Peningkatan SDM, RSUP Dr. M. Djamil-Politeknik Negeri Padang Jalin Kerja Sama

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.  Langkah ini diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Politeknik Negeri Padang.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dengan Direktur Politeknik Negeri Padang Dr. Ir. Surfa Yondri, S.T, S.S.T, M.Kom di Ruang Kerja Direktur Utama, Kamis (20/3). Kerja sama tersebut tentang penyelenggaraan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Penandatanganan kerja sama ini adalah kolaborasi bersama RSUP Dr. M. Djamil dengan Politeknik Negeri Padang terkait hal peningkatan sumber daya manusia,” kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut dihadiri Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Plt Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Kino, Sp.JP (K) serta manajer dan asisten manajer serta jajaran Politeknik Negeri Padang.

Terkait kerja sama ini, tutur Dovy, bagaimana nanti RSUP Dr. M. Djamil mengundang mahasiswa Politeknik Negeri Padang untuk menambah pengalaman kerja. Ini tentunya dapat meningkatkan pengalaman sekaligus menjadi daya ungkit mahasiswa PNP.

“Apalagi banyak pegawai RSUP Dr. M. Djamil adalah alumni Politeknik Negeri Padang. Mudah-mudahan dengan peningkatan SDM dapat menjadi peluang-peluang bagi PNP untuk terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul,” ucap Dovy.

Ia menjelaskan RSUP Dr. M. Djamil adalah rumah sakit pusat pendidikan, penelitian dan layanan. “Nah kerja sama ini sejalan dengan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman di sini,” ucapnya.

Direktur Politeknik Negeri Padang Dr. Ir. Surfa Yondri, S.T, S.S.T, M.Kom menyambut baik kerja sama antara Politeknik Negeri Padang dengan RSUP Dr. M. Djamil. Kerja sama ini turut membantu Politeknik Negeri Padang baik dari sisi mahasiswa maupun sisi alumni.

“Sebetulnya kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Politeknik Negeri Padang sudah lama tapi belum diresmikan. Di antaranya membuat ruangan disinfektan sewaktu Covid-19 dan donor darah,” ucapnya.

Surfa Yondri mengharapkan kolaborasi ini  dapat memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak. “Terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesempatan karir bagi mahasiswa Politeknik Negeri Padang,” tukasnya. (*)

Pemanfaatan Alat Laboratorium dengan Metode Reagen, M. Djamil-Mitra Vendor Jalin Kerja Sama

RSUP Dr. M. Djamil melakukan penandatanganan addendum perjanjian kerja sama tentang pemanfaatan alat laboratorium dengan metode pembelian reagen. Addendum kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dengan pimpinan mitra vendor.

“Penandatanganan addendum perjanjian kerja sama yang sudah dilakukan ini dengan semangat bagaimana mitra vendor melihat kerja sama yang dijalin tersebut untuk saling menguntungkan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua di Ruang Rapat Direksi, Rabu (19/3).

Turut hadir Direktur Layanan Operasional drg.  Ade Palupi Muchtar MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, Manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Ia mengatakan tentunya para mitra vendor memberikan dukungan terhadap proses bisnis di RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini akan berdampak pada kualitas layanan rumah sakit. “Dengan penandatanganan kerja sama, kita harus kawal bersama sehingga mitra vendor juga memiliki komitmen untuk bisa melakukan hal-hal terbaik,” sebutnya.

Dovy berharap mudah-mudahan dengan tercapainya kesepakatan ini menjadi suatu kesempatan bagi kita untuk bekerja sama lebih baik lagi ke depan.  “Saya pun mengimbau laboratorium untuk juga menjaga komitmen tersebut,” tukasnya. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Hadiri Lepas Sambut Danrem 032/Wirabraja

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menghadiri lepas sambut Komandam Korem 032/Wirabraja dari Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P kepada Brigjen TNI Mahfud, SE. M.Si di Mercure Hotel, Selasa (18/3). Lepas sambut ini bersamaan dengan buka puasa bersama.

