RSUP Dr. M. Djamil Jalani Visitasi Kolegium BTKV Indonesia

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan layanan dan pendidikan kesehatan. Pada Jumat (24/4), rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menerima kunjungan tim visitasi dari Kolegium Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia di Ruang Rapat Direksi.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam rangka persiapan penyelenggaraan Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) yang akan dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas bekerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang bedah spesialis yang memiliki peran krusial dalam penanganan penyakit jantung, paru, dan pembuluh darah.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil diwakili oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, dalam sambutannya menyampaikan pihak rumah sakit menyambut baik dan mendukung penuh proses visitasi tersebut. Kehadiran program studi BTKV merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat fungsi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan dan pusat pendidikan.

“Visitasi ini bukan hanya menjadi bagian dari proses administratif, tetapi juga momentum bagi kami untuk memastikan seluruh aspek kesiapan telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh kolegium,” ujar Luhur Joko Prasetyo.

Turut hadir Ketua Kolegium BTKV Indonesia Dr. dr. Ketut Putu Yasa, Sp.B., Sp.BTKV., Subsp.VE(K), FICS, FIATCVS dan dr. Wahyu Wiryawan, Sp.B, Sp.BTKV, Subsp. JPK (K), MKM, tim BTKV FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp. V.E(K), FIATCVS, dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, FICS, FIATCVS, MARS, dr. Aulia Rahman Sp.BTKV, Subsp. JD (K), dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Ia menambahkan rumah sakit terus berupaya menghadirkan layanan unggulan yang sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran modern. Pengembangan program studi BTKV membutuhkan sinergi yang kuat antara rumah sakit dan institusi pendidikan. “Kami percaya kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas akan menghasilkan sistem pendidikan yang komprehensif, sehingga mampu melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan,” katanya.

Ia juga menekankan kesiapan sumber daya menjadi perhatian utama dalam proses ini. “Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga tenaga medis, tenaga pendidik, serta sistem pendukung lainnya harus dipersiapkan secara matang agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutupnya.

Tim visitasi dari Kolegium Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia melakukan penilaian terhadap berbagai aspek, termasuk kesiapan sarana dan prasarana, kurikulum pendidikan, ketersediaan tenaga pengajar, serta sistem pendukung lainnya. Proses ini menjadi tahapan krusial sebelum program studi tersebut dapat resmi dibuka dan menerima peserta didik.

Kegiatan visitasi berlangsung dengan diskusi yang intensif dan konstruktif antara tim kolegium, manajemen rumah sakit, serta pihak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Semua pihak berharap hasil visitasi ini dapat memberikan rekomendasi positif sehingga program studi BTKV dapat segera direalisasikan.

Dengan adanya program ini, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Sumatera Barat, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan spesialis yang mampu mencetak tenaga ahli di bidang bedah toraks, kardiak, dan vaskular untuk memenuhi kebutuhan nasional.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Pembinaan Tata Kelola RSUD Sungai Dareh

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus pembina bagi rumah sakit daerah. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan pada Kamis (23/4), saat rumah sakit milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menerima kunjungan dari Dinas Kesehatan Dharmasraya di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan ini menjadi langkah awal koordinasi dalam pelaksanaan pembinaan tata kelola RSUD Sungai Dareh agar semakin optimal dan sesuai standar nasional.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Defina, S.Farm, Apt, M.KM dan Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes, disambut oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo, beserta jajaran manajemen.

“Pelaksanaan pembinaan ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi Kementerian Kesehatan dalam memperkuat sistem rujukan nasional dan pemerataan kualitas layanan kesehatan. Dimana rumah sakit vertikal hadir tidak hanya sebagai pusat rujukan, tetapi juga sebagai pembina aktif bagi rumah sakit daerah,” kata Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo.

