RSUP Dr. M. Djamil Ditunjuk Kemenkes Jadi Pengampu Laparoskopi Nasional

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan komitmen kuatnya untuk merevolusi layanan bedah di Tanah Air dengan memperluas jangkauan teknik bedah minimal invasif atau laparoskopi ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Teknik yang hanya menggunakan sayatan kecil ini dinilai mampu mengurangi risiko morbiditas dan mempersingkat masa rawat inap pasien, menggantikan metode bedah konvensional yang masih dominan.

Penegasan ini disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Colorectal Fellowship Endo-Laparoscopy Fellowship and Endoscopy Workshop di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (28/11).

Dalam paparannya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan langkah awal penyebarluasan teknik laparoskopi ini akan difokuskan pada empat jenis kasus bedah yang paling banyak terjadi di masyarakat. “Sebelum disebarluaskan, kita pelajari dulu apa yang paling banyak terjadi di masyarakat,” ujar Menkes.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan kerja sama antara RSUP Dr. M. Djamil dengan PT Olympus Singapore Ltd dan PT Olympus Medical Indonesia. Kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan President Director PT Olympus Medical Indonesia Koji Onda.

Dan penandatanganan kerja sama Fellowship Endo-Laparoscopic antara RSUP Dr. M. Djamil dan Kolegium Bedah. Kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Ketua Kolegium Bedah dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes. Kedua penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS.

Turut hadir pejabat utama Kementerian Kesehatan RI, anggota DPR RI Ade Rezki Pratama, jajaran Dewan Pengawas dan Direksi RSUP Dr. M. Djamil, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D, Ketua PDRPI Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, Ketua Pengampuan Laparoskopi Dr. dr. M. Iqbal Rivai, Sp.B, Subsp.BD (K), para guru besar, konsultan, serta ahli bedah digestif dari berbagai pusat layanan dan pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Jika di rangking, sebutnya, yang paling banyak adalah kasus kantung empedu dengan sekitar 250 ribu kasus per tahun. Kedua, usus buntu dengan 150 ribu kasus. Ketiga, hernia dengan 70-80 ribu kasus, dan yang keempat adalah kasus-kasus kandungan.

Menkes menyoroti 60 hingga 80 persen dari empat kasus utama ini di Indonesia masih dilakukan dengan teknik kuno atau sayatan terbuka. Prosedur lama ini memiliki risiko morbiditas yang tinggi dan memerlukan length of stay (masa rawat inap) yang panjang di rumah sakit. “Oleh karena itu, kita bertekad memperluas layanan laparoskopi,” tegasnya.

Untuk merealisasikan target ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menunjuk RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pengampu untuk melatih dokter-dokter di 514 kabupaten/kota di Indonesia. “Saya harapkan RSUP Dr. M. Djamil dapat mengampu 514 kabupaten kota di Indonesia agar bisa melakukan layanan laparoskopi khusus untuk empat kasus tersebut,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Menkes memuji kesiapan dan kontribusi RSUP Dr. M. Djamil, menyebut dua alasan utama penunjukan. Yakni RSUP Dr. M. Djamil telah menjadi pusat fellowship kolorektal, menjadikannya rumah sakit yang terbukti memiliki tenaga ahli dalam layanan laparoskopi dan mampu melatih dokter-dokter bedah di seluruh negeri. “Kedua rumah sakit ini memiliki lima dokter bedah digestif yang mau berbagi ilmu ke seluruh dokter bedah di Indonesia,” ungkap Menkes.

Menkes memastikan upaya perluasan layanan ini akan didukung penuh dari sisi fasilitas dan anggaran. “Nantinya di tahun 2026 dan 2027, satu rumah sakit di tiap 514 kabupaten/kota ini akan mendapatkan peralatan set layanan laparoskopi dari Kementerian Kesehatan RI,” janji Menkes seraya mengatakan dengan demikian, pengadaan alat akan diikuti dengan pengampuan sumber daya manusia.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran sentral RSUP Dr. M. Djamil, Kemenkes memberikan bonus anggaran signifikan. “Sebagai bonus, rumah sakit ini akan dikasih anggaran Rp 500 miliar untuk gedung baru,” ungkap Menkes.

