Perkuat Layanan Bedah Saraf, RSUP Dr. M. Djamil Jalin Kerja Sama dengan FK UI dn RS Cipto Mangunkusumo

RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah saraf. Dibuktikan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RS Cipto Mangunkusumo secara virtual, Senin (2/6).

Perjanjian kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua, Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo Dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, MKes, dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Turut disaksikan dewan direksi RSUP Dr. M. Djamil.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi antar rumah sakit pendidikan utama dan jejaring dalam rangka penguatan sistem pendidikan kedokteran spesialis. Kami di RSUP Dr. M. Djamil menyambut dengan antusias dan penuh komitmen atas kepercayaan yang diberikan oleh FK UI dan RSCM untuk menjadi bagian dari proses pendidikan PPDS Bedah Saraf,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua.

Ia mengatakan di RSUP Dr. M. Djamil, jumlah pasien bedah saraf terus meningkat setiap tahunnya. Rumah sakit ini melayani pasien-pasien dengan kasus bedah saraf yang kompleks, baik yang datang secara mandiri maupun melalui rujukan dari rumah sakit kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Barat, serta beberapa daerah di provinsi tetangga. “Ini menunjukkan kebutuhan akan layanan bedah saraf berkualitas sangat tinggi, dan kehadiran program pendidikan spesialis di bidang ini akan sangat relevan dan berdampak nyata,” tuturnya.

Sebagai rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan yang telah menjadi RS pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, RSUP Dr. M. Djamil terus bertransformasi menjadi pusat layanan unggulan, pendidikan, dan penelitian. Dengan adanya kerja sama ini, pihaknya yakin kapasitas dalam mencetak tenaga dokter spesialis bedah saraf yang kompeten, profesional, dan berdaya saing akan semakin kuat.

“Perjanjian ini juga sejalan dengan arah transformasi kesehatan, khususnya pada pilar transformasi sumber daya manusia kesehatan, di mana kolaborasi lintas institusi pendidikan dan pelayanan menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Barat,” ucapnya.

Ia berharap sinergi ini tidak hanya menghasilkan output akademik yang unggul. “Tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi pengembangan layanan bedah saraf yang lebih komprehensif, berbasis bukti, dan berorientasi pada keselamatan serta mutu pelayanan pasien,” harap Dovy.

Dekan Fakultas Kedokteran UI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan klinis yang mumpuni. Melalui kerja sama ini, kami dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi peserta didik kami,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RSCM, Dr. Supriyanto, menambahkan, sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSCM memiliki tanggung jawab untuk berbagi ilmu dan pengalaman. “Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan RSUP Dr. M. Djamil dalam mengembangkan pusat layanan bedah saraf yang berkualitas. Ini adalah bagian dari upaya kolektif kita untuk mewujudkan pemerataan akses pelayanan kesehatan yang prima di seluruh Indonesia,” ungkapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut 229 CPNS Formasi 2024

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan kegiatan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (2/6). Sebanyak 229 CPNS resmi diterima dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 42 orang tenaga medis, 106 orang tenaga perawat, 55 orang nakes lainnya, 17 orang jabatan fungsional tertentu non-kesehatan dan 9 orang administrasi.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua menyampaikan ucapan selamat datang kepada CPNS yang baru bergabung. “Dengan bergabungnya CPNS formasi 2024 ini menjadi angin segar bagi RSUP Dr. M. Djamil, terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat seiring dengan perkembangan fasilitas dan jumlah pasien,” kata Dovy Djanas.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Ketua Komite, Ketua Instalasi, Ketua SPI, Ketua KSM, Manajer dan Asisten Manajer.

Ia mengatakan penambahan sumber daya manusia ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja, meningkatkan rasio tenaga medis dengan pasien, serta pada akhirnya berujung pada peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.

