Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Senam Pagi Jaga Kebugaran Jasmani dan Pererat Silaturahmi

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama manajemen dan civitas hospitalia mengikuti senam pagi di shelter lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, hari ini (14/5). Ini sebagai upaya meningkatkan kesehatan, kebugaran jasmani, dan untuk menjalin keakraban tali silaturahmi antara manajemen dan civitas hospitalia.

Berdasar pantauan, selama senam bersama berlangsung, seluruh peserta tampak begitu bersemangat saat mengikuti setiap gerakan senam. Sama halnya dengan instruktur senam yang memimpin setiap gerakan dinamis dan enerjik. Sehingga semakin menambah kemeriahan suasana pagi.

“Kami atas nama jajaran direksi mengapresiasi senam pagi yang rutin diadakan setiap hari Rabu. Gerakan-gerakan senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran darah sehingga lebih sehat dan segar. Paparan sinar matahari pagi juga bagus bagi tubuh karena kandungan vitamin D alaminya,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia mengatakan senam juga dapat memperkuat tulang, membantu menormalkan aliran darah dan melatih urat saraf yang kaku serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh. “Jika tubuh sehat dan bugar secara fisik, maka kemampuan konsentrasi juga akan meningkat dan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari,” ucap Dirut.

Selain untuk mewujudkan kebugaran, Dirut mengharapkan adanya peningkatan kinerja. “Dengan membangun kekompakan dan kebersamaan, otomatis akan berdampak dalam peningkatan loyalitas dan kedisiplinan, sehingga pekerjaan pun akan mudah diselesaikan,” tuturnya.

Ia mengharapkan kegiatan senam pagi ini dapat terus menjadi agenda rutin dan semakin banyak diikuti oleh seluruh civitas hospitalia. “Ini sebagai wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif,” harapnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Tingkatkan Kompetensi Nakes melalui Pelatihan Resusitasi Neonatus

RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Resneo Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar dan Cinta Neo (CN) Sumatera Barat mengadakan Pelatihan Resusitasi Neonatus di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan, selama dua hari Sabtu (10/5) dan Minggu (11/5). Pelatihan yang dibimbing oleh instruktur terlatih dan tersertifikasi itu diikuti oleh 63 peserta terdiri dari dokter spesialis anak, dokter umum, perawat dan bidan.

“Kami di RSUP Dr. M. Djamil merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kita bersama dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam hal penanganan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan secara virtual.

Turut hadir Ketua IDAI Sumbar dr. Asrawati, M. Biomed, Sp.A (K), Ketua Cinta Neo (CN) Sumatera Barat dr. Eny Yantri, Sp.A (K), instruktur pelatihan, dan peserta pelatihan. Selama dua hari pelatihan, pada hari pertama peserta dibekali skill station. Dan pada hari kedua catch up station dan megacode.

Ia menjelaskan resusitasi neonatus adalah intervensi krusial yang dapat menentukan hidup dan matinya seorang bayi dalam menit-menit pertama kehidupannya. Maka dari itu, kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan tindakan ini secara cepat, tepat, dan efektif adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis. Akan tetapi juga untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan semua pihak dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ucapnya.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, aktif berdiskusi. “Bahkan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam praktik sehari-hari di lapangan,” harap Dovy.

Sementara itu, Ketua IDAI Sumbar dr. Asrawati, M. Biomed, Sp.A (K) mengatakan pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penindakan resusitasi neonatus. “Kegiatan seperti ini sering kita gelar dalam rangka meningkatkan kompetensi terutama dokter spesialis anak, dokter umum, perawat dan bidan dengan sejumlah instruktur yang terlatih dan tersertifikasi dari Resneo Indonesia,” ucapnya.

Ia berharap dengan pelatihan ini akan menghadirkan tenaga kesehatan yang andal dan berpengalaman. “Di samping itu, juga dalam rangka meningkatkan kompetensi dan menjadi instruktur,” tukas Asrawati. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Serahkan SK Pj, Kepala Ruangan Instalasi Non-JKN, Bedah Sentral dan Rawat Jalan

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penanggung Jawab, Kepala Ruangan Instalasi Non-JKN, Bedah Sentral dan Rawat Jalan, di Ruang Rapat Direksi, Jumat (9/5). Penyerahan SK itu merupakan salah satu upaya penataan organisasi.

SK tersebut masing-masing diserahkan ke dr. Winanda MARS (Pj Pengembangan Bisnis dan Marketing), Ns. Elva Netti, S.Kep (Karu Poliklinik Eksekutif), Ns. Sri Putri Kurnia, AMK, S.Kep (Karu Istano Pagaruyuang). Kemudian Ns. Nova Yanti, S.Kep (Karu Bedah Sentral) dan dr. Roza Sriyanti, Sp.OG, KFM (Kepala Instalasi Rawat Jalan).

