Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kamis (5/6). Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya laten rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape), serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup bebas tembakau.

dr. Harry Paska Runian, Sp.P, seorang spesialis paru dari RSUP Dr. M. Djamil memaparkan berbagai aspek bahaya yang terkandung dalam rokok konvensional dan rokok elektrik, dua ancaman serius bagi kesehatan pernapasan dan kesehatan secara keseluruhan.

dr. Harry Paska Runian mengawali penjelasannya dengan mengingatkan kembali bahaya rokok konvensional yang sudah lama terbukti secara ilmiah. “Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, di antaranya nikotin yang sangat adiktif, tar yang bersifat karsinogenik, dan karbon monoksida yang mengurangi suplai oksigen ke seluruh tubuh,” jelasnya.

Ia memaparkan bagaimana zat-zat ini secara akumulatif merusak sel-sel tubuh, terutama di saluran pernapasan, jantung, dan pembuluh darah. “Merokok adalah penyebab utama berbagai penyakit mematikan. Seperti kanker paru-paru, penyakit jantung koroner, stroke, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan emfisema,” tegas dr. Harry.

Ia juga menyoroti bahaya perokok pasif, di mana individu yang terpapar asap rokok orang lain juga menghadapi risiko kesehatan yang signifikan. “Termasuk peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak-anak dan penyakit jantung pada orang dewasa,” sebutnya.

Ia dengan tegas membantah mitos bahwa vape adalah alternatif yang aman dibandingkan rokok konvensional. “Banyak yang percaya bahwa vape lebih aman karena tidak menghasilkan asap, melainkan uap. Namun, ini adalah kesalahpahaman besar,” ujar dr. Harry.

Ia menjelaskan meskipun vape tidak melibatkan pembakaran tembakau, cairan liquid vape mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang ketika dipanaskan dan dihirup dapat merusak paru-paru dan organ tubuh lainnya.

“Cairan vape umumnya mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin nabati, perisa, dan berbagai senyawa kimia lainnya. Nikotin dalam vape sama adiktifnya dengan nikotin di rokok konvensional, dan dapat merusak perkembangan otak pada remaja,” paparnya.

dr. Harry Paska Runian menyoroti risiko “popcorn lung” atau bronkiolitis obliterans, kondisi paru-paru serius yang dikaitkan dengan paparan diacetyl, zat perasa yang sering ditemukan dalam liquid vape. “Selain itu, partikel ultra-halus yang dihasilkan dari vape dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan serta kerusakan sel. Ada juga risiko cedera ledakan baterai pada perangkat vape yang dapat menyebabkan luka bakar serius,” tambahnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jajaki Sistem HVAC Bersama PT Mulya Husada Jaya

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan penting dari PT Mulya Husada Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hospital and general supplier, di Ruang Rapat Direksi, pada hari Selasa (10/6). Kunjungan ini untuk menjajaki potensi kerja sama strategis untuk optimalisasi sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) di lingkungan rumah sakit.

Delegasi PT Mulya Husada Jaya disambut jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua. Kehadiran jajaran direksi ini menunjukkan komitmen serius rumah sakit dalam meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan melalui pembaruan infrastruktur vital seperti sistem HVAC.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Mulya Husada Jaya untuk menjalin kerja sama. “Kami menyambut baik kehadiran PT Mulya Husada Jaya di RSUP Dr. M. Djamil. Diskusi hari ini adalah langkah penting bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Dovy.

Dovy Djanas menekankan peran krusial sistem HVAC dalam operasional rumah sakit. “Sistem HVAC bukan hanya tentang kenyamanan termal semata. Di lingkungan rumah sakit, ini adalah elemen fundamental yang berkontribusi langsung pada kontrol infeksi, kualitas udara dalam ruangan yang optimal, serta efisiensi energi secara keseluruhan. Lingkungan yang sehat dan nyaman adalah kunci untuk mendukung proses penyembuhan pasien, memastikan kenyamanan bagi pengunjung, dan menjaga produktivitas serta kesehatan bagi seluruh tenaga medis dan staf kami,” tegasnya.

Diskusi berlanjut dengan fokus pada berbagai aspek terkait sistem HVAC. PT Mulya Husada Jaya mempresentasikan solusi inovatif dan teknologi HVAC terkini yang telah berhasil mereka implementasikan di berbagai fasilitas kesehatan. Mereka menyoroti pentingnya sistem yang tidak hanya efisien secara energi dan biaya. Tetapi juga mudah dalam perawatan, memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan spesifik area perawatan kritis, serta berkontribusi pada pengurangan jejak karbon rumah sakit.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan BPJS Kesehatan Padang

Jajaran direksi didampingi manajemen RSUP Dr. M. Djamil melakukan kunjungan ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Padang, Selasa (10/6). Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini, sekaligus memperkuat sinergi antara dua institusi vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Sumatera Barat.

