Peringati HKN ke-61 dan HUT ke-72 RS, Direksi RSUP Dr. M. Djamil Kenang Jasa Dr. Mohammad Djamil

Jajaran Direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Kesehatan Dr. Mohammad Djamil, MPH, DPH Datuk Rangkayo Tuo di kompleks pemakaman yang berlokasi di Kayu Tanam, Kecamatan 2X11 Enam Lingkung, Padangpariaman, pada Selasa (18/11). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, ini merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil.

“Kegiatan tabur bunga dan ziarah ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan pengenangan jasa-jasa besar para pahlawan, khususnya Dr. Mohammad Djamil yang namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini. Semangat juang dan kontribusi beliau dalam dunia kesehatan dan perjuangan kemerdekaan menjadi teladan yang harus terus dihidupkan,” kata Direktur Utama, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen dan keluarga besar Dr. Mohammad Djamil.

Ia menyampaikan Dr. Mohammad Djamil bukan hanya seorang dokter dan tokoh kesehatan, melainkan juga seorang pejuang yang gigih. Ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi adalah napak tilas untuk meresapi nilai-nilai kepahlawanan, dedikasi, dan pengorbanan yang telah beliau berikan. Jasa beliau tidak terhingga dalam meletakkan dasar-dasar pelayanan kesehatan yang humanis dan berstandar.

“Di tengah perayaan HKN ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil, semangat kepahlawanan Dr. Mohammad Djamil harus menjadi motivasi bagi seluruh staf rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ajaknya.

Melalui kegiatan ziarah ini, Dirut menegaskan kembali komitmen untuk menjaga warisan Dr. M. Djamil, yaitu dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan, pelayanan masyarakat, dan semangat pantang menyerah. “Peringatan HKN ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil menjadi momentum untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera, sejalan dengan visi pahlawan yang namanya mereka sandang,” harapnya.

Ziarah dimulai dengan suasana yang penuh khidmat, diawali dengan Upacara Penghormatan kepada arwah para pahlawan. Seluruh jajaran direksi dan peserta yang hadir berdiri tegak, menyanyikan lagu kebangsaan, dan dilanjutkan dengan momen Hening Cipta yang dipimpin oleh Direktur Utama.

Setelah upacara penghormatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tabur Bunga di pusara Dr. Mohammad Djamil, MPH, DPH Datuk Rangkayo Tuo. Secara bergantian, satu per satu pimpinan rumah sakit menaburkan bunga sebagai simbol cinta, penghormatan, dan terima kasih atas pengorbanan beliau. Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohon rahmat dan ampunan bagi arwah pahlawan yang telah gugur mendahului.

Diketahui, Dr. Mohammad Djamil, DPH gelar Datuk Rangkayo Tuo (23 November 1898 – 20 Juni 1962) adalah sosok luar biasa yang berhasil menyeimbangkan karier cemerlang di bidang kesehatan dengan peran aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Kontribusi di bidang kesehatan yakni Dr. M. Djamil dikenal sebagai perintis kesehatan masyarakat.

Ia adalah orang Indonesia pertama yang meraih dua gelar doktor dari universitas di negara berbeda. Yakni Doctor Medicinae Interne Ziekten (Doktor Ahli Penyakit Dalam) dari Universitas Utrecht, Belanda, tahun 1932 dan Doctor of Public Health (DPH) dalam bidang bakteriologi, dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, tahun 1933, melalui beasiswa Rockefeller.

Saat bertugas di Hindia Belanda, ia aktif melakukan riset. Laporan risetnya tentang TBC dan Malaria di Koto Gadang, Sianok, dan Tapanuli Selatan mendapat penghargaan dari Ratu Wilhelmina. Risetnya tentang malaria bahkan berhasil menekan anggaran pemerintah untuk pemberantasannya. Ia mendapat julukan “Malaria-Loog” atau ahli malaria.

Pasca-kemerdekaan, Ia berperan besar dalam pendirian Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas di Bukittinggi.

Selain sebagai dokter, Dr. M. Djamil juga aktif sebagai pejuang dan pemimpin. Ia pernah menjabat sebagai Residen Sumatera Barat dan kemudian sebagai Gubernur Muda Sumatera Tengah (mengkoordinasikan Keresidenan Sumbar, Riau, dan Jambi) di masa-masa sulit Perang Kemerdekaan. Sikapnya yang pemberani dan jujur menjadikannya salah satu tokoh kunci di Sumatera Barat saat itu.