Luhur Joko Prasetyo menyampaikan pembinaan ini bertujuan untuk memastikan tata kelola keuangan RSUD berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Selain itu, pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia rumah sakit, memperkuat mutu pelayanan medik, serta mendorong efisiensi operasional secara menyeluruh. Upaya ini juga mencakup peningkatan kualitas layanan operasional dan sistem pendukung rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Ia menambahkan, ruang lingkup pembinaan meliputi tata kelola keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan medik, serta layanan operasional dan sistem informasi rumah sakit. Seluruh aspek tersebut dinilai krusial dalam membangun rumah sakit daerah yang profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Menurut Luhur, pembinaan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga bentuk komitmen bersama dalam membangun sistem layanan kesehatan yang terintegrasi. “Kami ingin memastikan setiap proses pengelolaan di rumah sakit daerah dapat berjalan secara akuntabel dan berstandar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara rumah sakit pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. “Sinergi ini menjadi kunci. Dengan komunikasi yang intens dan pendampingan yang tepat, kami optimistis RSUD Sungai Dareh dapat berkembang menjadi rumah sakit yang unggul di wilayahnya,” katanya.

Luhur menyampaikan keberhasilan pembinaan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat. “Kami berharap program ini tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten dan berkesinambungan, sehingga mampu meningkatkan kinerja, akuntabilitas, serta mutu pelayanan kesehatan secara nyata,” tutupnya.

Program kerja pembinaan ini diharapkan menjadi pedoman yang komprehensif bagi pelaksanaan pendampingan tata kelola rumah sakit milik pemerintah daerah oleh RSUP Dr. M. Djamil kepada rumah sakit binaan. Dengan adanya pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan kinerja, akuntabilitas, serta mutu pelayanan kesehatan di RSUD Sungai Dareh dapat terus meningkat, sehingga mampu memberikan layanan yang optimal dan merata bagi masyarakat di Kabupaten Dharmasraya dan sekitarnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Dorong Lahirnya Dokter Profesional dan Berintegritas

RSUP Dr. M. Djamil terus menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan kedokteran dan peningkatan kualitas tenaga medis di Indonesia. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan pada Rabu (22/4), ketika Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Yudisium Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Periode II Tahun 2026 yang digelar di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta dedikasi tinggi selama menempuh proses pendidikan. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga keluarga dan lingkungan yang telah memberikan dukungan penuh sepanjang perjalanan akademik.

“RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit pendidikan, menyambut kehadiran para lulusan baru ini dengan optimisme tinggi untuk bersama-sama melanjutkan pengabdian di bidang pelayanan kesehatan. Peran rumah sakit pendidikan tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pendidikan kedokteran. Oleh karena itu, sinergi antara rumah sakit dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan,” kata Dirut saat memberikan sambutan.

Ia berharap para lulusan mampu menjadi tenaga medis yang profesional, menjunjung tinggi etika, serta memiliki empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, para dokter muda diharapkan terus mengembangkan kompetensi diri seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

“Dengan bekal ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Andalas, kami percaya para lulusan mampu beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi medis yang dinamis serta menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang. Profesi kedokteran adalah panggilan mulia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd dalam sambutannya menyampaikan yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda kesiapan lulusan untuk memasuki fase pengabdian yang sesungguhnya di dunia kedokteran. “Tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga para lulusan dituntut tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, integritas, dan kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan profesi dokter menempatkan kemanusiaan sebagai nilai utama. Oleh karena itu, setiap lulusan diharapkan mampu menjaga empati, menjunjung tinggi etika profesi, serta terus belajar sepanjang hayat untuk mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang dinamis.

Selain itu, Dekan FK Unand menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan seperti RSUP Dr. M. Djamil dalam mencetak dokter yang kompeten dan siap pakai. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil secara klinis.

“Kami berharap agar para lulusan mampu menjadi duta almamater yang membawa nama baik institusi, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional,” harap Dekan FK Unand ini. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima PPDS FK Unpri untuk Program Stase

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan dengan menerima peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Pada Selasa (21/4), rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menerima peserta PPDS Program Studi Jantung dari Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia Medan bernama dr. Teguh Tirto Katon.