Selain itu, Menkes juga menyampaikan pesan khusus terkait penggunaan anggaran tersebut untuk pengembangan pendidikan. “Saya titip bangun laboratorium yang bagus untuk Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) FK Unand sehingga mereka bisa melakukan penelitian lebih baik,” pintanya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan pendirian Endo-Laparascopy Education and Training Center ini merupakan bukti nyata dari upaya bersama dalam memenuhi amanat UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. “Dengan adanya pusat pelatihan ini, kita berharap aksesibilitas layanan minimal invasif di Sumbar dan sekitarnya semakin merata, kualitas SDM kesehatan kita semakin kompetitif serta RSUP Dr. M. Djamil semakin kokoh posisinya baik sebagai Rumah Sakit Rujukan maupun Rumah Sakit Jejaring Pengampu dan Rumah Sakit Pendidikan,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh pihak baik dari Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, lembaga pendidikan hingga industri kesehatan untuk terus memperkuat kolaborasi. “Fasilitas ini harus kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan secara maksimal demi kepentingan masyarakat,” harap Mahyeldi.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM MARS, FISQua, mengatakan hadirnya Endo-Laparoscopy Education and Training Center menjadi salah satu tonggak penting dalam roadmap pengembangan Center of Excellence di RSUP Dr. M. Djamil.
RSUP Dr. M. Djamil mengambil posisi strategis dalam perubahan ini. “Melalui pusat pelatihan yang kita luncurkan hari ini, kami ingin memastikan bahwa Sumatera Barat dan Indonesia bagian tengah-barat tidak tertinggal dalam era bedah modern,” tuturnya.

Ia percaya bahwa operasi minimal invasive, endoskopi, dan laparoskopi adalah masa depan pelayanan bedah modern, lebih cepat, lebih aman, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. “Ini sejalan dengan menghadirkan layanan dan pendidikan sesuai dengan standar global,” tegas Dirut. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Jalin Kerja Sama Pelayanan JKK dengan BPJS Ketenagakerjaan

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui berbagai kolaborasi strategis. Kali ini, upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Padang. Kerja sama yang terjalin ini berfokus pada pelayanan kesehatan bagi peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Penandatanganan PKS ini dilangsungkan di The ZHM Premiere Hotel Padang pada Kamis (27/11). Dalam acara tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil diwakili oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo. Sementara dari pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, perjanjian ditandatangani oleh Kepala Cabang, Husaini.

“Kami menyambut baik kerja sama ini. RSUP Dr. M. Djamil memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah. Dengan adanya perjanjian kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, kami berharap dapat memastikan bahwa peserta Jaminan Kecelakaan Kerja dapat menerima pelayanan kesehatan terbaik, cepat, dan terpadu tanpa hambatan,” kata Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Ia juga menambahkan kerja sama ini sejalan dengan visi RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi institusi kesehatan yang responsif dan mampu mendukung program jaminan sosial nasional. “Ketersediaan fasilitas dan tenaga medis spesialis di RSUP Dr. M. Djamil akan sangat menunjang keberhasilan program JKK ini,” ungkapnya didampingi Manajer Timker Hukum dan Humas Nova Afriani.

Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, kerja sama ini memberikan kepastian akses terhadap fasilitas kesehatan rujukan yang berkualitas tinggi. “Kecelakaan kerja seringkali membutuhkan penanganan yang kompleks, dan RSUP Dr. M. Djamil siap dengan keahlian serta peralatan memadai, termasuk layanan unggulan seperti trauma center,” tegasnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Padang Husaini, juga menegaskan kerja sama ini adalah bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada pekerja.

“Tujuan utama kami adalah memberikan perlindungan maksimal. Dengan menggandeng RSUP Dr. M. Djamil, kami memastikan bahwa setiap pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja mendapatkan penanganan medis yang optimal hingga sembuh dan dapat kembali produktif,” jelas Husaini.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Hibah Barang Fleming Fund, Perkuat Laboratorium dan Mutu Pelayanan Kesehatan

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, kembali menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanggulangan isu kesehatan Antimicrobial Resistance (AMR). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan resmi dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Barang dari Fleming Fund.

Hibah ini secara ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas Laboratorium Mikrobiologi rumah sakit, menjadikannya garda terdepan dalam upaya pengendalian dan penanggulangan AMR di wilayah regional Sumatera.

