RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Stem Clinic Pertama di Sumatera, Gelar Webinar Stem Cell

RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mengadopsi teknologi medis terkini. Pada hari ini (17/5), rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan ini secara resmi melakukan soft launching Stem Clinic.

Beriringan dengan soft launching klinik, RSUP Dr. M. Djamil juga mengadakan webinar stem cell dengan tema Inovasi dan Masa Depan Penggunaan Terapi Regeneratif di Dunia Kedokteran. Webinar kerja sama Diklat dan Instalasi Bank Jaringan dan Sel secara daring ini berhasil menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Pada webinar tersebut menghadirkan narasumber. Yakni dr. Hirowati Ali, MD. PhD membahas tentang Basic Stem Cell: Mengenal Sel Punca dan Regulasi Penggunaannya di Indonesia, dr. Dinda Aprilia, Sp.PD-KMED, FINASIM membahas tentang Aplikasi Stem Cell dalam Pengobatan Diabetes Melitus Tipe II: Potensi dan Bukti Ilmiahnya.

Kemudian Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT, Subsp P.L (K), M.Kes membahas tentang Terapi Stem Cell untuk Osteoartritis. dr. Dedi Sutia, Sp.N (K), FINA, MARS membahas tentang Peran Terapi Stem Cell dalam Pemulihan Terapi Stroke Iskemik: Prospek dan Tantangan.

Narasumber berikutnya dr. Benni Raymond, Sp.BRE, Subsp. KM (K) membahas tentang Peran Regenerative Medicine dalam Penanganan Luka Kronis. Webinar ini dimoderatori oleh Kepala Instalasi Non-JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM.

“Kemajuan ilmu kedokteran telah membawa kita pada era yang luar biasa, di mana pengobatan tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga pada terapi yang bersifat regeneratif. Salah satu teknologi yang paling menjanjikan dalam bidang ini adalah terapi stem cell, yang membuka peluang besar dalam penanganan berbagai penyakit degeneratif, autoimun, serta gangguan organ yang selama ini sulit ditangani secara optimal,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan sebagai rumah sakit rujukan dan pusat layanan kesehatan pendidikan di wilayah Sumatera Barat, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan dan menyebarkan informasi terkini di bidang medis. Termasuk inovasi dalam terapi regeneratif seperti stem cell.

“Oleh karena itu, kami hari ini (17/5) melakukan soft launching Stem Clinic RSUP Dr. M. Djamil. Stem Clinic ini hadir sebagai wadah bagi pasien yang membutuhkan terapi stem cell dengan pendekatan yang aman, terstandardisasi, dan berbasis bukti ilmiah,” tutur Dovy.

Ia berharap dengan adanya Stem Clinic, RSUP Dr. M. Djamil dapat lebih optimal dalam memberikan layanan kesehatan regeneratif yang berkualitas. “Sekaligus menjadi pusat rujukan di Sumatera Barat untuk terapi ini,” harap Dovy.

Sementara itu, Kepala Instalasi Bank Jaringan dan Sel dr. Benni Raymond, Sp.BRE, Subsp. KM (K) mengatakan stem cell atau sel punca adalah sel induk yang dapat berubah menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sel punca berperan dalam proses regenerasi, perbaikan, dan juga pertumbuhan seluruh sel dan organ di dalam tubuh.

“Penggunaan sel punca di dalam dunia kedokteran sangat luas. Seperti dalam penyakit tulang dan sendi, kondisi degeneratif akibat penuaan, trauma, infeksi. Atau dipakai dalam bidang estetika untuk peremajaan sel,” tuturnya.

Ia menekankan RSUP Dr. M. Djamil sebagai satu-satunya rumah sakit vertikal di Pulau Sumatera yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk dapat melakukan terapi sel. “Atas dasar itu, RSUP Dr. M. Djamil resmi membuka Stem Clinic. Di klinik ini, pasien akan dilayani oleh dokter yang sudah berpengalaman di dalam bidang sel punca,” ungkapnya.