“Kami menyadari bahwa tantangan di dunia kesehatan semakin kompleks. Oleh karena itu, kehadiran para CPNS ini krusial untuk memastikan bahwa RSUP Dr. M. Djamil dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, inovatif, dan berkesinambungan,” tuturnya.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil juga berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi para CPNS melalui berbagai program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Kesehatan dalam menciptakan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

“Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, RSUP Dr. M. Djamil optimis bahwa kehadiran CPNS Kementerian Kesehatan 2024 akan membawa dampak positif yang signifikan dalam memperkuat sistem kesehatan di Sumatera Barat, serta mewujudkan cita-cita bersama untuk masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” ucap Dovy. (*)

Sertijab Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Dirut M Djamil: SDM Berkualitas adalah Aset Rumah Sakit

RSUP Dr. M. Djamil secara resmi melaksanakan serah terima jabatan Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian di Ruang Rapat Direksi, Senin (2/6). Serah terima jabatan ini menjadi tonggak penting dalam proses regenerasi kepemimpinan strategis yang mencakup aspek yakni pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan pendidikan kedokteran dan penelitian medis.

Dalam acara tersebut, dr. Kino, Sp.JP (K) secara resmi menyerahkan jabatan Plt. Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian kepada dr. Maliana, M.Kes yang telah dilantik sebagai pejabat definitif pada 23 Mei lalu.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi kepada dr. Kino, Sp.JP (K) atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat. Beliau juga mengucapkan selamat datang kepada dr. Maliana, M.Kes, dan berharap kepemimpinan yang baru ini dapat membawa RSUP Dr. M. Djamil semakin maju dan berdaya saing. “Serah terima jabatan ini adalah momentum penting bagi kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Saya yakin, dengan kepemimpinan dr. Maliana, M.Kes, Direktorat SDM, Pendidikan, dan Penelitian akan semakin berperan strategis dalam memajukan rumah sakit kita,” kata Dovy Djanas.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Kepala Instalasi, Ketua Komite, Ketua KSM, Manajer dan Asisten Manajer.

Direktur Utama menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi di seluruh lini RSUP Dr. M. Djamil untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. “Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat inovasi dalam pendidikan dan penelitian, serta yang terpenting, menjaga kebersamaan sebagai satu tim. SDM yang berkualitas adalah aset utama kita. Dan melalui direktorat ini, kita berharap dapat terus mengembangkan potensi seluruh staf,” ujarnya.

Direktur Utama juga menambahkan di era digital dan tuntutan pelayanan yang terus meningkat, peran Direktorat SDM, Pendidikan, dan Penelitian menjadi semakin krusial dalam mencetak tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk meraih capaian-capaian baru yang lebih gemilang demi terwujudnya RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama yang unggul di tingkat nasional,” harapnya.

dr. Kino, Sp.JP (K) menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran direksi dan staf yang telah mendukungnya selama menjabat. Beliau mengenang berbagai program yang telah dijalankan, termasuk peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan seminar, pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran dan kesehatan, serta dorongan terhadap penelitian ilmiah yang aplikatif. “Saya berterima kasih atas kerja sama dan dukungan yang luar biasa dari seluruh keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil. Semoga apa yang telah kita rintis bersama dapat terus dikembangkan oleh direktur yang baru,” ujar dr. Kino.

Sementara itu, dr. Maliana, M.Kes menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah ditorehkan oleh pendahulunya. “Saya menyadari tanggung jawab besar yang diemban. Saya akan berusaha keras untuk melanjutkan program-program yang baik dan berinovasi untuk menjawab tantangan di masa depan, terutama dalam menyiapkan SDM yang kompeten, menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul, dan mendorong penelitian yang berkualitas,” tegas dr. Maliana.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6). Upacara yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.F.M, MARS, FISQua, ini diselenggarakan secara khidmat di halaman gedung administrasi dan rawat jalan.

Seluruh jajaran direksi, ketua komite, ketua SPI, ketua KSM,  ketua instalasi, manajer dan asisten manajer serta karyawan RSUP Dr. M. Djamil hadir memenuhi lapangan upacara, menunjukkan komitmen kuat terhadap ideologi dasar negara. Upacara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam praktik pelayanan kesehatan.

Dalam amanatnya, Dr. dr. Dovy Djanas menyampaikan 1 Juni 2025, hari penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” kata Dovy Djanas saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, Ia mengajak untuk merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.

“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ucapnya.

Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. “Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita,” sebut Dirut.

Oleh karena itu, tuturnya, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital. “Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” ajak Dovy.

