Direksi RSUP Dr. M. Djamil Telusuri Layanan, Pastikan Kualitas Pelayanan dan Efisiensi Operasional

Jajaran direksi RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional. Inspeksi dilakukan oleh Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Dalam kunjungannya, Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menelusuri pelayanan di High Care Unit (HCU) bagian Ilmu Penyakit Dalam. Fokus utama kunjungan ini adalah untuk memantau langsung implementasi standar pelayanan, ketersediaan fasilitas, serta kinerja tim medis dalam menangani pasien dengan berbagai kompleksitas penyakit dalam.

Di ruangan itu, Dovy Djanas terlihat berinteraksi akrab dengan sejumlah pasien. Ia menyapa, menanyakan kabar, dan mendengarkan langsung keluhan serta masukan dari para pasien dan keluarga mereka. “Bagaimana kondisi Bapak/Ibu hari ini? Apakah ada yang bisa kami bantu?” tanya Dovy kepada salah seorang pasien yang sedang menjalani perawatan. Interaksi ini menunjukkan komitmen manajemen untuk memahami pengalaman pasien secara langsung.

Selain berinteraksi dengan pasien, Dovy juga sempat berbincang dengan tim medis dan perawat yang bertugas di HCU. Ia mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik. Diskusi singkat juga dilakukan tentang ketersediaan fasilitas, kebutuhan peralatan medis, dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan di unit tersebut. “Kunjungan ini penting bagi kami untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, memastikan standar pelayanan yang optimal, dan tentunya mendengarkan langsung suara dari pasien kami,” ujar Dovy Djanas usai penelusuran.

Ia menekankan pihaknya ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil mendapatkan pelayanan terbaik sesuai dengan standar medis yang berlaku. “Oleh karena itu masukan dari pasien dan keluarga akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan di RSUP Dr. M. Djamil,” tuturnya.

Telusur ke Casemix Kebidanan dan Anak

Sementara itu, drg. Ade Palupi Muchtar dan Luhur Joko Prasetyo melakukan penelusuran terhadap Casemix Kebidanan dan Anak. Casemix, atau sistem pengelompokan kasus pasien, memiliki peran krusial dalam efisiensi biaya dan perencanaan anggaran rumah sakit.

“Analisis casemix di bidang kebidanan dan anak penting untuk optimalisasi layanan dan efisiensi biaya. Kami perlu memastikan data casemix ini akurat dan mencerminkan beban kerja serta kompleksitas kasus yang sebenarnya. Dengan data casemix yang valid, kami dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait alokasi sumber daya dan pengembangan program,” ucapnya.

Sementara itu, Luhur Joko Prasetyo menyoroti aspek keuangan dari sistem casemix. Casemix adalah fondasi bagi sistem pembayaran berbasis kinerja dan perencanaan anggaran yang efektif. “Dengan memahami pola dan biaya kasus kebidanan serta anak, kami dapat mengelola keuangan rumah sakit secara lebih efisien, memastikan keberlanjutan operasional, dan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Joko.

Telusur ini melibatkan tim rekam medis, tim verifikasi, serta diskusi dengan staf medis dan administrasi terkait. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dalam pencatatan, pengkodean diagnosis dan tindakan, serta optimalisasi proses administrasi yang berkaitan dengan casemix.(*)

Fokus Penanganan Orang Terlantar dan PPKS, RSUP Dr. M. Djamil dan Dinas Sosial Sumbar Perkuat Kolaborasi

RSUP Dr. M. Djamil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Sosial Sumbar tentang penanganan orang terlantar dan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di Ruang Rapat Direksi, Senin (23/6). Kerja sama strategis ini secara khusus berfokus pada penanganan pasien terlantar pasca-perawatan dan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di RSUP Dr. M. Djamil kepada masyarakat.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua bersama Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah. Turut disaksikan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas menyoroti tantangan yang kerap dihadapi rumah sakit terkait pasien terlantar yang telah menyelesaikan perawatan medis. Namun tidak memiliki keluarga atau kerabat yang dapat menjemput atau menampung mereka.

