RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Layanan USG Doppler Karotis

RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Tengah dengan menghadirkan layanan pemeriksaan USG Doppler Karotis di Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT). Layanan non-invasif ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit kardiovaskular, khususnya stroke.

Pemeriksaan USG Doppler Karotis merupakan prosedur diagnostik yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar visual dari pembuluh darah karotis. Arteri karotis adalah sepasang pembuluh darah nadi (arteri) utama yang terletak di sisi leher, berfungsi vital mengalirkan darah yang kaya oksigen dari jantung langsung menuju ke otak.

“Melalui pemeriksaan USG Doppler Karotis ini, kita akan dapat melihat secara jelas bagaimana kondisi pembuluh darah nadi tersebut. Fokus utama kami adalah memastikan apakah ada plak (aterosklerosis) atau penyempitan (stenosis) yang terbentuk di dalamnya,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular, dr. Wahyudi, Sp.PD-KKV.

Menurut dr. Wahyudi, penemuan plak memiliki relevansi tinggi terhadap kesehatan neurologis. “Bila plak itu tebal, ini adalah indikator risiko tinggi. Plak tebal bisa menyumbat aliran darah secara signifikan atau bahkan pecah, membentuk gumpalan darah yang dapat ikut mengalir dan menyumbat pembuluh darah yang lebih kecil di otak, yang pada akhirnya sangat berisiko menyebabkan stroke,” jelasnya.

Stroke, terutama jenis stroke iskemik (sumbatan), sering kali dipicu oleh gangguan pada arteri karotis ini. “Dengan mendeteksi keberadaan dan tingkat keparahan plak sedini mungkin, tim medis dapat merencanakan intervensi pencegahan yang tepat,” ucapnya.

Selain mendeteksi risiko stroke, layanan USG Doppler Karotis di IDT RSUP Dr. M. Djamil juga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi pembuluh darah secara umum. “Pemeriksaan ini tidak hanya mencari plak. Kami juga bisa melihat apakah ada kelainan lain pada struktur pembuluh darahnya,” tambah dr. Wahyudi.

Pemeriksaan ini juga dapat menjadi alat bantu dalam menemukan penyebab dari gejala-gejala yang mungkin tampak sederhana namun memiliki kaitan dengan aliran darah ke otak. Seperti pusing berulang, migrain yang tidak kunjung reda, atau masalah neurologis lainnya. Dengan alat ini, dokter dapat menilai kecepatan dan pola aliran darah, yang sangat penting dalam mendiagnosis berbagai kondisi vaskular.

Hadirnya USG Doppler Karotis semakin memperkuat Instalasi Diagnostik Terpadu RSUP Dr. M. Djamil yang telah dilengkapi dengan berbagai alat diagnostik modern lainnya. Layanan ini merupakan bagian integral dari upaya rumah sakit dalam mendukung program layanan prioritas nasional, khususnya pada kasus Jantung dan Stroke.

Sebagai prosedur yang non-invasif (tanpa pembedahan) dan aman, USG Doppler Karotis direkomendasikan bagi pasien yang memiliki faktor risiko stroke. Seperti riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung koroner, atau riwayat stroke dalam keluarga. “Deteksi dini merupakan kunci utama dalam pencegahan, dan RSUP Dr. M. Djamil kini menawarkan alat yang lebih akurat untuk mewujudkan pencegahan tersebut,” ucapnya.

Informasi lebih lanjut tentang jadwal dan prosedur pemeriksaan USG Doppler Karotis dapat diperoleh langsung di Instalasi Diagnostik Terpadu (IDT) RSUP Dr. M. Djamil.(*)

Instalasi Promkes RSUP Dr. M. Djamil Gandeng KSM DVE Peringati World Psoriasis

Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Dr. M. Djamil, bekerja sama dengan Kelompok Staf Medis (KSM) Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan untuk memperingati World Psoriasis Day 2025. Acara edukatif ini dilangsungkan di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil pada Selasa (4/11), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pasien dan keluarga, mengenai penyakit Psoriasis.

