Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Neurologi Peringati Hari Tumor Otak Sedunia

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil dan Bagian Neurologi memperingati Hari Tumor Otak Sedunia melalui penyuluhan kesehatan pada Rabu (25/6). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tumor otak, pentingnya deteksi dini, dan penanganan yang tepat, mengingat kompleksitas dan dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini.

Sebagai narasumber dalam penyuluhan ini, dr. Diang Mulia Syofiadi, Sp.N yang memberikan pemaparan tentang memahami tumor otak primer dan sekunder. Dalam paparannya, dr. Diang menjelaskan tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak. Sel-sel tumbuh secara tidak terkontrol dan dapat membentuk benjolan. Tumor ini bisa jinak (non-kanker) maupun ganas (kanker). “Tumor otak bisa berasal dari otak itu sendiri (primer) atau menyebar dari kanker di bagian tubuh lain (sekunder,” ucapnya di Poliklinik Syaraf.

Tumor otak primer, sebutnya, tumor yang bermula dan tumbuh dari sel-sel di dalam otak atau jaringan sekitarnya (seperti selaput otak, saraf kranial). Ini berarti kanker atau pertumbuhan abnormal tersebut tidak berasal dari bagian tubuh lain dan kemudian menyebar ke otak. “Jenis umum tumor otak primer yakni glioma, meningioma, adenoma hipofisis dan schwannoma vestibular,” sebutnya.

Ia menjelaskan tumor otak sekunder adalah kanker yang bermula di organ lain  di tubuh dan kemudian menyebar ke otak. Ini berarti tumor di otak sebenarnya adalah sel kanker dari lokasi asalnya. “Misalnya dari paru-paru yang menyebar ke otak,” tutur dr. Diang.

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada ukuran, jenis, dan lokasi tumor. Namun, beberapa gejala umum yang patut diwaspadai antara lain sakit kepala yang persisten dan memberat, mual dan muntah tanpa sebab jelas, kejang, gangguan penglihatan atau pendengaran, kelemahan anggota gerak, hingga perubahan perilaku atau kepribadian.

“Jangan pernah menyepelekan gejala-gejala yang muncul. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter. Deteksi dini adalah kunci utama untuk penanganan yang optimal dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien,” tegasnya.

Ia menjelaskan diagnosis tumor otak melibatkan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan neurologis fisik, pencitraan otak seperti MRI atau CT Scan, hingga biopsi untuk menentukan jenis tumor dan tes lain. “Pilihan pengobatan pun beragam meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, dan terapi suportif,” pungkasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan LOI Bagi 12 Peserta Fellowship

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pendidikan utama di Sumatera Barat. Selasa (1/7), rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini menyelenggarakan Layanan Orientasi Informasi (LOI) bagi 12 peserta fellowship periode Juli di Lokal A Gedung Diklat. LOI itu diadakan untuk memastikan setiap fellow mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait rumah sakit ini.

Rincian 12 peserta fellowship tersebut yakni dua peserta program fellowship onkologi, 6 peserta program fellowship tatalaksana penyakit ginjal dengan dialisis tahap dasar. Kemudian dua peserta program fellowship tatalaksana penyakit saluran cerna dengan endoskopi tahap dasar, satu peserta program fellowship kardiologi intervensi dan satu peserta program fellowship emergensi dan rawat intensif anak.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes mengatakan program fellowship adalah fase krusial dalam perjalanan profesional seorang dokter. Di sini, para peserta fellow tidak hanya akan mengasah kemampuan klinis, tetapi juga dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja rumah sakit rujukan ini.

“Kami menyambut baik ke-12 peserta fellowship ini. Program fellowship bukan hanya tentang memperdalam ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang masing-masing, tetapi juga tentang memberikan kontribusi nyata dalam melayani pasien,” ujar dr. Maliana.

Ia menekankan para peserta fellow tidak hanya akan belajar dari buku atau seminar, namun juga akan terjun langsung melayani pasien. “Ini adalah kesempatan berharga untuk mengaplikasikan teori dalam praktik nyata, berinteraksi langsung dengan pasien, dan merasakan secara langsung dinamika pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini,” sebutnya.

Turut hadir Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pendidikan Yulfendri, AMd. PK, SKM, Ketua KSM dan PIC Fellowship.