Ia mengimbau bagi masyarakat yang ingin melakukan terapi sel punca silakan datang dan berkonsultasi. “Tim regenarative medicine kami akan mendengarkan semua keluhan pasien dan akan menyarankan terapi sel punca yang sesuai,” ajak dr. Benni.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan Stem Clinic silakan hubungi di 08116615740. Atau datang langsung ke Klinik Istano Pagaruyuang RSUP Dr. M. Djamil. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Rutin Gelar Wirid Mingguan; Upaya Menata Qalbu

RSUP Dr. M. Djamil kembali menggelar kegiatan wirid mingguan yang rutin dilaksanakan sebagai sarana pembinaan rohani bagi seluruh civitas hospitalia. Kali ini, kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat pagi (16/5) di Masjid Asy-Syifa yang terletak di kompleks rumah sakit, menghadirkan ustad Martono, S.PdI, M.A mengusung tema tausiah Menata Qalbu.

Dalam tausiahnya, ustad Martono mengupas tuntas makna dan pentingnya menata qalbu (hati) dalam kehidupan seorang muslim, terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan kesehatan. Kualitas pelayanan yang diberikan tidak hanya bergantung pada kemampuan profesional, tetapi juga pada kebersihan dan ketenangan hati.

“Hati yang bersih akan memancarkan kebaikan dan keikhlasan dalam setiap tindakan. Seorang pelayan kesehatan yang hatinya tertata dengan baik akan mampu memberikan pelayanan dengan penuh empati, kesabaran, dan kasih sayang kepada setiap pasien,” ujarnya.

Turut dihadiri Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, pengurus DWP, manajemen dan civitas hospitalia.

Ia menjelaskan berbagai cara untuk menata qalbu, di antaranya melalui memperbanyak ibadah, berzikir, membaca Al Quran. “Kemudian menjauhi perbuatan dosa, serta senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT dan sesama manusia,” ucapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya wirid mingguan ini dan khususnya atas tausiah yang bertema Menata Qalbu.

“Kegiatan wirid ini adalah wujud komitmen kami untuk membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang mulia. Tausiah tentang menata qalbu ini sangat relevan dengan tugas kita sehari-hari di rumah sakit, di mana kita berinteraksi dengan berbagai macam orang dan situasi yang terkadang penuh tekanan,” kata Dovy.

Beliau berharap melalui kegiatan rutin ini, seluruh pegawai RSUP Dr. M. Djamil dapat terus meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional. “Sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik dan berorientasi pada pasien,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pertemuan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Ruang Rapat Direksi, Kamis (15/5). Pertemuan ini dalam rangka penjajakan kerja sama pendanaan dari PT SMI, khususnya melalui skema syariah.

Kedatangan Kepala Divisi Usaha Syariah PT SMI Arief Subekti dan tim diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi dewan direksi, manajer dan asisten manajer.

“Master Plan RSUP Dr. M. Djamil telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES.1667/2024 tentang Rencana Induk (Master Plan) Pengembangan Pembangunan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kami saat ini tengah memasuki fase penting dalam upaya meningkatkan kapasitas, mutu layanan, dan daya saing rumah sakit ini, baik sebagai rumah sakit pendidikan maupun rujukan nasional di wilayah Sumatera dan sekitarnya,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan pihaknya sadar bahwa pembiayaan dalam pengembangan pelayanan kesehatan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Perlu kolaborasi yang erat antara pemerintah dalam hal ini rumah sakit pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, dan juga masyarakat sendiri. “Dengan sinergi yang baik, kita dapat menciptakan sistem kerjasam pembiayaan yang lebih efektif dan efisien,” ucapnya.

Ia juga menyadari transformasi layanan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi adanya penjajakan kerja sama pendanaan dari PT SMI, khususnya melalui skema syariah. Diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam pembiayaan pembangunan rumah sakit ke depan.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dari kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan, dengan tetap mengedepankan asas kebermanfaatan sosial dan keberlanjutan,” harap Dovy.

