Komitmen Peningkatan Mutu, RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan

RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, pada hari Kamis (30/10). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan pengawasan rumah sakit rujukan untuk memastikan peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pasien.

Kedatangan drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, beserta tim, disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama jajaran direksi dan seluruh manajemen rumah sakit. Kegiatan dilangsungkan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Dalam sambutannya, Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan pembinaan dan pengawasan ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. “Kemudian keselamatan pasien sebagai prioritas utama dan pengembangan jangkauan pelayanan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan nasional,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya peran rumah sakit rujukan dalam ekosistem kesehatan nasional. “Dan berharap melalui pembinaan ini, RSUP Dr. M. Djamil dapat terus mengoptimalkan fungsinya,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan komitmen institusinya untuk terus beradaptasi dan menjadi bagian dari perubahan positif yang didorong oleh Kementerian Kesehatan. “Kami mengedepankan profesionalisme, integritas, dan semangat pelayanan publik dalam setiap langkah. Melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan ini, kami berharap dapat melakukan refleksi terhadap capaian yang telah diperoleh, mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki, serta menyusun rencana tindak lanjut yang lebih terarah,” ujar Dovy Djanas.

RSUP Dr. M. Djamil juga berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi dan masukan dari Tim Direktorat Mutu dengan langkah nyata dalam peningkatan berkelanjutan (continuous quality improvement). “Kami percaya bahwa mutu bukan hanya tanggung jawab tim mutu semata, tetapi merupakan budaya dan komitmen seluruh insan rumah sakit. Mulai dari pimpinan, tenaga medis, perawat, tenaga penunjang, hingga staf administrasi,” tegasnya.

Setelah sesi audiensi, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, didampingi Direktur Utama Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua dan Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS melakukan telusur lapangan ke beberapa unit layanan. Area yang dikunjungi antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), selasar Intensive Care Unit (ICU), di mana beliau sempat berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga. Kemudian Depo Farmasi dan ruang rawatan KRIS Interne. Aksi telusur ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi standar pelayanan dan mengidentifikasi potensi perbaikan di lini terdepan.

Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil pembinaan dan pengawasan RSUP Dr. M. Djamil. Ini menandai dimulainya langkah tindak lanjut oleh pihak rumah sakit. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum akselerasi bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam mewujudkan pelayanan kesehatan rujukan yang semakin bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Jajaki Kolaborasi Panel Surya dengan Xinyi Solar

RSUP Dr. M. Djamil mengambil langkah progresif dalam upaya efisiensi energi dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi manajemen Xinyi Solar Energy Holding Co., Ltd, perusahaan raksasa asal China yang bergerak dalam produksi panel surya, pada Rabu (29/10).

Kedatangan delegasi Xinyi Solar Energy Holding Co., Ltd didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Luhur Budianda itu disambut oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, beserta seluruh jajaran direksi dan manajemen rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan ketertarikan Xinyi Solar Energy Holding Co., Ltd. “Kami menyambut baik inisiatif dari Xinyi Solar Energy Holding Co., Ltd. Visi kami adalah menjadikan RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan unggulan, tetapi juga sebagai institusi yang peduli terhadap lingkungan dan efisiensi energi. Penjajakan kerja sama panel surya ini merupakan langkah awal yang krusial menuju rumah sakit modern yang mandiri energi dan ramah lingkungan,” kata Dovy Djanas.

Ia mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan masterplan rumah sakit yang akan mulai kami bangun pada tahun 2027. Proyek ini akan menyelaraskan kebutuhan pelayanan kesehatan modern dengan infrastruktur yang berkelanjutan. “Kami berharap teknologi energi hijau seperti panel surya ini sudah terintegrasi dalam rencana pembangunan jangka panjang tersebut,” tambahnya, menekankan efisiensi energi adalah bagian integral dari masa depan RSUP Dr. M. Djamil.