Proses serah terima ini ditandai dengan kunjungan Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI ke RSUP Dr. M. Djamil. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini memiliki dua agenda. Yakni penandatanganan BAST Hibah Barang Fleming Fund dan pelaksanaan On The Job Training (OJT) Laboratorium.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kesehatan. “Suatu kebanggaan bagi kami, RSUP Dr. M. Djamil, dapat menjadi salah satu Satuan Kerja (Satker) yang menerima Hibah Barang ini,” ujar Dovy dalam sambutannya.

Ia berharap dengan adanya barang tersebut, yang meliputi berbagai peralatan dan sarana prasarana laboratorium, nantinya dapat memajukan dan meningkatkan Pelayanan kepada masyarakat secara signifikan. “Dukungan sarana dan prasarana dari Fleming Fund ini akan menjadi katalisator bagi rumah sakit untuk mengoptimalkan layanan diagnostik, terutama yang berkaitan dengan penyakit infeksi dan resistensi antimikroba, yang merupakan isu kesehatan global yang mendesak,” ucapnya.

Kegiatan penandatanganan BAST, tuturnya, merupakan langkah formal yang menandai penyerahan tanggung jawab barang hibah dari Kemenkes kepada pihak rumah sakit. Selain BAST, tim Kemenkes RI juga melakukan OJT Laboratorium. “Pelatihan di tempat kerja ini bertujuan memastikan bahwa seluruh petugas dan tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan peralatan baru tersebut memiliki kompetensi teknis yang memadai,” sebutnya.

Penguatan laboratorium mikrobiologi ini, tambah Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, sejalan dengan program nasional Kementerian Kesehatan untuk memperkuat jejaring laboratorium rujukan di Indonesia dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba dan penyakit menular lainnya. RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit vertikal Kemenkes dan rujukan utama di region Sumatera, memegang peran sentral dalam jaringan ini.

“Pihak RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk memanfaatkan hibah ini seoptimal mungkin demi tercapainya standar mutu pelayanan kesehatan rujukan yang lebih tinggi, serta berkontribusi aktif dalam program pengendalian AMR di Indonesia,” harap Luhur Joko Prasetyo.

Pada kesempatan itu, tim terdiri dari Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Tim Kerja Akuntansi dan BMN Setditjen Kesehatan Lanjutan, dan Tim Fleming Fund Country Grand to Indonesian meninjau peralatan yang dihibahkan ke Laboratorium Sentral. Peninjauan ini memastikan barang-barang hibah telah terpasang dan siap digunakan untuk meningkatkan kualitas diagnostik infeksi dan AMR di rumah sakit.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Adakan Workshop Optimalisasi Kinerja Alkes Dräger

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah proaktif dalam peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. Ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Workshop Optimalisasi Kinerja Alat Kesehatan dengan Aksesoris dan Bahan Habis Pakai (BHP) Original Dräger dan Seminar/Simposium Cakupan Lokal Building the Operating Room of The Future Innovation, Integration and Impact di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Selasa (25/11).

Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menegaskan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia terus didorong oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis di tahun 2025.

“Termasuk penguatan infrastruktur, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan pemenuhan standar keselamatan pasien. Salah satu fokus utama adalah peningkatan mutu dan keselamatan di kamar operasi, mengingat area ini merupakan titik kritis dalam pelayanan rumah sakit,” ujar dr. Maliana.

Workshop ini dihadiri Manajer Diklat Ns. Venny Dwita Zola Anwar, S.Kep, Asisten Manajer Pelatihan Ns. Rihaliza, S.Kep, M.Kep, Distrik Manager PT Draeger Medical Indonesia Sumatera Devi Cordi Asdo Hutagalung, dokter anestesi, perawat anestesi, dan teknisi elektromedik.

Menghadirkan narasumber yakni Dr. dr. Dedy Kurnia, Sp.An-TI, Subsp. TI (K), Dr. dr. Beni Indra, Sp.An-TI, Ns. Martalena, S.Kep (Komite PPI), Noviyanti Hasugian (HCA Dräger) DMI–PT AGA, Ns. Mimi Febrianny, S.Kep, Adimas dan Rezi (Service Dräger).