Sementara itu, Kepala Divisi Usaha Syariah PT SMI Arief Subekti mengatakan rumah sakit ini telah memberikan kontribusi yang sangat baik untuk hidup masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Dan suatu keberkahan jika rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan melakukan rencana pengembangan pembangunan.

“Tentunya PT SMI menyambut baik rencana tersebut. Dan kunjungan ini untuk penjajakan kerja sama pendanaan tentunya. Apalagi kita memiliki visi yang sama untuk layak didukung,” ucap Arief Subekti.

Untuk diketahui pada pertemuan ini juga diadakan peninjauan lapangan areal rencana pembangunan pengembangan pembangunan rumah sakit. Peninjauan tersebut dipimpin Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo. Sekaligus pemaparan rencana pengembangan pembangunan rumah sakit oleh Direktur Utama. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Kerja Bupati Dharmasraya

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan kerja Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Ruang Rapat Direksi, Kamis (15/5). Kunjungan tersebut dalam rangka sharing tentang pengoptimalan sistem rujukan dan peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Sungai Dareh.

Kedatangan Bupati Dharmasraya dan rombongan diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi dewan direksi, manajer dan asisten manajer.

“Kami atas nama manajemen mengucapkan selamat datang Bupati Dharmasraya beserta jajaran di RSUP Dr. M. Djamil. Rumah sakit ini sendiri memiliki misi untuk memberikan dukungan terhadap layanan kesehatan di Sumbar agar bisa berkesinambungan dan kolaboratif,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit tersier dan rumah sakit pengampu mempunyai tugas besar. Bagaimana nanti pihaknya mendukung rumah sakit-rumah sakit di daerah. Tentunya berkaitan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan peningkatan pelayanan. “Ini bisa kita kolaborasikan bersama,” ungkapnya.

RSUP Dr. M. Djamil, sebut Dovy, tidak bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan di Sumbar secara sendiri. Akan tetapi juga butuh kolaborasi dan sinergisitas sehingga bisa menuntaskan program-program kesehatan. “Ujungnya mewujudkan generasi emas 2045. Pasalnya pendidikan dan kesehatan merupakan pilar utama untuk ketahanan bangsa,” tuturnya.

Sementara Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengucapkan terima kasih atas sambutan dari dewan direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Kedatangan pihaknya ke rumah sakit ini bertujuan untuk sharing tentang pengoptimalan sistem rujukan dan peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Sungai Dareh.

“Alhamdulillah dari sharing tersebut, sudah banyak kesimpulan-kesimpulan yang bisa kami ambil. Bagaimana mempersingkat waktu sistem rujukan dengan cara menyiapkan dokumen-dokumen standar yang segera diminta untuk jadi dasar bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk menerima rujukan. Ini tentunya harus kami siapkan sejak awal sebagai upaya mempersingkat waktu tempuh sistem rujukan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pengampu rumah sakit di daerah tentunya sebuah peluang bagi RSUD Sungai Dareh untuk menjadi rumah sakit trauma center. Apalagi posisi RSUD Sungai Dareh berlokasi di Jalan Lintas Sumatera yang rawan kecelakaan. “Mari kita kembangkan sumber daya manusia yang ada di RSUD Sungai Dareh,” tukasnya.

Diketahui, pada pertemuan tersebut juga dipaparkan tentang pelayanan IGD RSUP Dr. M. Djamil oleh Kepala IGD dr. Haviz Yuad, Sp.OG, K-FER. (*)

Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Dilantik jadi Pengurus DWP Sumbar

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil Ny. Winanda Dovy Djanas secara resmi dilantik menjadi salah satu pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Barat Periode 2024-2029. Pelantikan ini dilaksanakan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DWP Pusat, Ny. Ida Rahmawati Budi Gunadi Sadikin secara virtual, Kamis (15/5).