Kunjungan yang dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua ini disambut hangat oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah, bersama timnya. Turut mendampingi Dirut, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes.

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan nasional, memiliki peran krusial dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh peserta. Oleh karena itu, kami atas nama direksi dan jajaran menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik antara RSUP Dr. M. Djamil dan BPJS Kesehatan Cabang Padang,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua.

Kunjungan ini, sebutnya, merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pelayanan yang terbaik dan sesuai dengan standar yang berlaku. Oleh sebab itu, pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intensif guna mengatasi berbagai tantangan dan dinamika dalam sistem pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengatakan tujuan lainnya bagaimana RSUP Dr. M. Djamil bersama BPJS Kesehatan cabang Padang saling menguatkan, saling berkolaborasi dan berkoordinasi sehingga semua akses layanan kesehatan kepada masyarakat bisa terjamin. “Ini adalah komitmen kita bersama,” tutur Dovy.

Menanggapi hal tersebut, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah menyambut baik kunjungan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil beserta rombongan. “Kami menghargai inisiatif RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berkolaborasi dan bersinergi. RSUP Dr. M. Djamil merupakan mitra strategis kami dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan yang optimal bagi peserta JKN di wilayah Padang dan sekitarnya. BPJS Kesehatan Cabang Padang senantiasa siap mendukung upaya RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan mutu pelayanan,” tukasnya. (*)

Idul Adha 1446 Hijriah, RSUP Dr. M. Djamil Sembelih 9 Ekor Sapi

Semangat kebersamaan dan ketaatan dalam beribadah mewarnai perayaan Idul Adha 1446 Hijriah di RSUP Dr. M. Djamil. Pada Sabtu (7/6) ini, pihak rumah sakit menyembelih sembilan ekor sapi kurban yang menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan syariat Islam sekaligus mempererat tali silaturahmi antarinsan rumah sakit.

Prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di area parkir kompleks rumah sakit yang telah disiapkan dengan memperhatikan standar kebersihan dan syariat Islam. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga distribusi daging kurban, berjalan lancar dan tertib berkat koordinasi yang baik dari panitia pelaksana.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) turut hadir dan memimpin langsung jalannya penyembelihan. Ia menyampaikan rasa syukur atas antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, baik jajaran direksi, staf medis, tenaga kesehatan, maupun karyawan lainnya yang telah berkurban pada tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali dapat melaksanakan ibadah kurban di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil dengan jumlah sapi yaitu 9 ekor. Ini adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sekaligus momentum untuk saling berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” kata Ketua Masjid Asy Syifa RSUP Dr. M. Djamil ini.

Bestari juga menekankan pentingnya nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan yang terkandung dalam ibadah kurban. “Idul Adha mengajarkan kita tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui kurban ini, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara kita,” tambahnya.

Bestari berharap semangat Idul Adha ini dapat terus menginspirasi seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Tentunya dilandasi nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian,” harap Bestari.(*)

CPNS RSUP Dr. M. Djamil Antusias Ikuti Hospital Tour

RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan kegiatan Hospital Tour yang diikuti dengan antusias oleh 229 CPNS formasi tahun 2024, Kamis (5/6). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para CPNS dengan pemahaman komprehensif tentang lingkungan kerja dan fasilitas rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah ini, sebelum mereka secara resmi memulai tugas penuh.

Didampingi staf Diklat, para CPNS diajak berkeliling ke berbagai instalasi di antaranya instalasi rawat jalan, Instalasi Non JKN, instalasi rawat inap, instalasi diagnostik terpadu, instalasi gizi, laboratorium, SIMRS dan komite rumah sakit. Kemudian kunjungan ke unit-unit kritis seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan Kamar Operasi. Termasuk memperkenalkan ruangan OSDM, Perencanaan dan Keuangan, Bagian Umum, hingga ruangan Direksi.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar melihat-lihat, tetapi juga bagian integral dari proses orientasi sebagai CPNS di RSUP Dr. M. Djamil. Kami ingin para CPNS memiliki gambaran yang jelas tentang lingkungan kerja, memahami alur pelayanan, dan mengetahui di mana posisi CPNS ini akan berkontribusi,” kata Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep.

