Tingkatkan Mutu dan Kualitas Layanan, Direksi RSUP Dr. M. Djamil Telusuri Sejumlah Instalasi

Komitmen untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil ditunjukkan secara nyata oleh jajaran direksi. Pada hari Kamis (13/11), Direktur Utama bersama Direktur Layanan Operasional melakukan penelusuran ke sejumlah instalasi dan unit layanan penting, guna memastikan fasilitas dan alur pelayanan berjalan optimal pasca renovasi dan pengembangan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin langsung kegiatan telusur ini. Fokus utamanya adalah pada area-area yang berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan pasien rawat inap serta layanan penunjang.

Dalam kegiatan telusur kali ini, Dovy Djanas mengawali meninjau langsung hasil renovasi di kamar Anyelir lantai 2 Instalasi Ambun Pagi. Renovasi pada kamar rawat inap menjadi prioritas manajemen dalam upaya memberikan fasilitas yang lebih modern, nyaman, dan higienis bagi pasien. Peninjauan ini memastikan renovasi telah selesai sepenuhnya dan siap memberikan standar kenyamanan terbaik bagi pasien rawat inap.

Sementara itu, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, selaku Direktur Layanan Operasional, memfokuskan penelusurannya pada sejumlah fasilitas baru dan area pengembangan layanan poliklinik. drg. Ade Palupi Muchtar meninjau ruang MOT (Mobile Operating Theatre) baru yang berada di IGD. Selain itu, meninjau renovasi Admisi 2 di Instalasi Rawat Jalan dan meninjau langsung Poliklinik Ortopedi dan Neurologi yang baru.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan kegiatan telusur rutin ini adalah wujud nyata komitmen jajaran direksi. “Kami menyadari bahwa RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat memiliki tanggung jawab besar terhadap kualitas pelayanan. Telusur ini bukan sekadar kunjungan, tetapi upaya untuk melihat langsung, memastikan setiap sudut pelayanan telah memenuhi standar mutu dan keselamatan pasien, serta mengidentifikasi potensi perbaikan yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar Dovy Djanas.

Ia melanjutkan semua renovasi dan penambahan fasilitas baru, mulai dari kamar rawat inap yang lebih nyaman hingga ruang tindakan spesialis di IGD dan poliklinik, bertujuan memberikan pelayanan terbaik, cepat, tepat, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat. “Kami pastikan proses perbaikan ini akan terus berjalan secara berkelanjutan,” tegas Dirut.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Asistensi Regulatori CPOB UPD Bersama BPOM

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam menjamin mutu dan keamanan produk darah. Hal ini diwujudkan melalui pertemuan dengan tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ruang Rapat Direksi pada Rabu (12/11). Pertemuan tersebut berfokus pada Asistensi Regulatori Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Dr. M. Djamil. Asistensi ini menjadi langkah rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut dalam memenuhi standar kualitas internasional dan regulasi nasional terkait pengelolaan darah.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengapresiasi kehadiran Tim BPOM. “Kami menyambut baik kehadiran Tim BPOM. Pertemuan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah strategis yang sangat krusial bagi rumah sakit kami,” ujar Dovy.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Kepala Instalasi Laboratorium Sentral dr. Yoshie Anto Chicamy, Sp.PK, Kepala Unit Pengelola Darah Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp. B.D.K.T (K), Subsp. H. K (K) dan jajaran serta manajemen. Kemudian Ketua Tim BPOM Nursaadah, S.Si, M.Si dan anggota tim serta perwakilan BPOM Padang.

Dovy Djanas menjelaskan upaya penguatan regulasi Unit Pengelola Darah ini sejalan dengan salah satu pilar utama dalam Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan. “Ini merupakan salah satu pilar penting dalam transformasi kesehatan, yaitu Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan yang secara spesifik mencakup pengolahan darah. Ketersediaan darah yang aman, bermutu, dan terjamin kualitasnya adalah kunci dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Peningkatan mutu UPD melalui CPOB diharapkan dapat menjamin keamanan, efikasi, dan kualitas produk darah yang didistribusikan kepada pasien. “Sekaligus memperkuat ketahanan stok dan sistem pengelolaan darah di lingkungan rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini,” ucapnya.