Dengan adanya Layanan Orientasi Informasi ini, RSUP Dr. M. Djamil berharap para fellow dapat memulai program mereka dengan bekal yang kuat, mengurangi masa adaptasi, dan segera berkontribusi optimal dalam pelayanan kesehatan. “Dengan adanya program fellowship ini, diharapkan akan terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Diketahui Layanan Orientasi Informasi ini sendiri berlangsung satu hari. Para peserta fellow dibekali materi SOTK RSUP Dr. M. Djamil, manajemen fasilitas, PMKP dan SKP, kewaspadaan universal dan handhygiene. Kemudian materi pengenalan rekam medik elektronik dan medical staf by law. (*)

2 Juli, RSUP Dr. M. Djamil akan Gelar Drill Simulasi Gempa

RSUP Dr. M. Djamil akan mengadakan drill simulasi gempa pada Rabu (2/7). Kegiatan ini direncanakan melibatkan sebanyak 620 personel terdiri dari internal rumah sakit, serta berbagai instansi terkait lainnya. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan dan respons tanggap darurat RSUP Dr. M. Djamil dalam menghadapi potensi bencana, serta memperkuat koordinasi antar berbagai pihak.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyatakan simulasi ini merupakan bagian integral dari komitmen rumah sakit dalam memastikan keselamatan pasien dan seluruh civitas hospitalia, terutama dalam menghadapi situasi darurat. “Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar untuk selalu siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan bencana, baik bencana alam maupun non-alam,” ujar Komandan Rumah Sakit ini saat Sosialisasi Drill Simulasi Bencana di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/6).

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan yang juga Komandan Bencana Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Kemudian perwakilan BPBD Sumbar, Basarnas Padang, RAPI, Diskominfo Kota Padang.

Drill simulasi gempa ini akan mensimulasikan skenario gempa dengan skala 7,9 SR yang memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh elemen rumah sakit. Mulai dari aktivasi kode bencana, proses evakuasi pasien, triase korban massal, penanganan medis darurat, hingga koordinasi dengan pihak luar seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, SAR dan relawan.

Keterlibatan 620 personel ini akan dibagi menjadi beberapa tim dengan peran dan tanggung jawab yang berbeda. Setiap tim akan diberikan skenario spesifik yang harus mereka tangani, sehingga kemampuan mereka dalam mengambil keputusan cepat dan tepat dapat terasah.

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami. Melalui simulasi ini, kami berharap dapat mengidentifikasi potensi kelemahan atau celah dalam sistem penanganan bencana kami, sehingga kami dapat melakukan perbaikan yang diperlukan. Ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh civitas hospitalia untuk mempraktikkan keterampilan mereka dan memahami peran masing-masing dalam situasi darurat,” tambah Dovy.

Ia berharap dengan akan dilaksanakannya drill simulasi gempa ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat semakin meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi segala bentuk ancaman bencana. “Hasil dari simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk terus menyempurnakan sistem manajemen bencana rumah sakit, demi terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman dan responsif,” harapnya.

Simulasi akan dimulai pada pagi hari tanggal 2 Juli 2025 dan diperkirakan akan berlangsung hingga siang hari, dengan berbagai tahapan skenario yang akan dijalankan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika melihat pergerakan personel dan kendaraan darurat di sekitar area RSUP Dr. M. Djamil pada tanggal tersebut, karena hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan simulasi.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil dan Kelompok Kerja Nyeri Kepala Peringati Bulan Peduli Migrain

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Kelompok Kerja Nyeri Kepala Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Mengenal Migrain Lebih Dekat. Penyuluhan dalam rangka Bulan Peduli Migrain ini menghadirkan narasumber dokter spesialis neurologi Dr. dr. Restu Susanti, Sp.N (K), M.Biomed.

“Migrain adalah suatu kondisi neurologis kompleks yang ditandai dengan serangan sakit kepala berdenyut sedang hingga berat, seringkali disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), dan suara (fonofobia),” jelas Restu di Poliklinik Neurologi, Jumat (20/6).

Ia menjelaskan faktor risiko migrain ini berupa riwayat keluarga, usia 20 sampai 45 tahun, faktor hormonal dan wanita. Sedangkan faktor pencetus migrain ini adalah olahraga berlebih, stres, perubahan cuaca, alkohol, merokok. “Kemudian faktor hormonal, pola tidur kacau, produk susu, cokelat dan kopi. Rangsangan cahaya atau suara berlebih, serta tempat tinggi seperti pesawat atau gunung,” sebutnya.