Meskipun Hari Psoriasis Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober, RSUP Dr. M. Djamil mengambil inisiatif untuk melanjutkan semangat peringatan tersebut melalui edukasi langsung kepada publik di awal November.

Pakar di bidangnya, Dr. dr. Gardenia Akhyar, Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I, FINSDV, FAADV dalam paparannya menjelaskan Psoriasis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh (imun) menyerang sel-sel kulit sehat alih-alih melindungi tubuh dari ancaman luar. Serangan ini memicu siklus hidup sel kulit yang dipercepat, menyebabkan penumpukan sel di permukaan kulit.

“Gejala utama dari Psoriasis ditandai dengan munculnya bercak merah dan sisik putih yang tebal pada kulit. Penting untuk diingat dan disosialisasikan, Psoriasis adalah penyakit panjang yang memerlukan perawatan berkelanjutan (kronis), namun yang paling utama, Psoriasis tidak menular,” jelas Gardenia.

Turut hadir Ketua KSM Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.D.V.E, M.Ag beserta jajaran serta pasien.

Untuk membantu masyarakat mengenali penyakit ini lebih dini, Gardenia merinci berbagai manifestasi Psoriasis, karena penyakit ini dapat menyerang bagian tubuh mana saja, seperti kulit kepala, siku, lutut, dan sakrum (tulang ekor).

Psoriasis kulit ditandai dengan bercak merah tebal dengan sisik perak (plak), yang paling umum terlihat pada siku, lutut, dan kulit kepala. Psoriasis kuku (Psoriasis Unguinal) berupa perubahan pada kuku, termasuk penebalan, perubahan warna (bercak minyak), dan pemisahan kuku dari dasar kulit (onikolisis). Dan Psoriasis artikular (Psoriatic Arthritis) dengan gejalanya berupa pembengkakan dan nyeri sendi, yang sering terjadi bersamaan dengan gejala kulit.

Ia juga menggarisbawahi beberapa faktor yang dapat memicu atau meningkatkan risiko seseorang mengidap Psoriasis, yaitu genetik (riwayat keluarga), stres, infeksi, dan gaya hidup tidak sehat. “Pengobatan Psoriasis bersifat individual dan bertujuan mengendalikan gejala serta mencegah kekambuhan. Pilihan pengobatan meliputi perawatan topikal menggunakan krim dan salep untuk meredakan peradangan dan mengurangi sisik. Obat Oral, fototerapi dan biologik,” paparnya. 

Selain penanganan medis, Gardenia menekankan pentingnya perawatan diri (self-care) yang dilakukan penderita di rumah. Perawatan diri ini mencakup hidrasi kulit (menggunakan pelembap), mandi air hangat (bukan air panas) manajemen stres, dan menjalankan diet seimbang.

Penutup penyuluhan tersebut menggarisbawahi aspek yang sering terabaikan, yaitu peran dukungan keluarga. “Bagi penderita penyakit kronis seperti Psoriasis, peran dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Ini bisa berupa pemahaman terhadap kondisi mereka, dukungan emosional untuk menghadapi stigma dan frustrasi, serta bantuan praktis dalam menjalani perawatan sehari-hari. Mereka tidak sendirian,” harapnya Gardenia.

Melalui kegiatan ini, Ia menegaskan RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmennya sebagai rumah sakit rujukan dalam memberikan tidak hanya pelayanan medis berkualitas. “Tetapi juga edukasi kesehatan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Psoriasis di Sumatera Barat dan sekitarnya,” harapnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Permenkes Tata Naskah Dinas Baru

RSUP Dr. M. Djamil menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 20 Tahun 2024 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Kesehatan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan,  Kamis (6/11). Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh jajaran dan unit kerja di rumah sakit vertikal tersebut memahami serta mengimplementasikan secara seragam kaidah-kaidah baru dalam penyusunan naskah dinas. Ini seiring dengan tuntutan administrasi pemerintahan yang baik dan adaptasi di era digital.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menegaskan tata naskah dinas adalah instrumen vital dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang akuntabel. “Melalui tata naskah yang tertib, seragam, dan sesuai kaidah, kita dapat memastikan bahwa setiap dokumen yang keluar dari rumah sakit kita memiliki kejelasan, keabsahan, dan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administratif,” ujar Dovy Djanas.