Ditambahkan, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), asistensi CPOB ini sebagai langkah fundamental, bukan hanya untuk memenuhi regulasi semata, tetapi juga untuk memberikan jaminan maksimal terhadap keamanan dan kualitas setiap kantong darah yang kami sediakan untuk pasien. “UPD kami adalah garda terdepan dalam pelayanan transfusi, dan dengan standar CPOB, kami memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari pengambilan, pengolahan, hingga penyimpanan darah, telah dilakukan dengan cara yang terstandardisasi dan terbaik,” ujar Bestari.

Sertifikasi CPOB merupakan standar mutu yang harus dipenuhi oleh fasilitas yang memproduksi atau mengelola produk farmasi, termasuk darah dan komponennya. Untuk Unit Pengelola Darah, sertifikasi ini mencakup aspek-aspek seperti manajemen mutu, personalia yang kompeten, bangunan dan fasilitas yang memadai, peralatan, dokumentasi, hingga penarikan produk.

“Rumah sakit berkomitmen untuk segera menindaklanjuti semua rekomendasi yang diberikan oleh BPOM dan menargetkan agar proses sertifikasi dapat rampung dalam waktu dekat,” harap Bestari.

Sementara itu, Ketua Tim BPOM Nursaadah, S.Si, M.Si menegaskan pendampingan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong semua Unit Pengelola Darah di Rumah Sakit Rujukan Nasional agar dapat segera tersertifikasi CPOB.

“Kemandirian dalam akses dan produksi produk darah berkualitas tinggi adalah prioritas. Darah, sebagai produk biologis, membutuhkan penanganan yang sangat ketat. Asistensi ini adalah dukungan nyata BPOM untuk memastikan RSUP Dr. M. Djamil memiliki sistem mutu yang kokoh, sehingga plasma darah yang dihasilkan di masa depan juga dapat mendukung program fraksionasi plasma nasional,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Gelar Rakor Magang Lulusan

RSUP Dr. M. Djamil memperkuat sinergi dengan institusi pendidikan kesehatan. Rabu (12/11), RSUP Dr. M. Djamil bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Tanjungpinang mengadakan rapat koordinasi tentang penyelenggaraan magang bagi lulusan tenaga Poltekkes Kemenkes.

Pertemuan ini berlangsung di Ruang Kerja Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil. Rapat ini menjadi tindak lanjut nyata dari komitmen kerjasama yang telah terjalin antara kedua institusi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mematangkan persiapan teknis dan administratif terkait pelaksanaan program magang bagi para lulusan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Dasar hukum kerjasama ini telah kuat dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada tahun 2023. Penandatanganan MoU tersebut menandai dimulainya kemitraan antara RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat, dan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang, sebagai salah satu pencetak tenaga kesehatan profesional.

Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS menekankan pentingnya program magang ini sebagai jembatan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. “Kami menyambut baik inisiatif dari Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Program magang ini bukan hanya memberikan pengalaman bagi para lulusan, tetapi juga menjadi sarana bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk berbagi pengetahuan dan standar pelayanan terbaik yang kami miliki,” ujar drg. Ade Palupi Muchtar didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes.

Dalam rapat koordinasi itu turut dihadiri manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Haryadi, S.Kp, MPH, Kasubag ADUM Salina, ST dan Penata Layanan Operasional Ronny Eka Saputra, S.PdI, S.I.Pust.

Ia menyatakan RSUP Dr. M. Djamil siap menjadi wahana belajar yang ideal bagi lulusan Poltekkes. “Mengingat status rumah sakit yang merupakan tipe A dan memiliki berbagai layanan spesialis dan subspesialis,” ungkapnya.