Ia juga menyoroti tantangan krusial yang dihadapi di kamar operasi. Area ini, menurutnya, sangat menentukan keberhasilan tindakan serta keselamatan pasien. “Di kamar operasi, tingkat efisiensi, sterilisasi, dan integrasi teknologi sangat menentukan keberhasilan tindakan serta keselamatan pasien. Tantangan seperti infeksi nosokomial, keterlambatan prosedur, kurangnya sinkronisasi peralatan, hingga penggunaan aksesoris non-original masih menjadi isu yang sering ditemui dan dapat mengancam kualitas layanan,” sebut dr. Maliana.

Melihat kebutuhan mendesak untuk mengatasi isu-isu tersebut, RSUP Dr. M. Djamil menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Kinerja Alat Kesehatan dengan Aksesoris & BHP Original Dräger. Fokus utama dari workshop ini adalah mengedukasi peserta mengenai dampak kualitas komponen dan aksesoris terhadap keselamatan pasien.

“Keselamatan pasien dipengaruhi oleh kualitas komponen dan aksesoris alat kesehatan. Penggunaan aksesoris non-original dapat menimbulkan ketidakcocokan, kerusakan alat, alarm palsu, bahkan risiko klinis bagi pasien,” jelasnya.

dr. Maliana menekankan Dräger, sebagai pemimpin global di bidang teknologi medis, telah mengembangkan aksesoris yang teruji dan tersertifikasi untuk perangkat vital seperti ventilator, mesin anestesi, dan patient monitor. “Melalui workshop ini, kita memperoleh edukasi tentang pentingnya aksesoris original dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien,” tuturnya.

Kegiatan kedua adalah Seminar/Simposium Cakupan Lokal –Building the Operating Room of The Future Innovation, Integration and Impact. Simposium ini membuka wawasan civitas hospitalia tentang tren dan perkembangan teknologi mutakhir dalam desain dan operasional kamar operasi.

“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman civitas hospitalia tentang arah pengembangan OR masa depan dan implementasi teknologi yang mendukung efisiensi serta keselamatan pasien,” harap dr. Maliana.

Dengan terlaksananya kedua kegiatan ini, tuturnya, RSUP Dr. M. Djamil mempertegas komitmennya untuk tidak hanya mengikuti standar pelayanan kesehatan nasional. “Tetapi juga mengadopsi inovasi teknologi terkini untuk mewujudkan layanan kesehatan yang optimal dan berfokus pada keselamatan pasien,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Webinar Lokal Ungkap Bahaya Sindrom Metabolik Akibat Budaya Kerja

Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil, rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini menggelar Webinar Lokal bertajuk Kenali dan Cegah Sindrom Metabolik Akibat Budaya Kerja di Rumah Sakit. Kegiatan ini diprakarsai oleh Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3RS) ini menjadi wujud komitmen nyata manajemen dalam meningkatkan derajat kesehatan seluruh pegawainya.

“Webinar ini dinilai tepat sasaran dan relevan dengan situasi kesehatan tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit saat ini, mengingat tingginya beban kerja dan tantangan pola hidup yang dihadapi sehari-hari. Beban kerja yang tinggi, pola makan tidak teratur, stres, kurang tidur, serta pola kerja shift secara terus-menerus menjadikan tenaga kesehatan sangat rentan mengalami sindrom metabolik,” kata Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes.

Sindrom metabolik sendiri didefinisikan sebagai sekumpulan kondisi yang meliputi obesitas sentral, hipertensi, resistensi insulin, dislipidemia (kolesterol dan trigliserida abnormal), dan hiperglikemia (gula darah tinggi). Kondisi ini seringkali bersifat asimtomatik atau tanpa gejala yang jelas di awal, namun memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar.

“Kondisi ini merupakan cikal bakal yang meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke, hingga beberapa jenis kanker,” tambahnya, menegaskan pentingnya deteksi dini dan tindakan pencegahan.

Sebagai upaya konkret peningkatan kesehatan pegawai, RSUP Dr. M. Djamil secara berkala telah melakukan pemeriksaan kebugaran bagi seluruh personel. Pemeriksaan ini mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium berupa gula darah dan kolesterol.

Namun, hasil pemeriksaan kebugaran pegawai untuk Triwulan II tahun 2025 menunjukkan adanya risiko kesehatan yang perlu ditangani secara serius dan segera. Yakni 59,3 persen pegawai memiliki kadar kolesterol di atas normal, 39,1 persen mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi). Kemudian 19,8 persen memiliki kadar gula darah di atas normal dan 47,9 persen memiliki IMT (Indeks Massa Tubuh) di atas normal. “Data statistik ini menjadi pengingat yang kuat bagi seluruh pihak bahwa masalah kesehatan terkait pola kerja ini harus menjadi fokus utama. Sekaligus memperkuat budaya kerja sehat di seluruh unit pelayanan,” tegas dr. Maliana.

