghuni panti asuhan memeriksakan kesehatan yang melibatkan tim dokter spesialis, dokter umum dan perawat RSUP Dr. M. Djamil.

Terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang diadakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan general, penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan, hingga konsultasi secara langsung dengan tim medis yang hadir serta pemberian obat. Kemudian RSUP Dr. M. Djamil pun melalui Instalasi Promosi Kesehatan menyosialisasikan aplikasi Djamil Apps dan anak-anak panti asuhan pun mendapatkan merchandise gantungan kunci RSUP Dr. M. Djamil.

“Alhamdulillah hari ini (19/4), RSUP Dr. M. Djamil bersama Gebu Minang melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai. Dan kami membawa tim kesehatan lengkap untuk memeriksa atau menskrining kesehatan dari anak-anak panti asuhan ini,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Ketua Umum DPP Gebu Minang Dr. H. Oesman Sapta Odang, Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo, Sekjen DPP Gebu Minang Yuliandre Darwis, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM DPP Gebu Minang Darmawel Azwar SH. MH beserta pengurus lainnya, Wali Kota Padang Fadly Amran dan jajaran, manajer serta asisten manajer RSUP Dr. M. Djamil.  

Ia berharap layanan kesehatan di Sumatera Barat menjadi kewajiban RSUP Dr. M. Djamil. Salah satunya menjadikan panti asuhan ini sebagai lokus untuk pembinaan rumah sakit ini. “Sehingga nanti alur-alur rujukan untuk pemeriksaan kesehatan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun ke RSUP Dr. M. Djamil tentu bisa kita perkuat lagi. Dengan harapan nanti seluruh penghuni panti asuhan ini bisa mengakses layanan kesehatan,” ucapnya.

Ketua Umum DPP Gebu Minang Dr. H. Oesman Sapta Odang, Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program dari Gebu Minang yakni pemeriksaan kesehatan gratis untuk penghuni Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai Gurun Laweh. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil.

“Program ini sebagai bentuk kepedulian dari Gebu Minang akan kesehatan dari para penghuni panti asuhan. Dengan harapan, semangat dan motivasi anak-anak panti asuhan menjadi sebuah catatan penting dari perjalanan hidup mereka,” ucapnya.

Ia mengatakan melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memberikan anak-anak panti asuhan fasilitas kesehatan yang sama dengan anak-anak lainnya. “Harapannya, ini dapat menginspirasi untuk bersama-sama menjaga kesehatan para generasi bangsa,” tutur mantan Ketua DPD RI ini.

Sementara Wali Kota Padang Fadly Amran mengungkapkan sebagian besar penghuni panti asuhan ini belum memiliki Kartu Keluarga Kota Padang. Atas kondisi demikian, Pemko Padang akan memberikan Kartu Keluarga kepada mereka. “Esensi KK Kota Padang yakni beasiswa gratis ke luar negeri, bantuan pelatihan pencari kerja, dan BPJS Kesehatan gratis untuk warga Kota Padang. Dan baju sekolah serta LKS gratis khusus bagi masyarakat kurang mampu. Nah di sinilah Gebu Minang merekomendasikan ke Pemko Padang agar penghuni panti mendapatkan kartu keluarga,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45