Peserta PPDS tersebut akan menjalani masa stase di Bagian Anak RSUP Dr. M. Djamil selama 10 minggu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pengembangan kompetensi klinis, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kardiologi pada pasien anak yang membutuhkan pendekatan multidisiplin serta ketelitian tinggi.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, mengucapkan selamat datang sekaligus menegaskan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar ini secara optimal.

“Selamat datang di RSUP Dr. M. Djamil. Kami berharap para peserta PPDS dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu dan keterampilan klinis, khususnya dalam penanganan kasus kardiologi pada anak yang memiliki kompleksitas tersendiri,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas di Ruang Rapat Direksi.

Ia juga menekankan lingkungan RSUP Dr. M. Djamil memberikan ruang belajar yang luas dengan beragam kasus rujukan yang dapat meningkatkan pengalaman klinis peserta. “Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Barat, kami memiliki spektrum kasus yang lengkap. Ini merupakan peluang besar bagi peserta PPDS untuk belajar secara komprehensif dan terintegrasi,” tambahnya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, etika, serta kerja sama tim selama menjalani masa pendidikan klinis. “Kami menekankan agar seluruh peserta dapat menjunjung tinggi etika profesi, disiplin dalam menjalankan tugas, serta mampu berkolaborasi dengan seluruh tenaga kesehatan. Hal ini penting untuk menciptakan pelayanan yang berkualitas sekaligus lingkungan belajar yang kondusif,” tuturnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya dalam mendukung proses pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan. “Dengan adanya kerja sama pendidikan ini, diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta PPDS dalam meningkatkan keterampilan klinis, tetapi juga turut mendukung peningkatan mutu pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil serta memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mencetak dokter spesialis yang unggul dan berdaya saing,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Sosialisasi dan Asistensi Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2025

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya sebagai institusi layanan kesehatan sekaligus organisasi publik yang menjunjung tinggi tata kelola yang baik. Pada Selasa (21/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menggelar kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan ini menghadirkan tim penyuluh dari Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi serta KPP Pratama Padang Dua yang memberikan pemaparan langsung kepada peserta. Kehadiran para penyuluh menjadi momentum dalam memastikan seluruh informasi terkait ketentuan perpajakan dapat dipahami secara utuh, jelas, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim dari Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi serta KPP Pratama Padang Dua yang telah berkenan hadir dan memberikan sosialisasi secara langsung. “Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan pemahaman pegawai, khususnya tenaga medis, terhadap kewajiban perpajakan yang melekat pada profesinya,” ucapnya.

Ia menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, terutama yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran jasa pelayanan serta pemotongan pajak. “Aspek ini dinilai krusial karena berhubungan langsung dengan hak dan kewajiban dokter, sehingga diperlukan kesamaan pemahaman agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di kemudian hari,” sebut Luhur Joko Prasetyo.

Pemahaman perpajakan yang baik, sebutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari integritas institusi. “Kami ingin memastikan setiap tenaga medis dan pegawai memahami secara tepat hak dan kewajiban perpajakannya, sehingga tidak hanya patuh secara administratif, tetapi juga memiliki kesadaran penuh sebagai bagian dari warga negara yang berkontribusi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog yang konstruktif antara rumah sakit dan otoritas pajak. “Melalui asistensi langsung seperti ini, berbagai kendala teknis di lapangan dapat didiskusikan dan dicarikan solusi bersama. Dengan begitu, mekanisme yang kita jalankan ke depan akan semakin selaras, transparan, dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak,” tambahnya.

Melalui sosialisasi dan asistensi ini, tutur Luhur Joko Prasetyo, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai ketentuan perpajakan atas jasa medis, termasuk pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan keselarasan antara mekanisme pembayaran jasa pelayanan di rumah sakit dengan ketentuan perpajakan yang berlaku secara nasional.

