Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia terus diwujudkan oleh RS M. Djamil. Salah satunya melalui dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ilmiah Padang Metabolic Endocrinology Enhancement Towards Nations & Globalwide IV (Padang MEETING IV) dan Padang Thyroid Conference IV (PTC IV) Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (20/6).
Direktur Utama RS M. Djamil diwakili oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, yang hadir sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Acara ini menjadi wadah strategis bagi para tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memperbarui pengetahuan serta memperkuat kolaborasi dalam bidang penyakit metabolik, endokrin, diabetes, dan gangguan tiroid.
Dalam sambutannya, dr. Maliana, M.Kes menyampaikan penyelenggaraan Padang MEETING IV dan PTC IV memiliki arti penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks seiring meningkatnya kasus penyakit metabolik dan endokrin di masyarakat.
“Kegiatan ini memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperluas wawasan ilmiah, serta memperkuat kolaborasi antarprofesi dalam menghadapi tantangan penyakit metabolik, endokrin, diabetes, dan gangguan tiroid yang terus berkembang. Melalui forum ilmiah ini, kita berharap dapat memperoleh pembaruan ilmu pengetahuan, berbagi pengalaman klinis, serta menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar dr. Maliana.
Ia menambahkan tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas, tidak hanya bagi kemajuan kesehatan di tingkat nasional tetapi juga pada level global. “Tema yang diusung pada kegiatan ini mencerminkan semangat untuk terus berkembang dan berkontribusi tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga global. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, berdiskusi secara aktif, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring profesional yang produktif,” katanya.
dr. Maliana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk para narasumber yang berasal dari berbagai institusi dan bidang keahlian. “Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu serta pengalaman terbaiknya. Semoga seluruh materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia,” tuturnya.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah seperti ini, sebutnya, RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan nasional yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. “Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya layanan kesehatan yang semakin berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan pasien,” tegasnya.
Kegiatan ilmiah ini menghadirkan berbagai sesi diskusi, simposium, dan pemaparan perkembangan terbaru terkait diagnosis, tata laksana, serta inovasi dalam penanganan penyakit metabolik, endokrin, diabetes, dan gangguan tiroid. Forum tersebut juga menjadi sarana bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit, organisasi profesi, dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah.
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ilmiah yang secara konsisten menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan keilmuan bagi tenaga kesehatan. “Perkembangan ilmu kedokteran yang sangat cepat menuntut seluruh tenaga kesehatan untuk terus memperbarui kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan berbasis bukti ilmiah,” ucapnya.
Ia berharap Padang MEETING IV dan PTC IV dapat menjadi forum yang produktif dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pelayanan kesehatan. “Dan diharapkan sekaligus menghasilkan berbagai gagasan serta inovasi yang dapat diterapkan dalam praktik klinis guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” harap dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D.(*)