Kegiatan ini digelar menyusul setelah dilakukannya Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danrem 032/Wirabraja yang dipimpin oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto, di Aula Balai Prajurit Makodam I/BB, Medan, Senin (17/3) lalu.

Brigjen TNI Mahfud yang sebelumnya menjabat Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat, resmi menjabat Danrem 032/Wirabraja menggantikan Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo yang mendapat tugas baru sebagai Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Wadan Seskoad).

“Alhamdulillah kami turut menghadiri lepas sambut Danrem 032/Wirabraja dari Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P kepada Brigjen TNI Mahfud, SE. M.Si.  Terima kasih dan apresiasi kepada Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo atas dedikasi dan prestasinya selama memimpin Korem 032/Wirabraja. Dan selamat datang kepada Brigjen TNI Mahfud,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS  FISQua.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy bersama unsur Forkopimda Sumbar, para pejabat utama di lingkup Korem 032/Wirabraja, sejumlah kepala daerah dan ketua DPRD kabupaten/kota se-Sumbar, dan undangan lainnya.

Dovy mengharapkan semoga Danrem 032/Wirabraja yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik dan sukses. “Dan kami siap membantu untuk kelancaran semua layanan khususnya bidang kesehatan di Sumatera Barat,” harap Dovy.

Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama sepuluh bulan menjabat sebagai Danrem 032/Wirabraja.

Sementara itu, Brigjen TNI Mahfud menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan program dan kebijakan baik yang telah dilakukan sebelumnya. “Kami siap meneruskan semua upaya yang telah dilakukan oleh Danrem 032/Wirabraja sebelumnya,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil akan Buka Pelayanan Poliklinik saat Cuti Bersama Lebaran

RSUP Dr. M. Djamil akan membuka layanan poliklinik selama cuti Lebaran di ruang transit IGD terhitung tanggal 2, 3, 4 dan 7 April 2025 mulai pukul 08.00-14.30. Poliklinik ini akan melayani kasus non-emergency baik pasien yang datang sendiri maupun rujukan.

“Selama cuti bersama Lebaran, RSUP Dr. M. Djamil akan membuka layanan poliklinik. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat dilayani,” kata  Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) saat Rapat Rutin Bersama Ketua KSM dan KPS di  Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Selasa (18/3).

Bestari menyebutkan poliklinik yang dibuka selama cuti bersama Lebaran yakni poliklinik bedah, anak, obgyn, penyakit dalam dan jantung. “Poliklinik yang tidak dibuka agar dapat mengosongkan jadwal dinas DPJP selama libur Lebaran,” tuturnya didampingi Manajer Pelayanan Medik dr. Nirza Warto, Sp.THT-KL (K).

Sumber daya terlibat, tuturnya, dokter spesialis (dinas oncall), dokter umum, petugas registrasi, dua orang perawat dan petugas farmasi. “Pelayanan poliklinik dilakukan oleh satu dokter umum, dua perawat, petugas registrasi, dan petugas farmasi,” ucap Bestari.

Bestari mengatakan untuk pelayanan IGD tetap buka 24 jam dan dilaksanakan oleh DPJP onsite (DPJP berada di IGD sesuai jadwal). Sehingga pelayanan dapat diberikan secara optimal. “Pengaturan dan peningkatan jumlah OK Cito selama cuti bersama Lebaran dilakukan oleh Instalasi Sentral Bedah. Dan pengaturan dan pelayanan kemoterapi dan hemodialisa selama cuti bersama Lebaran dilakukan oleh Instalasi Diagnostik Terpadu,” tutur Bestari. (*)

Penting Tidur Berkualitas, Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil bersama Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil mengadakan penyuluhan kelompok, Senin (17/3). Penyuluhan dalam rangka Hari Tidur Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Maret  ini membahas tentang Kesehatan Tidur yang disampaikan dr. Putri Sari Ivanny, Sp.THT-BKL.