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh pengurus DWP Provinsi Sumatera Barat yang diketuai Ny Ida Yozawardi serta pengurus DWP di seluruh Indonesia. Meskipun dilaksanakan secara virtual, tidak mengurangi esensi dan semangat pengabdian para pengurus yang baru dilantik.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DWP Pusat Ny Ida Rahmawati Budi Gunadi Sadikin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DWP seluruh Indonesia yang baru dilantik. Kepada pengurus baru diminta dalam pelaksanaan tugas sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

“Oleh karena itu pentingnya peran serta aktif anggota DWP dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” pintanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DWP Pusat juga memperkenalkan batik baru resmi DWP hasil karya desainer nasional Didit Maulana. Batik dengan warna dasar peach dan ornamen bunga tersebut diharapkan menjadi simbol kekuatan perempuan dalam membangun bangsa dan keluarga.

Tak hanya itu, juga diluncurkan ID Card DWP dalam rangka memperkuat sistem pendataan keanggotaan DWP nasional. Kartu identitas ini berkat kerja sama DWP dengan Bank Mandiri. “Diharapkan dapat menunjang kebutuhan organisasi serta menjadi basis data tunggal anggota DWP dari tingkat pusat hingga daerah,” harapnya.

Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy Djanas menyampaikan rasa syukur dan kehormatannya atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai pengurus DWP Provinsi Sumatera Barat. “Saya akan terus bersinergi dengan pengurus lainnya dalam menjalankan program-program DWP Sumbar serta terus memajukan DWP di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga besar rumah sakit dan masyarakat,” harapnya. (*)

Bimtek Bersama BRIN, Dirut Ajak Peneliti Cermat dalam Menulis dan Kritis dalam Berpikir

RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi pelayanan kesehatan rujukan nasional di wilayah Sumatera bagian Tengah, memiliki peran penting sebagai pusat inovasi dan pusat riset klinis maupun komunitas. Namun, disadari bahwa potensi tidak akan berkembang tanpa ekosistem riset yang kondusif dan dukungan pendanaan yang kompetitif.

“Dalam konteks inilah, kehadiran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sangat vital. BRIN tidak hanya berperan sebagai lembaga pemberi pendanaan, tetapi juga sebagai pengarah kebijakan riset nasional yang mendorong sinergi antara peneliti, lembaga layanan, dan dunia industri. Dukungan BRIN terhadap kegiatan riset kesehatan sangat berharga dalam mendorong akselerasi inovasi berbasis bukti dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis Strategi Penyusunan Proposal Pendanaan Riset dan Inovasi Bersama BRIN secara virtual, Rabu (14/5).

Pada Bimbingan Teknis yang digagas Tim Kerja Penelitian ini menghadirkan narasumber. Yakni Ketua Tim Layanan Fasilitasi Pendanaan Riset dan Inovasi II (Skema RIIM Kompetisi) Nungki Indrianti, S.E., M.A., dan Tim Layanan Fasilitasi Pendanaan Riset dan Inovasi III (Skema RIIM Program Pengujian Inovasi Kesehatan) Amir Hamzy.

Melalui berbagai skema pendanaan kompetitif dan fasilitasi teknis, sebutnya, BRIN telah membuka jalan bagi institusi seperti RSUP Dr. M. Djamil untuk menghasilkan riset yang bukan hanya unggul secara ilmiah. Akan tetapi juga relevan dan berdampak bagi sistem kesehatan nasional. 

“Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan suatu proposal bukan hanya terletak pada ide yang inovatif. Tetapi juga pada kemampuan kita menyusunnya secara sistematis, menyelaraskannya dengan arah kebijakan nasional, dan memastikan bahwa luaran dari riset tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia pelayanan kesehatan,” ucap Dovy.

Ia menekankan Bimtek ini bukan sekadar rutinitas pelatihan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menguatkan budaya riset yang berbasis mutu dan berdampak nyata pada pelayanan kesehatan. Dalam dunia kesehatan yang terus berubah, kita tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.