Ia menekankan kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai napas dalam setiap tindakan.”Ini demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukasnya. (*

RSUP Dr. M. Djamil Komit Tingkatkan Kualitas Layanan di Bidang Onkologi

RSUP Dr. M. Djamil, hari ini (28/5), menjadi saksi sebuah momen penting dalam dunia kedokteran, khususnya di bidang bedah onkologi. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri acara penyerahan brevet dokter subspesialis onkologi bedah. Acara ini menandai bertambahnya tenaga ahli yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat layanan kanker di Sumatera Barat khususnya Indonesia umumnya.

“Kehadiran saya dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat manajemen RSUP Dr. M. Djamil terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan, terutama di bidang onkologi yang menjadi salah satu prioritas nasional,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Pada penyerahan brevet ini, Subspesialis Bedah Onkologi menelurkan dua lulusan. Yakni dr. Ramadanus, Sp.B, Subsp. Onk (K) dan dr. Randi Dwiyanto, Sp.B, Subsp. Onk (K).

Ia mengatakan penanganan kanker merupakan tantangan besar yang memerlukan pendekatan multidisiplin dan keahlian khusus. Dokter subspesialis bedah onkologi memegang peran krusial dalam diagnosis, penentuan stadium, serta tindakan pembedahan yang akurat untuk pengangkatan tumor.

“Keberadaan dokter subspesialis onkologi bedah yang baru ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap angka kesembuhan dan kualitas hidup pasien kanker. Masyarakat Sumatera Barat khususnya Indonesia umumnya kini memiliki harapan baru dengan semakin lengkapnya tim medis profesional yang siap sedia menghadapi tantangan kanker dengan keahlian dan dedikasi tinggi,” harapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd mengatakan peranan bedah adalah peranan yang paling besar untuk onkologi saat ini. Tetapi kita bisa kolaborasi multidisplin harus dijalani dengan baik. Sehingga pasien kota mendapatkan pelayanan yang paripurna dan juga mendapatkan kesejahteraan sebagai seorang pasien.

“Luar biasa dokter bedah onkologi tidak hanya mengangkat tumor. Tapi juga bagaimana berfungsi dengan baik. Kami yakin dimana ditempati kedua dokter ini maka akan ada pelayanan kesehatan yang lebih baik tentunya,” harapnya. (*)

Dirut dan Dirmed RSUP Dr. M. Djamil Memastikan Kesiapan Transplantasi Ginjal ke-27

RSUP Dr. M. Djamil Padang terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu pusat layanan kesehatan terdepan di Sumatera Barat, khususnya dalam bidang transplantasi organ. Hari ini (28/5), Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama dengan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman Sp.THT-KL (K) menghadiri rapat persiapan pelaksanaan transplantasi ginjal ke-27 di Sekretariat Transplantasi Ginjal Gedung Instalasi Pusat Jantung Terpadu (IPJT) Lantai 2.

“Kehadiran kami menunjukkan komitmen kuat manajemen dalam mendukung program transplantasi ginjal yang telah menjadi salah satu keunggulan rumah sakit ini. Sejak dimulai, sudah 26 pasien telah mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup normal setelah menjalani transplantasi ginjal yang berhasil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengapresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan transplantasi ginjal ke-27 ini. Transplantasi ginjal bukan hanya sekadar prosedur medis, melainkan sebuah harapan baru bagi pasien-pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir.

“Keberhasilan program ini adalah hasil dari sinergi dan dedikasi luar biasa dari seluruh tim medis dan non-medis. Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa semua persiapan berjalan optimal, dan kami siap memberikan yang terbaik untuk pasien,” tuturnya.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menambahkan setiap kasus transplantasi ginjal memiliki keunikan tersendiri, sehingga dibutuhkan pendekatan yang personal dan terukur.

“Kita tidak boleh lengah. Meskipun ini adalah transplantasi ke-27, setiap prosedur harus diperlakukan dengan perhatian maksimal, memastikan semua aspek medis dan non-medis telah teratasi dengan baik,” jelas Bestari seraya mengingatkan pentingnya edukasi kepada pasien dan keluarga tentang proses transplantasi, risiko, serta perawatan jangka panjang.

Rapat persiapan ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis nefrologi, ahli bedah urologi, ahli anestesi, perawat transplantasi, koordinator transplantasi, serta tim pendukung lainnya.

