Monev Layanan KRIS, RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Tim Pelayanan JKN RS Kemenkes RI

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rumah Sakit Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan di Ruang Rapat Direksi, Rabu (18/6). Kunjungan ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN di RSUP Dr. M. Djamil, sebagai bagian dari persiapan menyeluruh menjelang penerapan KRIS di seluruh fasilitas kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama jajaran direksi menyambut Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS yakni dr. Riki Iqbal, M.H.Kes dan Fatwal Islamiaty, S.H. Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan SDM dr. Maliana, M.Kes, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen, tim Dinas Kesehatan Sumbar dan BPJS Kesehatan Padang.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait transformasi layanan kesehatan, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan JKN melalui implementasi KRIS. “Kami senang dan berterima kasih atas kunjungan Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS. Ini adalah kesempatan berharga bagi kami untuk mendapatkan masukan dan arahan langsung, sekaligus menunjukkan kesiapan kami dalam mengimplementasikan Kelas Rawat Inap Standar JKN,” kata Dovy.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil telah melakukan berbagai persiapan intensif, mulai dari penyesuaian fasilitas fisik mengacu pada 12 kriteria KRIS hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Ini guna memastikan transisi ke KRIS berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi pasien,” ucapnya.

Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) memaparkan data dan progres implementasi KRIS di RSUP Dr. M. Djamil. “Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi internal secara berkala untuk memastikan bahwa setiap tahapan implementasi KRIS berjalan sesuai rencana. Feedback dari tim Kementerian Kesehatan hari ini akan menjadi panduan berharga bagi kami untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan yang berkelanjutan,” harapnya.

Selama kunjungan, tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS didampingi Direktur Medik dan Keperawatan serta Direktur Layanan Operasional melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Mereka meninjau langsung kondisi fasilitas ruang rawat inap yang telah disesuaikan dengan standar KRIS baik di ruang rawat inap Penyakit Dalam maupun IPJT.

Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan JKN RS dr. Riki Iqbal, M.H.Kes mengatakan kunjungan ini bagian integral dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh rumah sakit siap sepenuhnya menghadapi implementasi KRIS. Kebijakan KRIS diharapkan dapat menghapus perbedaan kelas perawatan di rumah sakit, sehingga seluruh peserta JKN dapat menikmati standar pelayanan rawat inap yang sama, setara, dan berkualitas.

“Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat yang siap sedia dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik sesuai dengan standar nasional. Khususnya dalam menyongsong era implementasi Kelas Rawat Inap Standar JKN,” tukasnya. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Monitoring dan Evaluasi Layanan Non-JKN

Direksi RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap layanan non-JKN di Klinik Istano Pagaruyuang, Rabu (18/6). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi pasien non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil, tanpa terkecuali, merasakan kenyamanan dan mendapatkan pelayanan terbaik. Layanan non-JKN memiliki karakteristik dan kebutuhan yang sedikit berbeda, sehingga penting bagi kami untuk secara berkala memonitor dan mengevaluasi pelaksanaannya agar tetap optimal,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Monev ini turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Manajer OSDM dr. Keesa Nabila Afida, M.Kes, Kepala IPS RS Catur Suharinto. Kepala Instalasi Non-JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM, Wakil Kepala Instalasi Non JKN Ns. Yuhelmi, S.Kep, Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing dr. Winanda, MARS dan Karu Istano Pagaruyuang Ns. Sri Putri Kurnia, AMK, S.Kep.

Ia mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih efektif dalam mengelola layanan non-JKN. Dengan demikian, rumah sakit ini dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas, baik melalui jalur JKN maupun non-JKN.

“RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan demi terwujudnya kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tukasnya.

Diketahui layanan kepada pasien Non-JKN ini melalui Klinik Istano Pagaruyuang. Klinik Istano dirancang untuk melayani pasien umum atau pasien dengan asuransi swasta yang mencari layanan medis premium dengan kenyamanan dan fasilitas yang lebih eksklusif. Keunggulan berobat di klinik ini yakni konsultasi langsung dengan dokter spesialis dan subspesialis. Pasien dapat berkonsultasi dalam suasana nyaman dan privat bersama para ahli medis terkemuka.