“Kami sering menemukan kasus di mana pasien, setelah pulih dari sakitnya, tidak memiliki tempat untuk pulang atau keluarga yang menjemput. Ini menjadi dilema besar bagi kami, karena rumah sakit memiliki keterbatasan dalam menampung pasien pasca-perawatan dalam jangka panjang,” ujar Dovy.

Ia mengatakan MoU ini adalah solusi konkret. Dengan adanya kerja sama ini, pasien terlantar yang telah selesai menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil dapat segera ditangani oleh Dinas Sosial untuk tindak lanjut. Baik itu reintegrasi dengan keluarga jika memungkinkan, atau penampungan di fasilitas sosial yang sesuai.

“Kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan,” tegas Dovy.

Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah menyambut baik langkah maju ini. “Kami bersyukur atas inisiatif dan kesediaan RSUP Dr. M. Djamil untuk memperkuat kerja sama ini. Penanganan pasien terlantar pasca-perawatan adalah salah satu isu kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektor,” kata Syaifullah.

Syaifullah menjelaskan MoU ini akan mempermudah alur koordinasi antara rumah sakit dan dinas sosial. “Dengan adanya MoU ini, kami memiliki landasan yang jelas untuk bertindak cepat. Ini akan memastikan bahwa pasien yang telah sembuh tidak justru menjadi terlantar di lingkungan rumah sakit, melainkan mendapatkan perlindungan dan penanganan sosial yang layak,” paparnya.

Ia berharap dengan sinergi yang kuat antara RSUP Dr. M. Djamil dan Dinas Sosial Sumbar, masalah pasien terlantar pasca-perawatan dapat ditangani secara lebih efektif, humanis, dan berkelanjutan. “Ini guna memastikan tidak ada lagi pasien yang “tertinggal” setelah pulih dari sakitnya,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Serah Terima 229 CPNS, Perkuat Kualitas Layanan Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan acara serah terima 229 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (23/6). Penambahan ratusan tenaga baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

“Momentum ini menjadi babak baru bagi 229 individu tersebut untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan. Sekaligus menjadi angin segar bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima dan berdaya saing,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Pada kesempatan itu, sebanyak 229 CPNS resmi diserahterimakan oleh Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua ke pimpinan masing-masing unit kerja. Dan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes memaparkan tentang pengelolaan CPNS 2024.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara di sektor kesehatan. “Tugas kita sebagai tenaga kesehatan bukan hanya sekadar memberikan pelayanan medis, tetapi juga melayani dengan hati, empati, dan penuh tanggung jawab. Pasien adalah prioritas utama kita,” tambah Dovy.

Ia juga mengingatkan para CPNS untuk terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. “RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan juga berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan karier dan kompetensi para pegawainya,” sebutnya.

Serah terima CPNS ini, tuturnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga aparatur sipil negara (ASN) yang kompeten dan profesional, khususnya di bidang kesehatan. “Dengan bertambahnya jumlah CPNS, RSUP Dr. M. Djamil optimistis dapat terus meningkatkan standar pelayanan, mengurangi antrean pasien, serta memperluas jangkauan layanan spesialistik dan subspesialistik. Hal ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi pusat rujukan kesehatan terdepan di regional Sumatera,” harap Dovy. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lepas 12 Peserta Fellowship, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

RSUP Dr. M. Djamil resmi melepas 12 peserta program fellowship periode Januari hingga Juni 2025. Para peserta fellowship ini diharapkan dapat segera berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai rumah sakit daerah.

Pelepasan yang berlangsung khidmat ini dipimpin Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes di Ruang Rapat Direksi, Senin (23/6). Turut dihadiri Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM, Ketua KSM dan PIC Fellowship.

Rincian 12 peserta fellowship yakni empat peserta fellowship onkologi, 6 peserta fellowship tatalaksana penyakit ginjal dan dialisis tahap dasar, 1 peserta fellowship tatalaksana penyakit saluran cerna dengan endoskopi tahap dasar dan 1 peserta fellowship sistemik onkologi toraks.