Pembahasan dalam rapat mencakup berbagai aspek penting, mulai dari evaluasi kondisi donor dan resipien, memastikan kesiapan sarana dan peralatan medis. Protokol keamanan pasien dan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat juga menjadi fokus utama dalam diskusi untuk meminimalisir risiko dan mengoptimalkan hasil transplantasi.(*)

Instalasi Promkes Bersama KSM Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Peringati Bulan Kesadaran Kanker Kulit

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan KSM Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Unand/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan serangkaian kegiatan edukatif di Poliklinik Kulit dan Kelamin, Selasa (27/5). Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker kulit dan pentingnya deteksi dini ini merupakan bagian dari peringatan “Skin Cancer Awareness Month” atau Bulan Kesadaran Kanker Kulit yang diperingati setiap bulan Mei.

“Dari sekian banyak kanker, ada yang satu yang jika dilihat kita tidak menyadari itu kanker yaitu kanker kulit. Kanker kulit itu seperti tahi lalat saja. Kita tidak terlalu peduli bahwa saya sebenarnya sedang menderita kanker,” kata Ketua KSM Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Prof. Dr. dr. Satya Widya Yenny, Sp.D.V.E, Subsp. D.K.E, M.Ag, FINSDV, FAADV.

Ia menyebutkan tema Skin Cancer Awareness Month tahun ini adalah Disatukan oleh Keunikan atau United by Unique. Ini menekankan bahwa setiap pengalaman kanker adalah unik. Unik di sini artinya setiap orang mengalami kisah dan perjalanan menderita kanker berbeda-beda.

“Di sini kita diminta menghargai keunikan. Bahwa setiap orang itu menghadapi kanker berbeda-beda. Kenapa? Karena fisik baik berat dan tinggi badan, emosi maupun kehidupan sosial berbeda-beda. Maka dikatakanlah unik. Sekarang kita menyatukan dalam keunikan,” sebut Prof. Widya.

Tema kedua, sebutnya, Bersatu dalam Perjuangan. Tema ini mendorong persatuan dalam kanker. Baik para dokter dan para dosen melakukan penelitian, pengembangan dan pengobatan.  “Selain kemoterapi, saat ini para peneliti sedang berusaha mengembangkan obat apalagi yang bisa untuk melawan kanker ini dan bisa diterima oleh tubuh pasien. Sehingga kualitas hidupnya meningkat,” harapnya.

Ketiga, sebutnya, pentingnya dukungan. Di sini penderita kanker tidak hanya membutuhkan dukungan keluarga. Tapi juga dukungan masyarakat sekitar. Termasuk sesama penderita kanker itu sangat penting. Karena ketika dia bercerita dengan penderita kanker yang lain, dia merasa tidak sendirian,” tuturnya.

Ia mengatakan setiap pengalaman kanker itu adalah kisah unik. Dan kisah-kisah ini perlu dihargai. “Dengan memahami kisah-kisah penderita kanker diharapkan saling mendukung,” ucap Prof. Widya.

Pada peringatan ini juga dilangsungkan penyuluhan kesehatan tentang kanker kulit yang disajikan oleh dr. Indah Indria Sari, Sp.D.V.E. “Kanker kulit adalah penyakit kulit akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. Di Indonesia, penyakit ini merupakan jenis terbanyak ketiga setelah kanker rahim dan kanker payudara,” sebutnya.

Ia mengungkapkan setiap tahun, kanker kulit tercatat menyumbang sekitar 5,9 persen hingga 7,8 persen dari seluruh kasus kanker. “Adapun faktor penyebabnya adalah paparan sinar matahari berlebihan, paparan radiasi, paparan bahan kimia seperti arsenik. Kemudian, riwayat kanker pada keluarga,” ungkap dr. Indah Indria Sari.

Ia menyebutkan kanker kulit memiliki beberapa jenis utama yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa dan melanoma maligna. Karsinoma sel basal diawali dengan tahi lalat yang cepat membesar dan mudah berdarah pada daerah yang sering terpapar matahari.

“Karsinoma sel skuamosa dapat berupa benjolan keras bersisik atau luka tak kunjung sembuh dapat didahului dengan trauma. Dan melanoma maligna mirip dengan tahi lalat karena berasal dari sel pigmen,” sebutnya.