“Penyerahan SK ini merupakan bagian dari upaya manajemen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan ditetapkannya para pejabat pada posisi-posisi strategis ini, diharapkan kinerja instalasi terkait dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K).

Direktur Utama menyampaikan harapannya agar para penerima SK dapat menjalankan amanah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. “Saya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar unit kerja demi tercapainya visi dan misi RSUP Dr. M Djamil sebagai rumah sakit rujukan terkemuka,” ucap Dovy.

Ia juga menekankan diharapkan dengan adanya kepemimpinan yang baru dan jelas pada posisi-posisi tersebut, RSUP Dr. M Djamil dapat terus meningkatkan mutu pelayanan. “Sehingga memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesehatan masyarakat di Sumatera Barat dan sekitarnya,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan CEO GE Healthcare Indonesia

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan CEO GE Healthcare Indonesia Kriswanto Trimoeljo dan tim di Ruang Rapat Direksi, hari ini (9/5). Kunjungan ini dalam rangka memperkuat silaturahmi sekaligus sharing informasi tentang RSUP Dr. M. Djamil dan GE Healthcare Indonesia.

Kedatangan CEO GE Healthcare Indonesia Kriswanto Trimoeljo dan tim diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut mendampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K) dan Direktur Keuangan dan Perencanaan Luhur Joko Prasetyo, Manajer, Asisten Manajer dan Kepala Instalasi.

“Kami atas nama direksi mengucapkan selamat datang CEO GE Healthcare Indonesia di RSUP Dr. M. Djamil. Diketahui, GE Healthcare Indonesia merupakan perusahaan multinasional yang cukup besar fokus pada teknologi kesehatan dan layanan kesehatan,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Ini, sebutnya, sebuah peluang dan kesempatan besar bagi pihaknya memperkenalkan rumah sakit ini lebih dekat. RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan melayani wilayah Sumatera Bagian Tengah. Diketahui, di Sumatera itu ada tiga RS vertikal yakni RS Adam Malik, RSUP Dr. M. Djamil dan RS Mohammad Hoesin.

“Dimana layanan unggulan rumah sakit ini yakni layanan jantung, pembuluh darah, dan otak, kemudian layanan onkologi terpadu, layanan kesehatan ibu dan anak, layanan transplantasi organ, dan layanan pengobatan regeneratif dan terapi sel,” sebutnya.

Oleh karena itu, ungkapnya, pihaknya ingin ke depan memperkuat koordinasi, dan kolaborasi. “Mudah-mudahan dengan pertemuan ini dapat membawa keberkahan bagi kita. Dan langkah awal untuk bisa melakukan kerja sama dan kolaborasi,” harap Dovy.

CEO GE Healthcare Indonesia Kriswanto Trimoeljo mengatakan kunjungan ini sebagai bentuk mempererat hubungan silaturahmi antara GE Healthcare Indonesia dengan RSUP Dr. M. Djamil. Sekaligus memperkenalkan diri sebagai CEO sejak Januari lalu.

“Selain fokus pada teknologi kesehatan dan layanan kesehatan, saat ini GE Healthcare Indonesia sedang mengembangkan program pendidikan dan pelatihan (training center). Meski akan diresmikan pada Juli, training center kami telah menjangkau rumah sakit, kolegium, dan asosiasi. Mudah-mudahan ke depannya bisa berkolaborasi tentunya dengan RSUP Dr. M. Djamil,” ungkapnya.(*)

Monev Program Hepatitis C, RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Dinkes Sumbar dan Kota Padang

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan tim Dinas Kesehatan Sumbar dan Dinas Kesehatan Kota Padang di Ruang Rapat Direksi, hari ini (8/5). Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencatatan pelaporan program P2 Hepatitis C RSUP Dr. M. Djamil.

Kedatangan tim tersebut diterima oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) dan Manajer Pelayanan Medik dr. Nirza Warto, Sp.THT-KL (K). Turut hadir dari Dinas Kesehatan Sumbar yakni Kasie P2M Eka Fitria, SKM, Yankes Rujukan dr. Maryam Sidiqa, Pj Hepatitis Ridwan Wahyudi, SKM dan Pengelola Hepatitis Sefni Zulmahira, SKM dan tim Dinas Kesehatan Kota Padang. Kemudian Manajer dan Asisten Manajer serta Tim Hepatitis C RSUP Dr. M. Djamil.