Melalui rapat koordinasi ini, tutur drg. Ade Palupi Muchtar, diharapkan program magang lulusan tenaga Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang di RSUP Dr. M. Djamil dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya melahirkan tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga memperkuat jejaring antar institusi kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan, guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan nasional. “Keberhasilan program ini juga akan menjadi model bagi kerjasama magang serupa dengan institusi pendidikan kesehatan lainnya di masa mendatang,” tukasnya. (*)

Upacara HKN ke-61, RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Komitmen Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan khidmat, di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (12/11). Mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, upacara ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, selaku Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Direktur Utama Dovy Djanas membacakan sambutan dan arahan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Ia mengajak seluruh insan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil dan seluruh masyarakat untuk menjadikan HKN ke-61 ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menumbuhkan optimisme, dan melanjutkan transformasi kesehatan Indonesia.

Disebutkan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tiga program hasil terbaik cepat dari Bapak Presiden di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil yang signifikan dan membanggakan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa perbaikan layanan kesehatan berjalan secara akseleratif.

“Lebih dari 52 juta orang telah menyadari pentingnya deteksi dini penyakit dengan mengikuti cek kesehatan gratis,” ujar Dovy Djanas mengutip sambutan Menkes.

Upacara ini diikuti jajaran dewan direksi, manajer, asisten manajer dan anggota Tim Kerja, Ketua KSM dan KPS, Ketua, Sekretaris dan Anggota Komite, Kepala, Wakil, Sekretaris dan Pj Instalasi, Kepala, Sekretaris dan Anggota SPI.

Inisiatif masif Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini tidak hanya memberikan manfaat pada masyarakat. “Tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan cakupan skrining Tuberkulosis (TB) yang kini telah menjangkau lebih dari 20 juta orang. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan fasilitas layanan kesehatan dalam upaya promotif dan preventif,” ungkapnya.

Sejalan dengan upaya preventif, pembangunan dan peningkatan Rumah Sakit juga terus berjalan di seluruh pelosok negeri. “Upaya ini dilakukan demi mewujudkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutur Dovy.

Direktur Utama menyampaikan capaian Enam Pilar Transformasi Kesehatan yang sedang diimplementasikan telah menunjukkan bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh insan kesehatan Indonesia. “Hari Kesehatan Nasional ke-61 ini adalah momentum refleksi dan apresiasi atas capaian yang telah diraih bersama. Sekaligus menjadi ajakan untuk kita semua, para tenaga kesehatan dan seluruh komponen bangsa, untuk terus melanjutkan gerakan bersama ini demi kesehatan Indonesia yang lebih baik,” tukas Dovy Djanas.

Pada kesempatan itu, Dirut Dovy Djanas didampingi jajaran dewan direksi menyerahkan piagam Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, 20 Tahun dan 30 Tahun, Sertifikat Sebagai Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis yang Memperoleh Nilai Tingkat Digitalisasi Arsip dengan kategori Aa (Sangat Memuaskan) berdasar Hasil Penilaian Tingkat Digitalisasi Arsip Tahun 2025. Kemudian menyerahkan piagam penghargaan dari Kepala KPPN Padang sebagai terbaik kelima kategori capaian indikator kinerja pelaksanaan anggaran (IKPA) terbaik semester 1 Tahun 2025 Pagu Besar (Lebih dari Rp 100 miliar), Piala Juara 1 Tim Voli Putri Turnamen Bola Voli HUT ke-50 RS Yos Sudarso serta sertifikat penghargaan dan kenang-kenangan kepada ASN memasuki masa purnabakti TMT 1 Desember 2025. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Rotasi Pejabat di Lingkup Direktorat Medik dan Keperawatan

RSUP Dr. M. Djamil kembali melakukan penyegaran di jajaran lingkup Direktorat Medik dan Keperawatan. Langkah strategis ini ditempuh sebagai upaya berkelanjutan rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan optimalisasi tata kelola unit-unit penting.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Penunjukan untuk sejumlah pejabat yang menempati posisi baru ini dilaksanakan pada Selasa(11/11) di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil. Penyerahan SK Penunjukan tersebut  dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi oleh jajaran direksi.