Ada pun tanda dan gejala migrain ini, sebut Rika Susanti, nyeri kepala berdenyut, durasi 4 sampai 72 jam, mual dan muntah, nyeri satu sisi kepala dan memberat dengan aktivitas. “Untuk migrain ini dibagi atas migrain tanpa aura dan migrain dengan aura,” tuturnya.

Ia menyebutkan penanganan migrain ini tanpa obat dikenal dengan singkatan SEEDS. Yakni sleep hygiene (tidur cukup dan teratur), exercise (olahraga teratur), eat (pola makan sehat), diary (catat pola serangan migrain), dan stress (manajemen stres). “Untuk pengobatan migrain berupa obat pereda nyeri dan obat pencegahan. Dan terapi tambahan yakni konsumsi vitamin B2, koenzim Q10, magnesium, melatonin, dan simulasi saraf vagus non vasif,” sebut Restu.

Restu juga mengatakan migrain dapat dicegah dengan pola makan yang sehat, manajemen stres, tidur cukup dan teratur, menghindari alkohol. “Kemudian olahraga teratur, mambatasi kafein, minum obat sesuai anjuran, dan berhenti merokok,” tukasnya. (*)

Apel Pagi RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Sinergi Pelayanan dan Klaim

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan apel pagi rutin di Ruang Terbuka Hijau Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (30/6). Apel pagi itu dipimpin Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, SE yang menyampaikan sejumlah arahan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan dan efisiensi pengelolaan klaim.

Dalam amanatnya, Luhur Joko Prasetyo menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unit dalam mendukung kelengkapan berkas klaim pelayanan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem operasional rumah sakit.“Sebagai instansi pemerintah yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU), RSUP Dr. M. Djamil menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan prinsip efisiensi dan produktivitas, tanpa mengutamakan keuntungan. Dana dari klaim pelayanan ini bukan untuk mencari laba, melainkan untuk mendukung keberlangsungan operasional dan peningkatan mutu layanan,” ujarnya.

Turut hadir jajaran direksi lengkap, yakni Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), FICS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, serta Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, manajemen dan civitas hospitalia.

Pengelolaan klaim yang efisien, sebutnya, kunci untuk memastikan keberlanjutan operasional rumah sakit. “Kita harus bekerja sama untuk meminimalisir kesalahan, mempercepat proses verifikasi, dan memastikan setiap klaim diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ini akan berdampak pada ketersediaan anggaran untuk peningkatan fasilitas dan pengembangan sumber daya manusia,” ucapnya.

Ia mengajak mari jadikan momentum apel pagi ini sebagai titik tolak untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas dan lebih ikhlas. “Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, saya yakin RSUP Dr. M. Djamil akan terus menjadi rumah sakit rujukan terdepan yang dipercaya oleh masyarakat,” harap Koko—akrab dipanggil. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Muktamar AIPKI 2025

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua turut hadir dalam Muktamar Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang diselenggarakan di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (27/6). Kehadiran Dirut menegaskan komitmen RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama di wilayah Sumatera Barat untuk terus mendukung dan memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia.

Untuk diketahui, Muktamar AIPKI merupakan forum strategis yang mempertemukan pimpinan dan perwakilan dari seluruh institusi pendidikan kedokteran di Indonesia. Kegiatan itu dilangsungkan mulai 27 hingga 29 Juni 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menekankan pentingnya sinergi antara rumah sakit pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran. “RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran sentral sebagai wahana pembelajaran bagi calon-calon dokter. Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang kondusif, didukung oleh fasilitas lengkap dan tenaga medis profesional, agar para mahasiswa dapat memperoleh pengalaman klinis yang optimal,” kata Dovy.

Turut dihadiri Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T, M.Eng, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D, Ketua Umum PP AIPKI Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG (K), Subsp.F.E.R, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd dan peserta Muktamar AIPKI 2025.

Ia mengatakan rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan. Akan tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. “Kehadiran saya selaku Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil pada Muktamar AIPKI ini tidak hanya menunjukkan peran aktif rumah sakit dalam ekosistem pendidikan kedokteran nasional. Tetapi juga menegaskan kesiapan RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencetak generasi dokter yang berkualitas bagi bangsa,” ucap Dovy.

Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T, M.Eng, mengatakan Kemendiktisaintek terus berupaya penguatan pembukaan akses dan penguatan mutu untuk pendidikan kedokteran di Indonesia melalui pembukaan fakultas kedokteran, pendidikan akademi keperawatan dan program-program spesialis. “Tentu saja ini merupakan tantangan dan peluang bagi kita semua dalam rangka menindaklanjuti apa yang sudah digariskan Asta Cita oleh Bapak Presiden maupun Wakil Presiden. Dan saya kira sangat mungkin untuk dilakukan dan mungkin ditindaklanjuti bila kita bersama-sama melakukan konsolidasi dan interaksi dalam hal-hal strategis,” tuturnya.

Ia mengatakan dari segi sumber daya manusia sudah cukup. Hanya saja tinggal langkah bersama pimpinan Fakultas Kedokteran dengan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan tentunya. “Dan dalam konteks ini untuk bisa mewujudkan harapan Bapak Presiden menambah jumlah fakultas kedokteran di kampus-kampus dalam negeri,” harapnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengakui Sumbar masih kekurangan dokter. Berdasar data penduduk Sumbar tahun 2024 sebanyak 5,8 juta orang dengan jumlah dokter umum 2.714 orang maka rasio dokter di Sumbar saat ini adalah 0,47 dibanding 1.000 penduduk. Artinya di Sumbar masih kekurangan sebanyak 3.122 orang berdasar rasio di atas.

“Bayangkan empat fakultas kedokteran di Sumbar tetapi kita masih kekurangan dokter. Bayangkan juga provinsi hang hanya memiliki satu fakultas kedokteran. Oleh sebab itu memang perlu pemerataan dan penyebaran. Serta perlu pertumbuhan fakultas kedokteran untuk menghasilkan dokter-dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harapnya.

Ketua Umum PP AIPKI Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG (K), Subsp.F.E.R, mengatakan saat ini tercatat 127 fakultas kedokteran baik negeri maupun swasta. Dibanding tahun 2022 hanya 76 fakultas kedokteran. Selama tiga tahun sudah meningkat sedemikian banyaknya dan ada beberapa yang menunggu antrean untuk diresmikan atau untuk membuka pendaftarannya.

“Sebelumnya Bapak Presiden Prabowo menyatakan akan ditambah jumlah fakultas kedokteran, jumlah akademi-akademi keperawatan dan jumlah prodi spesialis. Tentunya hal ini kita anggap sebuah peluang bahwa dengan meningkatkan jumlah fakultas kedokteran, syarat-syarat dengan kualitas itu tetap menjadi syarat untuk pendirian fakultas kedokteran. Dan diharapkan pada pendirian fakultas kedokteran ada kendali mutu, kualitas dipertahankan dan kendali biaya agar supaya seluruh maayarakat Indonesia bisa menikmati untuk menjadi dokter,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D mengatakan Unand melalui Fakultas Kedokteran terus memperkuat sistem kesehatan nasional. Saat ini kami tengah mendorong jejaring rumah sakit pendidikan, pengembangan riset translasi, peningkatan publikasi ilmiah, serta akselerasi akreditasi internasional.

“Kami juga mendukung tata kelola fakultas kedokteran yang bersih, transparan dan akuntabel. Kepemimpinan dekan dan manajerial fakultas sangat menentukan keberhasilan reformasi institusional yang kita galakkan bersama,” tukasnya. (*)

Dorong Inovasi dan Perbaikan Layanan, RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Hospital Advisor Pak Naw

Komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus menggenjot kualitas layanan dan kinerja tak pernah surut. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan In House Training bertajuk “Aksi Perbaikan di 6 Area Pendongkrak Kinerja Rumah Sakit Berbasis 10 Sumber Inovasi” yang menghadirkan seorang hospital advisor, Nawolo Tris Sampurno. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk mencapai predikat rumah sakit yang inovatif, memiliki reputasi, menawarkan kemudahan akses, dan senantiasa ramah dalam pelayanan.