Nama beliau diabadikan menjadi RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 1978, menggantikan nama RSUP Jati Padang, sebagai wujud pengakuan pemerintah atas jasa-jasa beliau sebagai pahlawan kesehatan dan pejuang kemerdekaan.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Webinar Stem Cell II untuk THT, Paru, Jantung, dan Bedah Plastik

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor dalam inovasi kesehatan dengan menyelenggarakan Webinar Stem Cell II, Senin (17/11). Webinar yang bertajuk “Era Baru Pengobatan Regeneratif: Potensi Klinis pada Penyakit THT, Paru, Kardiovaskular dan Bedah Plastik” ini merupakan rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dan HUT ke-72 RSUP Dr. M. Djamil.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan dunia kesehatan kini tengah bergerak cepat menuju era pengobatan modern yang berbasis bioteknologi dan inovasi ilmiah. “Salah satu tonggak penting dari perkembangan ini adalah pengobatan regeneratif berbasis stem cell dan secretome, yang membuka peluang baru dalam menangani penyakit-penyakit kronis dan degeneratif yang sebelumnya sulit diobati,” ujar Dovy.

Ia menjelaskan penggunaan stem cell tidak lagi sekadar wacana akademik, tetapi telah memasuki tahap translasi klinis menjadi jembatan antara laboratorium dan ruang rawat. Hal ini menempatkan peran rumah sakit pendidikan, seperti RSUP Dr. M. Djamil, pada posisi yang strategis.

“Peran kita adalah mengintegrasikan pelayanan, penelitian, dan pendidikan dalam satu kesatuan sistem kesehatan akademik (Academic Health System). Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbicara tentang ilmu, tetapi juga tentang transformasi budaya kesehatan,” tegasnya.

Webinar Stem Cell II ini menghadirkan jajaran narasumber ahli dari berbagai disiplin ilmu yang fokus pada aplikasi klinis terapi regeneratif. Yakni dr. Jacky Munilson, Sp.THT-BKL, Subsps.Oto (K), FICS (Ketua KSM THT-BKL) membahas potensi stem cell dalam penanganan penyakit Telinga, Hidung, Tenggorokan, khususnya bidang Otologi. dr. Fenty Anggrainy, Sp.P(K), FAPSR, FISR menjelaskan peran terapi regeneratif pada penyakit paru.

dr. Kino, Sp.JP(K), FIHA memaparkan aplikasi dan prospek stem cell dalam bidang kardiovaskular. dr. Fory Fortuna, Sp.BP-RE mengulas penggunaan stem cell dalam bedah plastik. Dan Riki Meksiko, S.S.T, M.Biotek (Instalasi Bank Jaringan dan Sel) memberikan wawasan aspek bioteknologi dan pengelolaan sel punca di laboratorium.

Kepala Instalasi Bank Jaringan dan Sel RSUP Dr. M. Djamil, dr. Benni Raymond, Sp.BPRE, Subsp.MO (K), memaparkan  webinar ini merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya, menunjukkan fokus yang konsisten rumah sakit terhadap potensi terapi regeneratif. RSUP Dr. M. Djamil pun tidak hanya berhenti pada wacana dan penelitian, tetapi telah menyiapkan infrastruktur pendukung yang mumpuni.

“Kami juga menginformasikan RSUP Dr. M. Djamil telah menghadirkan layanan Stem Clinic. Ini membuktikan kesiapan RSUP Dr. M. Djamil untuk menjadi pionir dan rujukan dalam pelayanan dan penelitian stem cell di luar Jawa, sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap pengobatan regeneratif yang inovatif,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Meriahkan HUT ke-61 HKN Tingkat Kota Padang

RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, menegaskan kembali komitmennya dalam upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat dengan berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Mengusung tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, acara puncak peringatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang ini dipusatkan di kawasan Pantai Purus, Kota Padang, pada Minggu (16/11), dan berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan utama yang diselenggarakan meliputi Fun Walk yang diikuti antusias oleh masyarakat, serta layanan kesehatan yang bermanfaat seperti Cek Kesehatan Gratis dan kegiatan Donor Darah. Partisipasi RSUP Dr. M. Djamil dalam perayaan HKN ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga sebagai penegasan bahwa fokus rumah sakit tidak hanya pada pelayanan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif, melainkan juga bergeser kuat pada peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat melalui upaya preventif dan promotif.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil, Saswita Kemala Dewi, SKM, MKKK, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menjelaskan keikutsertaan rumah sakit adalah wujud nyata dukungan terhadap program kesehatan pemerintah. “Sebagai rumah sakit, kami tidak hanya menyembuhkan yang sakit, tetapi juga bertanggung jawab untuk menjaga masyarakat agar tidak sakit. Melalui HKN ke-61 ini, kehadiran kami di sini memberikan pesan yang lebih kuat, yaitu semua elemen kesehatan harus bergerak bersama,” ujar Saswita.

Ia secara khusus menyoroti kegiatan Fun Walk sebagai contoh aksi nyata yang paling sederhana dan mudah dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kebugaran. Menurutnya, Fun Walk tidak sekadar acara seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan budaya hidup sehat.

“Kegiatan ini sangat positif karena memotivasi masyarakat untuk bergerak dan berolahraga. Pesan utama kami adalah bagaimana masyarakat bisa menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya sebagai acara seremonial. RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kesadaran preventif masyarakat, agar jumlah pasien sakit di masa depan dapat berkurang,” tambahnya.

Acara Fun Walk yang memadati sepanjang Pantai Purus dilepas secara resmi oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Natsir. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyerukan agar peringatan HKN ke-61 ini dijadikan momentum emas untuk membangkitkan kembali semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kota Padang.

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 ini harus dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali semangat Germas di Kota Padang, dimulai dari diri sendiri dan keluarga,” tegas Maigus Natsir, didampingi pejabat OPD Pemko Padang dan mitra kesehatan.

Wakil Wali Kota mengapresiasi keikutsertaan seluruh jajaran kesehatan, termasuk RSUP Dr. M. Djamil, yang terus bersinergi dalam mewujudkan masyarakat sehat. “Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jadikan peringatan HKN ini sebagai titik balik untuk benar-benar mengimplementasikan pola hidup sehat dalam keseharian kita, sehingga kita bisa mewujudkan generasi sehat dan kuat,” pungkasnya sesaat sebelum mengibarkan bendera tanda dimulainya Fun Walk.

Rangkaian acara peringatan HKN ke-61 di Pantai Purus ini ditutup dengan berbagai hiburan menarik dan pembagian hadiah bagi para peserta, meninggalkan semangat baru bagi masyarakat Kota Padang untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya, sejalan dengan visi “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”(*)

Terima Kunjungan BURT DPR RI, Dirut RSUP Dr. M. Djamil: Siap Berikan Layanan Jamkestama VVIP Terbaik

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan kerja spesifik dari Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI pada Sabtu (15/11). Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas pengawasan konstitusional BURT untuk meninjau dan memastikan secara langsung pelaksanaan serta kualitas layanan Program VVIP Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama) bagi Anggota DPR RI dan keluarga.

Rombongan BURT DPR RI, yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua, Desy Ratnasari, tiba di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil. Kedatangan mereka disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, beserta jajaran Direksi dan manajemen rumah sakit.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan dari BURT DPR RI. “Kami merasa terhormat RSUP Dr. M. Djamil dipilih sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang ditinjau oleh BURT DPR RI. Ini adalah momentum bagi kami untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi peserta Program Jamkestama VVIP,” ujar Dovy Djanas.

Rombongan BURT DPR RI yang turut hadir dalam kunjungan ini adalah Wakil Ketua BURT/F-PDIP Indah Kurnia, serta Anggota BURT Ida Nurlalela Wiradinata (F-PDIP), Teti Rohatiningsi (F-Golkar), Syarif Fasha (F-Nasdem), Ismail (F-PKS), Mariana (F-Gerindra), dan didampingi Sigit Purwoko Cahyo (Koordinator Jamkestama Jasindo). Pada kesempatan itu dilangsungkan sesi pemaparan profil RSUP Dr. M. Djamil dan diskusi.

Dovy Djanas menjelaskan sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RSUP Dr. M. Djamil telah melakukan berbagai upaya peningkatan mutu layanan, sarana, dan prasarana. Di antaranya ketersediaan kamar VVIP dan VIP, kelengkapan alat kesehatan, hingga tim dokter spesialis dan subspesialis yang siap melayani kebutuhan medis para anggota DPR RI dan keluarga.