Pelayanan Prioritas (Fast Track). Setiap pasien didampingi oleh patient advocate untuk memastikan kenyamanan dan percepatan dalam proses medis. Fasilitas Premium. Ruang tunggu dan layanan dirancang dengan standar kenyamanan tinggi. Kemudian parkir khusus. Akses parkir eksklusif disediakan demi kenyamanan pengunjung. Jam operasional Klinik Istano pun diperpanjang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat, yakni Senin–Jumat pukul 07.30–20.00 dan Sabtu pukul 07.30–14.00.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Kebidanan dan Kandungan Gelar Penyuluhan tentang Asuhan Antenatal

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi apik dengan Bagian Kandungan dan Kebidanan. Rabu (18/6), sebuah penyuluhan komprehensif tentang Asuhan Antenatal (ANC) dengan narasumber dr. Eko Apriandhi, Sp.OG digelar di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan.

Dalam paparannya, dr. Eko Apriandhi, Sp.OG mengupas tuntas berbagai aspek penting dalam Asuhan Antenatal. ANC bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang mencakup pemantauan kesehatan ibu dan janin, deteksi dini komplikasi, pemberian nutrisi yang tepat, serta edukasi tentang persiapan persalinan dan perawatan pascapersalinan.

“Asuhan antenatal adalah fondasi utama untuk kehamilan yang sehat. Melalui ANC yang teratur dan berkualitas, kita bisa mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, memberikan intervensi yang tepat waktu, dan pada akhirnya, berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi,” sebutnya.

Ia menjelaskan ada enam alasan mendapatkan ANC. Yakni membangun kepercayaan rasa saling percaya, mengupayakan kondisi terbaik ibu dan bayi yang dikandungnya, memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan kehamilannya. “Mengidentifikasi dan menata laksana kehamilan risiko tinggi, memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan dalam menjaga kualitas kehamilan dan merawat bayi dan menghindari gangguan kesehatan selama kehamilan yang akan membahayakan keselamatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya,” paparnya.

Komponen perawatan antenatal, sebutnya, terbagi atas dua. Yakni perawatan antenatal awal atau kunjungan pertama berupa anamnesis lengkap, pemeriksaan rutin dan penilaian faktor risiko. Dan perawatan antenatal berikutnya. Artinya pada kunjungan pertama jika ditemukan faktor risiko dari anamnesis dan pemeriksaan rutin. “Selanjutnya akan dilakukan evaluasi selama kunjungan berikutnya,” sebut Eko.

Selain materi di atas, dr. Eko juga memaparkan materi penyuluhan mencakup berbagai topik krusial, antara lain: tanda-tanda bahaya kehamilan yang wajib diwaspadai, nutrisi seimbang selama kehamilan, hingga perhatian khusus selama kehamilan. dr. Eko juga membuka sesi diskusi interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar keluhan dan kekhawatiran mereka selama kehamilan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jajaki Kolaborasi dengan BRI Regional Office Padang

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil melakukan kunjungan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office Padang pada Selasa (17/6). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya konkret untuk mempererat kemitraan dan menjajaki berbagai potensi kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Rombongan direksi RSUP Dr. M. Djamil yang dipimpin Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua disambut oleh Regional CEO BRI Padang Riza Pahlevi. Turut mendampingi Dirut yakni Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajer Keuangan Dewi Anggreini, Manajer Hukum dan Humas Nova Afriani dan Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing dr. Winanda, MARS.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan kunjungan ini merupakan wujud komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan. “Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat dengan perbankan seperti BRI esensial dalam mendukung operasional rumah sakit. Ini juga demi memberikan kemudahan bagi pasien dan seluruh civitas hospitalia,” kata Dovy Djanas.

Ia menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan dan telah berdiri sejak tahun 1953. Rumah sakit ini juga termasuk rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Selain layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit ini juga memberikan layanan kepada pasien Non-JKN melalui Klinik Istano Pagaruyuang. “Klinik Istano kami tawarkan sebagai pilihan bagi masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, fasilitas yang lebih privat, dan jadwal yang lebih fleksibel, di luar skema JKN,” terang Dovy.