Ia berharap webinar ini dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pencegahan sindrom metabolik. “Dan mendorong perubahan budaya kerja menuju pola hidup yang lebih sehat, aktif, dan produktif,” harapnya.

Webinar yang berlangsung hingga besok (26/11) ini menghadirkan jajaran narasumber ahli di bidangnya yang berasal dari internal RSUP Dr. M. Djamil. Mereka berbagi pengetahuan tentang aspek klinis, pencegahan, dan manajemen sindrom metabolik. Para narasumber tersebut adalah dr. Alexander Kam, Sp.PD, M.Sc FINASIM, dr. Gunawan Septa Dinata, Sp.S, dr. Dewi Susanti Febri, M.Biomed, Sp.GK, dr. Deka Viotra Kamaruddin, Sp.PD-KGH, Harisman, S.Si, Apt, Sp.FRS dan Katherina Welong, SKM, MARS, FISQua, CHRA.

Melalui kolaborasi para pakar ini, tuturnya, diharapkan peserta webinar terutama para pegawai RSUP Dr. M. Djamil mendapatkan bekal pengetahuan yang komprehensif untuk mendeteksi dini risiko pada diri sendiri dan rekan kerja. “Termasuk menerapkan strategi pencegahan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari, demi terwujudnya tenaga kesehatan yang prima dan produktif,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Genap Berusia 72 Tahun, Komitmen SDM Unggul, Layanan Bermutu

Tak terasa, RSUP Dr. M. Djamil kini genap berusia 72 tahun. Momen berharga ini, yang sejatinya jatuh pada 23 November 2025, dirayakan dengan penuh makna bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.Perayaan sederhana namun khidmat digelar pada Senin (24/11) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi, dihadiri oleh jajaran direksi, manajemen, mitra perbankan, dan seluruh civitas hospitalia.

Prosesi perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Ketua DWP RSUP Dr. M. Djamil, Ny. Winanda Dovy, dan jajaran direksi, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd serta mitra perbankan memimpin ritual simbolis ini sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang rumah sakit.

Dalam sambutannya, Dovy Djanas menyatakan perayaan HKN ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil merupakan momentum yang berharga untuk merayakan pencapaian dan dedikasi seluruh insan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Peringatan tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa. Hari Kesehatan Nasional, yang jatuh pada tanggal 12 November, mengingatkan kesehatan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Sementara itu, ulang tahun ke-72 RSUP Dr. M. Djamil pada 23 November, menandai perjalanan panjang rumah sakit kita sebagai institusi pelayanan kesehatan rujukan utama di Sumatera Bagian Tengah,” ucapnya.

Perayaan HUT turut dihadiri civitas hospitalia RSUP Dr. M. Djamil. Pada kesempatan itu juga ditayangkan video dokumenter Dr. Mohammad Djamil karya mahasiswa UPI YPTK Yafis Mulianda. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil beserta dewan direksi menyerahkan penghargaan kepada Yafis Mulianda atas karya video dokumenternya. Sekaligus penyerahan hadiah pemenang Patient Safety Award.

Mengangkat tema “SDM Unggul, Layanan Bermutu, RSUP Dr. M. Djamil Padang Tumbuh dan Menginspirasi,” Direktur Utama menjelaskan tema ini mencerminkan keinginan kuat untuk benar-benar menjadi institusi kesehatan yang memberdayakan sumber daya manusia (SDM), meningkatkan mutu layanan, dan memberikan inspirasi.“Bukan hanya bagi pegawai, tetapi juga bagi masyarakat, mitra kerja, dan seluruh ekosistem kesehatan,” tegasnya.

Dovy Djanas berharap, momentum ini dapat mendorong seluruh staf untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya kerja yang berAKHLAK dan senantiasa berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

“Harapan saya, dengan bertambahnya usia, RSUP Dr. M. Djamil Padang semakin kuat, semakin kompeten, dan semakin dipercaya masyarakat. Kita ingin hadir bukan sekadar sebagai rumah sakit besar, tetapi sebagai rumah sakit yang benar-benar menjadi role model, inspirasi, dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat,” ungkapnya.