“Kami menyadari Anggota Dewan memiliki tugas dan mobilitas tinggi. Oleh karena itu, kami berupaya memastikan bahwa pelayanan kesehatan, terutama melalui skema Jamkestama, berjalan lancar, cepat, dan dengan standar mutu internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BURT DPR RI, Desy Ratnasari, menjelaskan kunjungan kerja ini merupakan bagian dari tugas konstitusional BURT untuk mengawasi langsung pelaksanaan Program Jamkestama VVIP. Program ini merupakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pejabat Negara, termasuk Anggota DPR RI dan keluarga, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2014.

“Kami datang untuk melihat dan memastikan secara langsung bahwa pelayanan yang diberikan oleh RSUP Dr. M. Djamil sebagai provider Jamkestama VVIP memenuhi standar kualitas dan profesionalisme yang tinggi. Kami ingin memastikan hak-hak kesehatan Anggota DPR RI dan keluarga terpenuhi dengan layanan terbaik,” tegas Desy Ratnasari.

Desy Ratnasari menekankan beberapa aspek yang menjadi fokus utama pengawasan BURT dalam program Jamkestama di RSUP Dr. M. Djamil. Antara lain ketersediaan dan kondisi ruang VVIP yang nyaman dan memenuhi standar. Mekanisme administrasi yang efisien, mulai dari proses pendaftaran hingga penagihan klaim kepada Jasindo. Kesiapan dokter spesialis atau sub-spesialis dan ketersediaan alat medis canggih yang memadai. Dan pentingnya sistem komunikasi yang baik antara rumah sakit, Jasindo, dan pasien.

“Kami mendorong RSUP Dr. M. Djamil untuk terus meningkatkan tata kelola dan memastikan setiap detail layanan VVIP benar-benar sesuai dengan yang dijanjikan dalam program Jamkestama,” pungkas legislator dari Fraksi PAN ini.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Dinobatkan Sebagai Unit Transplantasi Teraktif di Indonesia

RSUP Dr. M. Djamil kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan ini dianugerahi penghargaan sebagai Unit Transplantasi yang Aktif di Indonesia untuk layanan transplantasi ginjal.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dewan Pembina Indonesian Transplantation Society (InaTs), Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM, kepada Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Seremoni penyerahan berlangsung dalam acara 9th Annual Meeting of Indonesian Transplantation Society (InaTS) In Conjunction with 6th Padang Nephron yang digelar di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sabtu (15/11).

Selain RSUP Dr. M. Djamil, penghargaan serupa juga diterima oleh RSUP Dr. Sardjito, RSUP H. Adam Malik, RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, RSUP Dr. Kariadi dan RSUD Dr. Syaiful Anwar. Untuk transplantasi bone marrow, penghargaan diterima oleh RSUP Dr. Kariadi, RS Kanker Dharmais. Untuk transplantasi hati, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Untuk transplantasi kornea, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan JEC Eye Hospitals and Clinic.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas penghargaan yang diberikan oleh InaTs. Pengakuan ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh tim medis serta manajemen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya di bidang transplantasi ginjal.

RSUP Dr. M. Djamil saat ini memang menjadi ujung tombak layanan transplantasi ginjal di luar Pulau Jawa. Rumah sakit ini telah memiliki Unit Transplantasi Ginjal yang beroperasi secara resmi sejak beberapa waktu lalu. “Hingga saat ini, RSUP Dr. M. Djamil sudah melakukan 32 transplantasi ginjal, dan ini merupakan yang terbanyak di luar pulau Jawa,” ungkap Dovy Djanas.

Angka 32 operasi ini menjadi bukti nyata kapasitas dan kapabilitas RSUP Dr. M. Djamil dalam menjalankan prosedur transplantasi ginjal yang kompleks dan memerlukan keahlian multidisiplin.

Dovy Djanas menekankan pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari peran penting kolaborasi dan jejaring yang kuat. Menurutnya, dua hal tersebut merupakan kunci utama dalam kemajuan ilmu kedokteran modern.

“Kolaborasi dalam forum ini menunjukkan perkembangan ilmu kedokteran tidak mungkin dicapai oleh satu institusi saja. Kita membutuhkan jejaring yang kuat antar rumah sakit, antar pusat transplantasi, antar fakultas kedokteran, hingga antar organisasi profesi,” jelasnya.