Ia menambahkan pengenalan dini terhadap fasilitas dan budaya kerja rumah sakit akan membantu para CPNS beradaptasi lebih cepat dan mengurangi potensi kebingungan saat mereka mulai bertugas penuh. “Kami percaya, dengan pemahaman yang baik sejak awal, kalian akan lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas-tugas nantinya,” imbuhnya.

Dengan membekali para CPNS, sebutnya, rumah sakit berharap dapat mencetak tenaga-tenaga profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan dedikasi penuh dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. “Diharapkan, setelah menjalani seluruh rangkaian orientasi ini, para CPNS RSUP Dr. M. Djamil akan sepenuhnya siap untuk mengemban tugas dan tanggung jawab mereka, menjadi bagian dari tim yang solid, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima di Sumatera Barat. Kegiatan Hospital Tour hari ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan pengabdian mereka di RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Berikan Pembekalan ke 229 CPNS

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua menjadi narasumber pada layanan orientasi informasi (LOI) bagi 229 CPNS Formasi 2024ndi Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (4/6). Dirut memberikan pembekalan tentang profil, visi misi, gambaran umum, pencapaian, serta rencana pengembangan rumah sakit kepada para CPNS baru.

Dalam paparannya, Dovy Djanas mengawali dengan memperkenalkan profil lengkap RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya. Beliau menguraikan sejarah panjang rumah sakit, mulai dari awal berdirinya hingga transformasinya yang melayani berbagai spesialisasi medis. “Sebagai rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Para CPNS baru ini dalah bagian dari sejarah dan masa depan rumah sakit ini,” kata Dirut.

Selanjutnya, Ia memaparkan gambaran rumah sakit, termasuk struktur organisasi, berbagai departemen dan unit layanan, serta jumlah kapasitas tempat tidur. Beliau juga menjelaskan jenis layanan termasuk layanan unggulan. Seperti pusat jantung terpadu, onkologi terpadu. Kemudian, saat ini rumah sakit ini tengah mengembangkan pengobatan regeneratif dan terapi sel.

“Belum lama ini kami telah melakukan soft launching stem clinic dibarengi dengan webinar stem cell. Bahkan gebrakan rumah sakit ini turut mendapat perhatian dari ahli stem cell Malaysia Prof. Chua Kien Hui yang telah berkunjung ke rumah sakit ini pada Selasa (3/6),” ungkap Dovy seraya mengatakan layanan unggulan selanjutnya berupa layanan transplantasi ginjal dan pusat kesehatan ibu dan anak.

Ia menyebutkan selain pendidikan utama, rumah sakit ini berbasis penelitian. Dalam bidang ini, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran Unand dan PT Crown Teknologi Indonesia. “Teranyar pada Februari 2024 lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meluncurkan deteksi MRSA di rumah sakit ini,” ungkapnya. Kemudian, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil bersama dengan dua rumah sakit vertikal lainnya sebagai pilot project uji klinis untuk AI bidang radiologi X-ray. “Dan sejumlah penelitian lainnya,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah penghargaan dan akreditasi yang telah diperoleh rumah sakit di tingkat nasional yang menegaskan komitmen terhadap kualitas dan keselamatan pasien. “Pencapaian ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran staf RSUP Dr. M. Djamil, dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lain, hingga staf non-medis,” tegas Dovy, seraya mendorong para CPNS untuk segera beradaptasi dan berkontribusi.

Tidak hanya melihat ke belakang, Dovy juga memaparkan secara rinci rencana pengembangan rumah sakit di masa depan. “Ini seiring telah siapnya master plan pengembangan rumah sakit dan pembebasan lahan KAI,” ungkap Dovy.

Tak hanya melayani pasien JKN, ungkap Dovy, rumah sakit ini juga menghadirkan poliklinik Non-JKN atau Klinik Istano Pagaruyung. Keunggulan Klinik Istano ini yakni konsultasi dengan dokter spesialis atau subspesialis. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis dan subspesialis dengan fasilitas yang nyaman.

Pelayanan prioritas atau fast track. Pasien akan didampingi oleh pasien advokat selama konsultasi dengan dokter spesialis atau subspesialis. Apabila ada tindaklanjut, pasien akan mendapatkan pelayanan prioritas. “Fasilitas yang nyaman dan premium dan parkir khusus,” paparnya seraya menyebutkan kini, Klinik Istano melayani lebih lama. Poliklinik Pagi-Sore Senin-Jumat mulai pukul 07.30-20.00. Dan hari Sabtu mulai 07.30-14.00.