Senada dengan Direktur Utama, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian sekaligus Ketua Panitia HUT, dr. Maliana, M.Kes, mengungkapkan peringatan HKN ke-61 dan HUT ke-72 tahun ini dilaksanakan secara sederhana dan efisien. “Ini merupakan momentum penting untuk memperkuat semangat pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mempererat kebersamaan seluruh insan RS,” ujar dr. Maliana.

Ia menambahkan, semangat dari kesederhanaan ini adalah mengalihkan pembiayaan kegiatan seremonial menjadi dukungan untuk perbaikan fasilitas rumah sakit yang dinilai akan lebih bermanfaat bagi pasien dan tenaga kesehatan.

Meski diperingati secara sederhana, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan untuk menyambut hari jadi ini, menunjukkan komitmen RSUP Dr. M. Djamil pada pelayanan dan peningkatan kualitas. Di antaranya Upacara HKN ke-61, tabur bunga di makam Dr. Mohammad Djamil, pengabdian masyarakat berupa donor darah, pap smear, dan cek dasar kesehatan. Patient Safety Award yang dibagi dalam kategori Unit Paling Responsif Terhadap Insiden dan kategori Inovasi Pencegahan Insiden. Berbagai kegiatan webinar untuk peningkatan kompetensi.

“Melalui pelaksanaan HKN dan HUT RSUP Dr. M. Djamil tahun 2025 yang mengutamakan efisiensi, diharapkan semangat kebersamaan, pengabdian, dan profesionalisme seluruh insan RS semakin meningkat. Komitmen ini menjadi wujud nyata bahwa setiap langkah dan biaya yang dikeluarkan diarahkan sepenuhnya untuk kemaslahatan pelayanan dan peningkatan fasilitas rumah sakit demi masyarakat,” tegasnya.(*)

Perkuat Pendidikan dan Layanan, RSUP Dr. M. Djamil Sambut Kunjungan Ilmu Bedah Saraf FK UI-RSCM

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan perannya sebagai rumah sakit pendidikan utama dan pusat rujukan regional melalui penerimaan kunjungan dari akademisi dan praktisi terkemuka. Pada Jumat (21/11), RSUP Dr. M. Djamil mendapat kunjungan dari Ketua Program Studi dan Kepala Departemen Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI)-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Rombongan yang dipimpin Ketua Departemen Ilmu Bedah Saraf FK UI-RSCM Dr. dr. Setyo Widi Nugroho, Sp.BS, Subsp.N-Vas (K) dan Ketua Program Studi Spesialis Ilmu Bedah Saraf Dr. dr. Renindra Ananda Aman, Sp.BS (K) ini disambut oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes beserta jajaran manajemen di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan ini selain sebagai ajang silaturahmi yang mempererat hubungan baik antar institusi, juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin selama lima bulan terakhir dalam Program Studi Ilmu Bedah Saraf.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas kunjungan tersebut. Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK UI-RSCM merupakan langkah strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di bidang bedah saraf.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Kerja sama yang sudah berjalan lima bulan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk menjadi center of excellence tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam pendidikan. Kolaborasi ini sangat krusial untuk mencetak dokter spesialis bedah saraf yang kompeten,” ujar dr. Maliana.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Program Studi Ilmu Bedah Saraf FK UI-RSCM telah mengirimkan peserta didik untuk menjalani stase pendidikan di Padang. Saat ini, dua orang Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah Saraf FK UI-RSCM tengah menjalani stase pendidikan mereka di RSUP Dr. M. Djamil. Selama stase dua bulan, para PPDS ini mendapatkan pengalaman klinis yang sangat berharga.

“RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan wilayah Sumatera bagian tengah, secara rutin menangani berbagai kasus bedah saraf yang beragam dan kompleks. Tingginya volume dan kompleksitas kasus ini menjadi keunggulan utama yang didapatkan oleh para peserta didik. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pasien dan kasus-kasus klinis yang jarang ditemukan di rumah sakit lain,” ungkapnya.