Jejaring yang terjalin erat ini memungkinkan pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas layanan dan harapan hidup pasien gagal ginjal kronis di wilayah Sumatera dan sekitarnya. “Dengan prestasi ini, RSUP Dr. M. Djamil semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat rujukan unggulan dan pionir dalam pelayanan transplantasi ginjal di Indonesia bagian Barat,” tukasnya.(*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Dorong Inovasi dan Jejaring Kuat Kembangkan Layanan Transplantasi Ginjal

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Indonesia bagian barat. Kali ini, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, turut menghadiri dan memberikan sambutan pada pembukaan 9th Annual Meeting of Indonesian Transplantation Society (InaTS) In Conjunction with 6th Padang Nephron.

Acara yang menghadirkan pakar-pakar nefrologi dan transplantasi ginjal nasional maupun regional ini diselenggarakan di Hotel Pangeran Beach secara hybrid, pada Sabtu (15/11/2025), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah yang berlangsung selama tiga hari.

“Sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk wilayah barat Indonesia, RSUP Dr. M. Djamil memiliki mandat untuk tidak hanya memberikan pelayanan kuratif. Tetapi juga mendorong inovasi, penelitian, dan pengembangan kompetensi tenaga medis,” kata Dovy Djanas.

Turut hadir Dewan InaTs Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM, Ketua Pernefri Korwil Sumbar Kepri Riau Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, KGH FINASIM, Wakil Ketua Pernefri Dr. dr. Maruhum Bonar H Marbun, Sp.PD-KGH dan peserta pertemuan ilmiah.

Ia menekankan kegiatan ilmiah berskala besar seperti ini merupakan bagian integral dari ekosistem pembelajaran rumah sakit. “Kegiatan ini menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang kami harap dapat menguatkan integrasi pelayanan, pendidikan, dan penelitian, tridharma kesehatan yang kita upayakan bersama,” tegas Dovy.

Forum ilmiah ini, sebutnya, diharapkan dapat memperkuat ekosistem akademik dan klinis rumah sakit, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pusat-pusat transplantasi lain. “Tujuan utamanya adalah memberikan manfaat langsung bagi peningkatan mutu layanan yang diberikan kepada pasien, khususnya di bidang nefrologi,” ungkapnya.

RSUP Dr. M. Djamil saat ini menempati posisi terdepan dalam layanan transplantasi ginjal di luar Pulau Jawa. Rumah sakit ini telah memiliki Unit Transplantasi Ginjal yang diresmikan beberapa waktu lalu. “Hingga saat ini, RSUP Dr. M. Djamil sudah melakukan 32 transplantasi ginjal, dan ini merupakan yang terbanyak di luar pulau Jawa,” ungkapnya.

Pencapaian ini, menurut Dovy, membuktikan kolaborasi dan jejaring merupakan kunci utama dalam kemajuan ilmu kedokteran. “Kolaborasi dalam forum ini menunjukkan  perkembangan ilmu kedokteran tidak mungkin dicapai oleh satu institusi saja. Kita membutuhkan jejaring yang kuat antar rumah sakit, antar pusat transplantasi, antar fakultas kedokteran, hingga antar organisasi profesi,” jelasnya.

Direktur Utama meyakini kehadiran pakar-pakar nasional dan regional dari Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) dan InaTS dalam pertemuan ini akan menjadi katalisator penting. “Dengan hadirnya pakar-pakar nasional dan regional dari Pernefri dan InaTS, saya optimis kegiatan ini akan menjadi katalisator bagi berbagai peningkatan standar layanan dan pembaruan klinis yang lebih terintegrasi ke depan,” ujarnya.

Dovy Djanas berharap seluruh rangkaian simposium, workshop, dan diskusi ilmiah selama tiga hari ini dapat diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. “Semoga ilmu yang diperoleh tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga dapat diterapkan langsung dalam pelayanan klinis, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pasien dan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, D.H.B (K) mengatakan bahwa FK Unand sangat mendukung penyelenggaraan forum ilmiah bergengsi seperti 9th Annual Meeting of InaTS In Conjunction with 6th Padang Nephron ini. “Kegiatan ini melibatkan disiplin ilmu nefrologi dan transplantasi yang memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan dan penelitian di Fakultas Kedokteran Unand,” ujar Noza.