“Di era kompetitif saat ini, tidak cukup hanya bekerja keras. Akan tetapi kita juga harus bekerja cerdas, inovatif, dan terukur. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil harus terus meningkatkan kualitas layanannya. Salah satu caranya dengan mengidentifikasi area-area pendongkrak kinerja, melakukan perbaikan secara berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen organisasi dalam budaya inovasi,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Kamis (26/6).

Turut hadir Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen.

Ia mengatakan in house training ini bukan hanya sebuah pelatihan biasa. Akan tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada perubahan positif dan pembelajaran berkelanjutan. “Melalui pelatihan ini, kita diharapkan bisa mengenali peluang perbaikan di enam area penting rumah sakit, serta memanfaatkan sepuluh sumber inovasi yang akan dibahas oleh Pak Naw, seorang praktisi sekaligus inspirator perubahan yang telah banyak mendampingi institusi layanan kesehatan di Indonesia,” harap Dovy.

Ia juga mengharapkan hasil dari In House Training ini dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, baik dalam bentuk perbaikan proses kerja, penyederhanaan alur pelayanan, maupun inovasi berbasis teknologi informasi. “Jangan ragu untuk memulai dari hal-hal kecil, karena perubahan besar dimulai dari langkah pertama yang konsisten dan terus diperbaiki,” ajaknya.

Hospital Advisor, Nawolo Tris Sampurno menekankan rumah sakit adalah rumah misi kebaikan oleh karenanya senantiasa dilakukan aksi perbaikan untuk kebaikan. “Memang yang datang itu membawa kebaikan dan kita memberikan kebahagiaan. Dari sakit menjadi sehat. Mewujudkan itu butuh proses,” tutur pria yang pernah menjadi konsultan biro perencanaan dan anggaran Kemenkes RI untuk kajian efesiensi anggaran Satker BLU RS Dirjen Pelayanan Kesehatan tahun 2020-2021 ini.

Ia mengatakan yang menarik, kenapa perbaikan peningkatan kinerja di 6 area rumah sakit. Karena dengan begitu sama juga membenahi seluruh komponen yang ada di rumah sakit. Karena setiap area yang dibereskan atau di perbaiki juga akan melibatkan semua unit kerja yang ada.

Keenam area itu yakni area marketing, area publik, area rawat jalan, area rawat inap, area kamar operasi dan area pengelolaan klaim (asuransi dan BPJS Kesehatan). “Jika ingin membenahi rumah sakit, jangan pendekatannya per unit kerja. Akan tetapi per area. Makanya membenahi 6 area ini sama saja melibatkan seluruh unit kerja. Contoh, jika ingin membenahi poliklinik maka melibatkan 16 unit kerja. Mulai dari security yang menerima pasien. Kemudian rekam medis, perawat, DPJP hingga farmasi,” sebutnya.

Ia menegaskan jika ingin membenahi poliklinik maka benahi farmasi terlebih dulu. Karena komplain tertinggi di poliklinik berada di farmasi. Kenapa? Jika daftar lama pasien masih sabar, nunggu dokter lama pasien masih sabar. Jika menunggu obat lama, tidak ada lagi kesabaran dari pasien. “Solusinya, ruang tunggu farmasi ini harus dipisahkan dari ruang admisi. Jika sudah terpisah, berikan kenyamanan pada ruang tunggu farmasi tersebut,” ucap pria kelahiran 1975 ini.

Rumah sakit, tuturnya, harus tumbuh dan berkembang. Tentu untuk menjadi terbaik, semuanya harus didukung oleh inovasi dan reputasi. Inovasi harus didukung 10 sumber inovasi dan reputasi didukung oleh Google review, akreditasi dan ISO. “Sedangkan menjadi yang terpercaya harus didukung oleh kemudahan akses dan ramah dalam pelayanan. Sambutlah pasien bukan disambit. Sambutlah dengan kemudahan. Parkir mudah, layanan di poliklinik hingga pindah ke ruang rawat inap cepat, layanan di kamar operasi jangan terlalu lama dan proses kepulangan cepat. Dan itulah disebut dengan kemudahan akses,” ungkap Pak Naw–akrab dipanggil.

Di samping itu, tegasnya, harus ramah. Ukurannya, setiap berbicara petugasnya selalu eye contact, harus smile atau senyum, harus respect, harus memiliki empati. “Kemudian harus ensurance. Arti kata memiliki wajah solusi di tengah polusi. Jangan ketika datang ke rumah sakit melihat wajah petugas polusinya bertambah. Dan harus effort atau memiliki usaha atau upaya dilakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil,” ungkapnya.