Turut hadir jajaran direksi dan perwakilan unit kerja RSUP Dr. M. Djamil. Narasumber dalam sosialisasi ini adalah tim Biro Umum dan Setditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, yang memberikan penjelasan tentang setiap detail perubahan dan ketentuan dalam Permenkes No. 20 Tahun 2024.

Ia juga menyoroti kompleksitas RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Dengan struktur organisasi yang besar dan banyak unit kerja mulai dari pelayanan medis, penunjang, pendidikan, penelitian, hingga manajemen umum, koordinasi antarunit menjadi  krusial.

“Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi, kita berinteraksi dengan banyak pihak eksternal, baik instansi pemerintah, perguruan tinggi, mitra kerja, maupun masyarakat. Dalam konteks inilah, penyeragaman tata naskah dinas menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.

Penyeragaman ini, menurut Direktur Utama, akan menjamin setiap komunikasi resmi, baik internal maupun eksternal, mencerminkan profesionalisme dan identitas kelembagaan RSUP Dr. M. Djamil sebagai institusi pelayanan publik yang modern dan terpercaya.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, berharap  dapat memahami secara menyeluruh prinsip, format, dan tata cara penyusunan naskah dinas, termasuk jenis-jenis naskah dinas arahan, korespondensi, dan khusus yang diatur dalam Permenkes tersebut,” harapnya.

Ia menekankan tertib administrasi yang sesuai dengan regulasi ini harus diangkat dari sekadar formalitas menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kerja di RSUP Dr. M. Djamil. “Kita harapkan agar tertib administrasi ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja kita di RSUP Dr. M. Djamil yaitu bekerja dengan professional dan kompeten, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Penilaian Arsip Usul Musnah

RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik melalui kegiatan di bidang kearsipan. Rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah ini menyelenggarakan pertemuan dengan Tim Penilai Dokumen Usul Musnah Arsip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Ruang Kerja Direktur Layanan Operasional, pada Rabu (5/11).

Kegiatan ini bertujuan untuk memverifikasi dan menilai arsip-arsip rumah sakit yang telah habis masa berlakunya dan diusulkan untuk dimusnahkan. Sekaligus langkah untuk memastikan kepatuhan rumah sakit terhadap peraturan kearsipan yang berlaku secara nasional.

“Kegiatan ini diadakan guna memastikan kepatuhan rumah sakit terhadap peraturan kearsipan yang berlaku. Kepatuhan terhadap regulasi kearsipan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) di lingkungan rumah sakit,” kata Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. M. Djamil, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Turut hadir Tim Penilai Dokumen Usul Musnah Arsip dari Kementerian Kesehatan dan manajemen rumah sakit.

Selama proses penilaian, Tim Penilai Arsip Usul Musnah Kemenkes akan bekerja secara teliti. Mereka tidak hanya memeriksa daftar arsip yang diajukan oleh RSUP Dr. M. Djamil secara administratif pada daftar inventaris, tetapi juga melakukan verifikasi fisik terhadap arsip yang disimpan.

Tim penilai bertugas memastikan bahwa setiap dokumen yang diusulkan untuk dimusnahkan benar-benar sudah tidak memiliki nilai guna. Baik dari segi administrasi, hukum, keuangan, maupun sejarah.

Peran Tim Penilai Arsip Usul Musnah menjadi kunci utama dalam menjamin bahwa seluruh proses penilaian berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan kaidah kearsipan nasional. Hal ini mencegah pemusnahan dokumen penting yang masih memiliki nilai guna dan memastikan penertiban dokumen yang sudah kedaluwarsa.