Kepala DPMPTSP Sumbar, Luhur Budianda, juga menekankan PemprovSumbar siap memfasilitasi setiap bentuk investasi yang membawa dampak positif, terutama yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini. RSUP Dr. M. Djamil adalah fasilitas publik vital, dan penggunaan energi surya akan menjadi contoh nyata bagaimana institusi besar di daerah dapat berkontribusi pada transisi energi nasional. Kami akan memastikan proses penjajakan hingga realisasi berjalan lancar,” harap Luhur. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Sosialisasikan Panduan Pre Construction Risk Assessment

RSUP Dr. M. Djamil melalui Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) gencar menyosialisasikan panduan Pre Construction Risk Assessment (PCRA) di Gedung Diklat, Rabu (29/10). Sosialisasi ini dalam rangka menjamin keselamatan pasien, pekerja, dan menjaga mutu pelayanan di tengah kegiatan pembangunan, renovasi, atau perbaikan fasilitas.

“PCRA adalah langkah preventif yang mutlak dilakukan mengingat lingkungan rumah sakit memiliki kerentanan tinggi terhadap kontaminasi dan gangguan layanan,” kata Ketua Komite K3RS RSUP Dr. M. Djamil, Katherina Welong, SKM, MARS, saat sosialisasi.

Ia memaparkan PCRA rumah sakit adalah kegiatan mengidentifikasi bahaya dan penilaian risiko sebelum kegiatan konstruksi, renovasi, demolisi dan rehabilitasi di rumah sakit dilaksanakan. Sosialisasi ini bertujuan untukmencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bagi seluruh staf, kontraktor, dan pengunjung dan mencegah kontaminasi di suatu proyek pembangunan yang dapat merugikan pasien dan fasilitas.

“Kita tidak boleh menganggap remeh potensi bahaya dari sebuah proyek pembangunan. Di rumah sakit, risiko tidak hanya sebatas keselamatan fisik, tetapi juga risiko infeksi dan gangguan pada sistem pendukung kehidupan pasien,” ujar Katherina Welong.

Katherina Welong juga mengingatkan akan konsekuensi serius jika PCRA tidak dilakukan, yang dampaknya akan berlipat ganda karena menyangkut keselamatan nyawa dan kualitas layanan kesehatan. Dampak negatif tersebut meliputi menurunkan kepercayaan masyarakat, gangguan layanan rumah sakit dan risiko kecelakaan kerja. “Kemudian kerugian finansial, paparan bahaya kesehatan dan kerusakan aset rumah sakit,” sebutnya.

PCRA, tuturnya, secara komprehensif mengevaluasi berbagai aspek bahaya dari kegiatan konstruksi, renovasi, demolisi, dan rehabilitasi di rumah sakit. Berbagai area yang harus dipertimbangkan dalam asesmen risiko meliputi kualitas udara, utilitas, kebisingan, getaran, infection control assesment. “Bahan dan limbah berbahaya, keselamatan kebakaran, keamanan, prosedur darurat, dan bahaya lain mempengaruhi perawatan,” paparnya.

Melalui sosialisasi panduan PCRA ini, tegasnya, RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan kerja dan pelayanan yang aman, sehat, dan kondusif. “Ini sejalan dengan standar akreditasi rumah sakit terkini,” tukas Katherina Welong. (*)

Perkuat Jejaring, RSUP Dr. M. Djamil Terima Kunjungan RS Ananda Group

RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan RI, terus aktif memperluas dan memperkuat jejaring serta kolaborasi dengan berbagai institusi kesehatan di Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk mengakselerasi peningkatan mutu layanan dan pengembangan manajemen rumah sakit. Terbaru, RSUP Dr. M. Djamil menerima kunjungan dari owner RS Ananda Group pada Rabu (29/10).

Kedatangan Pemilik RS Ananda, Marali Tarmizi, bersama Komisaris PT Rajut Ananda Hidup Mandiri, Hj. Lidesma, M.Si, disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, beserta jajaran direksi dan manajemen di Ruang Rapat Direksi RSUP Dr. M. Djamil.