Ia menekankan kolaborasi antara rumah sakit pendidikan, seperti RSUP Dr. M. Djamil, dan institusi pendidikan, yakni FK Unand, adalah kunci untuk melahirkan tenaga medis yang kompeten dan mendorong inovasi. “Sinergi antara pelayanan klinis, pendidikan, dan penelitian atau Tri Dharma Perguruan Tinggi akan semakin kuat melalui forum seperti ini. Diharapkan kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi para peserta didik kami untuk mendalami bidang nefrologi dan transplantasi ginjal,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Panduan Etik dan Perilaku Tahun 2025

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin mutu layanan dan integritas seluruh jajaran pegawainya. Melalui Komite Etik dan Hukum, rumah sakit rujukan utama di Sumatra Bagian Tengah ini mengadakan Sosialisasi Panduan Etik dan Perilaku (Code of Conduct) serta Pedoman Etika Pelayanan Tahun 2025.

Sosialisasi yang dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (14/11) ini bertujuan untuk memastikan setiap individu yang berkarya di RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang mumpuni. Tetapi juga berlandaskan pada etika dan moralitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan urgensi dari pemahaman dan penerapan panduan etika dan perilaku ini. Ia mengajak seluruh staf untuk menjadikan etika sebagai fondasi utama dalam bekerja.

“Mari kita bangun organisasi ini. Dengan cara memahami ranah-ranah etika dan perilaku, Insya Allah kita akan terlindungi, dan pemahaman ini akan menjadikan rumah sakit ini berproses memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” tegas Dovy Djanas.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, berbagai perwakilan tim kerja, komite dan instalasi serta perwakilan KSM.

Menurut Direktur Utama, memahami batasan-batasan etika bukan hanya sekadar kepatuhan formalitas, namun merupakan benteng perlindungan bagi individu pegawai maupun institusi secara keseluruhan. “Penerapan Code of Conduct yang konsisten akan menciptakan lingkungan kerja yang profesional, akuntabel, dan pada akhirnya, meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan di RSUP Dr. M. Djamil,” ucapnya.

Ketua Komite Etik dan Hukum RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Najirman, Sp.PD-KR, FINASIM, menyampaikan agar seluruh civitas hospitalia tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mengimplementasikannya dalam tugas sehari-hari. “Panduan ini bukan sekadar dokumen di atas kertas, tetapi merupakan roh dari setiap pelayanan yang kita berikan,” ujar Dr. Najirman.

Ia mengharapkan agar seluruh jajaran RSUP Dr. M. Djamil segera menginternalisasi dan mengaplikasikan Panduan Etik dan Perilaku serta Pedoman Etika Pelayanan Tahun 2025 secara konsisten. “Implementasi yang serius akan memastikan bahwa standar pelayanan RSUP Dr. M. Djamil selaras dengan prinsip-prinsip etika kedokteran dan hukum yang berlaku. Sekaligus memenuhi ekspektasi pasien terhadap layanan yang profesional, manusiawi, dan berkualitas. Komite Etik dan Hukum berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengawasi proses implementasi ini demi terciptanya budaya kerja berintegritas dan pelayanan prima,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Rakor Pelayanan IGD, Bahas Penguatan Sisrute di Sumbar

RSUP Dr. M. Djamil mengadakan Rapat Koordinasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara daring pada hari Jumat (14/11). Rapat ini digelar sebagai respons atas kondisi pelayanan rumah sakit yang belakangan ini mengalami tekanan berat, terutama dalam menghadapi lonjakan pasien dan tantangan dalam sistem rujukan regional.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Sekjen Persi wilayah Sumbar dr. Helgawati, MM, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit se-Sumatera Barat dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

“Dalam beberapa waktu ini, RSUP Dr. M. Djamil dihadapkan dengan kondisi pelayanan yang berat. Bed Occupancy Rate (BOR) RSUP Dr. M. Djamil telah melampaui 90 persen, dan pada beberapa hari tertentu bahkan mencapai titik jenuh,” kata Dirut RSUP Dr. M. Djamil didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K).