Melanoma maligna ini, tutur dr. Indah Indria Sari, dapat dideteksi dengan ABCDE. A; asimetri (bentuk yang tidak sama antara kiri dan kanan), B; border (batas) yang tidak beraturan. “C; colour (warna) yang tidak homogen, D; diameter lebih dari 0,5 cm. Dan E; evolusi artinya pembesarannya cepat,” paparnya.

Ia pun memaparkan pemeriksaan kulit sendiri dengan cara SAKURI. Yakni ruangan dengan penerangan yang cukup, satu buah cermin setinggi tubuh. “Kemudian satu buah cermin kecil dan lihatlah dengan teliti setiap tubuh,” ajaknya. (*)

Instalasi Promkes dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil Bersama KSM Jantung Adakan Penyuluhan Hipertensi

Memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan KSM Jantung menyelenggarakan penyuluhan kesehatan tentang Hipertensi, Senin (26/5). Kegiatan yang berlangsung di Poliklinik Jantung Lantai II Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya tekanan darah tinggi serta pentingnya pencegahan.

Puluhan peserta mulai dari pasien dan keluarga pasien, tampak antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan. Mereka menyimak dengan saksama paparan dari narasumber, dr. Putri Handayani, Sp.JP, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSUP Dr. M. Djamil.

dr. Putri Handayani menjelaskan secara lugas apa itu hipertensi, yang sering dijuluki “pembunuh senyap” karena seringkali tanpa gejala. Ia merinci faktor-faktor risiko yang bisa memicu kondisi ini, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tinggi garam, hingga faktor genetik. “Hipertensi bukan sekadar angka tekanan darah yang tinggi. Jika tidak ditangani, ini bisa menjadi pemicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan bahkan demensia,” tegas dr. Putri.

Ia menjelaskan bagaimana asupan sodium yang tinggi dapat meningkatkan volume darah dan memberikan beban kerja ekstra pada jantung, yang pada akhirnya mengakibatkan peningkatan tekanan darah. “Banyak orang tidak menyadari bahwa garam tersembunyi dalam berbagai makanan olahan, bahkan yang rasanya tidak terlalu asin. Mulai dari roti, sosis, keju, hingga bumbu instan, semuanya bisa menjadi sumber garam berlebih,” ungkap dr. Putri.

Untuk membantu mengurangi asupan garam, dr. Putri memberikan sejumlah tips praktis. Yakni selalu baca label nutrisi pada kemasan makanan untuk mengetahui kandungan sodium, kurangi penggunaan garam saat memasak, dan cobalah bereksperimen dengan rempah-rempah alami seperti bawang putih, jahe, kunyit, atau lada untuk memperkaya rasa masakan. “Kemudian, batasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan camilan tinggi garam. Dan pilih makanan segar seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak yang secara alami rendah sodium,” ungkapnya.

dr. Putri kembali menekankan garam merupakan kunci pengendalian dari hipertensi. Mengurangi konsumsi garam sampai jumlah sedang (1-2 sendok teh per hari) adalah cara yang hemat biaya untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mencegah komplikasi jantung. “Pengurangan garam 4,1 gram per hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 4,2 mmHg dan distolik sebesar 2,1 mmHg. Penurunan tekanan darah lebih besar pada penderita hipertensi, yaitu sekitar 5,4 mmHg (sistolik) dan 2,8 mmHg,” ungkap dr. Putri.

Ia menegaskan orang dengan tekanan darah normal (normotensif) bisa saja tetap berisiko kena hipertensi di masa depan. Baik yang sensitif terhadap garam maupun yang tidak sensitif, jika mereka mengonsumsi garam berlebihan terus menerus. “Mari, kita kurangi garam, sayangi jantung!,” ajaknya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Wirid Mingguan, Kaji tentang Kehidupan di Surga

RSUP Dr. M. Djamil rutin setiap pekannya mengadakan wirid mingguan di Masjid Asy-Syifa. Kali ini, Jumat (23/5), tausiah agama disajikan oleh Ustad Kamrizal, Lc, MA, yang mengupas tentang Kehidupan di Surga.

Ustad Kamrizal membuka materinya dengan mengingatkan pentingnya beriman kepada hari akhir dan surga sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Surga bukanlah sekadar khayalan, melainkan janji Allah SWT yang pasti dan merupakan tujuan akhir setiap Muslim sejati.