“Upaya ini menjadi langkah nyata dalam mendorong peningkatan kepatuhan perpajakan di lingkungan rumah sakit, yang didukung oleh sistem yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, tetapi juga menjadi contoh institusi pemerintah yang patuh terhadap regulasi dan berintegritas dalam pengelolaan keuangan negara,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalani Penilaian Rapid Assessment untuk Perkuat Budaya K3

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan rumah sakit. Pada Selasa (21/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menerima kunjungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan penilaian penerapan K3 melalui Rapid Assessment pada program promotif dan preventif terkait kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (KK/PAK).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3 yang telah berjalan, sekaligus sebagai sarana untuk mengidentifikasi potensi risiko di lingkungan kerja rumah sakit. Selain itu, penilaian ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menyampaikan melalui kegiatan ini diharapkan rumah sakit dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait implementasi K3. Pasalnya, pendekatan promotif dan preventif menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa melakukan identifikasi potensi risiko, menilai kepatuhan terhadap standar, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Pendekatan preventif dan promotif dalam K3 tidak hanya fokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi lebih kepada upaya peningkatan kesadaran seluruh sumber daya manusia terhadap pentingnya budaya keselamatan kerja,” ujar Direktur Layanan Operasional ini.

Ia juga menambahkan keberhasilan penerapan K3 tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada konsistensi implementasi di lapangan. Seluruh unit kerja memiliki peran strategis dalam memastikan setiap prosedur keselamatan dijalankan dengan disiplin dan berkesinambungan.

“Implementasi K3 harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh lini. Dengan demikian, kita tidak hanya mencegah risiko, tetapi juga membangun sistem kerja yang lebih tangguh dan adaptif terhadap berbagai potensi bahaya,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan insight yang lebih mendalam bagi seluruh jajaran rumah sakit dalam memahami pentingnya K3 secara menyeluruh. Dengan adanya kesamaan persepsi, diharapkan seluruh civitas hospitalia dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini kita mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, sehingga menjadi modal bagi kami untuk memiliki persepsi yang sama terkait pentingnya K3. Dengan begitu, kami dapat lebih mudah mengidentifikasi area mana saja yang perlu ditingkatkan, serta rekomendasi apa yang harus segera diimplementasikan dan diaplikasikan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat penerapan K3 di rumah sakit. Sinergi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan lembaga terkait diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dan praktik terbaik yang berdampak nyata bagi keselamatan tenaga kerja.

“Kami berharap ada komitmen bersama dari seluruh civitas hospitalia dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis penerapan K3 di lingkungan rumah sakit dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat jangka panjang,” tutupnya.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terbangunnya komitmen bersama dari seluruh elemen rumah sakit dalam mewujudkan budaya K3 yang kuat dan berkelanjutan. Dengan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, kualitas pelayanan kepada masyarakat pun diharapkan semakin optimal.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya menjadi institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul dalam layanan medis, tetapi juga dalam penerapan standar keselamatan kerja yang berkualitas dan berdaya saing,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gencarkan Edukasi IVA untuk Cegah Kanker Serviks

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif yang berkesinambungan. Pada Senin (20/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan mengadakan edukasi kesehatan tentang pemeriksaan IVA di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan deteksi dini kanker leher rahim yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, narasumber dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obgin, dr. Febri Rahma Astri, memaparkan pentingnya deteksi dini kanker leher rahim melalui metode Pap smear maupun metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). Pemeriksaan ini dianjurkan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, terutama pada kelompok usia 30 hingga 50 tahun. Karena pada rentang usia tersebut risiko terjadinya perubahan sel di leher rahim cenderung meningkat.

Ia menjelaskan tujuan utama dari pemeriksaan IVA adalah untuk menemukan lesi prakanker serta mendeteksi adanya perubahan sel sejak dini pada leher rahim. Dengan deteksi yang dilakukan lebih awal, penanganan dapat segera diberikan sehingga peluang kesembuhan menjadi jauh lebih besar. “Metode IVA sendiri memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya pemeriksaan yang sederhana, mudah, dan cepat, serta hasilnya dapat langsung diketahui tanpa harus menunggu proses laboratorium,” ucapnya.