Pejabat yang menerima SK Penunjukan dan menempati posisi baru. Meliputi Ns. Afriza Novita Sari, S.Kep sebagai Sekretaris IGD (Instalasi Gawat Darurat), Ns. Yuldanita, S.Kep sebagai Wakil Kepala Instalasi Rawat Jalan. Ns. Hendra, S.Kep sebagai Sekretaris Instalasi Rawat Intensif, Ns. Meta Agil Ciptaan, S.Kep sebagai Pj (Penanggung Jawab) Mutu Intensif. Dan Ns. Ade Wahyualti, S.Kep sebagai Manajer Pelayanan Pasien Rawat Inap.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan selamat kepada para pejabat yang telah dipercaya mengemban tugas baru. “Rotasi ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan merupakan kebutuhan untuk memastikan roda pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil terus berjalan dengan prima. Kepada Bapak dan Ibu yang diserahkan SK hari ini, saya ucapkan selamat mengemban amanah baru. Terima kasih pula atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan di posisi sebelumnya,” ucapnya.

Ia juga menekankan jabatan, khususnya di sektor kesehatan, adalah sebuah amanah besar yang menuntut integritas, profesionalitas, dan dedikasi yang tinggi. Rotasi ini diharapkan mampu membawa semangat baru dan inovasi di unit kerja masing-masing. Terutama dalam peningkatan mutu layanan pasien dan implementasi budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan pasien (patient safety).

“Dengan adanya penyegaran ini, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk terus berbenah dan mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan nasional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Raih Sertifikat Sangat Memuaskan (AA) untuk Digitalisasi Arsip 2025

RSUP Dr. M. Djamil kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya transformasi birokrasi dan tata kelola administrasi. Hari ini (10/11), RSUP Dr. M. Djamil menerima Sertifikat sebagai Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis yang berhasil meraih Nilai Tingkat Digitalisasi Arsip dengan kategori AA (Sangat Memuaskan) berdasar Hasil Penilaian Tingkat Digitalisasi Arsip Tahun 2025.

Penghargaan ini diterima oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengadaan Barang dan Jasa pada Satuan Kerja Wilayah Sumatera, sekaligus Pemberian Apresiasi Digitalisasi Arsip Tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada hari Senin (10/11).

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menegaskan digitalisasi arsip adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transformasi yang lebih besar di rumah sakit. “Digitalisasi arsip ini bukan sekadar memindahkan dokumen dari kertas ke layar, tetapi membangun sistem pengetahuan dan jejak akuntabilitas yang hidup dan berkelanjutan,” ujar Dovy didampingi Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Ia menyoroti keberhasilan satuan kerja dalam meraih predikat AA atau “Sangat Memuaskan” dalam penilaian tingkat digitalisasi arsip menjadi bukti nyata bahwa modernisasi birokrasi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi dan kejujuran administrasi. Prestasi ini menunjukkan komitmen RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan Good Governance.

“Prestasi tersebut adalah bukti bahwa di tengah berbagai tantangan, kita mampu menegakkan standar tertinggi dalam tata kelola arsip yang tertib, transparan, dan bernilai strategis,” tambah Dovy, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang terlibat.

Pencapaian kategori Sangat Memuaskan ini menggarisbawahi kemampuan RSUP Dr. M. Djamil untuk menegakkan standar dalam tata kelola arsip yang tidak hanya tertib dan transparan. Tetapi juga bernilai strategis bagi operasional rumah sakit dan layanan publik secara keseluruhan. Arsip yang terkelola dengan baik dan terdigitalisasi menjamin kemudahan akses informasi, mendukung kecepatan pengambilan keputusan, dan memperkuat integritas data.

