RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna, tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual pasien serta keluarganya. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil menyadari proses penyembuhan tidak hanya melibatkan penanganan klinis, tetapi juga dukungan mental dan rohani yang dapat membantu keluarga pasien menghadapi masa-masa sulit selama perawatan.
Pada Selasa (2/6), melalui Unit Intensive Care Unit (ICU), rumah sakit ini menggelar kegiatan edukasi rohani bagi keluarga pasien yang berlangsung di ruang tunggu ICU. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memberikan penguatan mental dan spiritual kepada keluarga pasien yang tengah mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan intensif.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Sejumlah keluarga pasien yang sedang menunggu perkembangan kondisi anggota keluarganya mengikuti sesi edukasi dengan antusias. Melalui pendekatan spiritual, para peserta diajak untuk memperkuat kesabaran, keikhlasan, dan harapan dalam menghadapi ujian kesehatan yang sedang dialami keluarga mereka.
Dalam kegiatan tersebut, rohaniawan Nevi Warman, S.Ag menyampaikan tausiah yang mengangkat tema tentang pentingnya menjaga keimanan, memperbanyak doa, serta menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah SWT di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
“Ketika seseorang yang kita cintai sedang sakit, tentu ada rasa cemas, sedih, bahkan takut yang muncul. Namun dalam setiap ujian selalu ada hikmah yang dapat dipetik. Melalui doa, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah SWT, kita dapat memperoleh ketenangan hati untuk menghadapi setiap proses yang sedang dijalani,” ujar Nevi Warman, S.Ag dalam tausiahnya.
Ia juga mengingatkan ikhtiar medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual. Keduanya menjadi bagian yang saling melengkapi dalam upaya memperoleh kesembuhan dan kekuatan menghadapi berbagai tantangan selama masa perawatan.
“Tenaga kesehatan telah berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kompetensinya. Sementara itu, keluarga dapat menguatkan ikhtiar tersebut dengan doa, dzikir, serta menjaga pikiran yang positif. Ketenangan hati akan membantu kita menjalani proses ini dengan lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan edukasi rohani ini mendapat respons positif dari para keluarga pasien yang hadir. Mereka mengaku memperoleh ketenangan dan motivasi setelah mengikuti tausiah yang diberikan. Selain menjadi sarana menambah pemahaman agama, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk saling menguatkan antar sesama keluarga pasien yang sedang menghadapi situasi serupa.(*)