“Kita perlu membekali diri dengan strategi terbaru, pemahaman kebijakan pendanaan yang tepat sasaran, dan kemampuan menyusun proposal yang solid secara metodologi, teknis, dan administratif,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Dirut berharap peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis semata, namun juga mampu melihat bagaimana penelitian menjadi bagian integral dari transformasi layanan rumah sakit dan kontribusi strategis dalam pembangunan kesehatan nasional. “Mari kita tanamkan dalam diri bahwa setiap proposal yang kita ajukan adalah pijakan awal menuju perubahan yang lebih besar. Jadilah peneliti yang tangguh, cermat dalam menulis, dan kritis dalam berpikir,” ajaknya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima CSR dari PT Global Onkolab Farma

RSUP Dr. M. Djamil Padang kembali menerima dukungan  dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kali ini, bantuan tersebut berasal dari PT Global Onkolab Farma, sebuah perusahaan farmasi yang bergerak di bidang onkologi, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa hibah ruangan handling sitostatika.

Penyerahan bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Group Marketing Head PT Global Onkolab Farma Yoppy Hadi Soeyanto di Ruang Rapat Direksi, Kamis (15/5). Turut dihadiri Manajer dan Asisten Manajer RSUP Dr. M. Djamil, Regional Sales Manager PT Global Onkolab Farma Lailasari dan Key Account Executive PT Global Onkolab Farma Fera Hariyanti.

Ruang handling sitostatika ini merupakan fasilitas khusus yang dirancang untuk penyiapan obat-obatan kemoterapi yang aman bagi pasien, tenaga kesehatan, dan lingkungan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Global Onkolab Farma atas kontribusi yang sangat berarti ini. Pasalnya, bantuan ruang handling sitostatika ini akan meningkatkan kualitas pelayanan onkologi di RSUP Dr. M. Djamil.

“Kami berterima kasih kepada PT Global Onkolab Farma atas kepedulian dan dukungan yang diberikan. Ruang handling sitostatika ini akan membantu kami dalam memberikan pelayanan kemoterapi yang lebih aman dan optimal bagi pasien kanker di Sumatera Barat khususnya Sumatera Bagian Tengah umumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Group Marketing Head PT Global Onkolab Farma Yoppy Hadi Soeyanto menyampaikan bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan di Indonesia, khususnya dalam penanganan penyakit kanker.

“Kami berharap hibah ruang handling sitostatika ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Kami percaya bahwa fasilitas yang memadai dan aman akan berkontribusi signifikan dalam keberhasilan terapi kanker,” tuturnya.

Ia mengatakan dengan adanya ruang handling sitostatika ini, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam penyiapan obat kemoterapi. “Sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan komprehensif kepada pasien kanker,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Pertemuan Pemaparan FMEA IGD

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan pemaparan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (14/5). Kegiatan yang diadakan oleh Komite Mutu ini dihadiri Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama rumah sakit dan implementasi FMEA di IGD merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Apalagi IGD merupakan garda terdepan pelayanan rumah sakit yang menangani kasus-kasus emergensi dengan tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi. Oleh karena itu, identifikasi potensi risiko melalui FMEA dan upaya mitigasinya menjadi sangat penting untuk memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman,” kata Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan hasil rekomendasi FMEA ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan rencana tindak lanjut dan perbaikan berkelanjutan di IGD. “Rekomendasi yang telah dipaparkan oeh tim FMEA agar segera ditindaklanjuti. Dan tentunya Komite sebagai perpanjangan tangan direksi agar menyampaikan rekomendasi tersebut. Nantinya akan kita tindaklanjuti dengan pimpinan terkait. Yakni bidang pelayanan medik, IGD, SIMRS, rekam medik, dan unit terkait lainnya,” ucapnya.