Ia menegaskan kuncinya, ketika inovasi, reputasi, kemudahan akses dan ramah dalam pelayanan dihadirkan, kepuasan pasien akan datang dengan sendirinya. “Makanya motto RSUP Dr. M. Djamil adalah Kepuasan Anda adalah Kepedulian Kami itu betul. Upaya untuk membangun kepedulian tersebut, kita harus hadirkan empat hal tersebut. Tentunya berujung pada kepuasan pasien,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, di Ruang Rapat Direksi, Rabu (25/6). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi dan sinergi antara BPJS Kesehatan dengan salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

Kedatangan Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi direksi yakni Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen. Kemudian Kepala BPJS Kesehatan Padang dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah dan tim.

“Kami senang atas kehadiran Bapak Octovianus Ramba dan tim. Kunjungan ini bukan hanya sekadar pertemuan formal, melainkan juga kesempatan berharga bagi kami untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, demi meningkatkan kualitas pelayanan JKN di RSUP Dr. M. Djamil,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan berinovasi demi kenyamanan serta kesembuhan pasien. “Dan memberikan yang terbaik bagi pasien, terutama peserta JKN, dan memastikan mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” harapnya.

Dirut juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan prima. Mulai dari peningkatan fasilitas, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan layanan unggulan hingga penerapan digitalisasi untuk memudahkan akses dan efisiensi. “Kami ingin memastikan RSUP Dr. M. Djamil selalu menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencari pelayanan kesehatan yang komprehensif,” tambah Dirut.

Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen dan kerja keras RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

“Kami melihat dedikasi yang tinggi dari RSUP Dr. M. Djamil dalam mendukung program JKN. Fasilitas yang lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta sistem yang terorganisir dengan baik menunjukkan kesiapan rumah sakit ini dalam melayani masyarakat,” ujar Octovianus.

Ia mengatakan diketahui memang RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit kelas A dan tertua di Sumbar. Tentunya keberadaan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini menjadi acuan bagi rumah sakit lainnya di Sumbar.

“Jika berbicara terkait sistem pelayanan kesehatan di Sumbar maka RSUP Dr. M. Djamil akan menjadi bukan hanya pusat rujukan tetapi juga menjadi rujukan regulasi untuk pelayanan JKN secara keseluruhan. Contoh semua kebijakan terkait tentang penjaminan pasti RSUP Dr. M. Djamil menjadi rujukan,” ungkapnya.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, juga memiliki peranan penting dalam sistem rujukan di Sumbar. “Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih jajaran direksi dan civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil atas kerja sama yang baik dengan BPJS Kesehatan,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Forum Kemitraan BPJS Kesehatan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menghadiri Forum Kemitraan BPJS Kesehatan yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (25/5). Dalam forum tersebut, Dirut secara khusus menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait dalam pembenahan sistem rujukan terpadu.

“Sistem rujukan terpadu bukan hanya tanggung jawab BPJS Kesehatan atau rumah sakit semata, tapi membutuhkan sinergi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, hingga masyarakat itu sendiri,” kata Dovy Djanas.

Forum yang dibuka oleh Sekretaris Provinsi Sumbar Arry Yuswandi ini turut dihadiri Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Octovianus Ramba, Kepala BPJS Kesehatan Padang dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah dan jajaran, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar dr. Fiolinaliza, MKM, Kepala Verifikasi dan Penjaminan Pasien RSUP Dr. M. Djamil dr. Melia Rahmadewi Murni, direksi rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Ia mengatakan dengan alur rujukan yang jelas dan dipahami semua pihak, pasien akan mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. “Sehingga meminimalisir penumpukan di rumah sakit rujukan dan mengurangi potensi komplain,” tambahnya.

Ia menekankan pihaknya percaya, dengan sistem rujukan terpadu yang didukung oleh semua pihak, dapat mencapai efisiensi dalam pelayanan, mengurangi waktu tunggu, dan memastikan bahwa setiap pasien menerima perawatan yang dibutuhkan secara tepat waktu dan berkualitas. “Ini adalah upaya bersama untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh peserta JKN di Sumatera Barat,” tutur Dovy Djanas.