Selain RSUP Dr. M. Djamil, sertifikat dengan nilai serupa juga diterima oleh sejumlah rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan di wilayah Sumatera dan sekitarnya, termasuk RSUP H. Adam Malik, RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi, dan RS Persahabatan (Jakarta), menunjukkan adanya peningkatan standar kearsipan digital di lingkungan kesehatan nasional.

Sementara itu, Tim Kerja Dukungan Manajerial, Ni Nengsih Yustina Tutuanita didampingi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan, Zulvia Dwi Kurnaini, S.E., M.Ec, menekankan penilaian ini bukanlah sebuah lomba, melainkan tolok ukur penting untuk memastikan setiap unit kerja mematuhi kaidah kearsipan nasional dan siap menghadapi tantangan era digital. “Peningkatan tingkat digitalisasi arsip secara kolektif diharapkan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi birokrasi di kementerian/lembaga,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Tuan Rumah Monev Pengadaan dan Jasa Satker Wilayah Sumatera

RSUP Dr. M. Djamil dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengadaan Barang dan Jasa pada Satuan Kerja Wilayah Sumatera sekaligus Pemberian Apresiasi Digitalisasi Arsip Tahun 2025. Penunjukan ini ditegaskan bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah amanah kelembagaan yang vital untuk berfungsi sebagai simpul koordinasi, wadah berbagi pengalaman, dan sarana memperkuat sinergi antar-satuan kerja di bawah naungan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.

“Dalam konteks rumah sakit sebagai BLU, kami memahami bahwa tata kelola data, pengadaan, dan arsip bukan sekadar urusan administratif, tetapi merupakan bagian integral dari kualitas pelayanan dan kepercayaan publik,” kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua saat memberikan sambutan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Senin (10/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan, Direksi RSUP Dr. M. Djamil dan manajemen, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H. Adam Malik dr. Otman Siregar, Sp.OT (K), serta pimpinan Satuan Kerja Rumah Sakit BLU, Politeknik Kesehatan, dan Balai Kesehatan Kerja wilayah Barat Kementerian Kesehatan RI.

Ia menegaskan korelasi langsung antara tata kelola dan mutu layanan, menyatakan bahwa layanan kesehatan yang bermutu mustahil lahir dari sistem tata kelola yang lemah. Sebaliknya, tata kelola yang kuat hanya bisa tumbuh dari budaya data yang jujur, terukur, dan konsisten. Tujuan utama dari Monev ini adalah memastikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan berjalan sinkron antara Satuan Kerja dan BLU.

“Melalui kegiatan ini, kita memastikan bahwa seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan berjalan sinkron antara Satuan Kerja dan BLU. Karena data yang tidak selaras akan melahirkan kebijakan yang bias, dan kebijakan yang bias akan menghasilkan pelayanan yang tidak efisien,” jelasnya.

Dovy menambahkan rekonsiliasi data pengadaan yang dilakukan adalah penegasan integritas data. “Hal ini bertujuan agar setiap rupiah yang dikelola benar-benar dapat ditelusuri, dipertanggungjawabkan, dan pada akhirnya memberikan nilai manfaat bagi masyarakat yang dilayani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian Kesehatan, Zulvia Dwi Kurnaini, S.E., M.Ec, memberikan penekanan terkait pentingnya regulasi dan dokumentasi yang kuat dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Pengadaan barang dan jasa bukan hanya tentang transaksi, melainkan tentang kepatuhan pada regulasi dan kekuatan dokumentasi. Dokumentasi yang tertib dan sesuai regulasi adalah jantung dari akuntabilitas publik. Hal ini memastikan bahwa setiap proses pengadaan transparan, efisien, dan bebas dari potensi risiko hukum,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Pamerkan Dua Inovasi Unggulan, Bersaing Ketat di Lomba Inovasi AMR Tingkat Nasional

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil secara langsung mengikuti sesi penilaian Lomba Inovasi Antimicrobial Resistance (AMR) Rumah Sakit Vertikal Tingkat Nasional yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN). Penilaian yang berlangsung secara daring pada Senin (10/11) ini bertujuan untuk menjaring, mengapresiasi, dan mereplikasi praktik terbaik serta inovasi terdepan dari Rumah Sakit Vertikal di Indonesia dalam upaya penanggulangan resistensi antimikroba (AMR).