Kunjungan ini merupakan agenda strategis dalam rangka sharing informasi dan bertukar pengalaman terkait pengembangan rumah sakit. RSUP Dr. M. Djamil, sebagai rumah sakit rujukan tersier di wilayah Sumatera, dan RS Ananda Group, yang dikenal dengan perkembangan pesat di layanan kesehatan swasta, melihat peluang besar untuk saling belajar dan bersinergi.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan  kolaborasi dan studi banding adalah kunci untuk mencapai visi rumah sakit yang lebih baik. “Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan. Kunjungan dari Owner RS Ananda Group hari ini sangat berharga. Kami berharap dapat menggali informasi tentang praktik-praktik terbaik yang mereka terapkan, khususnya dalam efisiensi operasional dan inovasi layanan yang berbasis teknologi,” kata Dovy Djanas.

Dovy menambahkan penguatan jejaring ini sejalan dengan program transformasi kesehatan yang digagas oleh Kementerian Kesehatan, yang menekankan pada peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan di seluruh Indonesia. RSUP Dr. M. Djamil terus berupaya tidak hanya menjadi pusat rujukan medis. Tetapi juga menjadi rumah sakit pendidikan dan penelitian yang unggul.

Di sisi lain, Komisaris PT Rajut Ananda Hidup Mandiri, Hj. Lidesma, M.Si, juga menyampaikan apresiasinya atas penerimaan hangat dan kesempatan untuk melihat langsung tata kelola manajemen di RSUP Dr. M. Djamil. “Kami datang ke sini untuk belajar banyak. RSUP Dr. M. Djamil memiliki sejarah panjang dan keunggulan sebagai rumah sakit vertikal. Kami tertarik dengan bagaimana rumah sakit ini mengelola kompleksitas layanan rujukan, pendidikan, dan penelitian secara terpadu. Semoga dari pertemuan ini, akan lahir langkah-langkah konkret kolaborasi yang saling menguntungkan,” harap Lidesma. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dorong Kesadaran Rehabilitasi Tahap Penting Pascastroke

Memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober, RSUP Dr. M. Djamil melalui Instalasi Rehabilitasi Medik menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan pemeriksaan fungsional bagi para penyintas stroke. Acara yang dipusatkan di Ruang Gymnastik Rehabilitasi Medik pada Rabu (29/10) ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan penanganan pascastroke.

Pagi itu, suasana di Ruang Gymnastik Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. M. Djamil tampak ramai namun teratur. Sejumlah penyintas stroke, yang didampingi oleh keluarga, terlihat antusias menjalani serangkaian pemeriksaan. Kegiatan ini berfokus pada pengukuran fungsi dan kondisi tubuh pascastroke. Bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana dampak stroke pada fungsi motorik dan kognitif, serta mengidentifikasi potensi yang masih bisa dikembangkan melalui terapi.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Neuro-Muskuloskeletal), dr. Rini Agustin, Sp.KFR, N.M (K), menegaskan pentingnya evaluasi rutin ini. “Kami memanfaatkan Hari Stroke Sedunia ini sebagai pengingat bahwa penanganan stroke tidak berhenti setelah pasien keluar dari fase akut. Rehabilitasi Medik adalah kunci utama untuk mencapai kualitas hidup yang optimal pascastroke,” ujar dr. Rini.

Menurut dr. Rini, pengukuran fungsi tubuh pascastroke secara berkala sangat vital. Data yang terkumpul dari pemeriksaan ini bukan hanya menjadi dasar untuk modifikasi program terapi fisik, okupasi, dan wicara yang sedang dijalani. Akan tetapi juga memberikan harapan nyata kepada para penyintas dan keluarga.

“Melalui pemeriksaan yang komprehensif ini, kami dapat melihat secara objektif sejauh mana progres yang telah dicapai, serta area mana yang masih memerlukan intervensi lebih intensif. Kami ingin para penyintas stroke dan keluarganya memahami bahwa setiap kemajuan, sekecil apa pun, adalah sebuah kemenangan,” tambahnya.

Ia menekankan komitmen RSUP Dr. M. Djamil melalui Instalasi Rehabilitasi Medik dalam penanganan stroke, mulai dari fase akut hingga rehabilitasi. “Dan diharapkan mampu menekan angka kecacatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat,” harap dr. Rini. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Hadirkan Prof. Long Chiau Ming Berbagi Kunci Raih Pendanaan Uji Klinis

RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan riset klinis dengan mengadakan webinar Internasional “From Ideas to Impact: How to Fund Clinical Trials”. Kegiatan ini diadakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Selasa (28/10), sebagai bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61 dan Hari Ulang Tahun ke-72 RSUP Dr. M. Djamil.