“Ketika sibuk dengan tugas sehari-hari dan rutinitas yang padat, tidur sering kali menjadi yang pertama dikorbankan. Banyak dari kita menganggapnya sebagai waktu yang dapat dipotong untuk memberikan lebih banyak waktu bagi pekerjaan atau hiburan. Namun, apa yang sering diabaikan adalah bahwa tidur yang cukup adalah bagian integral dari kesehatan dan kesejahteraan kita,” kata dr. Putri Sari Ivanny, Sp.THT-BKL saat penyuluhan di Klinik THT-KL Lantai 3 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Ia mengatakan tidur berkualitas itu sangat penting. “Tidur berkualitas dapat memperkuat sistem imun, meningkatkan fungsi kognitif dan emosional, memperbaiki kondisi fisik dan menjaga kesehatan jantung dan metabolisme,” tuturnya.

Istri Sekko Padang ini menjelaskan tidur yang cukup memiliki dampak langsung pada kesehatan fisik. Pertama meningkatkan sistem kekebalan tubuh: tidur yang cukup membantu tubuh melawan infeksi. Kedua, pemulihan otot dan jaringan: tidur mendukung perbaikan sel dan pemulihan setelah aktivitas fisik. “Ketiga, pengaturan berat badan: tidur membantu mengatur hormon lapar,” sebutnya.

Tidur yang cukup, tuturnya, membantu kesehatan mental. Pertama, mengurangi stres dan depresi: tidur yang cukup membantu menstabilkan emosi dan suasana hati. Kedua keseimbangan emosional: kurang tidur dapat menyebabkan suasana hati yang tidak stabil. “Tidur yang cukup juga berdampak pada fungsi otak. Pertama, meningkatkan konsentrasi: tidur yang cukup membantu meningkatkan fokus dan produktivitas, kedua memori lebih baik: tidur mendukung konsolidasi memori dan pembelajara. Terakhir menurunkan risiko demensia: tidur yang baik dapat melindungi otak dari degenerasi,” paparnya.

Vanny menjelaskan durasi tidur yang ideal  berbeda-beda tergantung pada usia. Bagi dewasa 7-9 jam, remaja 8-10 jam serta anak-anak 9-12 jam. “Strategi untuk meningkatkan kesehatan tidur adalah menjaga pola tidur yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, menghindari stimulan sebelum tidur. Melakukan relaksasi sebelum tidur dan mengelola stres dengan baik,” ucap Vanny.

Ia mengatakan faktor yang mempengaruhi kesehatan tidur. Yakni faktor lingkungan berupa kebisingan, suhu, pencahayaan dan kenyamanan tempat tidur. Kemudian, faktor gaya hidup berupa pola makan, konsumsi kafein atau alkohol dan aktivitas fisik. Faktor psikologis berupa stres kecemasan, dan gangguan suasana hati. “Dan faktor medis berupa penyakit kronis, nyeri, dan gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea,” ucapnya.

Ia mengatakan dampak gangguan tidur terhadap kesehatan yakni peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik, penruunan fungsi kognitif dan daya ingat. “Kemudian gangguan kesehatan mental (depresi dan kecemasan) serta gangguan imunologi,” sebutnya.

Gangguan tidur yang umum, sebut Vanny, yakni insomnia adalah kondisi ketika seseorang kesulitan untuk tidur atau sering terbangun pada malam hari dan tidak bisa tidur kembali. Disebabkan oleh stres, kecemasan, depresi, gangguan fisik seperti nyeri tubuh atau masalah pencernaan, kebiasaan tidur yang buruk seperti terlalu banyak konsumsi kafein atau terlalu banyak menggunakan gadget sebelum tidur. “Gejala insomnia ini adalah kesulitan untuk tidur meskipun lelah, terbangun terlalu pagi atau sering terbangun saat tidur dan merasa lelah atau kurang energi sepanjang hari,” sebutnya.