Dovy Djanas menyampaikan harapannya agar para CPNS baru semakin mengenal dan memahami seluk-beluk RSUP Dr. M. Djamil. “Dengan pemahaman yang mendalam tentang rumah sakit ini, saya berharap para CPNS semua dapat segera beradaptasi, menunjukkan kinerja terbaik, dan bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi RSUP Dr. M. Djamil untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Prof. Dr. Chua Kien Hui, Jajaki Kolaborasi Pengembangan Stem Cell

RSUP Dr. M. Djamil mendapat kehormatan dengan kunjungan dari Prof. Dr. Chua Kien Hui, seorang ahli stem cell dari Supergenics Life Science Sdn Bhd, Malaysia, Selasa (3/6). Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki potensi kerja sama, khususnya dalam pengembangan stem cell di RSUP Dr. M. Djamil.

Kedatangan Prof. Chua disambut Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua, di Ruang Rapat Direksi. Turut mendampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan tim Instalasi Bank Jaringan dan Sel.

“RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk dalam aspek kedokteran regeneratif. Pengembangan stem cell merupakan salah satu prioritas kami untuk mendukung kemajuan terapi sel di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan kehadiran Prof. Chua dan Supergenics Life Science dengan pengalaman dan keahliannya yang mendalam tentu akan memberikan dorongan signifikan. “Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret menuju terwujudnya kerja sama yang saling menguntungkan antara RSUP Dr. M. Djamil dan Supergenics Life Science Sdn Bhd. Kolaborasi ini berpotensi membuka jalan bagi riset-riset inovatif, pengembangan terapi baru, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, demi kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia,” harap Dovy.

Ditambahkan Kepala Instalasi Bank Jaringan dan Sel dr. Benni Raymond, Sp.BRE, Subsp. KM (K) menekankan RSUP Dr. M. Djamil sebagai satu-satunya rumah sakit vertikal di Pulau Sumatera yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk dapat melakukan terapi sel. “Saat ini RSUP Dr. M. Djamil telah membuka Stem Clinic. Tentunya dengan dokter yang sudah berpengalaman di dalam bidang sel punca,” ungkapnya.

Prof. Chua Kien Hui menyatakan kekagumannya terhadap upaya RSUP Dr. M. Djamil dalam membangun dan mengembangkan fasilitas stem cell. “Potensi yang ada di sini sangat besar. Dengan dukungan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, saya yakin RSUP Dr. M. Djamil dapat menjadi pusat unggulan dalam stem cell, tidak hanya di tingkat regional namun juga nasional,” harapnya.

Supergenics Life Science Sdn Bhd sendiri dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi dengan fokus pada penelitian dan pengembangan produk-produk terkait sel punca dan pengobatan regeneratif.

Prof. Chua Kien Hui didampingi oleh Direktur Medik dan Keperawatan dan tim Instalasi Bank Jaringan dan Sel melakukan kunjungan langsung ke Bank Jaringan dan Sel yang ada di rumah sakit. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Chua meninjau fasilitas, prosedur standar operasional yang diterapkan serta produk bank jaringan. Ia menunjukkan ketertarikannya pada infrastruktur yang telah tersedia dan memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan lebih lanjut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas Peserta Program Penambahan Kompetensi Dokter WNI Lulusan Luar Negeri

RSUP Dr. M. Djamil melepas dr. Melati Wijaya, seorang dokter Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan Sun Yat-Sen University, Tiongkok, yang telah berhasil menyelesaikan program penambahan kompetensi di bidang Ilmu Kesehatan Anak. Program penambahan kompetensi ini merupakan program Kementerian Kesehatan RI untuk memfasilitasi dokter WNI lulusan luar negeri agar dapat beradaptasi dan memenuhi standar praktik medis di Indonesia.

dr. Melati Wijaya sendiri mengikuti program penambahan kompetensi di RSUP Dr. M. Djamil selama tujuh bulan. Terhitung sejak 1 November 2024 sampai dengan 30 Mei 2025. Selama menjalani program di RSUP Dr. M. Djamil telah mengikuti serangkaian rotasi di berbagai unit pelayanan anak. Ia mendapatkan bimbingan langsung dari tim konsulen serta terlibat aktif dalam berbagai prosedur medis dan penanganan pasien.