Kondisi ini, sebutnya, diperparah dengan tingginya angka pasien yang datang sendiri atau tanpa melalui sistem rujukan terintegrasi (Sisrute). Lebih meresahkan lagi, ditemukan adanya kasus pasien yang diarahkan untuk datang sendiri karena isu penundaan rujukan oleh RS pengirim. “Ini bukanlah masalah internal rumah sakit semata, melainkan cerminan tantangan dalam efektivitas jejaring rujukan di wilayah kita,” tegasnya.

Kondisi pelayanan yang tertekan ini, lanjut Dovy, berdampak langsung pada kualitas layanan, keselamatan pasien, dan integritas sistem rujukan yang diamanatkan pemerintah. Konsekuensi dari kejenuhan kapasitas ini sangat terasa. Meliputi penumpukan pasien rawat inap, terutama di IGD yang merupakan gerbang utama rujukan. Proses masuk rawat inap yang terhambat, mengganggu kelancaran alur pelayanan. Peningkatan jumlah penolakan rujukan, yang membebani rumah sakit pengirim, fasilitas kesehatan primer, dan yang paling utama, membahayakan keselamatan pasien.

“Kondisi ini bukan sekadar angka statistik, tetapi realitas yang dihadapi tenaga kesehatan kita setiap hari. Realitas tentang pasien yang menunggu terlalu lama, keluarga yang cemas, serta tenaga medis yang terus bekerja dengan beban tinggi dalam situasi serba terbatas,” imbuhnya.

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RSUP Dr. M. Djamil menyadari tantangan pelayanan kesehatan yang efektif tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. “Oleh karena itu, rapat koordinasi ini bertujuan untuk membangun solusi kolektif dan strategis. Kami menyadari bahwa keberhasilan sistem rujukan Sumatera Barat tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan kami, tetapi oleh kohesi seluruh fasilitas kesehatan di provinsi ini,” ucap Dovy.

RSUP Dr. M. Djamil, tegasnya, berkomitmen penuh untuk terus berbenah, memperkuat manajemen klinis internal, mempersingkat alur pelayanan, dan memanfaatkan teknologi informasi. “Hasil dari rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi perumusan kebijakan bersama yang lebih efektif untuk menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Sumatera Barat,” harap Dirut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH, yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, menyatakan dukungan penuh Pemprov Sumbar terhadap upaya perbaikan sistem rujukan ini. “Kami mengapresiasi inisiatif RSUP Dr. M. Djamil yang telah membuka ruang diskusi ini. Apa yang disampaikan Direktur Utama adalah realitas bersama yang tidak bisa diabaikan,” ujar dr. Aklima.

Ia menambahkan, pihak Dinas Kesehatan akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa implementasi sistem rujukan berjenjang berjalan efektif. “Penting bagi kita untuk kembali menguatkan peran RS Kabupaten/Kota sebagai rujukan tingkat kedua yang handal, sehingga beban tidak terpusat di RS rujukan tertinggi. Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan data kapasitas layanan dan memastikan bahwa Sisrute berfungsi optimal sebagai garda terdepan penentu alur pasien. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama kita semua,” tegas dr. Aklima.(*)

Asistensi Regulatori CPOB UPD di RSUP Dr. M. Djamil Berakhir, Sertifikasi CPOB 2026 jadi Target Utama

Rangkaian kegiatan Asistensi Regulatori Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk Unit Pengelola Darah (UPD) di RSUP Dr. M. Djamil telah resmi berakhir pada Kamis (13/11). Ini ditandai dengan pembacaan sekaligus penandatanganan Berita Acara Asistensi Regulatori CPOB UPD. Dokumen penting ini merangkum seluruh hasil temuan, evaluasi, dan rekomendasi yang diberikan oleh tim BPOM RI selama proses asistensi berlangsung.

Kegiatan asistensi regulatori CPOB UPD bersama BPOM RI ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh RSUP Dr. M. Djamil dalam upaya peningkatan kualitas dan penjaminan mutu produk darah. Ini sejalan dengan standar regulasi yang ditetapkan oleh BPOM RI.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menegaskan pentingnya menindaklanjuti secara cepat dan tepat semua poin yang tercantum dalam berita acara tersebut. “Berita acara yang kita tandatangani hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja keras yang sesungguhnya. Saya meminta kepada seluruh unit terkait, terutama UPD, untuk segera menindaklanjuti isi berita acara ini dengan membuat rencana aksi yang terukur dan terstruktur,” ujar Dovy Djanas didampingi jajaran direksi dan manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama juga menyampaikan RSUP Dr. M. Djamil menargetkan perolehan sertifikat CPOB di tahun 2026. “Pencapaian sertifikasi CPOB bagi UPD merupakan pengakuan formal bahwa proses pengolahan darah, mulai dari pengambilan hingga pendistribusian, telah dilakukan sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik, sehingga menjamin keamanan, kualitas, dan khasiat produk darah yang diberikan kepada pasien,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim dari BPOM Nursaadah, S.Si, M.Si mengatakan temuan dan rekomendasi yang tercantum dalam berita acara berfokus pada perbaikan sistem manajemen mutu, standardisasi prosedur operasional, penataan infrastruktur ruangan, dan peningkatan kompetensi personel.