Untuk mengatasi insomnia ini, tuturnya, tetapkan rutinitas tidur, ciptakan lingkungan yang tidur yang nyaman. “Kemudian kurangi stres,” ucapnya.

Selain insomnia, ungkap Vanny, gangguan tidur lainnya sleep apne. Adalah kondisi dimana pernapasan seseorang berhenti sementara saat tidur. Penyebabnya obesitas, kelainan fisik di saluran pernapasan (pembesaran amandel atau adenoid) serta faktor genetik atau masalah fisik lainnya yang menghalangi saluran pernapasan.

“Gejala sleep apnea ini yakni mendengkur keras bahkan terhenti sejenak. Terbangun dengan perasaan lelah meskipun sudah tidur cukup lama serta sering mengantuk di siang hari atau kelelahan yang berlebihan,” ujarnya seraya mengatakan mengatasinya dengan penurunan berat badan, penggunaan CPAP dan perubahan gaya hidup.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Lantik Pengawas dan Pengurus KKPRI

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua melantik pengawas dan pengurus Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil Periode 2025-2030. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pembacaan sumpah jabatan dan penyerahan apresiasi serta penghargaan kepada kepengurusan periode 2020-2025.

Kepengurusan KKPRI RSUP Dr. M. Djamil periode 2025-2030 yakni Ketua Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FisQua, Sekretaris Ns. Linda, S. Kep, Bendahara Irwan Utama, SE. Ketua I Edi Suwirman, SKM, MM, Ketua II Ns. Martalena, S. Kep, Koordinator Pengawas Mardiyanto, ST, MPH dan anggota Ns. Nofrizon, S.Kep dan Fera Karnita, S. Keb.

Direktur Utama sekaligus Pembina KKPRI RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua berharap pengurus yang dilantik dapat memajukan KKPRI RSUP Dr. M. Djamil ke depan lebih baik untuk bisa menyejahterakan anggota-anggota yang bergabung pada koperasi ini.

“Dan tentunya masih banyak yang bisa kita kerjakan. Karena koperasi ini wadah dari kegotongroyongan kita bersama. Dimana keinginan anggota koperasi bergabung dikarenakan bisa menyejahterakan anggota-anggotanya. Sehingga prinsip kegotongroyongan ini bisa kita wujudkan,” tutur Dovy.

Turut dihadiri Dewan Direksi RSUP Dr. M. Djamil dan pengurus dan anggota koperasi. Pada kesempatan itu juga diadakan sosialisasi perumahan baru bagi anggota koperasi dari PT Kinaya Highland.

Ia mengatakan mewakili dewan direksi dan sebagai pembina menginginkan pengurus koperasi yang baru beserta pengawas bisa melihat potensi-potensi apa saja yang dapat dikembangkan. Karena bagaimana pun juga terkait hal-hal yang mensupport program-program yang ada di RSUP Dr. M. Djamil ini bisa dilakukan kerja sama. “Kami berharap pengurus dan pengawas untuk bisa memapping agar koperasi ini lebih maju lagi,” harap Dovy. (*)

Bazar dan 1.000 Berkah Ramadhan Digelar, Turut Dukung UMKM dan Wujud Semangat Berbagi

Bazar dan 1.000 Berkah Ramadhan yang diadakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Dr. M. Djamil resmi digelar, Senin (17/3) hingga Jumat (21/3). Melalui bazar ini diharapkan tercipta atmosfer kebersamaan di bulan Ramadhan dan mendukung usaha mikro kecil dan menengah lokal serta memberi kesempatan kepada anggota DWP untuk berbagi dan beramal di bulan suci ini.