RSUP Dr. M. Djamil bersaing ketat dengan lima Rumah Sakit Vertikal ternama lainnya. Yaitu RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, RS PON Prof. Mahar Mardjono Jakarta, RSUP Persahabatan Jakarta, RS Fatmawati, dan RSUP Dr. Mohammad Hosein Palembang.

Proses penilaian dihadiri oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Bertindak selaku dewan juri dalam lomba ini adalah pakar-pakar terkemuka di bidangnya. Yakni Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.Trop.Paed, dari Sub Komite Nasional Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Kementerian Kesehatan RI. Prof. Dr. dr. Kuntaman, MS, Sp.MK (K), dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dan Prof. dr. Anis Karuniawati, Ph.D, Sp.MK (K), dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Pada sesi pemaparan, Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA) RSUP Dr. M. Djamil, dr. Fadrian, Sp.PD, KPTI, memperkenalkan dua inovasi andalan yang dikembangkan oleh rumah sakit ini. Inovasi pertama adalah pengembangan produk diagnostik cepat berbasis molekuler untuk patogen utama infeksi dan gen prediktor resistensi (MRSA, ESBL dan Carbapenemase Resistense). Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan tes cepat untuk identifikasi patogen,memungkinkan patogen diidentifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam. Melakukan validasi dengan metode pembanding dan uji klinis untuk menilai efektivitas. Serta melakukan hilirisasi dan komersialisasi produk.

“Pengembangan ini merupakan langkah maju yang signifikan karena deteksi cepat patogen dan gen resistensi akan memungkinkan pemilihan antibiotik yang jauh lebih tepat dan cepat, meminimalkan penggunaan antibiotik spektrum luas yang tidak perlu,” ujar dr. Fadrian.

Proyek inovasi ini merupakan kolaborasi strategis dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand dan PT Crown Teknologi Indonesia. Validasi produk dilakukan bersama tiga Rumah Sakit Vertikal lainnya, yakni RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah. Inovasi ini telah mendapat pengakuan nasional, di mana produk deteksi MRSA bahkan telah diluncurkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada Februari 2024 lalu, menandai komitmen Indonesia dalam penguatan diagnostik berbasis molekuler.

Inovasi kedua yang dipresentasikan adalah M Djamil Smart Antibiogram. “Inovasi digital ini bertujuan untuk memudahkan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) untuk memilih antibiotik berdasar pola antibiogram yang dimiliki oleh rumah sakit. Serta mencegah penggunaan antibiotik yang tidak tepat (misuse) sehingga secara efektif mengurangi risiko peningkatan resistensi antimikroba,” paparnya.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan optimisme dan komitmen institusinya terhadap upaya pengendalian AMR. “Kami bangga dapat menyajikan dua inovasi unggulan RSUP Dr. M. Djamil ini di hadapan dewan juri. Inovasi pengembangan diagnostik molekuler cepat dan sistem M Djamil Smart Antibiogram adalah bukti nyata keseriusan kami dalam merespons ancaman AMR,” ujar Dovy Djanas.

Ia menekankan upaya ini sejalan dengan program Kementerian Kesehatan RI untuk mewujudkan kemandirian alat kesehatan dan peningkatan mutu pelayanan. “Kami tidak hanya berinovasi, tetapi juga berkolaborasi dengan pihak akademisi (FK Unand) dan industri (PT Crown Teknologi Indonesia), serta rumah sakit vertikal lainnya untuk validasi. Produk diagnostik MRSA yang sudah diluncurkan Menkes menjadi penanda bahwa inovasi dari RSUP Dr. M. Djamil memiliki dampak klinis dan nasional yang signifikan,” tambahnya.