Untuk memperkuat pesan edukasi, Ia turut memberikan penegasan terkait pentingnya skrining rutin. “Kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dan dideteksi sejak dini melalui skrining rutin. Kami mengimbau perempuan, khususnya usia produktif, untuk tidak menunda pemeriksaan karena deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan,” ujarnya.

Keunggulan lain dari metode ini adalah tidak memerlukan fasilitas laboratorium yang kompleks sehingga dapat dilaksanakan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas bahkan melalui layanan mobil keliling. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih seperti dokter umum dan bidan, sehingga cakupan pelayanan dapat lebih luas menjangkau masyarakat.

Dokter tersebut juga menekankan pemeriksaan IVA bukanlah prosedur yang menakutkan maupun menyakitkan, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk melakukannya. “Pemeriksaan IVA adalah metode yang sederhana, cepat, dan aman, serta dapat dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Jangan menunggu muncul gejala, karena pada tahap awal kanker sering kali tidak menunjukkan tanda apa pun, sehingga skrining menjadi langkah paling efektif untuk perlindungan diri,” tambahnya.

Apabila pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan kunjungan tunggal, yaitu pemeriksaan IVA yang dilanjutkan dengan tindakan krioterapi bila ditemukan lesi, maka hal ini dapat meminimalisasi kemungkinan pasien tidak kembali untuk pengobatan lanjutan (loss to follow-up). Dengan demikian, upaya deteksi dan penanganan menjadi lebih efektif dan efisien.

Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan IVA sebagai langkah preventif dalam melawan kanker leher rahim. RSUP Dr. M. Djamil mengajak seluruh perempuan untuk tidak ragu melakukan skrining secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tenaga terlatih dan sarana yang memadai. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Supervisi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan tingkat lanjut di Indonesia. Pada Jumat (17/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menerima kunjungan kerja Tim Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Direksi. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka supervisi pembinaan dan penguatan implementasi kebijakan pelayanan darah serta pelayanan transplantasi organ sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan rujukan nasional.

Rombongan yang dipimpin oleh Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr. Yanti Herman, SH, M.HKes disambut oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama jajaran direksi dan manajemen.

Dalam sambutannya, Direktur Utama menegaskan pentingnya penguatan kedua layanan tersebut sebagai fondasi sistem rujukan yang berkualitas. “Pelayanan darah dan transplantasi organ adalah dua pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan rujukan mencerminkan tingkat kematangan sebuah institusi layanan kesehatan. Di dalamnya tidak hanya berbicara tentang tindakan medis, tetapi juga menyangkut sistem yang terintegrasi, tata kelola yang akuntabel, kepatuhan terhadap regulasi, kesiapan sumber daya manusia yang unggul, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan berstandar tinggi,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas.

Ia menambahkan pelayanan darah memiliki peran vital dalam menunjang berbagai layanan klinis. “Pelayanan darah tidak hanya berbicara tentang ketersediaan, tetapi juga tentang keamanan, ketepatan distribusi, serta keberlanjutan pasokan yang menjadi penopang berbagai layanan klinis, mulai dari kegawatdaruratan hingga tindakan operasi kompleks,” lanjutnya.

Terkait transplantasi organ, khususnya transplantasi ginjal, ia menegaskan layanan ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan tingkat lanjut. “Transplantasi organ adalah bentuk pelayanan yang sarat dengan nilai kemanusiaan, harapan, dan keberlanjutan hidup. Namun, layanan ini juga menuntut kesiapan yang sangat tinggi, baik dari aspek klinis, etik, hukum, maupun sosial,” ungkapnya.