Diketahui, sebanyak 27 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut serta dalam bazar yang dilangsungkan di Taman Lantai 1 dan Lantai 2 (jembatan penyeberangan) Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Di antaranya songket dan sulam BundoNin, Vira Bordir, Rina Tupperware, Sulaman Ade,Hijab Mama3 Rajo, DWP, Manis Bordir, Amel. 

Bordir Mande, Ayesha Batik Tanah Liek, Yamafashion, Soraya Bedsheet, Zet&Chici Mira Songket, Yadhir Fashion dan Febri Store. Frismayeni Mukena, Batik Tanah Liek Hj. Wirda Hanim, Koperasi DW, Sulam Bayang, Pesona Songket dan Setia Pear

Di samping bazar, turut juga membagikan 1.000 paket Ramadhan. Paket Ramadhan tersebut diperuntukkan untuk tenaga kontrak, honor, security, pengantar orang sakit, cleaning service dan warga sekitar kurang mampu sekitar rumah sakit.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan ini mengajarkan kita untuk senantiasa berbagi, peduli, dan mempererat tali silaturahmi. Kegiatan Bazar dan Berbagi 1.000 Berkah Ramadhan ini merupakan wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian kita terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan.

Turut hadir Dewan Direksi RSUP Dr. M. Djamil, Ketua Dekranasda Kota Padang dr. Dian Puspita, Sp.JP, Ketua DWP Kota Padang Ny. dr. Vanny Andree Algamar, Sp.THT-BKL, Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil Ny Winanda Dovy serta pengurus, Ketua IIDI Padang Dr. dr. Rima Menkher, Mars, SP. KKLP serta tamu undangan. 

Melalui bazar ini, sebut Dovy, tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. “Akan tetapi juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang penuh makna,” ucapnya.

Dovy mengatakan selain itu, program berbagi 1.000 berkah Ramadhan ini menjadi bukti nyata bahwa kita sebagai keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil peduli terhadap masyarakat sekitar. “Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan saling berbagi kebahagiaan, serta memperoleh keberkahan yang tak terhingga dari Allah SWT. Semoga segala upaya dan amal baik kita diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh-Nya,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak. Baik bagi para pengunjung bazar, penerima manfaat program berbagi, maupun bagi semua yang terlibat dalam penyelenggaraannya.

“Mari kita jadikan momen Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Dan tentunya kami yakin dan percaya kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama,” ucap Dovy.

Ketua Dekranasda Kota Padang dr. Dian Puspita, Sp.JP mengatakan bazar Ramadhan yang digelar ini bukan hanya sekadar ajang jual beli. Akan tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial dan kebersamaan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya keluarga besar RSUP Dr. M. Djamil, pasien dan keluarga pasien untuk mendapatkan berbagai kebutuhan. Tentunya dengan harga yang terjangkau,” ucap Dian.

Selain itu, sebutnya, bazar ini menjadi ajang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) terutama ibu-ibu DWP untuk memasarkan produk unggulannya. “Dengan demikian turut akan berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tentu saja juga bagian dari upaya kita dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan juga warga sekitar,” tukasnya. (*)


Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari saat Berpuasa

Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. Akan tetapi juga bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kebiasaan hidup yang lebih baik. Ramadhan juga menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk mengurangi berat badan, membantu mengatasi masalah jantung, kolesterol, hingga tekanan darah tinggi.

Sayangnya, banyak orang masih melakukan kesalahan dalam pola makan dan kebiasaan selama berpuasa yang justru dapat mengurangi manfaatnya.

Nutrisionis RSUP Dr. M. Djamil Vegya Refindah Shoumi, S.Tr.Gz, RD memaparkan kesalahan-kesalahan umum yang sebaiknya dihindari selama menjalankan ibadah puasa. Pertama, makan berlebihan saat berbuka. Makan berlebihan justru bisa membebani sistem pencernaan, menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, hingga penambahan berat badan. Kebiasaan ini juga bisa mengurangi manfaat kesehatan dari puasa.

