Penggunaan ventilator sebagai alat bantu pernapasan menjadi semakin krusial dalam penanganan pasien kritis, terutama di ruang perawatan intensif. Ventilator tidak hanya sekadar alat mekanis, melainkan sebuah sarana vital yang dapat menyelamatkan nyawa manusia apabila digunakan secara tepat dan benar.
“Namun, penggunaan ventilator juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan pemahaman tentang prinsip-prinsip ventilasi mekanik, pengaturan parameter yang sesuai, serta kemampuan untuk membaca respons pasien agar terapi yang diberikan benar-benar efektif dan aman,” kata Manajer Penunjang Pelayanan, Zarni Zamzahar, mewakili Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil saat membuka Workshop Basic Ventilator secara virtual, Minggu (14/9).
Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif ini diadakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Diikuti oleh para tenaga medis dari berbagai rumah sakit di wilayah Sumatera Barat yang menjadi jejaring RSUP Dr. M. Djamil. Menghadirkan narasumber yakni Dr. dr. Dedy Kurnia, Sp.An-TI, Subsp TI (K), dr. Nasman Puar, Sp.An-T, Subsp MN (K) dan dr. Liliawati Ananta Kahar, Sp.An, KIC.
Workshop Basic Ventilator ini, sebutnya, diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan ventilasi mekanik dasar. Pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit kita dan di seluruh Sumatera Barat.
“Di samping itu, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan harapan hidup pasien, terutama yang dirujuk ke rumah sakit. Jika rumah sakit jejaring sudah melakukan tahapan penanganan sebelumnya dengan baik, tentu kualitas hidup pasien akan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Zarni, peningkatan kompetensi dalam penggunaan ventilator krusial, mengingat alat ini sering kali menjadi penentu utama dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis. “Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, tenaga medis di rumah sakit jejaring diharapkan dapat memberikan penanganan awal yang optimal sebelum pasien dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil,” ungkap Zarni.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif, dr. Nasman Puar, Sp.An-TI, Subsp MN (K), mengatakan workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar yang kuat tentang prinsip dan teknik penggunaan ventilator.
“Workshop ini berfokus pada pemahaman dasar tentang cara kerja ventilator, indikasi penggunaannya, serta cara mengoperasikannya secara aman dan efektif. Hal ini penting untuk memastikan penanganan pasien yang tepat sejak dini,” jelas dr. Nasman.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menghadapi berbagai kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan intervensi pernapasan. “Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan rumah sakit jejaring menjadi kunci dalam menciptakan sistem rujukan yang lebih efisien dan terpadu, sehingga setiap pasien dapat menerima perawatan terbaik,” tukasnya. (*)