Selain pemaparan pelaksanaan program P2 Hepatitis C RSUP Dr. M. Djamil, juga dilangsungkan sesi diskusi berupa masukan dan saran terhadap program P2 Hepatitis C yang telah berjalan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim Dinas Kesehatan Sumbar dan Dinas Kesehatan Kota Padang ke RSUP Dr. M. Djamil. Ini sebagai upaya perbaikan mutu layanan serta pelaporan program P2 Hepatitis C,” kata Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Ia mengatakan melalui pertemuan ini, diharapkan ada ruang diskusi secara terbuka untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. “Kami menyadari bahwa kolaborasi dan komunikasi yang baik antara rumah sakit dan dinas kesehatan merupakan kunci untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan layanan yang optimal dan berkesinambungan,” tutur Bestari.

Apalagi, sebutnya, Hepatitis C masih menjadi tantangan besar secara global. Penyakit ini sering kali bersifat silent, tanpa gejala awal, namun berpotensi menyebabkan sirosis hati dan kanker hati apabila tidak ditangani dengan tepat. “Oleh karena itu, peran kita bersama dalam penguatan sistem pelaporan dan pencatatan sangatlah krusial untuk mengidentifikasi, menangani, dan mengobati kasus sejak dini,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara RSUP Dr. M Djamil dengan Dinas Kesehatan baik di tingkat provinsi maupun kota. “Ini dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas hepatitis sesuai dengan target global eliminasi hepatitis tahun 2030,” tukasnya.(*)

Visitasi Layanan Vaksinasi International, Poliklinik Non-JKN RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan dari BKK Kelas 1 Padang

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah ke depannya tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan. Namun juga memberikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui vaksin internasional.

Pada Rabu (7/5), Poliklinik Non-JKN RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Padang dalam rangka visitasi pelaksanaan penerbitan sertifikat vaksin internasional di VIP Lounge. Tim visitasi yang dipimpin dr. Resnita itu diterima oleh Kepala Poliklinik Non-JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc, FINASIM bersama Wakil dr. Eko Apriandhi, Sp.OG dan tim.

Kegiatan diawali dengan diskusi tentang berbagai aspek teknis berkaitan dengan penerbitan sertifikat vaksin internasional. Di antaranya sumber daya manusia, sarana prasarana dan ketentuan yang harus dipatuhi. Kemudian tim visitasi juga melakukan telusur lapangan poli vaksinasi di Poliklinik Eksekutif dan ruang penyimpanan vaksin.

Kepala Poliklinik Non-JKN dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc menyampaikan terima kasih kepada tim visitasi yang telah berkunjung ke Poliklinik Non-JKN RSUP Dr. M. Djamil. “Kami berharap saran dan masukan terkait semua aspek yang mendukung pelayanan vaksinasi baik sarana, prasarana, sumber daya manusia, regulasi dan sebagainya,” sebutnya.

Ia berharap upaya yang ditempuh oleh RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan layanan vaksin internasional bagi masyarakat dapat berjalan lancar. “Sehingga ke depannya masyarakat yang membutuhkan vaksin bersertifikat internasional untuk persyaratan haji, umrah, dan bepergian ke luar negeri dapat melakukan vaksinasi di Poliklinik Non-JKN RSUP Dr. M. Djamil,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Rawat Tiga Pasien Korban Laka Bus ALS

RSUP Dr. M. Djamil merawat tiga pasien yang menjadi korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terjadi di Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang. Ketiga pasien rujukan dari RS Yarsi dan RSUD Padangpanjang itu masing-masing bernama Ratna Lubis (46), Siti Rahayu (34) dan Ronal Jhonson Bigman (50).

“Benar, RSUP Dr. M. Djamil telah menerima dan merawat tiga pasien yang merupakan korban dari kecelakaan bus ALS di Bukit Surungan Kota Padangpanjang,” kata Asisten Manajer Humas RSUP Dr. M. Djamil Rizki Rasyidi, S.I.Kom.

Ia menjelaskan pasien masing-masing bernama Ratna Lubis dan Siti Rahayu, rujukan dari RS Yarsi Padangpanjang, tiba di IGD RSUP Dr. M. Djamil pukul 17.39 dan 20.19, Selasa (6/5). “Dan hari ini (7/5), pukul 10.02 menerima satu pasien yang merupakan korban kecelakaan bus ALS lagi bernama Ronal Jhonson Bigman,” sebutnya.

Ketiga pasien tersebut, tuturnya, saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis intensif. “Saat ini tim medis kami sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan perawatan terhadap ketiga pasien tersebut,” ucap Rizki.

Diketahui, bus PO Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan pada Selasa pagi (6/5) di Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang. Sebanyak 12 penumpang bus meninggal dan juga terdapat 23 korban lainnya yang mengalami luka-luka. Insiden tersebut diduga terjadi karena rem bus ALS rute Medan-Bekasi itu blong saat melaju di penurunan. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dipercaya Kajari Padang untuk Medical Check Up

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas. Ini seiring medical check up (MCU) yang dijalani Kepala Kejaksaan Negeri Padang Dr. Aliansyah, S.H, M.H di Klinik Istano Pagaruyuang, Rabu (7/5).