Webinar tersebut menghadirkan narasumber Prof. Long Chiau Ming, B.Pharm (Hons), M.Clin. Pharm, Ph.D, RPh, seorang akademisi terkemuka dari Sunway University, Malaysia, yang juga diakui dalam daftar Worlds Top 2% Scientist List dari Stanford University. Prof. Long hadir untuk berbagi kiat-kiat  bertajuk “Tips for Achieving Competitive Research in Clinical Trials”, dengan fokus memberikan panduan dalam mempersiapkan riset yang memiliki daya saing tinggi untuk memperoleh pendanaan dari berbagai sumber, baik nasional maupun internasional.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menekankan keberhasilan riset klinis bergantung pada komitmen bersama untuk terus berinovasi, berbagi pengetahuan, dan membangun kolaborasi yang produktif. “Webinar ini menjadi platform yang efektif untuk berkolaborasi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring riset yang lebih luas dan solid,” ujar Dovy.

Webinar internasional ini mendapatkan antusiasme dan dihadiri oleh jajaran direksi serta manajemen RSUP Dr. M. Djamil. Turut hadir pula Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp. Onk (K), FACS, FFSTEd, dan Dekan Fakultas Keperawatan Unand, Dr. Ns. Deswita, S.Kp, M.Kep, S.Kep.AnDr. Principal Investigator RSUP Dr. M. Djamil, dr. Asrawati, Sp.A, Sp.TKPS (K), M.Biomed, FISQua dan dipandu oleh moderator, Dr. Ricvan Dana Nindrea, SKM, M.Kes, M.Sc (Epid), FRSPH.

Ia menaruh harapan besar agar Prof. Long dapat memberikan panduan komprehensif terkait strategi untuk mengamankan pendanaan riset yang kompetitif. Sebuah kunci penting dalam mewujudkan ide-ide penelitian menjadi dampak nyata.

“Diharapkan, hasil dari webinar ini dapat memperkuat ekosistem riset di RSUP Dr. M. Djamil, menghasilkan penelitian klinis berstandar internasional, dan pada akhirnya memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” harap Dovy.

Diketahui, rumah sakit ini telah mendirikan Clinical Research Unit (CRU) yang berfungsi sentral dalam mengelola dan memfasilitasi pelaksanaan uji klinis di lingkungan rumah sakit. Unit ini telah menunjukkan progres signifikan, dengan keberhasilan melakukan 33 feasibility study yang bertujuan untuk memastikan kelayakan penelitian sebelum dilaksanakan. Selain itu, CRU juga telah menjalankan 6 uji klinis yang aktif, menunjukkan kesiapan dan kapasitas RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat penelitian klinis yang kredibel.(*)

RSUP Dr. M. Djamil Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda ke-97

RSUP Dr. M. Djamil melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan khidmat pada hari Selasa (28/10). Bertempat di halaman Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, upacara ini menjadi momen untuk menguatkan kembali jiwa nasionalisme dan komitmen persatuan di lingkungan rumah sakit.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Sebuah seruan untuk menggerakkan potensi dan energi kolektif demi kemajuan bangsa.

Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Dr. M. Djamil,  Luhur Joko Prasetyo, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Direktur Perencanaan dan Keuangan  Luhur Joko Prasetyo membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang menyoroti perbedaan tantangan masa kini dengan masa perjuangan dahulu, namun dengan semangat yang tetap sama.

“Hari ini tugas kita berbeda. Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama. Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah,” ujarnya mengutip pidato Menteri.

Ia juga menekankan meski hidup di zaman yang berat dengan pergerakan dunia yang cepat, tidak ada alasan untuk takut. Kepercayaan harus ditanamkan bahwa di setiap pelosok negeri, masih ada anak muda Indonesia yang memegang teguh nilai kejujuran, ketangguhan, dan keberanian—nilai-nilai yang merupakan kekuatan sejati bangsa.

“Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” tegasnya.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di RSUP Dr. M. Djamil berlangsung tertib, khidmat, dan penuh makna. Dihadiri oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes, manajemen dan civitas hospitalia, upacara ini diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan pemicu untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan seluruh anggota rumah sakit.

Dengan semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, diharapkan seluruh Civitas Hospitalia RSUP Dr. M. Djamil semakin terdorong untuk terus berkontribusi secara profesional dan tulus dalam membangun bangsa, khususnya melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.(*)

Setetes Darah Laskar Merah Putih Selamatkan Nyawa Pasien RSUP Dr. M. Djamil

Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Dr. M. Djamil kembali menjadi saksi aksi kemanusiaan. Puluhan anggota Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Kota Padang dan masyarakat secara sukarela mendonorkan darah mereka pada Senin (27/10). Aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen organisasi kemasyarakatan tersebut dalam mendukung ketersediaan stok darah untuk kebutuhan medis, khususnya di rumah sakit rujukan utama Sumatera Barat ini.

Aksi donor darah ini disambut baik oleh pihak RSUP Dr. M. Djamil. Ketersediaan stok darah yang memadai di UPDRS sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan berbagai organisasi, seperti Laskar Merah Putih.

Ketua Harian Laskar Merah Putih Markas Cabang Kota Padang, Abu Hanafiah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan aksi donor darah ini adalah wujud nyata dari solidaritas kemanusiaan dan semangat kebangsaan yang diemban oleh Laskar Merah Putih.

“Kami hadir hari ini dengan puluhan anggota dan melibatkan masyarakat untuk mendonorkan darah. Ini adalah kontribusi kecil kami untuk masyarakat Padang dan Sumatera Barat. Setiap tetes darah yang kami donorkan adalah harapan hidup bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan penyakit. Kami berharap aksi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam kegiatan donor darah,” harapnya. (*)

RSUP Dr. M. Djamil Dikunjungi Tim TTDK, Perkuat Integrasi SATUSEHAT dan Standardisasi SIMRS

RSUP Dr. M. Djamil kembali menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital kesehatan. Hal ini ditandai dengan diterimanya kunjungan Tim Transformasi dan Digitalisasi Kesehatan (TTDK) Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Direksi pada Senin (27/10). Kunjungan ini berfokus pada penguatan kapasitas dan pendampingan teknis terkait implementasi sistem informasi kesehatan terintegrasi.

Kehadiran tim TTDK di RSUP Dr. M. Djamil ini untuk melakukan pendampingan teknis dan penguatan kapasitas dalam integrasi SATUSEHAT, pengiriman data Rekam Medis Elektronik (RME) penunjang, dan standardisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari upaya percepatan digitalisasi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang diamanatkan oleh Kemenkes.

Rombongan tim TTDK yang dipimpin oleh Pranata Komputer Ahli Muda Haidar Istiqlal S.Kom, MARS ini disambut dan diterima oleh Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS. Turut mendampingi Direktur Layanan Operasional yakni tim Rekam Medis dan SIMRS RSUP Dr. M. Djamil.

Saat menerima rombongan, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS mengatakan RSUP Dr. M. Djamil menyambut baik pendampingan ini karena integrasi dengan SATUSEHAT dan standardisasi SIMRS adalah keharusan untuk meningkatkan mutu layanan dan mendukung transformasi kesehatan nasional.

“Integrasi penuh ke Platform SATUSEHAT dan implementasi RME yang terstandardisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan. Kami menyambut baik pendampingan ini agar seluruh proses integrasi, terutama untuk data penunjang, dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Standardisasi SIMRS juga menjadi fokus kami untuk memastikan bahwa sistem informasi yang kami gunakan sudah selaras dengan standar nasional,” ujar drg. Ade Palupi Muchtar.

drg. Ade Palupi Muchtar menekankan dengan terintegrasinya data medis pasien secara komprehensif ke dalam SATUSEHAT, RSUP Dr. M. Djamil akan dapat memberikan pelayanan yang lebih holistik dan terintegrasi. Pada akhirnya akan bermanfaat langsung bagi pasien dan mendukung kebijakan kesehatan nasional.