Selama enam bulan, para peserta telah menjalani pelatihan intensif di berbagai bidang spesialisasi, dibimbing oleh supervisor di RSUP Dr. M. Djamil. Kurikulum yang komprehensif dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan klinis, serta etika profesionalisme.

Dalam sambutannya, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas dedikasi dan kerja keras mereka selama menjalani program. “Hari ini adalah tonggak penting bagi peserta fellowship semua. Para peserta telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam meningkatkan kompetensi diri. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan di RSUP Dr. M. Djamil ini adalah bekal berharga untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar dr. Maliana.

Ia juga menekankan pentingnya peran para alumni fellowship ini dalam memperkuat sistem kesehatan di daerah. “Kami berharap dapat membawa semangat inovasi dan kualitas pelayanan ke rumah sakit-rumah sakit di daerah asal peserta. Kontribusi para peserta sangat dinantikan untuk meratakan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Ia menekankan pelepasan 12 peserta fellowship ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya babak baru dalam karier profesional mereka. “RSUP Dr. M. Djamil bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan pengembangan profesionalisme para dokter ini, dan optimistis bahwa mereka akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera,” harap dr. Maliana. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Perkuat PTS Lewat Kerja Sama dengan LLDIKTI Wilayah X

RSUP Dr. M. Djamil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X di The ZHM Premiere Padang, Senin (23/6). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Sumatera Barat khususnya dalam bidang kesehatan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma. Turut disaksikan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM.

Selain dengan RSUP Dr. M. Djamil, LLDIKTI Wilayah X juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemko Padang. Kesepahaman itu ditandatangani oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dengan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan kerja sama ini merupakan wujud komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. “Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah, RSUP Dr. M. Djamil memiliki sumber daya dan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian di bidang kesehatan. Kami berharap, melalui kerja sama ini, perguruan tinggi swasta dapat memanfaatkan potensi yang ada di RSUP Dr. M. Djamil untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ujar Dovy.

Dovy menambahkan penguatan PTS penting mengingat peran vitalnya dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat. “Kami menyadari bahwa banyak PTS memiliki potensi besar, namun kadang terkendala dalam hal fasilitas praktik, penelitian, maupun pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Di sinilah RSUP Dr. M. Djamil hadir untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Senada dengan Dovy, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, menyambut baik kerja sama ini. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha atau industri dalam hal ini rumah sakit, merupakan kunci untuk meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan. “Kerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil adalah langkah maju yang signifikan bagi perguruan tinggi swasta di wilayah kami. Ini akan membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk melakukan praktik kerja lapangan, magang, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat dengan bimbingan langsung dari para profesional di RSUP Dr. M. Djamil,” jelas Afdalisma.

Ia berharap dengan adanya kerja sama ini, PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X dapat meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) secara signifikan. “Hal ini pada gilirannya akan berdampak positif pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan, serta mendukung pembangunan kesehatan yang lebih baik di wilayah Sumatera,” tuturnya.

Untuk diketahui, tidak hanya penandatanganan kerja sama, Dirut RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua berkesempatan memaparkan profil RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama dan penelitian. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Apel Pagi, Direktur Layanan Operasional Dorong Komunikasi Efektif dan Kerja Out of the Box

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan apel pagi rutin di pelataran Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (23/6). Apel tersebut dipimpin Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen serta civitas hospitalia rumah sakit.

Dalam amanatnya, drg. Ade Palupi Muchtar menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan penerapan metode kerja out of the box demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. “Kita harus memastikan setiap informasi tersampaikan dengan jelas, baik antar rekan kerja maupun kepada pasien dan keluarga. Komunikasi yang baik akan meminimalkan kesalahpahaman, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis,” ujarnya.