Direktur Utama menyampaikan kegiatan supervisi ini menjadi momentum strategis untuk evaluasi dan penguatan layanan. “Kami berharap melalui paparan, diskusi, serta kunjungan lapangan, dapat diperoleh gambaran yang komprehensif. Tidak hanya mengenai capaian yang telah diraih, tetapi juga berbagai tantangan yang masih harus kita jawab bersama. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, kami optimis setiap tantangan dapat kita ubah menjadi peluang untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman memaparkan progres serta identifikasi kebutuhan dalam pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Ia menjelaskan Unit Produksi Darah (UPD) RSUP Dr. M. Djamil telah ditetapkan sebagai target prioritas nasional untuk percepatan sertifikasi CPOB.

“UPD RSUP Dr. M. Djamil secara resmi ditetapkan sebagai target prioritas nasional untuk percepatan sertifikasi CPOB, sehingga menuntut eksekusi yang terukur dan komprehensif. Kami menargetkan pada November 2026 dapat mengajukan sertifikasi CPOB, dan pada Desember 2026 seluruh persyaratan telah terpenuhi,” jelas Dr. dr. Bestari Jaka Budiman.

Ia menambahkan strategi yang dilakukan meliputi akselerasi pembangunan infrastruktur, penguatan sistem mutu, serta koordinasi regulatori yang proaktif. “Ini guna memastikan kesiapan sertifikasi pada akhir tahun 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Yanti Herman, SH, M.HKes menyampaikan kegiatan supervisi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal di rumah sakit rujukan.

“Supervisi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pelayanan darah dan transplantasi organ berjalan sesuai standar, aman, dan berkelanjutan. Kami juga mengapresiasi komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mempersiapkan pemenuhan standar, termasuk kesiapan menuju sertifikasi CPOB,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI juga melakukan kunjungan langsung ke UPD RSUP Dr. M. Djamil untuk melihat kesiapan sarana, prasarana, serta implementasi sistem yang telah berjalan. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kondisi lapangan sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi penguatan layanan ke depan.(*)

Kunjungi RSAB Harapan Kita, RSUP Dr. M. Djamil Pacu Riset Panel Respiratorius dan Diagnostik Infeksi

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis inovasi dan kolaborasi strategis. Pada Rabu (15/4), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kunjungan kerja ke RSAB Harapan Kita sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi antar institusi sekaligus meninjau perkembangan penelitian panel respiratorius yang tengah berjalan. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan riset bersama di bidang diagnostik penyakit infeksi.

Diketahui sebelumnya, RSUP Dr. M. Djamil bersama RSAB Harapan Kita serta Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas telah menandatangani kerja sama dalam pengembangan diagnostik viral pneumonia berbasis asam nukleat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian produk diagnostik dalam negeri yang akurat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Kedatangan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil didampingi Ketua Komite PPPI PRA, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc disambut oleh Direktur Layanan Operasional RSAB Harapan Kita Jakarta, dr. Kamal Amiruddin, MARS di RSAB Harapan Kita Jakarta. Pertemuan berlangsung dalam penuh semangat kolaboratif, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis riset.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menegaskan pengembangan diagnostik viral pneumonia berbasis asam nukleat menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan penyakit infeksi yang semakin kompleks. “Pendekatan berbasis asam nukleat memungkinkan kita mendeteksi patogen secara lebih cepat dan spesifik, sehingga keputusan klinis dapat diambil dengan lebih tepat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan penguatan panel respiratorius melalui teknologi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pelayanan pasien, terutama pada kasus-kasus infeksi saluran pernapasan yang membutuhkan penanganan segera. “Kami ingin memastikan pasien mendapatkan diagnosis yang presisi dalam waktu singkat, sehingga terapi yang diberikan benar-benar sesuai dengan penyebab penyakitnya,” kata Dovy Djanas.

Dovy Djanas menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam mewujudkan kemandirian teknologi kesehatan di dalam negeri. Kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil, RSAB Harapan Kita, dan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas merupakan bentuk nyata sinergi nasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak luas. “Harapan kami, pengembangan ini tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi benar-benar menjadi produk diagnostik yang dapat digunakan secara luas dengan biaya yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSAB Harapan Kita Jakarta, dr. Kamal Amiruddin, MARS menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSAB Harapan Kita sebagai salah satu mitra dalam pengembangan diagnostik viral pneumonia berbasis asam nukleat. “Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih bermutu dan presisi bagi masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat dihasilkan inovasi diagnostik dengan biaya yang lebih bersahabat tanpa mengurangi kualitas layanan,” harapnya.