Ia menjelaskan Klinik Istano dirancang untuk melayani pasien umum atau pasien dengan asuransi Non-JKN yang mencari layanan medis premium dengan kenyamanan dan fasilitas yang lebih eksklusif. “Keunggulan berobat di klinik ini yakni konsultasi langsung dengan dokter spesialis dan subspesialis. Pasien dapat berkonsultasi dalam suasana nyaman dan privat bersama para ahli medis terkemuka,” sebutnya.

Pelayanan Prioritas (Fast Track). Setiap pasien didampingi oleh patient advocate untuk memastikan kenyamanan dan percepatan dalam proses medis. Fasilitas Premium. Ruang tunggu dan layanan dirancang dengan standar kenyamanan tinggi. “Kemudian parkir khusus. Akses parkir eksklusif disediakan demi kenyamanan pengunjung. Jam operasional Klinik Istano pun diperpanjang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat, yakni Senin–Jumat pukul 07.30–20.00 dan Sabtu pukul 07.30–14.00,” paparnya. 

Salah satu layanan Klinik Istano, sebutnya, medical check up dengan fasilitas premium. Keunggulannya ruang tunggu yang nyaman, ruang makan yang nyaman, interpretasi hasil MCU dengan dokter spesialis, dan pasien didampingi pasien advocat dari awal hingga akhir pemeriksaan. “Kami menyiapkan paket-paket medical check up,” sebutnya.

Regional CEO BRI Padang Riza Pahlevi mengucapkan terima kasih atas kunjungan direksi RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan ini tentunya selain silaturahmi juga menjajaki kerja sama yang saling menguntungkan. “Sama diketahui, RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit tertua di Sumbar dan punya basic pasien yang cukup besar. Sementara BRI merupakan bank tertua di Indonesia dan memiliki produk yang sangat mendukung kemajuan dari RSUP Dr. M. Djamil. Jika terjalin kerja sama tentunya akan membesarkan RSUP Dr. M. Djamil dan menambah portofolio bagi BRI,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Telusur ke Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua bersama manajemen melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien pada Selasa (17/6). Kunjungan ini untuk memastikan tugas dan fungsi instalasi dalam hal memverifikasi klaim asuransi dan keabsahan data pasien serta dokumen pendukung klaim berjalan dengan baik.

Kedatangan Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua bersama manajemen diterima oleh Kepala Instalasi dr. Melia Rahmadewi Murni. Pada kesempatan itu, Dirut memotivasi dan memompa semangat tim instalasi ini.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua mengajak seluruh civitas hospitalia termasuk jajaran Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien bersama-sama membangun rumah sakit ini agar lebih baik ke depannya. Sehingga semakin dicintai oleh masyarakat. “Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kepuasan pasien sebagai indikator kunci keberhasilan rumah sakit. “Bagi kami, pasien bukan sekadar individu yang sakit. Melainkan mitra yang harus kami layani dengan sepenuh hati dan profesionalisme. Kepuasan mereka adalah cerminan dari kualitas layanan yang kami berikan,” tuturnya.

Termasuk juga, sebutnya, dalam hal verifikasi klaim. Verifikasi klaim yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa klaim asuransi diproses dengan benar dan tepat waktu. Hal ini juga membantu terjadinya klaim yang tidak sesuai dengan ketentuan polis. “Selain itu, verifikasi klaim yang efektif dapat membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan,” ucap Dovy.

Ia menekankan kelancaran dan akurasi verifikasi klaim JKN memiliki dampak luas pada operasional rumah sakit. “Keberlanjutan rumah sakit kita bergantung pada kemampuan kita dalam mengelola klaim JKN secara profesional. Dengan klaim yang terverifikasi dengan baik, kita bisa terus berinvestasi dalam teknologi medis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya, memberikan pelayanan yang lebih baik dan optimal bagi seluruh pasien JKN,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Ajak Hospitalia Implementasikan Nilai KORPRI

RSUP Dr. M. Djamil menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (17/6). Upacara yang diikuti oleh jajaran direksi dan seluruh civitas hospitalia dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, K.FM, MARS, FISQua.