“Tim BPOM telah melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek sistem mutu farmasi, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, dokumentasi, dan penanganan produk darah. Berita acara ini adalah peta jalan bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk mencapai kesesuaian penuh dengan standar CPOB,” jelas Nursaadah. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Gelar Re-Sosialisasi Teknis Penelitian Genomik, Perkuat Hub Kardiovaskular BGSi

RSUP Dr. M. Djamil memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset kesehatan berbasis genomik. Ini seiring dengan diadaknnya pertemuan bersama Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) RS Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita /Tim Hub Kardiovaskular Biomedical Genomik Science (BGSi) Kementerian Kesehatan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil pada Kamis (13/11) tersebut berfokus pada re-sosialisasi teknis penelitian genomik untuk kasus Infark Miokard Akut (IMA) Prematur. Kolaborasi ini merupakan bagian integral dari implementasi Hub Kardiovaskular BGSi yang bertujuan untuk mengintegrasikan data genomik ke dalam layanan kesehatan di Indonesia.

Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengungkapkan pentingnya penelitian ini bagi peningkatan kualitas layanan dan pengembangan ilmu pengetahuan di rumah sakit.

“Pertemuan ini menegaskan kembali peran strategis RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu pusat layanan kesehatan rujukan dan pendidikan yang aktif dalam kegiatan riset berskala nasional. Penelitian Genomik Prematur IMA ini  tidak hanya untuk memahami faktor genetik yang mendasari penyakit jantung pada usia muda, tetapi juga untuk merintis penanganan yang lebih presisi dan personal di masa depan,” ujar dr. Maliana didampingi Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS dan manajemen.

Ia menekankan keterlibatan aktif RSUP Dr. M. Djamil dalam riset genomik ini menempatkan rumah sakot ini sebagai salah satu kontributor kunci dalam pilar Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan, khususnya pilar transformasi teknologi kesehatan. “Melalui Hub Kardiovaskular, data genomik dari populasi Sumatera, khususnya di wilayah pelayanan RSUP Dr. M. Djamil, akan memperkaya big data genomik nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Litbang RS Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita sekaligus Koordinator Hub Kardiovaskular BGSi, dr. Bambang Widyantoro, Ph.D, Sp.JP (K), menjelaskan secara detail tentang target dan metodologi yang akan digunakan dalam penelitian genomik ini.

“Kami fokus pada Infark Miokard Akut (IMA) Prematur, yaitu kasus serangan jantung pada pasien di bawah usia 45 tahun untuk pria dan di bawah 55 tahun untuk wanita. Kasus IMA prematur sering kali memiliki korelasi kuat dengan faktor genetik, dan melalui BGSi, kita berupaya memetakan varian genetik spesifik pada populasi Indonesia,” jelas dr. Bambang.

Ia menambahkan re-sosialisasi teknis ini untuk memastikan standardisasi protokol penelitian di semua rumah sakit yang terlibat dalam jaringan Hub Kardiovaskular BGSi, termasuk RSUP Dr. M. Djamil. Standardisasi ini mencakup proses persetujuan pasien (informed consent), pengambilan dan pengiriman sampel darah untuk sekuensing genom, serta pengumpulan data klinis yang komprehensif.

Penelitian ini, sebutnya, diharapkan dapat menghasilkan temuan yang signifikan, yang nantinya akan diintegrasikan kembali ke dalam sistem SATUSEHAT untuk deteksi dini risiko penyakit jantung bawaan genetik. “Pengembangan pengobatan yang lebih efektif dan personal (kedokteran presisi). Dan penyusunan panduan pencegahan yang lebih spesifik untuk masyarakat Indonesia,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45