Melalui kegiatan ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya membersihkan ruang simpan dari tumpukan arsip inaktif. Tetapi juga memperkuat fondasi tata kelola administrasi yang efisien, tertib, dan berbasis hukum. “Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Inisiasi Kerja Sama dengan PT SMI

RSUP Dr. M. Djamil terus bergerak aktif dalam upaya modernisasi dan pengembangan infrastruktur. Bertempat di Ruang Rapat Direksi, RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan dengan tim dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, Badan Usaha Milik Negara di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur.

Pertemuan yang dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen, ini merupakan tindak lanjut dari upaya rumah sakit untuk merealisasikan Masterplan Pengembangan yang telah disetujui oleh Menteri Kesehatan RI.

“RSUP Dr. M. Djamil termasuk rumah sakit di lingkungan Kementerian Kesehatan dengan sarana prasarananya tertinggal. Kondisi ini terutama disebabkan oleh usia bangunan yang mayoritas sudah tua dan berumur sekitar 40 tahunan, sehingga tidak lagi representatif untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan modern dan standar rumah sakit rujukan nasional,” kata Dovy Djanas, Rabu (5/11).

Turut hadir dari PT SMI yakni Kepala DPPU 1 PT SMI Erdian Dharmaputra, Team Leader Analis PT SMI D. Sukma Permana, TL RM PT SMI Ery Hartito dan staf.

Namun, Ia menegaskan ketertinggalan tersebut hanya berlaku pada aspek fisik. “Dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan layanan, kami tidaklah tertinggal. SDM kami luar biasa dan mampu bersaing, kami adalah rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah,” imbuhnya.

Kabar baiknya, RSUP Dr. M. Djamil telah memiliki Masterplan Pengembangan yang komprehensif, yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI. Masterplan ini merupakan cetak biru jangka panjang yang bertujuan untuk mengubah wajah rumah sakit menjadi fasilitas layanan spesialis dan multikompleks yang modern dalam beberapa tahun ke depan.

“Rencana pembangunan berdasar masterplan ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027. Namun, realisasi masterplan ini menghadapi tantangan besar terkait pembiayaan. Pembangunan masterplan ini pembiayaannya tidak sepenuhnya akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sisanya, kami harus mencari sumber pembiayaan lain,” jelas Dovy Djanas.

Inilah yang melatarbelakangi pentingnya pertemuan dengan PT SMI. RSUP Dr. M. Djamil kini secara aktif menjajaki berbagai opsi pendanaan alternatif. “Termasuk melalui skema kerja sama pembiayaan infrastruktur yang ditawarkan oleh PT SMI, bahkan kami sedang mengkaji skema pendanaan syariah. Pinjaman dari lembaga pembiayaan seperti PT SMI ini diharapkan dapat menutupi kekurangan dana APBN untuk memastikan proyek pengembangan dapat berjalan sesuai jadwal,” tukasnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil dan Fakultas Keperawatan Unand Gelar Bimtek Proposal Riset Kolaborasi

Upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya riset klinis dan akademik, RSUP Dr. M. Djamil berkolaborasi dengan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Proposal Riset Kolaborasi. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam merumuskan dan menyusun proposal penelitian kolaboratif yang berkualitas tinggi, layak didanai, dan relevan, kebutuhan pelayanan kesehatan serta perkembangan ilmu keperawatan.

“Kolaborasi antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama dan Fakultas Keperawatan Unand adalah sebuah investasi strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan. Program ini dirancang bukan sekadar untuk formalitas, melainkan sebagai upaya untuk mengintegrasikan inovasi berbasis bukti ke dalam praktik klinis sehari-hari,” kata Manajer Timker Litbang RSUP Dr. M. Djamil, dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, FIAC, IFCAP, di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Rabu (5/11).