Dalam amanatnya, Dovy Djanas menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dalam setiap aspek pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil. Hari Kesadaran Nasional adalah momen refleksi bagi seluruh ASN, khususnya para tenaga kesehatan, untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sebagai insan KORPRI, kita memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas adalah pilar utama yang harus selalu kita junjung tinggi,” ujar Dovy.

Ia juga menyoroti peran strategis RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat. “Setiap tindakan dan keputusan kita akan berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kompetensi dan terus berinovasi demi pelayanan yang prima,” imbaunya.

Dovy Djanas mengajak seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil untuk senantiasa beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran. “Dunia kesehatan terus bergerak dinamis. Kita harus terus belajar, mengembangkan diri, dan beradaptasi dengan teknologi terbaru agar tidak tertinggal. Peningkatan kualitas pelayanan bukan hanya tentang alat yang canggih, tetapi juga tentang sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas,” tukasnya. (*)

Pelepasan CPNS Formasi 2024 ke Unit Kerja, Langkah Awal Pengabdian

Suasana antusiasme dan harapan menyelimuti Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil saat pelepasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 menuju unit kerja masing-masing, Senin (16/6). Kegiatan ini menandai babak baru bagi para abdi negara yang siap berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini.

Sebelum ditempatkan di unit kerja, para CPNS telah mengikuti serangkaian pembekalan dan orientasi. Proses ini bertujuan untuk memastikan para CPNS memiliki pemahaman yang komprehensif terkait tugas dan tanggung jawab mereka.

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS saat menerima CPNS unit kerja Layanan Operasional menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian bagi para CPNS. Kehadiran para CPNS ini merupakan angin segar yang akan memperkuat barisan tenaga kesehatan dan non-kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil.

“Saudara-saudari CPNS adalah talenta-talenta terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat. Kami berharap Anda semua dapat segera beradaptasi, belajar dengan cepat, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan rumah sakit ini,” ujar Ade Palupi di Ruang Rapat Direksi.

Ia juga menambahkan menjadi seorang ASN di bidang kesehatan adalah sebuah amanah besar yang menuntut dedikasi tinggi dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Dengan semangat dan komitmen tinggi, diharapkan mereka dapat memberikan sumbangsih nyata dalam mewujudkan visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya.

Manajemen RSUP Dr. M. Djamil, sebut Ade, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para CPNS dalam masa awal pengabdian mereka. “Program mentoring dan pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan para CPNS dapat berkembang secara profesional dan menjadi bagian integral dari keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dukung Pembukaan Prodi Dokter Spesialis Bedah Anak

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Hari ini (16/6), RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan tim visitasi dalam rangka pembukaan Program Studi Dokter Spesialis Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menyambut kedatangan tim visitasi di Ruang Rapat Direksi. Turut mendampingi civitas akademika Spesialis Bedah Anak.

Sementara tim visitasi dari Kolegium Bedah Anak Indonesia yakni Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K), dr. Bustanul Arifin Nawas, Sp.B., Sp.BA., Subsp.U.A.(K), dr. Dikki Drajat Kusmayadi, Sp.B., Sp.BA., SubSp.D.A.(K), Dr. dr. Nita Mariana, M.Kes., Sp.BA., Subsp.D.A.(K) dan dr. Rudiyuwono Raharjo, M.Si.Med., Sp.B., Sp.BA., Subsp.D.A.(K).

“RSUP Dr. M. Djamil sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memiliki komitmen yang tinggi dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran. Pembukaan Program Studi Spesialis Bedah Anak ini merupakan langkah strategis dan progresif dalam menjawab kebutuhan akan dokter spesialis bedah anak yang masih sangat terbatas di wilayah Sumatera Barat dan wilayah Indonesia bagian barat pada umumnya,” kata dr. Maliana, M. Kes.

Ia mengatakan dengan didukung oleh fasilitas pelayanan yang lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta komitmen manajemen yang kuat, rumah sakit ini siap untuk berperan sebagai wahana pendidikan klinik yang profesional dan berkualitas dalam penyelenggaraan program studi ini. “RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan RS rujukan akhir dari aspek layanan di wilayah Sumatera Bagian Tengah, dengan tingginya kasus dan tindakan bedah anak saat ini,” sebutnya.