Selain itu, drg. Ade juga mendorong para civitas hospitalia untuk tidak terpaku pada rutinitas dan berani berpikir di luar kebiasaan atau out of the box. Dunia ini bergerak cepat, begitu juga dengan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara lama. Saya ingin kita semua berani mencoba hal-hal baru, mencari terobosan, dan berpikir kreatif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja kita. Ide-ide segar, sekecil apa pun, dapat membawa perubahan signifikan dalam peningkatan kualitas layanan,” tuturnya.

drg. Ade mengingatkan kepercayaan masyarakat adalah aset paling berharga yang harus dijaga dengan memberikan pelayanan prima dan inovatif. Ia memberikan contoh seperti peningkatan respons terhadap keluhan pasien, pengembangan sistem informasi yang lebih terintegrasi, hingga ide-ide untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih nyaman dan ramah bagi pasien serta keluarga.

“Kami atas nama direksi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh staf RSUP Dr. M. Djamil. Kami berharap pesan tentang komunikasi efektif dan kerja out of the box ini dapat menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sehari-hari, sehingga RSUP Dr. M. Djamil dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” tutur drg. Ade.

Apel pagi ditutup dengan momen membanggakan, yaitu penyerahan piala kepada perwakilan RSUP Dr. M. Djamil yang berhasil meraih Juara 1 Tunggal Putri dalam Kejuaraan Nasional Tenis Meja Kementerian Kesehatan dalam rangka Pra PORNAS Korpri XXVI di RSUP Dr. Kariadi Semarang. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Forum Komunikasi Publik Penyusunan Standar Pelayanan Publik

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Forum Komunikasi Publik  yang berfokus pada sosialisasi dan penyusunan standar pelayanan publik, Jumat (20/6). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil ini menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui partisipasi aktif masyarakat.

“Forum ini adalah wadah bagi kita semua untuk saling bertukar pikiran, memberikan masukan, dan bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang tidak hanya sesuai dengan regulasi. Tetapi juga benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan pasien serta keluarga,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Kemudian hadir juga panelis yakni Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. Zainul Daulay, S.H, M.H, Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Suryani. Perwakilan Masyarakat Alex Lincoln, Staf Komunikasi dan Sekretariat BPJS Kesehatan Padang Reza Hadi Saputra dan  Pemimpin Bank Nagari Capem RSUP Dr. M. Djamil Alison Febrianto, S.P.

Ia mengatakan forum komunikasi publik ini merupakan langkah progresif RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan visi menjadi rumah sakit rujukan terkemuka yang memberikan pelayanan prima dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan adanya standar pelayanan yang partisipatif dan transparan, diharapkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil akan semakin meningkat.

“Setiap masukan, sekecil apapun, sangat berarti bagi kami. Kami percaya bahwa dengan mendengarkan langsung dari mereka yang merasakan pelayanan, kami bisa mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengimplementasikan solusi yang tepat sasaran,” ucapnya.

Ia menjelaskan rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik dituntut untuk tidak hanya memberikan layanan yang profesional dan berkualitas. Namun juga senantiasa mengedepankan etika, empati, dan komunikasi yang baik. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan melalui evaluasi mutu layanan dan keterlibatan aktif seluruh unsur, baik internal maupun eksternal. “Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan publik, serta menjembatani aspirasi masyarakat demi pelayanan rumah sakit yang semakin baik, inklusif, dan humanis,” harap Dovy.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. Zainul Daulay, S.H, M.H mengapresiasi forum komunikasi publik yang digelar oleh RSUP Dr. M. Djamil. Forum ini dinilai sebagai langkah strategis dan sangat positif dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Saya mengapresiasi Forum Komunikasi Publik yang diinisiasi oleh RSUP Dr. M. Djamil ini. Ini adalah wujud nyata dari upaya rumah sakit untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengarkan masukan, dan secara bersama-sama merumuskan standar pelayanan yang terbaik,” ujar Prof. Zainul Daulay.