Bimtek tersebut menghadirkan Sekretaris Komite Keperawatan RSUP Hasan Sadikin Bandung Ns. Amelia Ganefianty, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep, MB, Ph.D, sebagai narasumber. Dan dihadiri oleh tenaga kesehatan dan akademisi dari kedua institusi ini.

Ia berharap melalui riset kolaborasi, dapat mengidentifikasi masalah klinis di lapangan dan merancang solusi penelitian yang feasible serta dapat diimplementasikan langsung untuk perbaikan kualitas layanan dan keselamatan pasien. “Riset kolaboratif memastikan penelitian yang dilakukan memiliki relevansi klinis yang tinggi, di samping mendukung fungsi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan,” ucapnya.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Keperawatan Unand, Dr. Ns. Deswita, S.Kp, M.Kep, Sp.Kep.An, menyambut baik inisiatif Bimtek ini dan menegaskan dukungan penuh dari pihak akademik.

“Fakultas Keperawatan Unand menyadari keberhasilan riset keperawatan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan klinis yang kaya data dan pengalaman. Bimtek ini adalah jembatan yang kuat untuk memadukan keunggulan metodologi akademik dengan tantangan nyata di RSUP Dr. M. Djamil,” tutur Deswita.

Deswita menambahkan dengan adanya Bimtek ini, berharap semakin banyak staf dan dosen yang menghasilkan proposal riset kolaborasi yang tidak hanya memenuhi standar etik dan ilmiah. “Tetapi juga mampu membawa nama baik kedua institusi di kancah penelitian nasional maupun internasional,” tukasnya.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan PT United Imaging, Sosialisasikan CT Scan uCT 780

RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya memperkuat fasilitas dan mutu pelayanan kesehatannya. Dalam langkah strategis terbaru, RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari PT United Imaging yang menyelenggarakan sosialisasi tentang  produk unggulan mereka, yaitu alat Computed Tomography (CT) Scan canggih, uCT 780.

Acara sosialisasi ini berlangsung pada Selasa (4/11) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan terkait yang antusias mempelajari perkembangan teknologi terbaru di bidang pencitraan diagnostik.

Asisten Manajer Tim Kerja (Timker) Litbang RSUP Dr. M. Djamil, dr. Tutty Ariani, Sp.D.V.E, Subsp. D. T, FINSDV, dalam sambutannya menekankan pentingnya adopsi teknologi medis termutakhir bagi rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat ini. “Alat ini memiliki potensi besar untuk mengurangi waktu tunggu pasien dan memberikan diagnosis yang jauh lebih akurat dengan dosis radiasi minimal. Ini sejalan dengan komitmen rumah sakit pada keselamatan pasien,” sebutnya.

Sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada fitur teknis, tetapi juga pada alur kerja (workflow) yang didukung AI, yang dapat mengotomatisasi banyak tugas, membuat proses pemindaian lebih efisien dan terstandarisasi untuk setiap pasien. Hal ini diharapkan dapat memaksimalkan throughput pasien harian tanpa mengorbankan kualitas gambar.

“Kunjungan dan sosialisasi ini menandai komitmen serius RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berinvestasi dalam alat kesehatan berteknologi tinggi. Dengan menerima paparan langsung tentang kecanggihan uCT 780, kami akan memiliki dasar pertimbangan yang kuat untuk rencana modernisasi peralatan mereka di masa mendatang, memastikan bahwa masyarakat di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya mendapatkan layanan diagnostik terbaik,” harapnya.