Kerja sama yang solid antara RSUP Dr. M. Djamil dan FK UI-RSCM ini tidak hanya berdampak positif pada ranah pendidikan kedokteran spesialis. Tetapi yang paling utama adalah semakin memperkuat layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan adanya transfer ilmu, pengalaman, dan teknologi melalui program stase dan kerja sama ini, diharapkan kualitas dan kapasitas layanan Bedah Saraf di RSUP Dr. M. Djamil semakin meningkat. Hal ini akan memastikan bahwa masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Tengah dan sekitarnya dapat mengakses layanan bedah saraf berkualitas tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat ibukota,” harap dr. Maliana.

Kunjungan yang berakhir dengan diskusi ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah kerja sama selanjutnya, memperluas cakupan kolaborasi, dan secara berkelanjutan meningkatkan mutu pendidikan serta pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sambut Tim PPK BLU Kemenkeu, Perkuat Sinergi Pengelolaan Badan Layanan Umum

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Tim Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU) Kementerian Keuangan di Ruang Rapat Direksi pada hari Kamis (20/11). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara rumah sakit sebagai Satuan Kerja (Satker) BLU dengan pihak pembina.

Rombongan dari Direktorat PPK BLU yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Tarif, Remunerasi, dan Informasi BLU, Edy Santoso, disambut jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil. Turut hadir menyambut adalah Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan manajemen.

Sementara rombongan Direktorat PPK BLU yakni Kasi Peraturan dan Standardisasi Teknis BLU I Rolly Indra, Pelaksana Subchan Noorsyahid dan Dwi Febtiana.

Dalam sambutannya, Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo, menekankan kunjungan dari Tim PPK BLU ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang baik antara Satker BLU, dalam hal ini rumah sakit, dengan pihak pembina dari Direktorat PPK BLU Kementerian Keuangan.

“Pertemuan hari ini bagi kami merupakan momentum bagaimana rumah sakit M. Djamil semakin meningkat dalam pengelolaan BLU-nya untuk masa yang akan datang,” ujar Luhur Joko Prasetyo.Ia menambahkan pengelolaan BLU pada rumah sakit tidak hanya berfokus pada aspek keuangan semata.

Lebih jauh lagi, pengelolaan BLU mencakup aspek-aspek teknis lainnya yang esensial bagi operasional dan pelayanan rumah sakit. Yakni SDM, pengelolaan aset, dan pelayanan masyarakat. “Kepuasan masyarakat menjadi tolok ukur utama keberhasilan rumah sakit dalam mengelola manajemen sebagai bagian integral dari pengelolaan BLU. Pelayanan prima menjadi manifestasi dari tata kelola BLU yang baik,” harapnya.

Ia berharap pertemuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perumusan strategi masa depan RSUP Dr. M. Djamil Padang. “Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang sinergi, untuk merumuskan masa depan RSUP Dr. M. Djamil Padang yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berdampak bagi kesehatan masyarakat,” ucap Luhur Joko Prasetyo.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara RSUP Dr. M. Djamil dengan Direktorat PPK BLU, tuturnya, diharapkan rumah sakit ini dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan BLU-nya. “Tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga pada aspek operasional, SDM, dan aset, yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, tim Direktorat PPK BLU didampingi jajaran manajemen melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pelayanan rumah sakit. Termasuk Klinik Istano dan Poliklinik Eksekutif, untuk melihat secara langsung implementasi layanan dan pengelolaan aset yang telah berjalan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis, Ajak Wanita Deteksi Dini Kanker Serviks

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam pencegahan penyakit dengan menggelar program pemeriksaan Pap Smear gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi sejak tanggal 17 hingga 21 November 2025.

Program skrining kanker serviks ini merupakan rangkaian perayaan International Day Patologi Anatomi, Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil.

Dalam kesempatan tersebut, Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP, menjelaskan pentingnya deteksi dini, khususnya untuk kanker serviks. “Kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua dari semua kanker yang menyerang wanita secara global. Di Indonesia, penyakit ini masih menjadi ancaman serius,” jelas dr. Zulda.

Ia menambahkan, kanker serviks adalah kondisi dimana sel-sel abnormal tumbuh di leher rahim atau serviks. Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten dari Human Papillomavirus (HPV), suatu infeksi menular seksual yang umum.

“Kanker serviks sangat berbahaya karena seringkali tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Ketika gejala muncul, biasanya kanker sudah berada pada stadium lanjut dan sulit diobati. Gejala yang umum ditemukan pada stadium lanjut termasuk pendarahan vagina yang abnormal (di luar masa menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause), nyeri panggul, dan keputihan yang tidak biasa,” terang dr. Zulda.