“Atas nama direksi, saya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan dr. Melati Wijaya dalam menyelesaikan program ini. Program tersebut bukan hanya sekadar formalitas, melainkan jembatan esensial untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di luar negeri dapat terintegrasi sempurna dengan standar dan kebutuhan pelayanan kesehatan di tanah air,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Keberhasilan dr. Melati Wijaya, sebutnya, merupakan capaian penting bagi RSUP Dr. M. Djamil dan Kementerian Kesehatan dalam upaya memperkuat ekosistem kesehatan nasional. Dengan bertambahnya dokter spesialis anak WNI lulusan luar negeri yang kompeten dan beradaptasi dengan kondisi lokal, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Indonesia akan semakin meningkat, menjamin masa depan generasi penerus yang lebih sehat dan cerdas.

“RSUP Dr. M. Djamil menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang inovatif dan berdaya saing global,” ucap Dovy.

Sementara itu, dr. Melati Wijaya mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran direksi, tim dokter spesialis anak, perawat, dan staf pendukung di RSUP Dr. M. Djamil. “Pengalaman saya selama di RSUP Dr. M. Djamil sangat luar biasa dan transformatif. Saya mendapatkan banyak ilmu praktis, bimbingan yang tak ternilai, serta merasakan langsung atmosfer kekeluargaan dan profesionalisme yang tinggi,” tutur dr. Melati.

Selama enam bulan mengikuti program ini, sebutnya, ia banyak berkontak dengan berbagai macam kasus. Dapat berdiskusi dengan konsulen serta dapat bekerja sama baik dengan PPDS maupun perawat. “Usai program ini, saya siap mengabdikan diri sepenuhnya untuk memberikan pelayanan kesehatan anak terbaik bagi masyarakat Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan,” ungkapnya. (*)

Buka LOI CPNS, Dirut RSUP Dr. M. Djamil Tekankan Pentingnya Empati dan Nilai BerAKHLAK

RSUP Dr. M. Djamil menggelar layanan orientasi informasi (LOI) bagi 229 calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2024 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (3/6) hingga Kamis (5/6). Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (3/6).

“Layanan Orientasi Informasi ini bukan hanya tentang pengenalan tugas dan fungsi semata. Melainkan juga tentang bagaimana para CPNS ini akan berinteraksi, melayani, dan menjadi bagian integral dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua saat sambutan.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep dan Asisten Manajer Diklat.

Dirut menekankan pentingnya empati dan penerapan nilai-nilai dasar aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK sebagai fondasi utama bagi para CPNS dalam menjalankan tugas dan pengabdian di rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah ini. “Kita sebagai insan kesehatan berhadapan langsung dengan pasien yang sedang dalam kondisi rentan membutuhkan perhatian, dan seringkali merasakan kecemasan. Empati bukan sekadar kata, melainkan sebuah tindakan nyata untuk memahami dan merasakan apa yang pasien rasakan. Ketika  melayani dengan hati, dengan empati, maka kualitas pelayanan kita akan meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Ia memberikan contoh konkret mulai dari cara menyapa, mendengarkan keluhan, hingga menjelaskan prosedur medis dengan bahasa yang mudah dipahami dan menenangkan pasien serta keluarganya. “Dengan demikian pasien akan merasakan kenyamanan saat mendapatkan pelayanan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti urgensi internalisasi budaya BerAKHLAK. Sebagai tulang punggung pelayanan publik, ASN di RSUP Dr. M. Djamil diharapkan mampu mengamalkan setiap sila dari nilai BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. “Nilai BerAKHLAK bukan hanya jargon, melainkan pedoman kita dalam bekerja. Bayangkan, bagaimana jika setiap dari kita berorientasi pelayanan, selalu akuntabel dalam setiap tindakan, terus meningkatkan kompetensi, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, loyal terhadap institusi, adaptif terhadap perubahan, dan mampu berkolaborasi dengan baik? Tentu RSUP Dr. M. Djamil akan menjadi institusi yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga dicintai oleh masyarakat karena pelayanannya yang tulus dan profesional,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Berikan Dukungan untuk Dua Produk Hasil Riset PDRPI FK Unand

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmen dalam mendukung inovasi dan kemandirian riset kesehatan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan dukungan terhadap peluncuran dua produk Taq Polimerase dan Reverse Transcriptase yang merupakan hasil riset kolaboratif dari peneliti Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) dengan mahasiswa S-2 Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).