Pada pertemuan ini diawali dengan pemaparan detail tentang proses dan hasil rekomendasi FMEA IGD yang disampaikan oleh perwakilan tim FMEA. Dalam presentasinya, dijelaskan secara komprehensif tentang tahapan-tahapan FMEA yang telah dilalui hingga rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Diketahui FMEA merupakan sebuah metodologi proaktif yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dalam suatu proses, mengevaluasi risiko yang terkait dengan kegagalan tersebut, dan menetapkan tindakan pencegahan untuk meminimalkan atau menghilangkan risiko tersebut. Penerapan FMEA di lingkungan rumah sakit, khususnya di unit pelayanan kritikal seperti IGD, menjadi krusial dalam upaya menciptakan lingkungan pelayanan yang aman dan efektif bagi pasien.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Monev Revisi SPO Pelayanan Operasi di IBS

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua, menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan mutu layanan dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap berbagai unit pelayanan. Hari ini (14/5), Dirut bersama manajemen memonitoring dan mengevaluasi revisi SPO Pelayanan Operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS).

Selain diskusi dengan jajaran Instalasi Bedah Sentral serta mengevaluasi dan merevisi SPO pelayanan operasi elektif. Dirut juga meninjau update pengerjaan renovasi IBS dan meninjau kamar operasi.

“Kegiatan monev ini merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal sesuai standar yang ditetapkan serta mengidentifikasi potensi kendala yang perlu segera diatasi,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, SpOG, KFM, MARS, FISQua didampingi Kepala Instalasi Bedah Sentral dr. Vendry Rivaldy, Sp.B, Subsp.BVE (K).

Di samping itu, sebutnya, monitoring dan evaluasi ini guna memastikan layanan di Instalasi Bedah Sentral sesuai dengan standar layanan. “Ini bagian dari upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil untuk meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan,” ucapnya.

Hasil dari monev ini, sebutnya, akan menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit untuk melakukan perbaikan dan peningkatan yang diperlukan di IBS. “Identifikasi area yang perlu dioptimalkan, baik dari segi sumber daya manusia, peralatan, maupun prosedur, akan segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret,” tuturnya.

Ia berharap mudah-mudahan ini berproses ke arah yang lebih baik. Tapi penyempurnaan akan kita lihat dalam waktu satu minggu ke depan. “Dan berharap ini akan menjadikan kekuatan kita dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” harap Dovy.

Selain meninjau layanan IBS, dalam beberapa waktu terakhir, Dirut bersama manajemen juga aktif melakukan monev terhadap unit-unit pelayanan lainnya, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, serta fasilitas penunjang medis lainnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M, Djamil Tinjau Perluasan Ruangan Kemoterapi

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan manajemen melakukan telusur ke ruangan kemoterapi Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) lantai II, hari ini (14/5). Telusur tersebut dalam rangka meninjau renovasi sekaligus perluasan ruangan serta memonitoring dan mengevaluasi layanan kemoterapi.

“Hari ini (14/5), saya bersama jajaran manajemen melakukan telusur ke ruangan kemoterapi. Dari telusur ini sudah terlihat perluasan ruangan. Tinggal melengkapi fasilitas penunjangnya,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Kepala Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) dr. Vesri Yoga, Sp.PD, K-GEH, MARS, FINASIM.

Ia mengatakan layanan kemoterapi ini termasuk layanan yang penting bagi masyarakat. Tentunya RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit tersier, layanan kemoterapi ini menjadi perhatian untuk memenuhi fasilitasi yang dibutuhkan pasien. “InshaAllah ini akan menjadi perbaikan ke depan. Terutama dalam pelayanan di kemoterapi,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen pihak rumah sakit untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya pasien dengan penyakit berat seperti kanker. “Kami menyadari betul pentingnya ruang kemoterapi yang representatif dan nyaman bagi pasien. Oleh karena itu, ruangan yang telah direnovasi dan diperluas ini agar dapat segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Penambahan fasilitas ini, sebutnya, sejalan dengan visi RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi pusat rujukan nasional yang unggul dalam berbagai bidang, termasuk onkologi. “Diharapkan, dengan ruang kemoterapi yang lebih luas, waktu tunggu pasien dapat dipersingkat dan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan dapat meningkat,” harap Dovy.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45