Ia mengatakan kepercayaan ini menjadi kehormatan bagi RSAB Harapan Kita. InshaAllah, kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia melalui layanan yang lebih akurat, presisi, dan terjangkau. “Kami juga berharap agar sinergi yang telah terjalin tidak berhenti pada program ini saja, melainkan dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dan RSAB Harapan Kita yang memiliki fokus pada pelayanan ibu dan anak sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan tersebut,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Peringati World Voice Day 2026, Gaungkan Pentingnya Kesehatan Suara

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Pada Kamis (16/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI ini bersama Departemen THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil serta Perhati-KL Sumbar memperingati World Voice Day 2026 yang digelar di Taman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Kegiatan yang mengusung tema “Caring for Our Voices!” (Merawat Suara Kita!) ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan suara sebagai bagian dari kualitas hidup. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif, dengan melibatkan tenaga medis, akademisi, serta masyarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil yang diwakili oleh Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menegaskan suara memiliki peran yang vital dalam kehidupan manusia. “Suara merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Suara adalah alat komunikasi utama yang memungkinkan kita menyampaikan ide, emosi, dan kepribadian, sekaligus menjadi identitas unik setiap individu,” kata drg. Ade.

Turut dihadiri Ketua Departemen THT-KL dr. Jacky Munilson,Sp. THT-BKL Subsp. Oto (K) FICS, Ketua Perhati-KL Sumbar dr. Novialdi, Sp. THT-BKL, Subsp. L.F. (K), FICS, Pengurus Perhati-KL Dr. dr. Effy Huriyati, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K)., FICS, staf pengajar, perawat dan masyarakat.

Ia juga menambahkan bagi sejumlah profesi seperti guru, penyanyi, penyiar, dan tenaga pelayanan publik, suara bahkan menjadi aset utama dalam menjalankan pekerjaan. “Lebih dari itu, kualitas suara juga berpengaruh terhadap kualitas hidup, serta dapat mencerminkan kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang,” ujarnya.

Meski memiliki peran yang krusial, Ade Palupi mengungkapkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan suara masih tergolong rendah. Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga suara setelah mengalami gangguan, seperti suara serak, kelelahan vokal, hingga kelainan pada pita suara. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional sekaligus institusi pendidikan, RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya mengembangkan pelayanan di bidang THT-Bedah Kepala Leher, termasuk dalam penanganan gangguan suara. Saat ini, rumah sakit tersebut telah memiliki fasilitas pemeriksaan di Instalasi Diagnostik Terpadu berupa Flexible Laryngoscopy (FOL), yang memungkinkan tenaga medis melakukan visualisasi langsung pita suara sebagai bagian dari deteksi dini yang lebih akurat.

“Ke depannya, kami akan terus meningkatkan sarana dan prasarana serta kualitas pelayanan, dengan harapan dapat mengembangkan layanan yang lebih komprehensif menuju terbentuknya Voice Center di RS Dr. M. Djamil,” tutur drg. Ade Palupi.

Ia juga berharap peringatan World Voice Day ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, serta masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat dalam mengembangkan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang suara, serta membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan World Voice Day 2026 di RSUP Dr. M. Djamil diisi dengan berbagai aktivitas menarik dan edukatif, di antaranya talkshow bertajuk “Do Vocal Hygiene For Your Vocal Health” yang disampaikan oleh dr. Putri Sari Ivanny, Sp.THT-BKL, serta hiburan stand up comedy dan lomba tantangan durasi suara yang turut melibatkan partisipasi pengunjung.

Melalui kegiatan ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat edukasi dan promotif-preventif bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan suara sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45