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengucapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kajari Padang Dr. Aliansyah, S.H, M.H. “Kepercayaan ini adalah bukti bahwa layanan kesehatan kami terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan dengan pemeriksaan menyeluruh, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil melalui Klinik Istano Pagaruyuang juga menyediakan paket medical check up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. “Kesehatan Anda adalah prioritas kami, dan kami siap menjadi mitra kesehatan Anda di setiap langkah kehidupan,” tegas Dovy.

Sementara itu, Kajari Padang Dr. Aliansyah, S.H, M.H mengucapkan terima kasih kepada RSUP Dr. M. Djamil atas pelayanannya yang ramah, teliti, dan bersih. Ini merupakan modal utama dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Semoga pelayanan yang diberikan RSUP Dr. M. Djamil dapat dipertahankan. Sehingga dapat melayani masyarakat Kota Padang dengan sebaik-baiknya untuk kesehatan,” tukasnya. (*)

Civitas Hospitalia RSUP Dr. M. Djamil Semangat Ikuti Senam Pagi

Semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat terlihat di RSUP Dr. M. Djamil Padang, hari ini (7/5). Sejumlah civitas hospitalia antusias mengikuti kegiatan senam pagi yang dipusatkan di shelter lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan.

Berdasar pantauan, selama senam bersama berlangsung, seluruh peserta tampak begitu bersemangat saat mengikuti setiap gerakan senam. Sama halnya dengan instruktur senam yang memimpin setiap gerakan dinamis dan enerjik. Sehingga semakin menambah kemeriahan suasana pagi.

“Senam pagi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan kita di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari. Selain itu, momen ini juga menjadi ajang untuk saling berinteraksi dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan rumah sakit,” kata Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil Saswita Kemala Dewi.

Senam pagi ini, sebutnya, tidak hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga memberi semangat yang baik untuk memulai hari dengan positif. “Tidak hanya manfaat fisik yang diperoleh, tetapi juga manfaat sosial dari kegiatan ini. Para peserta saling berinteraksi, bertukar cerita, dan saling memberi semangat satu sama lain, menciptakan ikatan yang kuat di antara peserta,” sebutnya.

Ia mengharapkan kegiatan senam pagi ini dapat terus menjadi agenda rutin dan semakin banyak diikuti oleh seluruh civitas hospitalia. “Ini sebagai wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Tandatangani Addendum Perjanjian Kerja Sama

RSUP Dr. M. Djamil bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang melakukan penandatanganan addendum perjanjian kerja sama tentang pemberian pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami dugaan kecelakaan kerja dan dugaan penyakit akibat kerja. Penandatanganan addendum perjanjian kerja sama itu dilangsungkan di The ZHM Premiere Hotel Padang, hari ini (6/5) dan dihadiri Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Rizna Irwani.

“Kami sangat antusias dengan addndum kerja sama ini. Dengan adanya kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, kami berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan komprehensif kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil drg. Ade Palupi Muchtar, MARS didampingi Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas Nova Afriani.

Dengan adanya addendum kerja sama ini, sebutnya, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. “Dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam hal aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan,” harapnya.

Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Rizna Irwani mengatakan addendum perjanjian kerja sama ini untuk melakukan perubahan atau penambahan ketentuan pada perjanjian sebelumnya. Hal ini seiring dengan terbitnya Permenaker Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Dalam Permenaker ini, ada beberapa aturan yang sebelumnya tidak ada sekarang menjadi ada, khususnya pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

“Salah satu perubahan signifikan adalah perluasan cakupan JKK. Kini, kekerasan fisik atau pemerkosaan yang terjadi di tempat kerja juga termasuk dalam perlindungan JKK. Tetapi harus tetap dibuktikan melalui surat keterangan dari kepolisian, karena pemerkosaan ini ranahnya masuk ke pidana tidak serta merta hanya melibatkan pengawas,” jelasnya.

Selain itu, terdapat ketentuan baru tentang batas waktu pelaporan JKK, yaitu maksimal 2×24 jam. “Pada Permenaker sebelumnya tidak ada dibunyikan aturan 2×24 jam ini. Sekarang sudah diwajibkan maksimal 2×24 jam pemberi kerja harus melaporkan ke BPJS Ketenagkerjaan dan Disnaker jika terjadi kecelakaan kerja,” tambahnya.

Perubahan lainnya mencakup ketentuan tentang dugaan pemberitahuan pelaporan kesimpulan penjaminan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. “Pada Permenaker ini juga ada kesimpulan dugaan penyakit akibat kerja dibuat oleh dokter yang merawat atau memeriksa pada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, kesimpulan dibuat paling lama 30 hari setelah pelaporan tahap I diterima, jadi penyakit akibat kerja dibuat kesimpulan oleh dokter penasihat provinsi,” paparnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45