“Kunjungan tim TTDK Kemenkes RI ini diharapkan dapat mempercepat proses integrasi data dan standardisasi sistem di RSUP Dr. M. Djamil. Dan menjadikannya salah satu rumah sakit vertikal yang terdepan dalam implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Tim TTDK, Haidar Istiqlal S.Kom, MARS, menjelaskan pendampingan ini adalah bagian dari upaya masif Kemenkes untuk mengakselerasi transformasi digital di seluruh fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit vertikal. “RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu rumah sakit rujukan utama. Keberhasilan integrasi SATUSEHAT dan RME di sini akan menjadi contoh baik bagi fasyankes lain,” harapnya. (*)

Perkuat Layanan Terapi Sel, RSUP Dr. M. Djamil Gandeng Bifarma Adiluhung

RSUP Dr. M. Djamil mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan dan peningkatan kualitas layanan di bidang terapi sel dan produk turunannya. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis dengan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya yang fokus pada pengobatan regeneratif, yakni PT Bifarma Adiluhung atau Kalbe Regenic Stem Cell.

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan bertajuk “Innovative Stem Cell and Secretome Research based Therapy for Regenerative Excellence (INSPIRE)” yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 4, Gedung KBIC (Kalbe Business Innovation Centre), Jakarta, pada hari Senin (27/10). Dokumen kerja sama diteken oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama dengan Presiden Direktur PT Bifarma Adiluhung, dr. Sandy Qlintang, M.Biomed.

Turut mendampingi Dirut, Kepala Instalasi Bank Jaringan dan Sel dr. Benni Raymond, Sp.BRE, Subsp. KM (K), Staf KSM Orthopaedi dan Traumatologi Dr. dr. Rizki Rahmadian, Sp.OT. Subsp. PL(K), M. Kes dan Manajer Timker Hukum dan Humas Nova Afriani.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengungkapkan optimismenya terhadap dampak positif dari kolaborasi ini. Ia berharap kerja sama ini dapat membawa dampak yang signifikan bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dalam bidang terapi stem cell atau sel punca di RSUP Dr. M. Djamil.

“Semoga kerja sama ini dapat membuka peluang lebih besar untuk riset dan inovasi di bidang kesehatan, khususnya terkait stem cell, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi pasien kami,” ujar Dovy Djanas.

Kolaborasi dengan Bifarma Adiluhung (Regenic) ini, menurutnya, akan memberikan akses kepada RSUP Dr. M. Djamil terhadap teknologi terbaru dalam bidang stem cell dan secretome (produk turunan sel). Dengan adanya akses tersebut, RSUP Dr. M. Djamil akan mampu menawarkan terapi yang lebih efektif dan inovatif kepada pasien-pasiennya.

“Kami juga berharap kerja sama ini dapat meningkatkan hasil klinis melalui penerapan metode pelayanan berbasis penelitian, sehingga pasien dapat memperoleh manfaat maksimal dari terapi yang kami berikan,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata dalam penyediaan layanan ini, RSUP Dr. M. Djamil diketahui telah melakukan soft launching Stem Clinic RSUP Dr. M. Djamil pada 17 Mei 2025 lalu. Stem Clinic ini didirikan sebagai wadah resmi bagi pasien yang membutuhkan terapi stem cell dengan pendekatan yang aman, terstandardisasi, dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based).

Kerja sama dengan Regenic, yang dikenal sebagai salah satu fasilitas manufaktur sel punca bersertifikasi cGMP (Current Good Manufacturing Practice) pertama di Indonesia, ini diharapkan semakin memperkuat operasional dan keunggulan ilmiah dari Stem Clinic RSUP Dr. M. Djamil, menjadikannya pusat rujukan terapi sel di kawasan Sumatera dan sekitarnya.(*)

WeCreativez WhatsApp Support
Jam Layanan Informasi : Senin s/d Kamis jam 07.45 wib s/d 16.15 Istirahat jam 12.00 wib s/d 13.00 wib Jumat 07.45 wib s/d 16.45