Diketahui, uCT 780 yang disosialisasikan oleh PT United Imaging merupakan sistem CT Scan 160 slices yang menonjolkan fitur-fitur mutakhir, dirancang untuk memberikan hasil pencitraan dengan resolusi tinggi, kecepatan akuisisi data yang sangat cepat, dan dosis radiasi yang rendah. Teknologi ini dilengkapi dengan fitur utama seperti Z-Detector Ultra-Low Noise, kecepatan rotasi tinggi, Algoritma DELTA yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan kemampuan fleksibel. (*)

Jajaran Direksi RSUP Dr. M. Djamil Tinjau Kesiapan Poliklinik Ortopedi dan Neurologi di Gedung IPJT

Upaya berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil dalam meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pasien kembali diwujudkan melalui rencana strategis pemindahan sejumlah layanan poliklinik. Pada Senin (3/11), jajaran direksi dan manajemen rumah sakit melakukan peninjauan intensif terhadap lokasi poliklinik yang baru, yakni di Lantai 1 Gedung Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT).

Peninjauan ini secara khusus menargetkan kesiapan pemindahan Poliklinik Ortopedi dan Traumatologi serta Poliklinik Neurologi yang sebelumnya beroperasi di Lantai 1 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Rombongan direksi dipimpin Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Ia didampingi Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), serta Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS.

Dovy Djanas menjelaskan pemindahan ini adalah langkah strategis untuk menata ulang alur pelayanan, mengurangi kepadatan, dan menyediakan fasilitas yang luas bagi pasien. “Kami telah merencanakan pemindahan ini untuk memastikan pasien mendapatkan tempat pelayanan yang lebih representatif, nyaman, dan mudah dijangkau. Pemindahan Poliklinik Ortopedi dan Neurologi ke Lantai 1 Gedung IPJT akan memberikan ruang tunggu yang lebih lapang, ruang pemeriksaan yang lebih memadai, dan secara keseluruhan meningkatkan pengalaman pasien,” ujar Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Selama peninjauan, Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, menyoroti aspek kesiapan teknis dan medis. Sementara itu, Direktur Layanan Operasional, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, fokus pada kesiapan non-medis dan logistik, termasuk alur masuk dan keluar pasien, penataan ruang tunggu, serta koordinasi antar unit terkait.

Peninjauan ini menggarisbawahi komitmen RSUP Dr. M. Djamil untuk terus berbenah dan mengedepankan pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care). “Pemindahan ini tidak hanya sekadar mengubah lokasi, tetapi juga merefleksikan peningkatan standar mutu layanan. Kami berharap, dengan fasilitas yang lebih baik di Gedung IPJT, Poliklinik Ortopedi dan Neurologi dapat melayani pasien dengan volume yang lebih besar dan kualitas yang semakin prima,” harap Dirut. (*)

Dirut RSUP Dr. M. Djamil Pastikan Jam Layanan dan Kehadiran DPJP di Poliklinik Berjalan Tepat Waktu

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, melakukan penelusuran (blusukan) mendadak ke sejumlah poliklinik rawat jalan pada Senin (3/11). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan manajemen rumah sakit untuk mewujudkan layanan kesehatan yang optimal dan profesional.

Fokus utama dari penelusuran yang dilakukan oleh Dirut adalah untuk memastikan jam pelayanan poliklinik berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan kehadiran Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dalam melayani pasien di poliklinik. Penelusuran dilakukan di Poliklinik Mata, Poliklinik Kebidanan, Poliklinik Jantung, Poliklinik Penyakit Dalam, dan Poliklinik Paru.

Dovy Djanas terlihat berinteraksi langsung dengan petugas loket, perawat, serta beberapa pasien yang sedang menunggu antrean. Ia menanyakan secara rinci terkait mekanisme pendaftaran, waktu tunggu, dan yang paling penting, kapan pelayanan oleh DPJP dimulai.

“Pelayanan poliklinik adalah gerbang utama pasien bertemu dengan dokter spesialis. Ketepatan waktu dan kehadiran dokter menjadi indikator vital dari profesionalisme rumah sakit. Kami tidak ingin ada lagi keluhan dari pasien tentang jam pelayanan yang molor atau DPJP yang terlambat hadir, yang dapat membuang waktu berharga pasien,” tegasnya.

Penelusuran ini menunjukkan komitmen manajemen dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat. “Setiap menit waktu tunggu pasien harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan penumpukan dan ketidakpuasan,” ungkapnya.