Ia mengatakan penyusunan standar pelayanan publik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai penerima layanan, sangat krusial. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan akuntabilitas penyelenggara layanan, tetapi juga memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar relevan dan memenuhi kebutuhan publik. “Dalam konteks hukum administrasi negara, partisipasi publik dalam penyusunan standar pelayanan adalah fundamental. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, di mana pelayanan publik harus transparan, partisipatif, dan akuntabel,” jelas Prof. Zainul Daulay.

Prof. Zainul Daulay berharap agar inisiatif serupa dapat terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga pelayanan publik lainnya. “Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin dan memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” harapnya.

Sesi sosialisasi diawali pemaparan Standar Pelayanan RSUP Dr. M. Djamil oleh Asisten Manajer Pelayanan dr. Vika Cikita. Ia menjelaskan secara rinci komponen-komponen standar pelayanan di Instalasi Gawat Darurat, Rawat Jalan dan Bedah Sentral. Mulai dari persyaratan, sistem, mekanisme, prosedur, jangka waktu pelayanan, biaya/tarif, produk pelayanan, penanganan pengaduan, hingga sarana dan prasarana.

Setelah sosialisasi, sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menjadi inti dari FKP ini. Para panelis memberikan pandangan serta masukan atas standar pelayanan publik. Dan ditanggapi oleh jajaran direksi rumah sakit. Dan diiringi penandatanganan berita acara perwakilan dari lima unsur yakni masyarakat, akademisi, instansi terkait, organisasi masyarakat sipil dan media massa. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Telusur Cek Kesiapan Fasilitas dan Sarana Penunjang Layanan Non-JKN

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek kesiapan fasilitas dan sarana penunjang layanan non-JKN. Peninjauan ini menegaskan komitmen manajemen rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima dan memastikan kualitas terbaik bagi seluruh pasien, termasuk pasien non-JKN.

Dirut didampingi manajemen menyusuri berbagai area yang menjadi prioritas bagi pasien non-JKN. Kunjungan ini meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), Radiologi, ruang rawat inap gedung IPJT, Poliklinik Ortopaedi, dan Poliklinik Neurologi.

“Kunjungan ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan di RSUP Dr. M. Djamil, khususnya bagi pasien yang memilih layanan non-JKN. Peningkatan kualitas layanan non-JKN merupakan salah satu prioritas manajemen untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Penelusuran ini, sebutnya, merupakan bagian dari komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang terdaftar dalam program JKN maupun yang memilih jalur layanan mandiri atau Non-JKN. “Diharapkan, dengan optimalnya fasilitas dan sarana penunjang ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin menjadi rujukan utama bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Tim Monev Ditjen Mutu SDMK Kemenkes RI

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi dari Direktorat Jenderal Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ditjen Mutu SDMK), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Ruang Rapat Direksi, pada Kamis (19/6). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penjaminan mutu pelaksanaan program fellowship serta penguatan penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.

Tim monev dari Kementerian Kesehatan yang hadir dalam kunjungan ini antara lain Dewi Pusparani, SKM, MKM; Maryani, SKM; dan Syarifah Khodijah. Dari pihak RSUP Dr. M. Djamil, kegiatan dihadiri oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes., Ketua Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes., para Ketua Kelompok Staf Medik (KSM), Pejabat Fungsional, serta peserta program fellowship.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyambut baik kesempatan untuk meningkatkan koordinasi antar instansi dalam rangka memperkuat kualitas program fellowship. Ia juga menekankan pentingnya penambahan serta pemerataan distribusi SDM kesehatan, khususnya untuk wilayah Sumatera Barat.

“Tentunya adanya program ini di RSUP Dr. M. Djamil akan menambah pengadaan, penyediaan, serta distribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Sumbar khususnya, dan Sumatera pada umumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di Sumatera Barat telah lama berperan aktif dalam menyelenggarakan berbagai program fellowship di bidang spesialisasi kedokteran. Rumah sakit ini terus berkomitmen menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan fasilitas terbaik bagi para peserta.