RSUP Dr. M. Djamil, sebutnya, senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien BPJS Kesehatan. “Rumah sakit terus melakukan pembenahan internal, baik dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, maupun prosedur pelayanan, agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan dan tentunya dapat memenuhi harapan masyarakat,” ucap Dovy.

Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan Octovianus Ramba mengharapkan dukungan atas penataan sistem rujukan FKTP atau FKTRL serta percepatan penyediaan sarana prasarana pendukung untuk kesiapan pelaksanaan program rujuk balik khususnya farmasi puskesmas. Termasuk juga monitoring dan evaluasi bersama terhadap program jaminan kesehatan di Sumbar secara berkala. “Tak kalah pentingnya untuk segera membentuk tim pencegahan korupsi JKn Sumbar,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi mengatakan forum kemitraan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memastikan setiap elemen dalam sistem kesehatan berfungsi optimal. “Pada akhirnya, memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Arry Yuswandi.

Forum ini, sebutnya, juga menjadi ajang diskusi tentang berbagai tantangan dalam implementasi sistem JKN, termasuk optimalisasi sistem rujukan. “Diskusi dalam forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi berbagai isu tersebut,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Kunjungi Kemenag Sumbar, Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan Haji dan Umrah

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi jamaah haji dan umrah. Pada Selasa (24/6), direksi dan tim Klinik Istano Pagaruyuang melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara kedua institusi dalam mempersiapkan dan melayani kesehatan para calon jamaah haji dan umrah dari Sumatera Barat.

Kunjungan ini dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan diterima oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Dr. Abrar Munandar, M.Ag, di Aula Kerukunan Beragama. Turut dihadiri Wakil Kepala Instalasi Non-JKN dr. Eko Apriandhi, Sp.OG, Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing dr. Winanda, MARS dan tim Klinik Istano Pagaruyuang. Sedangkan dari Kanwil Kemenag Sumbar dihadiri Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Dr. H. M. Rifki, M.Ag dan jajaran.

Salah satu fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah ketersediaan dan pelayanan vaksin internasional haji dan umrah. Sebagaimana diketahui, vaksinasi merupakan syarat mutlak bagi jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci. RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan nasional memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh calon jamaah mendapatkan vaksinasi yang lengkap dan sesuai standar internasional.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyampaikan komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk mendukung program Kemenag dalam aspek kesehatan haji dan umrah. “Kami siap memberikan pelayanan vaksinasi internasional haji dan umrah dengan kualitas terbaik. Selain itu, kami juga terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit untuk menangani berbagai kondisi kesehatan yang mungkin dihadapi jamaah sebelum maupun sesudah keberangkatan,” ujar Dovy seraya mengatakan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat tentang persyaratan kesehatan dan vaksinasi agar tidak ada kendala bagi calon jamaah.

Tidak hanya vaksinasi, sebut Dirut, RSUP Dr. M. Djamil menyediakan layanan medical check up (MCU) untuk jamaah haji dan petugas haji melalui Klinik Istano Pagaruyuang. “Klinik ini dioptimalkan untuk mempermudah akses jamaah dan petugas dalam mendapatkan layanan vaksinasi internasional serta MCU. Ini merupakan bagian dari upaya kami mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Menyambut baik kunjungan ini, Plh Kakanwil Kemenag Sumatera Barat, Dr. Abrar Munandar, M.Ag mengapresiasi inisiatif RSUP Dr. M. Djamil. “Kita memahami pelaksanaan ibadah haji dan umrah itu dominannya adalah ibadah secara fisik. Fisik yang prima, fisik yang kuat, kesehatan yang terjaga itulah yang kita harapkan. Karena itu kita menyambut baik upaya-upaya yang dilakukan oleh RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Sumatera Barat bagaimana merealisasikan jamaah yang sehat,” ucapnya.

Salah satunya, tutur Plh. Kakanwil, dengan pemberian beberapa vaksin yakni vaksin meningitis, vaksin polio dan sebagainya. Ini adalah untuk menjamin dan mengawal jamaah khusuk dan tuntas melaksanakan ibadah haji dan umrah. “InshaAllah kami dari jajaran Kanwil Kemenag Sumatera Barat atas izin pimpinan siap bekerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil,” tegasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45