Salah satu pemeriksaan yang paling efektif mengurangi angka kematian akibat kanker serviks adalah Pap Smear (Papanicolaou Smear). Pap Smear adalah prosedur skrining dengan mengambil sampel sel-sel dari leher rahim untuk dianalisis di laboratorium. “Sampel ini kemudian untuk mendeteksi adanya perubahan sel yang abnormal, infeksi HPV, atau keberadaan sel prakanker dan kanker,” sebutnya.

Ia menyebutkan manfaat pemeriksaan pap smear yakni deteksi dini kanker serviks, pencegahan kanker serta meningkatkan kesadaran kesehatan wanita. “Umumnya, Pap Smear dianjurkan bagi wanita yang telah berusia 21 tahun ke atas, atau wanita yang sudah aktif secara seksual. Frekuensi pemeriksaan bervariasi, biasanya setiap 3-5 tahun sekali, tergantung riwayat kesehatan dan usia,” paparnya.

Dengan adanya kesempatan pemeriksaan Pap Smear gratis ini, dr. Zulda Musyarifah mengajak seluruh wanita di Padang dan sekitarnya untuk memanfaatkan program ini. “Jangan tunggu sampai muncul gejala! Kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi dini. Melalui pemeriksaan Pap Smear gratis yang kami sediakan ini, kami berharap tidak ada lagi wanita yang terlambat tertangani,” tegasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil jadi Narasumber di FeMACS, Paparkan Dukungan Manajemen Pengembangan Fetal Center

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menunjukkan komitmennya dalam pengembangan layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Ia didaulat menjadi narasumber dalam ajang  Fetal Medicine Advanced Course (FeMACs) yang diselenggarakan di Waron Hospital Surabaya, selama dua hari pada 19-20 November 2025.

Dalam forum yang dihadiri oleh para spesialis kebidanan dan kandungan se-Indonesia, Dirut memaparkan materi tentang Hospital Management Support To Develop Fetal (Therapy) Center. Materi yang disampaikan Dirut berfokus pada pentingnya dukungan manajemen rumah sakit dalam mengembangkan layanan terapi janin yang komprehensif.

“Pengembangan Fetal Center yang berfungsi optimal dan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar keahlian klinis. Harus ada keselarasan antara visi pimpinan, alokasi sumber daya yang tepat, dan manajemen risiko yang terukur,” ujar Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Dalam paparannya, Dovy menggarisbawahi beberapa pilar utama dukungan manajemen yang telah diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil, rumah sakit rujukan di Sumatera Barat, untuk mewujudkan pusat layanan janin yang komprehensif. Yaitu penguatan sumber daya manusia dan pendidikan. Dimana, mendorong pendidikan berkelanjutan dan pelatihan subspesialis, tidak hanya bagi dokter, tetapi juga bagi perawat dan tenaga kesehatan penunjang lainnya.

“Infrastruktur dan teknologi. Perencanaan strategis dalam investasi alat diagnostik dan terapi janin berteknologi tinggi, seperti USG 4D/5D, hingga fasilitas untuk tindakan minimal invasif pada janin,” sebutnya.

Kemudian, tuturnya, sistem rujukan terintegrasi. Membangun jejaring rujukan yang kuat dari layanan primer, sekunder, hingga tersier untuk memastikan kasus kelainan janin tertangani secara cepat dan tepat. “Dan memastikan pembiayaan layanan Fetomaternal, termasuk terapi janin yang seringkali mahal, dapat diakses melalui skema pembiayaan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau skema pendanaan inovatif lainnya,” ucap Dirut.

Dovy Djanas menjelaskan inisiatif pengembangan Fetal Center di RSUP Dr. M. Djamil selaras dengan program transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya dalam pengampuan layanan rujukan nasional. Sebagai salah satu rumah sakit vertikal Kemenkes, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab untuk menjadi mercusuar dalam layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk Fetomaternal.

“Kami menyadari bahwa angka kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan di Indonesia. Melalui Fetal Center yang mumpuni, kami dapat mendeteksi kelainan janin lebih dini dan melakukan intervensi, bahkan terapi janin, untuk meningkatkan peluang hidup dan kualitas kesehatan bayi yang akan lahir,” tegasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45