“Surga atau jannah adalah tempat keabadian yang menetramkan, menyejahterakan, dan penuh dengan kebahagiaan. Islam memberikan gambaran surga dalam Al Quran dan hadis secara nyata, disebutkan luasnya seluas langit dan bumi,” kata Kamrizal.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), pengurus DWP, dan civitas hospitalia.

Surga, sebutnya, menjadi tempat bagi manusia bebas dari kesusahan, bencana, perkataan dusta, hingga segala perkataan yang sia-sia. Gambaran surga dalam Islam sama seperti sebuah taman atau kebun yang pohon-pohonnya penuh dengan buah dan dikelilingi sungai-sungai.

“Gambaran surga adalah tempat yang sangat mewah, manusia diberi perhiasan emas, mutiara, dan pakaian dari sutra. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat Fathir ayat 33. Gambaran surga adalah tempat yang sangat luas, seperti langit dan bumi sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 133,” tuturnya.

Namun, lebih dari itu, Ustadz Kamrizal menekankan kenikmatan tertinggi di surga adalah melihat wajah Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat al-Qiyamah ayat 22-23. “Semua kenikmatan dunia ini, seindah apapun, tak akan mampu menandingi nikmatnya bertemu dengan Allah. Itulah puncak segala kebahagiaan bagi para penghuni surga,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) mengatakan wirid ini bukan hanya sekadar pengajian rutin, tetapi juga sarana untuk menyegarkan rohani kita di tengah kesibukan melayani masyarakat. “Pemahaman tentang kehidupan di surga memberikan motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan amal ibadah dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Ia berharap pemahaman tentang kehidupan di surga tidak hanya berhenti di sini saja. “Melainkan dapat menjadi pendorong bagi seluruh civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berbuat kebajikan dan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” harap Bestari. (*)

RSUP Dr. M. Djamil jadi Pilihan Utama Anggota DPRD Solsel untuk Medical Check Up

RSUP Dr. M. Djamil kembali membuktikan kualitas layanannya dengan menjadi pilihan utama bagi jajaran anggota DPRD Kabupaten Solok Selatan untuk pelaksanaan medical check-up (MCU). Sebanyak 23 dari 25 anggota DPRD Solok Selatan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif di Klinik Istano Pagaruyuang, Kamis (22/5).

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG (K), MARS, FISQua menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh anggota DPRD Solok Selatan. “Suatu kehormatan bagi kami RSUP Dr. M. Djamil, khususnya Klinik Istano Pagaruyuang, dipercaya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anggota DPRD Solok Selatan. Ini adalah bukti nyata bahwa upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan, terutama di segmen premium, telah diakui,” tutur Dr. Dovy.

Ia menjelaskan Klinik Istano Pagaruyuang memang didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendambakan pelayanan kesehatan setara dengan standar internasional, tanpa harus berobat ke luar negeri. “Kepercayaan yang diberikan ini semakin mengukuhkan posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan terkemuka di Sumatera Barat, khususnya melalui Klinik Istano Pagaruyuang yang menawarkan layanan kesehatan premium,” ucap Dovy.

Ia menekankan dengan adanya kepercayaan dari jajaran legislatif Solok Selatan ini, RSUP Dr. M. Djamil semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan. “Diharapkan, sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin guna mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang lebih sehat dan produktif,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Solok Selatan David Taster mengatakan pemilihan rumah sakit ini untuk medical check up didasari oleh rekam jejak RSUP Dr. M. Djamil yang bagus dalam pelayanan kesehatan, kelengkapan fasilitas, serta ketersediaan tenaga medis yang profesional dan berpengalaman.

“Kami, para anggota DPRD, memiliki beban kerja yang cukup tinggi dan tuntutan untuk selalu prima dalam menjalankan tugas-tugas legislasi, pengawasan, dan penganggaran demi kemajuan Solok Selatan. Oleh karena itu, kesehatan adalah aset yang sangat vital,” ujarnya.

Ia menekankan pihaknya memilih RSUP Dr. M. Djamil karena yakin dengan standar pelayanan mereka yang tinggi, peralatan medis yang modern, dan tim dokter spesialis yang andal. “Ini adalah investasi bagi kami untuk memastikan dapat bekerja secara optimal,” tutur David.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45