“Kedua, minum secara berlebihan saat sahur. Sahur memang sunnah dan penting untuk menjaga energi sepanjang hari. Namun, sering kali kita minum berlebihan karena takut dehidrasi saat puasa,” sebutnya.

Sayangnya, tuturnya, terlalu banyak minum dapat menyebabkan tubuh sering buang air kecil. “Ketika intensitas buang air kecil meningkat, tubuh kehilangan lebih banyak cairan, yang justru membuat kita lebih cepat merasa haus,” ucap Vegya.

Ketiga, sering makan yang manis dan gorengan saat berbuka puasa. Kita memang dianjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis-manis. Hal ini karena makanan dan minuman manis bisa menjadi sumber energi bagi tubuh, setelah seharian berpuasa. “Namun jangan melakukan kebiasaan ini terlalu sering, karena dapat menyebabkan lonjakan gula pada tubuh yang bisa meningkatkan risiko diabetes,” ungkapnya.

Ia mengatakan kebiasaan lain yang juga harus dihindari adalah mengonsumsi gorengan terlalu sering. “Gorengan mengandung lemak jenuh yang tidak baik bagi tubuh,” tukasnya. (*)

Wirid Mingguan RSUP Dr. M. Djamil Bahas Tentang Zakat

RSUP Dr M Djamil rutin mengadakan Wirid Mingguan di Masjid Asy Syifa kompleks rumah sakit setiap Jumat. Pada Jumat (14/3) ini, wirid mingguan menghadirkan ustad Zulfi Akmal, Lc, M.A yang membahas tentang Zakat.

“Zakat berasal dari bentuk kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan,” kata Ustad Zulfi Akmal, Lc, M.A.

Ia menjelaskan makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. “Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa,” sebutnya.

Ia menyebutkan Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat. Yaitu fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan. Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. “Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah,” sebut Zulfi Akmal.

Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya. Gharimin, mereka yang berutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya. “Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya. Dan Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah,” paparnya.

Secara umum zakat terbagi menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat Fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama. “Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. Dovy Djanas Sp.OG., KFM., MARS., FISQua mengatakan wirid mingguan ini menjadi tempat silaturahmi bersama civitas hospitalia. “Melalui wirid mingguan ini kita dapat memperoleh pengetahuan sehingga bisa mengisi atau me-recharge pikiran kita kembali sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Tandatangani Addendum Perjanjian Kerja Sama dengan Mitra Vendor

RSUP Dr. M. Djamil melakukan penandatanganan addendum perjanjian kerja sama tentang pemanfaatan alat laboratorium dengan metode pembelian reagen. Addendum kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dengan pimpinan mitra vendor.

“Alhamdulillah di bulan yang penuh rahmat ini kita bertemu dalam rangka penandatanganan addendum perjanjian kerja sama. Kami berharap kerja sama yang dibangun ini dapat berjalan dengan baik tentunya,” kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, dan manajer serta asisten manajer serta pimpinan mitra vendor.

Ia mengatakan RSUP Dr. M. Djamil terus melihat bagaimana proses bisnis ini bisa lebih baik lagi. Semua mitra vendor juga melihat RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit yang boleh melakukan kerja sama dengan prinsip saling menguntungkan.  “Memang kami bagian dari Badan Layanan Umum (BLU) tidak mengejar profit. Tetapi kita mendapatkan keuntungan itu hanya untuk subsidi. Dalam arti kata efisiensi dan produktivitas,” ucap Dovy.

Ia menegaskan dengan perjanjian kerja sama tentu perlu dukungan dari mitra vendor. Karena rumah sakit perlu tumbuh dan perlu peningkatan layanan. “Jika dilihat kondisi saat ini tidak baik-baik saja. Hal ini sekaitan dengan kebijakan pemerintah pusat akan efisiensi anggaran. Meski efisiensi, namun tidak mengurangi mutu layanan,” tukas Dovy.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45