“Saat ini, terdapat lima Kelompok Staf Medik (KSM) di RSUP Dr. M. Djamil yang melaksanakan program fellowship, yaitu: KSM Jantung dan Pembuluh Darah dengan program Kardio Intervensi, KSM Ilmu Kesehatan Anak dengan program Neonatologi dan Emergensi Rawat Intensif Anak, KSM Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dengan program Terapi Sistemik Onkologi Toraks, MDR in TB and Lung Infection, serta Pulmonologi Intervensi Lanjut, KSM Neurologi dengan program Neuroimaging Nursonologi, dan KSM Ilmu Penyakit Dalam dengan program Tatalaksana Penyakit Ginjal Dialisis Tahap Dasar,” jelasnya.

Sementara itu, Dewi Pusparani, SKM, MKM; perwakilan dari Ditjen Mutu SDMK menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program fellowship di RSUP Dr. M. Djamil. “Kami ingin melihat mulai dari proses perencanaan, penyelenggaraan, hingga capaian yang telah diraih, termasuk jumlah peserta dan insiden fellowship di RSUP Dr. M. Djamil,” terangnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil RSUP Dr. M. Djamil, penjelasan alur penerimaan peserta fellowship, serta sistem penyelenggaraan program. Tim monev kemudian menyampaikan hasil evaluasi awal dan temuan lapangan sebagai bahan diskusi bersama.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab antara tim Ditjen Mutu SDMK dan jajaran manajemen rumah sakit. Diskusi berlangsung hangat dan terbuka, membahas tantangan, solusi, serta langkah strategis untuk meningkatkan mutu program fellowship ke depan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan mutu pendidikan tenaga kesehatan serta mendukung distribusi SDM kesehatan yang lebih merata di Indonesia, khususnya di wilayah barat.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Penunjukkan Anggota Komkordik

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penunjukan Anggota Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUP Dr. M. Djamil di Ruang Rapat Direksi, Kamis (19/6). Penyerahan SK ini menandai langkah penting dalam penguatan sistem pendidikan di lingkungan rumah sakit.

Berikut nama anggota Komkordik RSUP Dr. M. Djamil yakni Ketua Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B (K) Onk, M.Kes, Wakil Ketua dr. Al Haviz, Sp.THT-KL (K), Sekretaris dr. Sari Anugrah. Sub Komite Pendidikan Dokter dr. Irvan Medison, Sp.P (K), Sub Komite Pendidikan Tenaga Kesehatan Ns. Nelvi Desmita, S.Kep.

Sub Komite Etik, Disiplin dan Anti-Perundungan Peserta Didik dr. Haviz Yuad, Sp.OG, Subsp.FER. Sub Komite Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Mutu Pembelajaran Klinik dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K), MARS. Dan Sekretariat Muhammad Guntur Azka, SH dan Pebrika.

“Komkordik adalah jantung dari pendidikan di rumah sakit ini. Anggota yang baru ditunjuk ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa program pendidikan yang kita selenggarakan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan Komkordik akan menjadi garda terdepan dalam menyusun, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum pendidikan, serta memastikan fasilitas dan sumber daya pendukung memadai bagi para peserta didik. “Dengan komposisi anggota yang terdiri dari berbagai latar belakang kepakaran dan pengalaman, diharapkan Komkordik mampu merumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang inovatif untuk kemajuan pendidikan,” ucapnya didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes.

Dovy juga menekankan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk melindungi peserta didik dari segala bentuk perundungan. Isu perundungan di lingkungan pendidikan, khususnya di institusi kesehatan, telah menjadi perhatian serius dan harus ditangani dengan tegas. “Sebagai institusi pendidikan, adalah kewajiban kita untuk menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, suportif, dan bebas dari rasa takut. Tidak ada toleransi bagi tindakan perundungan dalam bentuk apapun di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya.

Dovy berharap para anggota Komkordik dapat bekerja sama secara sinergis dan proaktif dalam menjalankan tugasnya. “Saya percaya dengan kapasitas dan dedikasi diberikan, Komkordik akan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam melahirkan tenaga kesehatan profesional yang berkualitas dan berdaya saing, sekaligus memastikan bahwa mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif,” tukasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45