Dovy Djanas berharap melalui lomba ini, praktik terbaik dalam penanggulangan AMR dapat direplikasi secara luas. “Sehingga ketahanan kesehatan nasional dalam menghadapi resistensi antimikroba dapat diperkuat,” harap Dirut. (*)

Direksi RSUP Dr. M. Djamil Pastikan Kesiapan Fasilitas Baru dan Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan serta kesiapan infrastruktur dengan melaksanakan kegiatan penelusuran (telusur) rutin ke sejumlah unit layanan pada Senin (10/11). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pemantauan menyeluruh di berbagai area mulai dari fasilitas bedah modern, ruang perawatan intensif, hingga layanan poliklinik spesialis.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memimpin penelusuran. Kunjungan pertama diarahkan ke Ruang Modular Operating Theater (MOT) di IGD yang baru. Selanjutnya, Dirut juga meninjau ruang Aorta IPJT yang akan dijadikan ruang ICU.

Secara terpisah, Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), memfokuskan penelusurannya ke ruang rawatan Bedah. Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS meninjau IGD, IPJT, gedung COT dan Poliklinik Ortopedi dan Neurologi yang baru. Di lini pelayanan rawat jalan, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, melaksanakan penelusuran ke Poliklinik Ortopedi dan Neurologi yang baru.

“Telusur rutin ini adalah langkah proaktif kami untuk tidak hanya melihat di atas kertas, tetapi juga menyaksikan langsung kondisi riil di lapangan,” kata kata Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Kegiatan telusur rutin ini, sebutnya, akan menjadi dasar bagi jajaran direksi untuk segera mengambil langkah perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan. “Seluruh temuan dan masukan dari unit layanan akan dibahas dalam rapat koordinasi direksi untuk memastikan bahwa setiap sudut RSUP Dr. M. Djamil bekerja optimal dalam memberikan pelayanan prima sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat,” tukasnya. (*)

Tim Voli Putri RSUP Dr. M. Djamil Raih Juara 1 Turnamen HUT ke-50 RS Yos Sudarso

Tim bola voli putri RSUP Dr. M. Djamil berhasil menorehkan prestasi dengan meraih gelar Juara 1 dalam Turnamen Bola Voli yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari HUT ke-50 RS Yos Sudarso. Pada laga final pada Minggu (9/11) di lapangan RS Yos Sudarso, tim voli putri RSUP Dr. M. Djamil berhasil membungkam tim voli putri tuan rumah, RS Yos Sudarso dengan skor 3-1.

Laga final berlangsung sengit dan dramatis. Semangat dukungan dari penonton tuan rumah tidak menyurutkan mental bertanding para srikandi RSUP Dr. M. Djamil.

Diketahui tim voli putri RSUP Dr. M. Djamil menuju partai final terbilang mulus dan impresif. Mereka menunjukkan dominasi sejak babak-babak awal turnamen. Pada babak penyisihan, tim voli putri RSUP Dr. M. Djamil berhasil mengatasi perlawanan tim voli putri B RS Yos Sudarso dengan skor meyakinkan 2-0.

Pada babak semifinal, performa solid kembali ditunjukkan saat menghadapi tim dari RS Reksodiwiryo. Mereka berhasil menyapu bersih kemenangan dengan skor telak 3-0, mengamankan satu tempat di babak final.

Atas pencapaian ini, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes turut hadir memberikan dukungan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat. “Mewakili atas nama jajaran direksi dan civitas hospitalia, kami mengucapkan selamat atas kemenangan gemilang yang diraih oleh tim voli putri. Prestasi ini bukan hanya mengharumkan nama tim, tetapi juga membawa kebanggaan bagi seluruh institusi RSUP Dr. M. Djamil,” tutur dr. Maliana.

Ia juga menambahkan kemenangan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus berprestasi, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan tetapi juga dalam bidang olahraga. “Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya unggul di bidang medis, namun juga memiliki potensi besar di bidang olahraga,” pungkasnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45