Taq Polimerase dan Reverse Transkriptase adalah dua protein atau enzim yang digunakan sebagai bahan baku utama untuk produk molekuler. Kedua bahan ini sangat penting untuk proses reaksi yang terjadi. Taq polimerase berguna untuk memperbanyak jumlah DNA sehingga bisa dianalisis. Sebaliknya Reverse Transcriptase berguna untuk mengubah RNA menjadi DNA. Tidak banyak lembaga riset yang mengembangkan produk ini, sehingga hingga saat ini, kedua produk diimpor dari berbagai negara, seperti Amerika, China atau Eropa.

“Kami bangga dan memberikan apresiasi kepada tim peneliti PDRPI dan mahasiswa S-2 Biomedik FK Unand atas keberhasilan mereka mengembangkan Taq Polimerase dan Reverse Transcriptase ini. Dua produk ini adalah bukti nyata bahwa peneliti-peneliti kita memiliki potensi luar biasa untuk menghasilkan inovasi yang berdaya saing dan memberikan dampak langsung bagi kesehatan masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua saat Peluncuran Dua Produk Riset PDRPI di Gedung PDRPI Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Jati.

Turut dihadiri Kepala PDRPI Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Unand Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP, M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd dan Direktur PT Crown Teknologi Indonesia Dr. dr. Syafruddin Alun, MARS.

Ia mengatakan kehadiran dua produk ini adalah langkah awal yang menjanjikan. “Kami berharap produk ini dapat segera diproduksi dalam skala besar dan tersedia di pasar dengan harga yang kompetitif, sehingga berkontribusi pada efisiensi biaya pemeriksaan PCR di Indonesia,” harapnya.

Ia menekankan peluncuran Taq Polimerase dan Reverse Transcriptase ini bukan hanya sekadar seremoni,. “Melainkan sebuah deklarasi bahwa Indonesia memiliki kemampuan dan potensi besar untuk bersaing di kancah riset dan produksi bioteknologi global, demi kesehatan dan kemajuan bangsa,” tutur Dovy.

Kepala PDRPI Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc menjelaskan kedua produk yang diproduksi PT Crown Teknologi Indonesia ini merupakan inovasi yang ke-34 dan 35 yang dikembangkan oleh laboratorium yang telah ada sejak tahun 2012. “Produk ini akan memberikan keuntungan ganda. Yaitu biaya reagen PCR akan semakin murah dan TKDN akan naik 25-30 persen. Rerata produk yang dikembangkan dari hasil riset PDRPI mempunyai TKDN 40-50 persen, namun dengan  adanya kedua enzim ini, TKDN akan naik menjadi 65-80 persen,” tuturnya.

Perkembangan ini, sebutnya, tentunya akan memberikan dampak yang signfikan terhadap komersialisasi produk. Taq Polimerase dan Reverse Transkriptase dibuat dengan pendekatan full bioteknologi. PDRPI FK Unand mengembangkan metode kloning untuk menghasilkan protein rekombinan. Gen yang menyandi protein ini diambil atau disintesis dan disisipkan pada bakteri, seperti E coli.

“Ada perbedaan dalam produksi kedua protein, yaitu taq polimerase menggunakan bakteri indukan yang diambil dari sumber air panas di daerah Solok, yaitu Bukit Kili Kecil, Bukik Gadang dan Batu Bajanjang. Sedangkan reverse transcriptase tidak menggunakan bakteri indukan, namun urutan DNA nya disintesis di laboratorium. Bakteri indukan yang ditemukan di air panas kawasan Solok antara lain Anoxybacillus flavithermus dan Tepidimonas ignava. Produk sintesis ini disisipkan ke Bakteri lain, seperti E. coli. Pada tahap akhir bakteri tadi dimanipulasi untuk menghasilkan kedua protein, dianalisis dan dimurnikan sehingga didapat protein yang berfungsi dengan baik,” paparnya. 

Keberhasilan tim peneliti PDRPI FK Unand dalam menghasilkan produk protein rekombinan dianggap sebagai pencapaian yang besar di bidang Bioteknologi, mengingat tidak semua lab riset yang bisa melakukan ini. Semua pembiayaan ditanggung oleh Industri, yaitu PT CTI dan akan digunakan secara penuh oleh mereka. Ini adalah bentuk kerja sama erat antara perguruan tinggi dengan industri.

“Dua produk riset PDRPI juga sedang diuji coba oleh Kementerian Kesehatan, yaitu skrining tuberkulosis di 8 provinsi/site dan validasi panel infeksi paru (pneumonia) di 3 rumah sakit. TKDN kedua produk otomatis akan meningkat seiring dengan penggunaan protein rekombinan ini. Panel Infeksi Paru merupakan kerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil,” ungkap Andani.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45