Terkait kehadiran DPJP menjadi perhatian khusus dalam kunjungan ini. Dovy Djanas menegaskan seluruh DPJP di RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk hadir tepat waktu sesuai jadwal praktik. Pengawasan ketat ini juga didukung oleh kebijakan internal yang telah disosialisasikan.

“Kami telah menyosialisasikan mekanisme insentif kinerja bagi para DPJP. Insentif ini bukan hanya penghargaan finansial, tetapi juga pengakuan atas dedikasi dan kepatuhan terhadap standar pelayanan. Semakin baik kinerja, termasuk kedisiplinan waktu dan kualitas layanan, akan berdampak langsung pada insentif yang diterima,” ucapnya.

Kebijakan insentif kinerja ini diharapkan menjadi pendorong positif (motivator) bagi seluruh DPJP untuk senantiasa hadir dan memberikan pelayanan terbaik sesuai jadwal. “Sehingga mutu layanan rumah sakit secara keseluruhan dapat meningkat,” harap Dovy.

Dovy Djanas berpesan kepada seluruh staf dan tenaga kesehatan yang bertugas di poliklinik untuk selalu bekerja dengan empati dan profesionalisme. “Inti dari pelayanan kesehatan yang baik adalah kemampuan untuk berempati. Kami tidak hanya dituntut untuk memberikan penanganan medis yang kompeten, tetapi juga harus mampu merasakan dan memahami apa yang dirasakan oleh pasien,” tukasnya, mengingatkan bahwa disiplin waktu adalah salah satu bentuk empati terbesar terhadap pasien yang sudah jauh-jauh datang untuk berobat.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Mekanisme Insentif Kinerja DPJP

RSUP Dr. M. Djamil menyosialisasikan mekanisme dan ketentuan pemberian insentif kinerja bagi Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di Auditorium lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Jumat (31/10). Sosialisasi ini menandai babak baru dalam tata kelola remunerasi di rumah sakit tersebut, dengan penekanan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan semangat corporate dalam layanan kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menekankan kegiatan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan rumah sakit dalam menyempurnakan sistem manajemen. “Sosialisasi ini adalah bagian integral dari komitmen kami untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kesesuaian pelaksanaan sistem remunerasi yang kini berbasis unit cost DPJP,” ujar Dovy.

Sosialisasi tersebut dipaparkan oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes. Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajer dan asisten manajer, Ketua KSM dan perwakilan DPJP, serta Kepala Instalasi.

Ia mengatakan pemberian insentif kinerja bagi DPJP adalah jantung dari sistem remunerasi kita. Tujuannya adalah memastikan setiap jasa medis yang diberikan, setiap upaya peningkatan mutu layanan, dan setiap kinerja yang optimal mendapatkan penghargaan yang adil dan sesuai.

Perubahan dan sosialisasi ini didorong oleh beberapa faktor utama. Yakni peningkatan transparansi dan akuntabilitas, kesesuaian pelaksanaan sistem remunerasi berbasis unit cost dan implementasi sistem E-Remunerasi.

“Insentif bukanlah semata-mata gaji, melainkan pengakuan atas performa. Oleh karena itu, mekanismenya harus jelas, terukur, dan diketahui oleh semua pihak. Dengan sistem remunerasi berbasis unit cost, kita mendorong DPJP untuk fokus pada efisiensi layanan tanpa mengorbankan kualitas,” tambah Direktur Utama.

Ia menekankan sosialisasi ini menjadi momen penting bagi seluruh jajaran DPJP untuk memahami secara komprehensif implementasi kebijakan baru, memastikan tidak ada keraguan, dan menyatukan persepsi sebelum sistem ini resmi berjalan. “Manajemen RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen untuk mendampingi dan memfasilitasi setiap transisi yang diperlukan demi suksesnya implementasi sistem remunerasi baru ini,” tukasnya. (*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45