Ia menyampaikan data kasus dan tindakan Bedah Anak di RSUP Dr.M.Djamil bervariasi. Seperti kasus Hirschprung, appendicitis, Hernia ingunial, Higroma colli, MAR dan tindakan Laparascopic Hernioplasty dengan jumlah tindakan tertinggi periode tahun 2022-2025 sebanyak +145 kasus. Dan disusul dengan kasus tindakan Pulthrough, serta tindakan lainya yang bervariatif.

“Kami juga menyadari penyelenggaraan program studi spesialis bukanlah tugas yang ringan. Oleh karena itu, kami membuka diri terhadap berbagai masukan, saran, dan evaluasi dari tim Visitasi dari Koligium Bedah Anak Indonesia agar dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Peringati Hari Donor Darah Sedunia

RSUP Dr. M. Djamil turut memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh setiap tanggal 14 Juni dengan menggelar aksi donor darah di Unit Transfusi Darah, Senin (16/6). Kegiatan yang mengusung tema “Give blood, give hope: together we save lives” ini menekankan pada harapan yang diberikan melalui setiap sumbangan darah, karena di balik setiap donasi, ada kehidupan yang diselamatkan.

Aksi donor darah tersebut mendapatkan antusiasme dari civitas hospitalia. Tak hanya itu, masyarakat yang sedang berkunjung atau berada di sekitar rumah sakit juga turut serta mendonorkan darahnya.

Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini. Keduanya bahkan tidak ragu untuk menjadi contoh dengan ikut mendonorkan darah mereka.

drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor darah. “Donor darah adalah aksi kemanusiaan yang mulia. Setiap tetes darah yang Anda donorkan dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan,” ujar drg. Ade Palupi.

Senada dengan itu, Luhur Joko Prasetyo juga menekankan pentingnya ketersediaan stok darah yang cukup di bank darah rumah sakit. “Darah merupakan komponen vital yang tidak dapat diproduksi secara buatan. Oleh karena itu, kita  bergantung pada kedermawanan para pendonor. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan ketersediaan stok darah yang memadai di RSUP Dr. M. Djamil, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” jelas Luhur Joko Prasetyo.

Proses donor darah berjalan lancar di bawah pengawasan ketat tim medis dari Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Dr. M. Djamil. Sebelum melakukan donor, setiap calon pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kadar hemoglobin, dan skrining lainnya untuk memastikan mereka memenuhi syarat dan aman untuk mendonorkan darah.

Sementara itu, Kepala UTDRS Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp B. D. K. T (K), Subsp H.K (K) mengatakan peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus mengedukasi masyarakat tentang manfaat donor darah, baik bagi penerima maupun bagi pendonor itu sendiri. Selain membantu sesama, donor darah secara rutin juga diketahui memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti menjaga kesehatan jantung dan merangsang produksi sel darah baru.

“Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung program kesehatan nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan semakin banyak individu yang tergerak untuk menjadi pendonor darah rutin, demi ketersediaan darah yang aman dan mencukupi bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Perwatusi

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Jumat (13/6). Kunjungan ini menandai komitmen bersama antara RSUP Dr. M. Djamil dan Perwatusi dalam meningkatkan kesadaran serta pelayanan kesehatan terkait kesehatan tulang di masyarakat.

Rombongan Perwatusi disambut Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes di Ruang Rapat Direksi.

“Kami mengapresiasi kehadiran Perwatusi di RSUP Dr. M. Djamil. Kolaborasi ini krusial dalam menyebarluaskan informasi akurat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang, mulai dari anak-anak hingga lansia,” ujar drg. Ade.

Ia juga menambahkan kunjungan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan program-program edukasi dan pencegahan, sehingga masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan tulang mereka dan mengurangi risiko penyakit seperti osteoporosis.

“Penyakit tulang seringkali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas, sehingga edukasi dini menjadi sangat penting. Dengan dukungan Perwatusi, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” tambahnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45